NovelToon NovelToon
The Moon Of Love With You

The Moon Of Love With You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:871.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lani Nurohmah

UPDATE SETIAP HARI.
Paling lambat 2x dalam seminggu.

Tak selamanya perjodohan itu terasa buruk. Justru inilah perjodohan yang diinginkan.
Walaupun begitu, masih ada banyak rintangan yang harus dilalui.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lani Nurohmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Aku dan Eggy masih berjalan kaki. Jarak dari gedung ini ke taman kota cukup jauh, dan mungkin karena aku tidak biasa berjalan, aku mulai lelah dan merasa pegal di kakiku. Aku pun sering berhenti di tengah perjalanan dan lalu mengelus betis kakiku yang pegal. Eggy merasa heran ketika melihatku seperti itu. Ia pun tahu hal yang terjadi padaku.

"Kakimu pegal?" tanya Eggy.

"Sedikit. Tapi tidak apa-apa kok," jawabku.

"Mau di gendong lagi?" tanya Eggy kembali menawarkan sebuah bantuan.

"Eh, nggak ah. Bikin malu saja. Aku masih bisa berjalan kok," jawabku menolak. Karena aku tidak ingin digendong hanya untuk sebentar atau beberapa langkah seperti tadi sore yang di lakukannya.

"Baguslah! Karena kita hampir sampai," sahutnya.

"Tuh, kan! Bener dugaanku," ucapku dalam hati.

Kami sejenak terdiam dan terus berjalan kaki menyusuri jalanan pada malam hari. Ini termasuk salah satu sebuah kencan romantis juga, berjalan kaki berduaan disuasana sepi, melewati banyaknya gedung tinggi, dan yang pasti romantis itu tidaklah selalu mahal, juga mewah. Melainkan berjalan berduaan saja sambil pegangan tanganpun itu termasuk romantis yang sesungguhnya.

Tunggu! Aku dan Eggy tidaklah pegangan tangan. Kami hanya berjalan berduaan saja. Namun tetap sajalah, menurutku ini romantis karena aku memang sudah menyukainya. Wkwkwkwk...

"Maaf jika aku membosankan," kata Eggy yang secara tiba-tiba bicara dari keheningan yang sesaat tadi.

"Kenapa? Kamu tidak bosan. Hanya saja menyebalkan," jawabku sambil tersenyum.

Eggy terkekeh. "Aku lebih suka melihat opera, daripada melihat keramaian seperti di taman kota," kata Eggy mulai bercerita. "Karena di tempat ramai ada banyak orang yang melihat kita, aku tidak mau seperti itu. Aku pria klasik, jadi wajar jika aku membosankan dan menyebalkan seperti yang kau bilang tadi. Mungkin aku memang berbeda dengan mantan kekasihmu itu, dia mungkin yang paling mengerti akan keinginan dan perasaanmu," tambah Eggy panjang lebar.

Membuatku harus menyerap semua perkataannya satu persatu.

"Kamu memang terlihat seperti itu. Kamu dan Raihan memang berbeda, aku tidak ingin membandingkan kakak dengannya. Karena pada saat ini, kakaklah yang berada disisiku. Bukan Raihan. Jadilah diri kakak sendiri, jangan coba melakukan hal untuk menjadi orang lain," sahutku sambil tersenyum.

Eggy menghentikan langkahnya, aku pun ikut berhenti sejenak mengikutinya.

"Kenapa berhenti?" tanyaku padanya.

"Kapan kamu mulai dewasa?" tanyanya.

Aku tertawa kecil di depannya. Lalu aku pun kembali berjalan secara perlahan.

"Kedewasaan akan datang dengan sendirinya. Aku pun tidak tahu kenapa aku bisa memberikan ucapan seperti itu," jawabku.

Eggy berjalan cepat menyusulku. Lalu ia pun mulai beranikan diri untuk menggenggam tanganku. Aku terkejut ketika dipegangnya, sejenak aku menatap ke arah wajahnya dan ia hanya menebar senyuman padaku. Hal yang paling indah dan membuatku merasa bahagia adalah ketika Eggy terus tersenyum seperti itu dengan mata indah dan bibir seksinya.

"Akan ku genggam tanganmu. Selalu!" ucapnya.

Aku tersenyum, "Tetaplah seperti itu!" sahutku.

Kami berjalan kembali melewati pasar malam, disini sangat ramai. Benar-benar ramai, membuatku lupa akan rada capek dan rasa pegal di kakiku. Aku berantusias melihat barang-barang disana, akupun terus memperhatikan banyaknya wisata kuliner di sana, di sana juga terdapat obralan-obralan pakaian, tas dan sepatu atau barang antik lainnya. Ini benar-benar pasar malam yang luas dan besar.

"Waaahh ... Ada banyak pameran disini," seruku.

Tak lama kemudian, Eggy berhenti sebuah stand yang menjual berbagai sepatu dan sandal. Lalu iapun membeli membeli sebuah sandal capit.

"Saya beli ini satu!" ucapnya kepada pedagang sandal.

"Harganya Rp.75.000, pak," sahut pedagang tersebut.

Eggy langsung mengeluarkan uang berwarna merah muda satu lembar dan ia langsung memberikan uang tersebut.

"Ambil saja kembaliannya," kata Eggy.

"Sedekah dengan memberikan uang kembalian? Yang ada pedagangnya keenakan!" kataku dalam bathin.

Untuk membeli sebuah sandal capit saja, harus mengeluarkan uang seharga Rp. 75.000? Pasar malam di sini memang luar biasa mahal. Tapi wajar sih, sandal capit itu memang terlihat bagus. Biasanya kalau aku beli sandal jepit di pasar induk, cuma Rp.12.000 saja. Itu pun termasuk awet, walau pun sandalnya murahan.

"Untuk apa kau beli sandal capit itu?" tanyaku pada Eggy.

"Lepaskan sepatu hak tinggimu itu," perintahnya.

"Mengapa?"

"Pakailah!" sahutnya sambil memberikan sandal tersebut.

"Ini untukku?" tanya terbata-bata.

Tak banyak bicara, Eggy langsung menunduk di hadapanku. Ia pun langsung membukakan sepatu hak tinggiku.

"Eh, aku bisa sendiri kok," ucapku malu.

Namun ia tak mendengarkanku, sampai akhirnya ia berhasil menggantikan sepatuku dengan sandal.

"Itu akan membuatmu merasa nyaman," ucap Eggy padaku.

"Iya. Kamu benar, kak!" kataku sungkan.

"Ayo kita lanjutkan lagi," ajaknya.

"Iya. Ayo!" sahutku. "Biar aku yang pegang sepatuku," lanjutku.

"Tidak usah."

"Aku saja."

"Tidak."

"Tapi ..." ucapku terpotong ketika ia menatapku dengan tatapan mata tajamnya, hal itu membuatku kalah dalam seketika. "Baiklah. Kakak saja yang pegang," lanjutku mengalah.

Aku pun kembali berjalan dengannya dengan memakan sandal capit seharga Rp. 100.000. Karena ia memberikan semua kembaliannya kepada pedagang itu, memang orang kaya seperti Eggy tidak merasa takut untuk membagi uangnya dengan orang lain. Selagi ia mampu, ia memberikan uang tersebut secara cuma-cuma dan membeli barang apa pun tanpa menawar walaupun itu harganya fantastis mahal.

1
Denaya Audy
terlalu banyak flasback ny
He end
tokoh2 yg nggak jelas karakter nya 🤔🤔🤔
Lena Lena Jamal
dewasa bangget cara berfikir nya Fadlan ye
Ima Nihaya
eggy bersikaplah romantis, biar dia klepek klepek
TiiehAtieh
.Mampir yuk kak, YOU'RE MY SUNDOWN atau TAKDIR MEMBAWA CINTA, ini udah tamat yaa.. Wanted ! Mengandung banyak bawang, terimakasih...
Theresia Muryani
Terus semangat thor
Femmy Panigoro Fey
visual nya thor🥰
Ani Sumarni
membingungkan ceritanya. gmn seh sama kakak nya mesra sama adik nya jg di terima. jadi poliandri jd rebutan adik kaka.
Ani Sumarni
alot amat seh. kedinginan x ya. gak tuntas aja
Tety Yani
ini crtnya gimn kelanjutannya....ngambang gt....bulan gimn,eggy gmn...
TiiehAtieh: Mampir yuk kak, YOU'RE MY SUNDOWN atau TAKDIR MEMBAWA CINTA, ini udah tamat yaa.. Wanted ! Mengandung banyak bawang, terimakasih...
total 1 replies
Chiendy Pomanto
kok ngambang aja ceritanya gak ada lanjtanya
TiiehAtieh: Mampir yuk kak, YOU'RE MY SUNDOWN atau TAKDIR MEMBAWA CINTA, ini udah tamat yaa.. Wanted ! Mengandung banyak bawang, terimakasih...
total 1 replies
Ani Sumarni
berbelit belit cerita nya, gak maju maju. teruus aja begitu berputar putar....
Rastra Sewa Kothama
percuma tegasnya bulan terlambat .trus agama apa ini kok poliandry
Rastra Sewa Kothama
thor kekasihnya bulan mna
Rastra Sewa Kothama
kekasihnya bulan mna thor dan knap gk verai bneran aj
Rastra Sewa Kothama
klo pun mau balik sama bulan apa bisa toh si adelia bnyak uang
Rastra Sewa Kothama
siapa kiranya
Rastra Sewa Kothama
klo gk kb trus hamil apa gk bulN yg mLu udH dicap jLang hMil pula
Rastra Sewa Kothama
autor pernikahan kok dibuat mainan
Rastra Sewa Kothama
jgan dibikin hamil thor kasian .knpa si gk sama mantan pacarnya aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!