NovelToon NovelToon
Dokter Ella Love Story

Dokter Ella Love Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Karir / Obsesi / Dokter / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: die-din

Cinta itu indah, cinta itu penuh warna, tapi cinta juga kadang tidak mudah dan penuh perjuangan. Baik untuk mendapatkannya dan lebih lagi untuk mempertahankannya.

Berprofesi sebagai seorang dokter dan berwajah cantik ternyata tidak membuat perjuangan Ella untuk mendapatkan cintanya menjadi mudah. Perkenalan dengan Lazuardi mampu mengubah seluruh dunianya.

Ella sebagai dokter yang berdedikasi tinggi dengan pengabdian dan misi kemanusiaan. Perlahan kehidupannya semakin berwarna dengan hubungan asmara.

Namun Ella menjadi bimbang saat dihadapkan pada kenyataan bahwa Ardi ternyata adalah seorang sultan yang kaya raya. Dan hubungan mereka ditentang oleh keluarga Ardi.

Bahkan lebih jauh Ella harus dipaksa memilih antara kehidupan profesinya sebagai dokter atau cintanya kepada Ardi. Manakah yang akan menjadi pilihan Ella?

Untuk visual lengkap bisa cek ig: die.din2210 for more haluuu time. FB : diedin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon die-din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Kantor Ardi (2)

Beberapa jam kemudian saat waktu sudah sedikit siang, Cindy dan beberapa orang pegawai pria datang dan menghadap ke ruangan Ardi dengan buru-buru. Para pria itu terlihat masih muda, paling berumur akhir 20an atau awal 30 tahunan. Mereka langsung menghadap dan melapor ke hadapan Ardi di depan meja kerja besarnya.

Sementara itu Cindy beranjak ke mini bar, berkutat disana. Dan tidak lama kemudian Cindy kembali dengan dua gelas minuman dingin dan setoples makanan ringan. Disuguhkannya segelas minuman itu untuk Ardi di mejanya dan segelas lainnya beserta makanan ringannya untuk Ella.

Ella mengucapkan trimakasih pada Cindy tetapi gadis itu hanya tersenyum kecut menanggapinya. Gadis itu seakan melemparkan pandangan 'Ngapain lagi cewek ini? ganggu aja!' pada Ella.

Duh kayaknya Cindy bener-bener gak suka deh sama aku, batin Ella. Yah memang sedikit aneh dan tidak pada tempatnya si posisinya saat ini. Tetapi karena yang membawa Ella jelas-jelas adalah Ardi yang merupakan pimpinan tertinggi di perusahaan ini, tentunya Cindy tak dapat melakukan apa-apa. Dia hanya bisa melayani tamu bosnya itu walaupun dengan sangat terpaksa.

"Jadi bagaimana pak? Semua bukti sudah ada tentang penggelapan dana untuk pembangunan beberapa rumah di perumahan elit yang dipegang oleh kontraktor Choirul" tanya Cindy setelah ketiga pegawai pria menyelesaikan dan menyerahkan laporannya pada Ardi. Cindy ikut mengambil posisi berdiri di sebelah Ardi duduk, dengan posisi yang cukup dekat sehingga gadis itu bisa menunnjukkan dan menyiapkan dokumen-dokumen yang perlu dilihat Ardi.

"Pecat dia" Perintah Ardi singkat sambil memeriksa dokumen yang barusan diberikan oleh ketiga anak buahnya itu. Nada bicara pria itu terdengar sangat tegas dan berwibawa. Ella jadi sedikit ngeri mendengarnya, Ardi ternyata bisa setegas itu dalam memberi keputusan di kantornya.

"Tapi dia orang lama pak. Golongan kontraktor senior. Takutnya kalau dipecat dia akan jadi musuh kita dan bisa mempengaruhi kontraktor lainnya agar ikut memboikot kerjasama dengan perusahaan kita" Joni salah satu dari pegawai pria tadi berpendapat. Joni ini merupakan kepala bagian kepegawaian. Meskipun masih muda pria ini lah yang bertanggung jawab mengatur regulasi pegawai di perusahaan Ardi.

"Atau kita suruh bayar ganti rugi saja? Dengan begitu dia pasti jera dan tak akan mengulangi kesalahannya lagi. Selain itu perusahaan juga tidak mengalami kerugian finansial yang terlalu besar" Bayu, pria lainnya yang merupakan kepala bagian keuangan menambahkan pendapatnya.

"Pecat saja! Aku tak mau ada maling di perusahaannku" ujar Ardi tetap bersih keras dengan pendapat awalnya. Dia memang paling benci dengan orang yang curang dan mengkhianatinya. Dia tak akan mau menerima orang yang sudah berani mencuri di rumahnya sendiri.

"Benar kata Pak Ardi sekali kita memberi kelonggaran maka bisa jadi kontraktor lain akan meniru kecurangan dari pak Choirul. Kita proses saja Pak Choirul dengan tegas sesuai prosedur sekalian sebagai peringatan pada kontraktor lainnya agar tidak bermain curang dengan kita" Cindy seperti dapat membaca maksud dan pikiran Ardi ikut menjelaskan kepada ketiga pria itu dengan lebih rinci, membiat ketiganya jadi manggut-manggut seperti mendapatkan sedikit pencerahan.

"Kalau masalah ganti rugi jelas akan kita proses. Kerugian yang sementara ini sudah terlihat sekitar 13 Milyar. Jumlah yang tidak sedikit dan bisa mengakibatkan kerugian fatal bagi kita. Kalau Pak Choirul tetap tak mau membayarnya kita ancam saja akan memprosesnya secara hukum. Toh kita sudah punya semua bukti-bukti kejahatannya" Cindy melanjutkan pendapatnya dan semua yang hadir langsung menyetujui.

"Sebagai kontraktor kawakan tentu beliau tak akan mau terlibat scandal dan kepolisian. Jika sampai ketahuan publik tentang penggelapan dana olehnya maka dia akan kehilangan nama dan tak akan ada lagi proyek konstruksi yang akan memakai jasanya" Cindy melanjutkan penjelasannya.

Ella yang hanya dapat melihat dan mendengar penjelasan itu pun bisa tahu bahwa Cindy memang seorang sekretaris yang cerdas. Gadis itu tak hanya bermodal wajah cantik saja untuk dapat menduduki posisinya. Gadis itu ternyata juga memiliki otak encer serta sangat cakap dalam menyelesaikan setiap tugasnya. Pantas saja Ardi terlihat begitu menyukai Cindy. Menyukainya dalam hubungan profesional kerja tentunya.

"Roy siapkan semua bukti transaksi dan laporan keuangan si Choirul dan serahkan pada Cindy." Ardi kembali memerintahkan pegawai terakhir dan paling muda yang bernama Roy. Paling-paling Roy masih seusia dengan Ardi. Sepertinya pria adalah penanggung jawab bagian IT.

"Cindy, Kamu urus sisanya"

"Baik pak" Jawab Roy dan Cindy serempak.

"Bagaimana dengan kekurangan pegawainya? Kalau kita memecat salah satu kontraktor besar seperti Pak choirul pasti kita kehilangan dan kekurangan puluhan tenaga kerja dan pekerjaan tak akan selesai pada waktunya." Joni kembali mengutarakan kecemasanya.

"Kamu bikin draft kekurangannya. Nanti kita rapatkan dengan kontraktor lainnya"

"Bay sementara cover dulu keuangannya. Naikkan sedikit keuntungan para kontraktor"

"Cindy siapkan rapat untuk besok"

Ardi memberikan perintahnya pada ketiga orang dihadapannya sekaligus. Ella yang dari tadi hanya bisa melihat dan mendengarkan dari jauh mau tak mau jadi ikut kagum dengan sosok Ardi. Sosok Ardi sebagai seorang CEO perusahaan. Sosok yang tak pernah dilihatnya selama ini dalam keseharian. Ardi terlihat sangat keras pendirian dan berwibawa dihadapan anak buahnya, segala ucapan dan perintahnya yang matang sama sekali tak bisa terbantahkankan.

Sangat berbeda sekali dengan sosok Ardi saat berhadapan dengan Ella. Ardi terkesan sangat lembut, perhatian, sabar dan banyak mengalah untuk Ella. Ella jadi tersenyum-senyum sendiri membayangkan Ardi harus menahan segala keegoisannya saat berhadapan dengannya. Dia yang biasanya tinggal perintah sana sini malah tak jarang harus melayani dan melakukan sesuatu untuk sekedar menyenangkan Ella.

"Tapi pak neraca keuangan kita sedang devisit. Kalau kita menaikkan keuntungan kontraktor akan semakin memberatkan bagian keuangan" Bayu si bagian keuangan masih sedikit bingung mendengar perintah Ardi padanya. "Apa kita perlu minta bantuan kantor pusat?"

"Pakai dulu uang yang ada disini. Jangan melibatkan kantor pusat." Ardi tak suka dengan gagasan meminta bantuan ke kantor pusat. Walaupun pimpinan kantor pusat itu tentu ayahnya sendiri.

"Dengan menaikkan keuntungan para kontraktor yang masih setia maka bisa meningkatkan nilai loyalitas mereka. Sehingga mereka tak bisa dihasut oleh Pak Choirul untuk memboikot. Kita bisa melelang pekerjaan yang ditinggalkan Pak Choirul juga pada mereka dengan nilai kontrak yang lebih tinggi. Dijamin pasti banyak yang bersedia. Tugas pak Bayu yang bikin rencana kenaikan nilai kotrak ini ya" Cindy kembali membantu Ardi untuk menjelaskan kepada Bayu.

Mau tak mau Ella kembali diingatkan kenapa Ardi sangat menyukai Cindy sebagai sekretarisnya. Cindy seakan dapat mengerti dan membaca apa yang sedang dipikirkan oleh Ardi. Gadis itu juga dapat menjalankan segala perintah dan tugasnya dengan sangat baik.

Entah mengapa ada sedikit rasa cemburu yang merasuki Ella demi melihat kedekatan emosional Cindy dan Ardi. Sedikit iri dengan kemapuan Cindy dalam memahami Ardi, yang bahkan Ella sendiri pun sering bingung untuk menghadapi pria itu.

"Udah fix semua?" Ardi memastikan keempat anak buahnya itu memahami perintahnya.

"Sudah pak. Kita berlima rapat internal dulu besok. Dengan bahasan yang lebih kongkret. Lusa bisa kita undang para kontraktor untuk rapat yang lebih besar" Cindy memberi kesimpulan dari pertemuan mereka kali ini.

"Ok kalau gitu kalian boleh pergi" Ujar Ardi mengakhiri pertemuan mereka. Ketiga pegawai pria itupun segera undur diri meninggalkan Ardi, sementara Cindy masih tinggal dan tetap berdiri disamping Ardi.

"Ini dokumen-dokumen yang harus ditanda tangani pak. Sementara yang ini harus diperiksa lagi. Saya sudah memeriksanya tapi sebaiknya Pak Ardi juga memeriksa ulang. Supaya tak ada lagi kesalaha. Kita tak bisa menanggung kerugian lagi lebih dari ini." Cindy menata tumpukan-tumpukan dokumen di meja Ardi menjadi dua bagian.

"Ok," jawab Ardi sambil mendengus dan menekan pelipisnya demi melihat banyaknya tumpukan dokumen di hadapannya. Bikin pusing saja. Kemudian Cindy pun pamit undur diri meninggalkan Ardi dan Ella berduaan saja di dalam ruangan.

"Enak ya kuenya, El?" tanya Ardi. Tiba-tiba pria itu sudah beranjak dari meja kerjanya dan menghampiri Ella. Ardi tersenyum melihat Ella sudah mengabiskan hampir tiga perempat slice cheese cake-nya.

"Eh? Iya enak. Enak banget. Makasih ya udah sengaja menyiapkan kue khusus buat aku." Ujar Ella salah tingkah. Rupanya dia tadi keasikan melihat drama CEO-CEO-an secara live action dihadapanya sambil terus mengunyah Chees cake favoritnya.

Ardi mengambil duduk di sofa tepat di sebelah Ella. "Aku capek banget," keluhnya sambil meletakkan kepalanya di pundak Ella.

Ella tersenyum geli demi melihat tingkah laku Ardi. Tingkahnya yang seolah ingin bermanja-manja padanya. Kemana perginya coba sosok CEO yang kuat, tegas dan berwibawa tadi? Ella meletakkan piring cheese cake nya di meja.

"Mau tiduran sebentar?" Ella menawarkan sambil menepuk-nepuk pahanya. Menawarkan pahanya itu sebagai bantal untuk menopang kepala Ardi.

Ardi mengangguk dengan bersemangat. Dia memindahkan kepalanya dari pundak Ella ke pangkuannya. Dan pria itu pun mengubah posisi tubuhnya, menselonjorkan kakinya tiduran dengan lebih nyaman di sofa dengan kepalanya berbantalkan paha Ella.

"Mau aku pijitin kepalanya?" Ella menawarkan, sedikit kasihan melihat Ardi dengan beban kerja berat yang ditanggungnya.

"Boleh" Ardi mulai memejamkan matanya menikmati pijatan lembut tangan Ella dikeningnya.

"Setengah jam. Tolong bangunin aku setelah setengah jam. Masih banyak dokumen yang harus aku periksa"

"Ok" Ella menyanggupi dan melanjutkan proses memijitnya. Berusaha memberikan kenyamanan dan meredakan kelelahan Ardi. Kali ini dia bersyukur ikut ke kantor Ardi, paling tidak pria itu bisa sedikit rileks jika bersamanya. Ella bisa memberikan sedikit ketenangan batin untuk Ardi yang sedang tegang dan penat karena dirundung masalah besar di perusahaannya.

~∆∆∆~

🌼Tolong klik RATE (⭐⭐⭐⭐⭐), JEMPOL (LIKE), klik FAVORIT (❤️), kasih KOMENTAR and GIFTS Makasih 😘🌼

1
Tanty Anggraeni Mulyadi
sae sae, Dokter..
saya sampe salfok ma kalimat survivor hidup kere../Curse//Smirk/
Tanty Anggraeni Mulyadi
Alhamdulillah baru ketemu novel ini,Bu Dokter Hajjah../Heart/
Ardiansyah Gg
tuhh kaaan... aduh.. maaf ya thor... aku selalu cari"kesalahan bang Roni, banding"in bang Roni sama babang Ardi ter love love 🤭
Ardiansyah Gg
bang Ardi banget ini ❤
Ardiansyah Gg
aku tetep tim Ardi.. tapi gk protes koq thor... ini cerita yang masuk akal 😍
Ardiansyah Gg
di bayar tunai
Ardiansyah Gg
punya no WA bang Roni gk sih.. pengen kasih tau cerita sebenernya 😏
Ardiansyah Gg: maklum thor.. gk bisa move on 🤭. sukses selalu buat author 🥰
total 2 replies
Ardiansyah Gg
akhirnya... ketemu lagi 🥰... gk bisa move on dari dr Ella n mas Ardi ❤
Kuria Stokis Msi Kendal
klo dipikir" yg paling beruntung tuh dr.Roni nantinya dah bisa dpt pacar secantik dr.ella ,dan pada akhirmya bisa dpt jodoh secantik dr.sari 😁
Kuria Stokis Msi Kendal
ngak kebayang perasaan ella saat nama sari yg dipanggil sang calon mertua untuk mendampingi ardi sebagai pasangan pura" pasti sskit bgt deh ella
Chamz Fita
mantapppp ceritanya...aku sukaa😍😍
Icah Cahyani
bagus banget ceritanya,dpt ilmu kedokteran jg,terima kasih dan sukses sllu buat author,the best pokonamah😁🙏🏻
Icah Cahyani
😂😂kasian bambang
Icah Cahyani
duhh makin gk suka banget sm Roni🙄
Ade Irmasuryani
crta hdupku bngt cinta trhlng restu ortu🙁
Icah Cahyani
iya mau proter sm authornya,belom jg d mulai dh d ganggu😀
Icah Cahyani
hoorreeyyy...
Icah Cahyani
gaasss lah nggar
Icah Cahyani
kecewa karna ella dh ngebuka hatinya buat roni
Icah Cahyani
aduhhh jgn dulu lah..tunguu aja😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!