Ini kisah tentang pernikahan Leta dan Ken sequel novel (Cinta Sejati Sang CEO).
Setelah menikah dengan Ken, kehidupan Leta berubah drastis, perlahan rasa cinta mulai tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Leta mulai melupakan cinta pertamanya, dan menerima Ken sebagai suaminya. Lalu? Akankah Raymond melepaskan Leta begitu saja? atau justru dia berusaha untuk menghancurkan rumah tangga Leta dengan Ken? Penasaran! Ikuti terus kisah pernikahan mereka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah paham
"Jangan melotot seperti itu, cepst bantu gue." Seru Galang kesal ketika melihat sahabatnya yang terlihat tidak berniat untuk membantunya sama sekali.
"Gue tidak sudi. Lo lepasin saja sendiri." Sahut Ken yang merasa jijik dengan permintaan sahabatnya itu.
Galang mulai mengusap wajahnya frustasi, jika dia bisa melepaskannya sendiri, lalu untuk apa dia meminta bantuan sahabatnya itu? Benar-benar menyebalkan.
"Oh ayolah, Ken. Gue cuma bisa minta tolong sama lo, lagian di sini tidak ada siapa-siapa. Apa lo tidak kasihan sama gue. Ini benar- benar sangat menyakitkan." Rengek Galang dengan tampang yang memelas, berharap sahabatnya itu punya sedikit hati nurani dan mau membantu dirinya.
"Gue tidak mau, gue laki-laki normal. Gue tidak ingin mata gue di kotori oleh pemandangan yang menjijikkan itu. Lo tunggu sampai Seth datang, baru lo minta tolong sama dia, ngerti." Ucap Ken kekeh tidak ingin membantu sahabatnya yang sedang kesakitan itu.
"Astaga...." Galang kembali mengusap wajahnya frustasi, sahabatnya ini benar- benar sangat menyebalkan, bahkan untuk sekedar membantunya pun sahabatnya itu tidak mau.
"Bagaimana gue bisa bertahan sekarang, bahkan untuk duduk pun gue tidak bisa. Apa lo benar-benar sahabat gue? Lo sungguh keterlaluan." Seru Galang dengan keringat yang mulai keluar dari wajahnya membuat Ken merasa sedikit tidak tega. Dan pada akhirnya Ken pun memutuskan untuk melepaskan resleting celana milik sahabatnya tersebut meskipun dengan terpaksa.
"Dasar sialan! Kenapa lo datang kesini kalau lo cuma mau nyusahin gue doang. Brensek, gue bakalan bantu lo hanya kali ini saja." Ken menggerutu kesal sembari berusaha untuk melepaskan resleting celana sialan itu.
"Pelan-pelan Ken, ini sangat menyakitkan." Keluh Galang sambil memejamkan kedua bola matanya menahan rasa sakit pada bagian sensitifnya.
"Diam lo, tahan sebentar, gak usah lebay." Seru Ken sambil tetap fokus pada resleting celana sahabatnya tersebut.
"Eeeemmmhhh... Pelan-pelan sialan, lo gak pernah ngerasain jadi gue sih." Erang Galang dengan kedua bola mata yang masih tertutup dengan rapat.
Seth dan juga Leta yang baru saja memasuki ruangan Ken pun terlihat begitu terkejut melihat pemandangan yang sangat luar biasa itu. Apalagi keduanya mendengar suara erangan yang keluar dari mulut Galang, membuat pikiran kedua manusia itu melayang entah kemana.
"Seth, apa yang sedang mereka lakukan?" Bisik Leta kepada asisten suaminya itu.
"Entahlah, nona. Saya pun tidak tahu." Jawab Seth dengan tatapan matanya yang masih tertuju pada dua sosok laki-laki dengan posisi yang terlihat sangat ambigu itu.
Leta mendesah pelan, ia pun kemudian menarik nafasnya dalam, lalu mengeluarkannya secara perlahan. "Ekhmmm." Leta sengaja berdehem kencang membuat Ken dan juga Galang langsung menatap ke arahnya. Ken langsung terdiam dengan tangan yang masih berada di tempatnya, ia menatap sang istri yang saat ini sedang menatap dirinya. Dua detik kemudian, tangsn Ken pun langsung menarik resleting celana sahabatnya sekaligus sehingga membuat Galang berteriak dengan sangat amat kencang.
"AAAAARGGHHHHHH..... " Teriak Galang membuat Leta, Seth dan juga Ken langsung menutup kedua telinganya masing-masing.
"SIALAN, JUNIOR GUE, DASAR SAHABAT GILA, BRENGSEK, TIDAK PUNYA HATI, AAARGGH... "Galang kembali berteriak sambil mengata-ngatai sahabatnya yang tidak punya hati itu. Kedua tangannya memegang junior miliknya yang terasa seperti tersengat lebah itu, bahkan ia tidak lagi memperdulikan Leta yang melihat dirinya dengan raut wajah yang bingung, begitu pun juga dengan Seth.
Sementara itu, Ken sama sekali sudah tidak perduli dengan kesakitan yang dia rasakan oleh sahabatnya tersebut, ia justru malah berjalan menghampiri Leta dengan raut wajahnya yang seperti biasanya. " Sayang, ada apa dengan wajahmu? Kenapa terlihat aneh begitu?" Tanya Ken ketika ia sudah berdiri di hadapan istri tercintanya itu.
"Tidak ada apa-apa, sepertinya kedatanganku sangat tidak tepat dan mengganggu aktifitas kalian berdua. Jadi, lebih baik aku pergi dulu, ayo Seth kita pergi dari sini." Ucap Leta sekaligus mengajak Seth untuk pergi dari ruangan sang suami, dan hal itu tentu saja membuat Ken geram.
Bersambung.....
kualatkan jadi kesandung kursi yg tidak bersalah
seth memang bodoh.kelakuan bos yg ditiru