NovelToon NovelToon
Marlangen

Marlangen

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Supernatural / Indigo / Tamat
Popularitas:249.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: EliaAndri

Hidup Marlangen berubah ketika Bapaknya meninggal dengan tragis dan tidak wajar.
Ia pun berencana mencari tahu penyebab kematian Bapaknya.

Tapi teror demi teror dari para makhluk tak kasat mata membuat hidup Marlangen bertambah gelap.
Ditambah dengan sosok wanita setengah ular yang selalu mengusikanya.


Akankah Maralangen bisa menguak misteri tentang kematian Bapaknya ataukah Marlangen akan bernasib sama dengan Bapaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EliaAndri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Hari ini adalah pemakaman Bayu, aku masih saja tidak percaya bahwa sahabatku itu pergi secepat ini. Bayu adalah sahabat yang penuh humor, dia selalu bisa membuat orang lain tertawa. Mengingat betapa tragisnya kematiannya membuatku tak kuasa menitikan air mata.

Aku menuju ke pemakaman bersama Adit, Sella dan Aldi. Sedangkan Amel dia sudah berada disini ketika kami datang. Entah kenapa aku merasa Amel menjauhiku, dia tidak mengangkat telfonku dan tidak membalas pesanku. Mungkin Amel masih shok atas meninggalnya Bayu yang mendadak.

Pemakaman pun selesai dan para pelayat sudah mulai meninggalkan area makam. Disitu hanya ada keluarga Bayu yang tak henti menangis juga aku bersama teman-teman. Saat keluarga Bayu sudah beranjak pergi, aku mencoba mendekati Amel yang tak henti-hentinya terisak.

"Mel, sabar ya. Ikhlasin Bayu." Hiburku pada Amel.

Amel pun menghadap kearahku dengan sorot mata penuh kebencian.

"Andai hari itu gue nggak ngajak Bayu buat kenalan sama lo dan temenan sama lo mungkin Bayu sekarang masih hidup," ujar Amel dengan marah.

"Maksud lo apa sih?" balas Sella nyolot.

"Lo juga pasti ngerasa, Sel. Semenjak Langen ada di sekitar kita. Kita semua kena sial. Pertama kecelakaan Adit, terus kematian nyokap lo dan sekarang kematian Bayu," ungkap Amel dengan mendelik padaku.

"Jaga mulut lo, Mel. Gue tau lo lagi emosi, lagi sedih tapi bukan berarti lo bikin teori sinting begitu," Salak Adit.

"Belain terus, terserah kalian percaya atau nggak sama gue. Yang pasti gue nggak mau jadi korban berikutnya," balas Amel pedas. "Dasar pembawa sial," desis Amel saat melewatiku.

******

Kata-kata Amel begitu mengusikku, apa benar aku pembawa sial?. Perlakuan Amel juga membuatku sangat sedih, kemarin kita begitu akrab tapi sekarang dia memandangku seakan aku musuh besarnya.

"Udah, kamu jangan mikirin omongan Amel ya," ucap Adit memecahkan keheningan.

"Menurut kamu kata-kata Amel bener nggak?" tanyaku sedih.

"Enggaklah, ngaco kamu. Amel emang lagi eror aja. Kamu jangan terpengaruh sama omongan Amel," jawab Adit mencoba menghiburku.

Adit menghentikan mobilnya di depan sebuah minimarket, katanya dia ingin membeli minuman dan makanan ringan untuk kami. Padahal aku sedang tidak ingin makan apapun. Saat sedang menunggu Adit, tidak sengaja mataku tertuju pada sosok dibawah pohon dekat minimarket. Sosok wanita setengah ular dengan selendang merah dan mahkota yang berada di atas kepalanya. Dia menyeringai jahat, membuatku sadar kematian Bayu memang di sengaja.

Ingin rasanya aku menghampirinya dan bertanya kenapa dia terus-terusan mengangguku dan mengusikku. Tapi setiap aku akan menghampirinya sosok wanita itu akan langsung menghilang.

"Sorry lama, tadi antri bentar," kata Adit sembari memberikanku minuman.

"Makasih, Dit."

"Sama-sama," jawabnya sambil kembali menjalankan mobilnya.

Tiba-tiba aku mencium bau amis dan anyir yang berasal dari jok belakang. Akupun menengok ke jok belakang dan aku hanya bisa membelalakan matakau. Disana aku melihat tumpukan remukan daging juga rambut. Saat aku terus memperhatikan, remukan daging itu pelan-pelan menyatu dan berbentuk kepala manusia, kepala Bayu.

"Ini semua salah lo, Langen. Gue mati itu semua salah lo!!!" teriak Bayu yang hanya berbentuk kepala.

Akupun menjerit yang membuat Adit menghentikan mobilnya mendadak.

"Kamu kenapa, Langen?" tanya Adit khawatir.

"Dit, aku mau pulang," jawabku ketakutan.

Adit hanya memandangku iba, dia pasti tahu aku udah melihat sesuatu. Tapi dia pasti tidak akan menyangka siapa yang barusan aku lihat sampai aku ketakutan. Bayu dengan kepala hancurnya.

******

Dirumah kini hanya ada aku, Sella dan Ibu karena Om Bagas sedang berada di luar kota untuk keperluan bisnis. Saat aku dan Sella sedang tiduran di kamar, Ibu mengetuk pintu kamar Sella.

"Langen, Sella ayo keluar makan malam sudah siap." Panggil Ibuku ramah.

"Nyokap lo manggil nama lo tuh," ucap Sella tampak ikut senang.

Sejujurnya aku memang benar-benar senang akhirnya Ibu mau memanggil namaku bukan dengan sebutan anak iblis lagi. Aku dan Sella pun keluar kamar dan disambut dengan senyum sumringah Ibu.

"Ayo makan bareng. Langen, Ibu sudah siapin makan malam spesial untuk putri ibu," ujar Ibu dengan suara lembut yang membuatku terkesima.

Tanpa basa-basi lagi kamipun turun ke ruang makan yang mejanya sudah di penuhi dengan makanan lezat. Karena sedari siang kami belum makan akhirnya makanan itupun licin tandas.

Setelah makan aku dan Sella beranjak keruang tv karena Ibu tidak ingin dibantu membereskan piring kotor. Setelah beberapa saat ibu menyusul kami ke ruang tv, beliau langsung duduk di sebelahku sembari membawa makanan kecil untuk cemilan.

"Bu, apa boleh Langen meluk ibu?" tanyaku hati-hati.

"Dengan senang hati, Sayang," balas ibu dengan senyum keibuannya.

Akupun memeluk ibu, rasanya begitu nyaman sebelum aku merasakan sesuatu yang tajam dan dingin menusuk punggungku.

"Tanteee, tantee ngapain, Langen?" tanya Sella terkejut.

Ibuku langsung lari entah kemana, saat Sella akan menolongku ternyata ibu ada di belakang Sella sedang mengayunkan tongkat kayu ke arah Sella. Akupun menjeritt memperingatkan Sella tapi terlambat, Sella sudah terkapar didepanku.

"Kamu tenang saja, dia tidak akan mati. Yang akan mati itu kamu, anak iblis." Desis ibuku sembari mengacungkan pisaunya lagi ke arahku.

Jadi beginikah akhirnya, aku mati ditangan ibuku sendiri?

*****

1
Oky Diana
kenapa jd bab 1 lagi ya thor? bab 2 nya mna
Oky Diana
knp dr awal sampe akhir babnya itu2 aja ya ???
Jama Sari
knpa ya d hp Sy cerita tiap bab nya SM dgn cerita prolog,smpai ta buka e pirang² bab ttp ae,tp klw BCA komentr² org² ky x gak keulang² deh bab x.bingung Sy padahal pnasaran
Jama Sari
ko d ulang² bab nya
senja
hiatus ya
Dena Denna
up thorr...
nurvi kekopo
lekk..lekkk ta enteni lekkk
Anonim
apakah ganti judul?udh lama nungguin up author nih
Novrii Gischaa Randana
kapan up thor
Umi Nur Aini
lanjut thoorr....banyak yg nungguin ini semangaatt berkarya 💪💪
NURYANTI
apakah cerita ini udah ga berlanjut ya
udah lama nungguin nya
udah hampir setahun
Yaz Q
Di lanjut boss
Lina Link
kok ga up lagi thor...jgn putus di sini dong..sayang cerita nya bagus thor..di tggu lanjutan nya
Yanti Yul
ayoo dong thorr .. cerita yg ini jg d lanjuut 😢 jgn kecewakan yg slalu ngintip 😅😁

d tunggu ya up nya 👍😃
Yaz Q
Lanjut
Novrii Gischaa Randana
kapan up ka?
Nureti
sukses kak
sudah mampir
Ai Emy Ningrum
misiiii ..pakeet...
Lintang Maharani
kok gak up lgi kak
Ciezwaty
thor ,semanat up ny , jangan lama" ,
q jd ngulang lg baca ny soal ny sedikit lupa 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!