NovelToon NovelToon
Jakarta Is In Danger

Jakarta Is In Danger

Status: tamat
Genre:Zombie / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:49.1k
Nilai: 5
Nama Author: sachie.21

!Belum revisi!Tulisan acak-acakan!ga suka skip!

Serangan virus tanpa nama, menggemparkan kota Jakarta. Kecelakaan mobil, kebakaran, dan teriakan ketakutan para warga Jakarta, menjadi lantunan melodi indah di kota Jakarta .Semua orang berbondong-bondong menyelamatkan diri dari serangan virus yang bisa membuat mereka mati dalam sekejab. Akankah virus itu menyebar luas keluar dari kota Jakarta? atau akan ada anti virus? tetap setia bersama (Jakarta is in Danger)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sachie.21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

H-29

《 DISCLAIMER 》

Cerita ini hanya fiktif belaka dan hasil dari imajinasi Author .Jika ada kesamaan nama tokoh ,tempat kejadian ataupun cerita ,itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan .

*

*

*

" Sial! " dengan cepat kapten Gilang berlari ke aula di susul Jihan dan Mega yang penasaran .

Dengan nafas terengah - engah Jihan sekuat tenaga menyusul kapten Gilang dan Mega yang sudah berlari jauh .

" Hoshh...hoshh...tunggu aku Mega " Seru Jihan berhenti sejenak karena lelah .

Jarak dari ruangan kapten Gilang dan aula memang cukup jauh , membuat Jihan yang sudah lama tidak berolahraga pun kelelahan .

" Jihan ? " tiba - tiba suara membuat Jihan menoleh dan melihat Budianto ,Karina , dan Rini dalam gendongan pria itu.

" Pak Budianto ..bapak mau kemana? "

" Aku ingin pergi ke aula ,sepertinya terjadi sesuatu disana " Budianto langsung menjelaskan pada Jihan jika ia tadi dan keluarganya sedang bersantai tiba - tiba mendengar sebuah teriakan .

" Huft syukurlah ,aku juga ingin pergi kesana karena Malik ada disana " mendengar kata Malik keluar dari mulut Jihan membuat Budianto dan Karina langsung kaget .

" Woah paman Malik? " Tanya Rini antusias .

Budianto langsung menoleh pada istrinya meminta jawaban kenapa Rini bisa tahu Malik .

" Sudahlah ,lebih baik kita pergi ke aula " Seru Jihan karena mengkhawatirkan Mega dan yang lainnya .

Mau tidak mau Budianto mengangguk ,mereka langsung bergegas pergi ke aula .Sesampainya di aula nafas Jihan langsung tercekat .Ia menatap banyak orang yang menyakiti satu sama lain tanpa belas kasihan .

" Pak " Gumam Jihan pada Budianto .

" Sial !ayo cepat pergi dari sini " Seru Budianto menarik tangan Jihan dan istrinya .

" Tidak !aku harus mencari Mega dan yang lainnya " Ucap Jihan melepaskan genggamannya .

Budianto yang melihat tingkah gila Jihan langsung menatap tajam dokter itu.

" KITA BISA MENCARINYA NANTI! " Teriak Budianto langsung menarik kembali tangan Jihan membuat Jihan pasrah mengikuti Budianto .

Sesampainya di tangga atas ,Jihan mengedarkan matanya ke segala arah mencari Mega .

" Sial dimana kapten Gilang " Umpat Budianto kesal .

Ia tidak tahu jika sang kapten sudah lebih dulu pergi ke aula bersama Mega .

" Kapten Gilang bersama Mega ,aku sudah bilang tadi jika harus mencari Mega karena kapten Gilang bersamanya hiks...hiks.. " Jihan yang trauma dengan kejadian seperti ini langsung menangis .

Sedangkan Karina ,nafasnya langsung tercekat begitu ia melihat jika Rini tidak ada di sampingnya .Padahal seingatnya tadi Rini menggenggam tangannya erat.

" Rini " Gumam pelan Karina .

" Sial!aku memintamu untuk menjaganya !kenapa malah lengah " Bentak Budianto pada istrinya.

Seperti nya mereka lengah saat terpaku melihat kejadian barusan dan tidak menyadari jika Rini pergi.

" Hiks...hikss bagaimana ini ,maafkan aku, Rini hikss...hikss..." Karina menangis sesegukan sambil memanggil - manggil nama Rini .

" BERHENTI!KALIAN BERDUA JANGAN MENANGIS! " Bentak Budianto yang kepalanya semakin pusing memikirkan Mega dan kapten Gilang yang menghilang bahkan anaknya juga ikut menghilang .

Suasana di bawah semakin ricuh ,teriakan dari orang - orang yang masih selamat membuat para zombie langsung menyerang mereka semua secara bruntal .

" Arghhh " " Kreghh "

Jihan menahan mulutnya untuk tidak menangis lagi ,ia takut jika Budianto kembali membentaknya, sedangkan Karina menunduk menggigit bibirnya kencang sampai berdarah .

" JIHAN " suara teriakan yang familiar membuat Jihan menoleh begitupun dengan Budianto dan Karina .

Terlihat Mega yang sudah berada di lantai 2 melambaikan tangannya bersama kapten Gilang di sampingnya .

Dengan cepat Mega berlari turun di susul kapten Gilang .

" Syukurlah kalian tidak apa - apa " Ucap kapten Gilang .

" Jihan " " Mega " mereka berdua akhirnya berpelukan erat .

" Bagaimana ini ? Apa yang terjadi " Tanya Budianto pada kapten Gilang .

" Aku tidak tahu pastinya seperti apa ,tapi saat aku dan dia sampai disini semua orang sudah seperti ini " Jelas kapten Gilang sambil menunjuk jarinya ke arah Mega yang sedang berpelukan .

"Tlong bawa istri ku keluar dari tempat ini "ucap Budianto langsung bergegas turun untuk mencari keberadaan anaknya .

" Tunggu, apa maksudmu? " Tanya kapten Gilang menghadang jalan Budianto .

" Anakku ,aku kehilangannya saat kami panik menyelamatkan diri " mendengar ucapan dari Budianto membuat kapten Gilang kaget .Ia kemudian menawarkan dirinya pergi bersama Budianto .

" Tidak ,aku mohon tolong jaga istriku saja " Budianto langsung pamit pergi tanpa berkata satu kata pun pada istrinya yang sedari tadi menunduk .

" Ikut aku ,kita harus pergi ke lantai 3 menemui Ara dan Bayu " Ucap kapten Gilang .

Mereka semua akhirnya pergi meninggalkan kerumunan zombie .Sedangkan Karina berhenti berjalan dan menoleh ke belakang .Tangannya mengepal erat ,wnita itu langsung berlari menyusul suaminya .

" Maafkan aku kapten , aku membutuhkan suami dan anakku " Seru Karina berlari membuat kapten Gilang lagi - lagi mengumpat pelan .

Mau tidak mau ,mereka akhirnya pergi tanpa keluarga Budianto .

Di sepanjang lorong gedung ,mereka berjalan berhati - hati karena takut jika ada zombie yang berkeliaran.

Brak ...brak..brakk

Suara gedoran pintu yang keras membuat ketiga orang itu berhenti berjalan .Kapten Gilang dengan siaga menodongkan pistolnya bersiap jika ada zombie yang akan menyerang mereka .

" SIALAN!CEPAT BUKA PINTUNYA!AKU LAPAR " suara teriakan yang familiar di telinga kapten Gilang membuat ia langsung menghela nafas lega .Ia lupa jika mengurung si jaksa di lantai 3 dekat ruangan Ara .

Clek '

Pintu ruangan Ara terbuka , memperlihatkan Bayu yang menatap ketiganya bingung .

" Sedang apa kalian disini? " Tanya Bayu bingung .

Sepertinya Bayu tidak mendengar teriakan dari para zombie di lantai bawah ,itu sebabnya ia bertanya - tanya melihat tingkah kapten Gilang dan yang lainnya seperti main kucing - kucingan .

" Syukurlah kalian tidak apa - apa "

Bayu yang sedang menyetel musik di airpods nya pun langsung mematikkan musiknya karena tidak mendengar apa yang di ucapkan kapten Gilang .

Doeng'

Kapten Gilang ,Jihan dan Mega yang melihat jika Bayu sedang menyalakan musik pun merasa dongol .Mereka langsung menggelengkan kepalanya karena tahu jika Bayu memang tidak tahu apa yang terjadi karena sedari tadi mendengarkan musik di hpnya .

" APA ADA ORANG?!WOI BUKA PINTUNYA "

Karena suara si jaksa berisik,kapten Gilang langsung membuka kunci pintu itu .Dan si jaksa pu langsung keluar menatap mereka semua bingung .

" Kupikir bukan anda yang membukanya kapten "

" Sudahlah ,kita harus segera pergi dari sini " Jihan langsung berseru karena jika mereka menjawab pertanyaan yang sama akan memakan waktu yang lama .

Kapten Gilang tidak menjawab ucapan si jaksa ,ia langsung memerintahkan pada Bayu untuk membangunkan Ara yang sedang tidur .

3 menit kemudian Ara keluar dari ruangannya dengan mata mengantuk .Ia menatap semua orang dengan bingung seperti saat Bayu pertama kali melihat kapten Gilang tadi .

" Nanti akan aku jelaskan ,sekarang kita harus mencari tempat yang aman dan untuk anda, jika masih ingin hidup ikuti kami dan jangan berbuat onar yang akan merugikan kami nanti " Jelas kapten Gilang pada si jaksa .

*

*

*

Hai sobat sachie..

Gimana kabarnya ??

Hihi ada yang bisa tebak ngak siapa yang nyebarin virus di tempat pengungsian kapten Gilang?Malik?atau....

1
Pims Sinung Mulia
karya bagus thor. bahasanya simpel. walaupun ceritanya sederhana tapi enak dan mudah dicerna. nggak berat untuk hiburan saat senggang, next bikin crita kultivator dong, dg gaya yg sperti ni juga, lugas simpel dan gak ber-belit2.
CupcakeHugs
Thor makasih karena sudah berkarya!! Aku suka! Lanjutkan Thor!
Hustle Flyswat
terus up lgi... baru slesai baca mikir kpn up lagi....ehhh akhir ny up lngsng thor
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐
bernafas kurang s 🙆‍♂️
Grace Shower
Author.. semoga meskipun author sedang sibuk-sibuknya.. author tetep bisa nulis bab lanjutannya ya! (Yuk aminkan paling serius)
Coco
yang sakit anaknya pak Budianto yah? aduh lanjut baca gak nih? takut jadi parno sendiri
Coco
orang yang terjangkit virus langsung mati? atau jadi zombie? j
Coco
ku kira Ningsih yang bakal selamat ternyata salah
Coco
makin seru, semoga Bayu baik baik saja
Coco
Gak berani membayangkan, bukan gak bagus yah Thor tapi kalau dibayangin jadi takut sendiri. Semoga Fajar bisa sembuh seperti sedia kala yah atau gak jadi antibodi buat orang orang yang terinfeksi.
kenazokia Kenzo
tor entah kenapa yang bikin sedih tu elu
sachie: wkwk knp
total 1 replies
Rezkaya Retnoyevich
Saya sarankan untuk lebih memperhatikan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) agar karya mu bisa diterima dengan baik oleh para pembaca. Untuk penilaian cerita, aku belum membaca karyamu secara keseluruhan jadi gak bisa berkomentar banyak. Mungkin setelah saya membaca 5 hingga 10 chapter baru saya kasih komentar lagi.
sachie: terima kasih atas sarannya kakak ,nanti sachie perbaiki lagi
total 1 replies
gasuka romance
gaada romance nya kan?
Novie Achadini
serem bgt nggak jadi baca
sachie: semangat kk ,terima kasih sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak ya
semoga hari kk menyenangkan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!