"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
Kejadian 25 tahun yang lalu
Mutiah berlari di lorong rumah sakit saat mendengar kabar orangtuanya mengalami kecelakaan.
Gadis yang berkuncir dua itu menangis di depan jenasah kedua orang tuanya, bahkan merasa dirinya rapuh dan enggan melanjutkan hidupnya karena Mutiah tidak memiliki keluarga selain orangtuanya.
Saat dirinya ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat di sungai tiba-tiba datang seorang gadis yang usianya sama dengan dirinya, gadis itu menolongnya bahkan memberi semangat hidup Mutiah.
Gadis itu bernama Susan, semenjak bertemu dengan Susan Mutiah merasa memiliki sahabat dan saudara baru dan berkat Susan juga Mutiah bisa magang di perusahaan besar.
Mereka berdua bekerja di perusahaan itu, selain cerdas Susan juga memiliki wajah yang cantik membuat siapapun yang melihatnya pasti akan jatuh cinta kepadanya.
Mutiah merasa bangga melihat sahabatnya menjadi idola dimanapun mereka berada hingga suatu hari Mutia dekat dengan seorang pria yang juga keturunan orang terkaya di negara itu.
Awalnya Mutiah merestui hubungan mereka di saat sahabatnya itu hendak di lamar oleh pemuda kaya itu berita kematian orangtuanya terungkap bahwa yang menabraknya adalah calon suami sahabatnya itu.
Mutiah mencoba memisahkan hubungan mereka, bahkan gadis itu sampai mengungkapkan kekecewaannya dengan menunjukan semua bukti kejadian yang menimpah orangtuanya namun usahanya sia-sia dan Susan lebih memilih pergi meninggalkan persahabatannya demi menikah dengan pria yang sudah menyebabkan kematian kedua orang tuanya.
"Kecelakaan orangtuamu adalah sebuah musibah Mutiah, mas Bambang tidak bersalah dia juga tidak sengaja menabrak orangtuamu karena rem mobil dia blong di rusak seseorang yang menginginkan kematiannya" kata Mutiah membela kekasihnya dan memilih pergi meninggalkan Mutiah yang menangis meratapi hukum yang tidak bisa membelanya karena sang pelaku memiliki harta yang banyak untuk menutup kasus yang menimpah orangtuanya.
Raditya yang melihat mamanya terdiam seperti patung menyentuh tangan wanita yang telah melahirkannya itu, Raditya ingin memperkenalkan Mesly kepada mamanya tetapi sang mama Engan memberikan tangannya untuk menjabat gadis di depannya itu.
Lestari merasa heran dengan sikap Mutiah, sosok wanita lembut periang dan penyayang seperti Mutiah tiba-tiba menjadi dingin dan menatap tajam putri kesayangannya itu.
"Kamu kenapa Mutiah? apa ada yang salah dengan putriku?" tanya Lestari kepada sahabatnya itu.
Walaupun Mesly bukan darah dagingnya namun Lestari sangat menyayangi Mesly juga merasa tidak suka apabila ada yang menyakiti putrinya itu.
Mesly hanya diam, gadis itu tidak mengerti kenapa sikap mamanya Radit seperti itu kepadanya, Mesly menanggapi kejadian itu dengan tenang karena dia tidak ingin memaksakan sesuatu yang pasti akan merugikan dirinya.
Mutiah yang mendengar pertanyaan Lestari berbalik menanyakan gadis yang berdiri di depannya itu.
"Aku mau nanya jeng! apa gadis ini beneran anak kandungmu?" kata Mutiah sambil menunjuk Mesly.
"Kenapa kau bertanya seperti itu, Dia adalah putriku jeng!" jawab Lestari kesal.
"Maaf jeng wajah putrimu sudah mengingatkanku kepada seseorang yang sudah membunuh orangtua ku jeng" kata Mutiah sambil terus menatap wajah Mutiah.
"Jadi kau menuduh putriku yang membunuh orangtua mu" kata Lestari dengan nada yang tinggi.
Lestari segera mengambil tasnya dan mengajak Mesly pergi dari restoran itu, walaupun kenyataannya benar sekalipun jika orangtua Mesly melakukannya tetapi wanita itu tidak berhak menyalahkan Mesly karena gadis itu tidak bersalah.
"Ayuk nak kita pergi! lupakan Raditya karena bunda tidak terima dengan ucapan mamanya itu." kata Lestari sambil mengandeng tangan putrinya keluar dari tempat itu.
Raditya mengejar Mesly, pria itu memohon kepada bunda Lestari untuk tidak tersinggung ucapan mamanya yang salah paham itu tetapi bunda Lestari kekeh mengajak putrinya pulang.
Melihat kepergian Mesly dan bundanya membuat Radit begitu kecewa dengan sang mama dan pergi meninggalkan mamanya seorang diri yang mematung sambil menangis.
Acara arisan itu menjadi berantakan, Mutiah segera mengambil tasnya dan segera pergi juga dari tempat itu, ingatannya dengan sosok sahabatnya membuat dadanya terasa sakit di tambah lagi sikap Raditya yang lebih memilih mengejar gadis itu daripada memikirkan perasaan mamanya.
Setiba di rumah Mutiah merasa lemas, wanita itu jatuh pingsan di rumahnya untuk pelayan sigap menangkap tubuh majikannya itu dan membawanya ke sofa panjang.
Mbok Sumi segera menelpon dokter pribadi keluarga itu juga memberitahu Tuan besar kalau nyonya besar pingsan.
Mendengar istrinya sakit tuan Bagas segera pulang kerumah, juga menelpon Raditya untuk segera pulang namun di abaikan pria itu.
Handphone Radit terus berdering, pria itu mengabaikan handphonenya ingin menenangkan pikirannya, Radit tidak menyangka pertemuan mamanya dengan Mesly akan seperti ini.
Pria itu merasa dilema karena Radit sangat menyayangi kedua wanita itu, Radit binggung apabila dirinya harus memilih salah satu diantara keduanya.
Radit memilih menyakitkan dirinya sendiri dengan meminum minuman keras, pikirannya yang kacau membuatnya enggan pulang kerumahnya.
Mesly tiba kerumahnya, seperti biasa gadis itu sibuk dengan laptopnya mencari tau kebenaran yang telah terjadi kepada kepada kejadian beberapa tahun lamanya itu.
Mesly mencoba meretas jaringan keluarganya, tidak ada berita apapun selain perampokan yang menyebabkan kematian orangtuanya, jarinya masih terus berselancar mencari pemberitaan yang menyangkut nama besar keluarganya dan jadinya berhenti pada cuplikan koran yang menuliskan percobaan pembunuhan pewaris tunggal yang tidak lain papanya itu.
Mesly terus membaca berita itu, bahkan sang papa yang sedang mengendalikan mobilnya yang blong tiba-tiba menabrak seseorang pasangan suami istri yang mengunakan motor.
"Papa tidak sepenuhnya salah, nyawanya sedang terancam karena ada yang mencoba mencelakainya dan merusak rem mobilnya" ucapnya dalam hati.
Wanita itu mengcopy berita itu, dan menceritakannya kepada ayah Franz mungkin ayahnya lebih tau kejadian itu.
Mesly bersiap-siap ingin menemui sang ayah tetapi bunda menanyakan akan kemana putrinya itu akan pergi.
"Kamu mau kemana sayang? bunda tidak suka kalau kamu ketemuan dengan Raditya ya, bunda tidak terima anak bunda di pandang sinis mamanya" kata bunda kepada putrinya.
"Bunda..., aku ingin mencari kebenaran yang menimpah orangtuaku dan aku tidak mau mama Radit terus menyimpan dendam dengan orangtua aku bunda" kata gadis itu menjelaskan kepada bundanya.
"Iya kau benar sayang, tapi kejadian itu pasti sangat lama sekali dan kamu pasti susah mencari kebenarannya" kata bunda lagi.
"Apa bunda meragukan kemampuan ayah Franz? setiap kebenaran itu pasti akan terungkap bunda walau sejauh mana di tutup-tutupinya dan aku akan menjauhkan diri dari Raditya sebelum masalah ini terungkap" kata Mesly dan langsung mencium pipi bundanya sebelum pergi menuju perusahaan ayah Franz.
"Semoga kau bisa mendapatkannya sayang, bunda tau gadis sebaik dirimu akan mendapatkan kebahagiaan" ucap bunda Lestari dalam hati sambil memandang putri kesayangannya pergi mengunakan motornya.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..