Warning❗❗ harap bijak dalam memilih bacaan.
Wanita mana yang mau dimaki-maki dalam bekerja? walaupun pekerjaan itu digaji namun mereka juga menjual keringat demi sesuap nasi ataupun demi keluarga mereka. bertahan dengan hinaan juga makian majikannya yang terbaring lemah juga lumpuh membuat gadis bernama Raya itu bermuka tebal dan berhati tegar. Namun apa jadi nya jika cinta membuat benci menjadi cinta? bagaimana kisah dua orang yang berbeda kasta itu?Menikah hanya karna perjanjian dan hanya keuntungan mereka masing-masing
simak ya cerita othor gesrek dan gaje ini.🤭
eh folow akun sosmed othor dong. 🙏maksa loh ya
fb:Yulia putry
ig:yuliaputri03
tiktok:yuliaputri99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MomPutt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kaget nya Raya
Happy Reading
❤️❤️❤️❤️❤️
kedua alis Raya terangkat Setelah suaminya selesai berbicara dengan Bi Ijah. dan lebih membuat Raya kaget ketika suaminya itu bicara kepada asisten Nathan bahwa dirinya akan makan malam jadi Sudah dipastikan dia tidak akan makan di rumah malam ini. apa tadi Raya tidak salah dengar? dia dan Tuhanmu udah Adam akan makan malam di luar? sungguh pun Raya sangat senang ketika ia bebas dari pekerjaan bosannya dan justru jalan-jalan, tapi ia juga bingung dengan kelakuan suaminya itu hari ini.
Raya pun melongok ketika mobil memasuki area parkir sebuah pusat perbelanjaan yang selama ini ingin sekali dirinya datangi tapi ia tidak memiliki uang. lalu saat ini? Raya bahkan bisa kemari meskipun dengan suaminya yang absurd. Setidaknya, Raya tidak akan terlalu mengenaskan lantaran tidak pernah menyediakan kaki di sebuah Mall bukan?
"Ayo turun." Adam menarik tangan Raya. Saya hanya mengikutinya setelah kursi roda elektrik itu turun dari atas mobil dan ayah pun di belakang yang mendorong. terlalu senang lantaran Raya kini bisa jalan-jalan ke mall yang selalu ia impikan.'' kau senang?'' mendengar pertanyaan Adam, Raya menganggukan kepala dan tersenyum.
" Hari ini aku akan membawamu berkeliling. Ayo, Kak pasti akan lebih senang lagi.'' dan tanpa malu-malu lagi, Adam yang tadinya bahkan Raya Katari Kampret Itu justru menariknya dari belakang kursi roda. soal mengabaikan di mana mereka berada. tentunya juga teman-temannya juga ada di belakang. tapi Raya tidak peduli lagi, ya sungguh senang impiannya Raya setidaknya menjadi kenyataan.
"Hari ini, aku tak lagi iri dengan teman-teman di Desaku. Karena hari ini, aku pun juga telah menginjakan kakiku di mall yang selalu dipamerkan oleh teman-temanku. sekalipun bersama pria menyebalkan ini Tapi aku bersyukur. Ya, aku bersyukur untuk hari ini.'' Raya membatin dengan hati yang bahagia.
"Hei, nona Rayana. apa hubunganmu dengan Adam?" seorang pria berkupluk bertanya padanya.
saat ini mereka masih berada di pusat perbelanjaan. Adam sedang menerima telepon jadi sedikit menjauh dari mereka berempat dan asisten Nathan hanya memantau dari jarak jauh saja tuannya. saya melirik ke arah pria berkupluk itu, akan tetapi dua pria yang lain ternyata juga menatapnya tajam.
"Aku--!"
"Satria, kurasa kita jangan melampaui batas. Adam tidak suka apapun miliknya disentuh, bukan?'' seorang pria yang memakai jumper putih itu menatap Raya tajam. Oh, pria berkupu ini bernama Satria.
" Gibran, kau banyak bicara! aku hanya sedikit bertanya kepada Nona Rayana. kita semua tahu, Seperti apa tuan muda Adam itu. di antara kita, hanya dia saja kan Yang aku dan terlalu sombong? sangat sulit menemukan celah seperti ini.Aku memiliki Firasat, jika Nona Rayana ini bukan wanita sembarangan Adam. pria dingin dan Arogan yang tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun kecuali Renita. apa aku tidak boleh bertanya?'' Gibran terlihat memainkan kedua alisnya.
" Nona Rayana bisa saja takut denganmu, Satria. Apa kau tidak bisa membaca situasi? Nona Rayana selalu terlihat seperti tertekan jika bersama dengan Adam. Jangan menambah bebannya.'' ucap Gibran seakan sedang membela Rayana.
"Kalian cukup dekat ya?" Raya tiba-tiba saja malah bertanya.
Gibran tersenyum.Ah, dia tampan sekali'' kami sudah lama bersama. terkadang memang kami akan menghabiskan waktu bersama dengan minum Wine atau pergi berlibur ke luar negeri. jika kami memiliki waktu yang luang tentunya."
Raya mengangguk mendengar penuturannya. cukup iri karena Raya tidak memiliki sahabat ataupun teman baik. sedangkan saudara kandung saja ya begitulah karena masih terbilang kecil-kecil. namun tiba-tiba ada sebuah tangan yang menariknya. Raya terkejut hingga kakinya tersandung sesuatu dan tentu saja orangnya pasti akan mencium lantai ini.Raya memejamkan kedua mata lama Raya menunggu akhirnya Raya pun membuka kedua matanya. Raya mengambang di udara? lalu tiba-tiba tubuhnya kembali tegak. ternyata Adam menangkap tubuhnya dan Raya berpangku di atas kursi roda Adam. Raya bernapas lega namun dirinya kaget dan langsung cepat berdiri karena ia menduduki kaki suaminya.
" Ayo kita beli baju semuanya untukmu.'' ucap Adam tanpa melihat wajah Raya dan terus mendorong kursi rodanya menuju ke arah sebuah butik yang ada di mall itu.
" carikan gaun yang indah untuknya, Jangan kecewakan aku. berapapun aku akan membayarnya asalkan indah dan dia menyukainya.'' ada menarik tangan raya dan mendekatkan Raya pada satu karyawan di butik itu.
"Baik, Tuan."
karyawan itu membawa Raya ke-1 tempat lalu dia menunjuk Rara di mana gon-gon Mahal itu tergantung dan mengambil beberapa. lalu dia tersenyum ramah kepada raya dan memberikan setumpuk gaun.
" Silakan dicoba, Nona. Tuan meminta Anda mencobanya dan memperlihatkannya kepadanya. Ayo,Nona!"
Raya didorong menuju kamar pas. mau tak mau Raya harus mencobanya. contoh energi atau apa Raya lebih baik menerimanya. Ya, setidaknya Raya mendapatkan baju baru. daripada dirinya menolak? ini juga haknya sebagai istri mendapatkan baju baru.
"Nona, keluarlah!'' suara karyawati itu mengagetkan Raya.
akhirnya Raya keluar seperti apa yang dia perintahkan. namun satu pemandangan yang membuat rakyat terkejut. Adam, ternyata telah menunggunya di sebuah sofa. pria itu mengibaskan tangan. Apa maksudnya Coba? Raya memilih mematung.
" coba yang lain.''
begitulah seterusnya. saya mencoba dan menampilkannya kepada Adam lalu dia mengibaskan tangan yang membuat Raya harus berganti gaun lagi. di dalam kamar pas, raya menggerutu dan menyumpahi pria itu. Bagaimana tidak kesal? satu dari sekian gaun yang Raya kenakan, Adam tak mengatakan Iya ataupun bagus. satupun tidak! lalu karyawati Yang lain justru memberi Raya lagi setumpuk gaun mahal.Syok, pastinya. Apakah Raya bisa mati dengan begini?agh! Raya menjerit tanpa suara.
"Adam, aku membenci mu!" Raya berucap lirih.
"Nona, anda baik-baik saja? kekasih Anda bertanya, Apakah anda bisa segera keluar?'' suara karyawati itu kembali terdengar.
sialan Memang sih Adam. Bagaimana jika Raya kehabisan nafas? akhirnya Raya keluar dengan gaun yang lain. hingga semua gaun kini telah selesai Raya coba dan Raya berganti dengan baju yang rayakan sewaktu ke sini. saya tak yakin, Adam akan membelikan gaun untuknya. karena dari ekspresi wajahnya tidak ada yang menarik dan pas di tubuh Raya. Percuma saja Raya hampir kehabisan nafas mencoba banyak gaun.
Raya menatapnya sinis begitu telah keluar dari kamar pas yang menyesakkan nafasnya. terlihat pria itu tersenyum aku dan masih duduk di kursi rodanya di depan kasir sontak Raya memalingkan wajah saat matanya bertabrakan dengan mata Adam. Tunggu, Raya pun kembali menoleh ke arah Adam. Kenapa dia di depan kasir? sedangkan dia tidak membeli apapun?
" Semua yang dia coba tadi, aku beli semua tanpa terkecuali.'' Adam dengan percaya dirinya berucap dengan lantang dan mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam.
"What?"
Bersambung.....