Raisa Maheswari, gadis muda belia yang memiliki kecantikan di atas rata-rata. Kulitnya putih langsat dengan dengan lesung pipit dan rambut coklat keemasan. Sangat sempurna untuk ukuran seorang wanita.
Namun nasibnya berbanding terbalik dengan kecantikan nya. Terlahir dari keluarga kaya dan terpandang, namun dirinya sangat menderita.
Sejak ayahnya meninggal, dan ibu nya menikah lagi, hidup Raisa seperti di neraka. Ayah tiri yang kejam dan suka bermain judi, hingga menghabiskan harta keluarganya.
Kakak perempuan satu-satunya sudah di nikahkan dengan keluarga kaya sebagai penebus hutang.
Nasib yang sama mungkin juga akan di alami oleh Raisa. Namun dia bukan wanita lemah seperti kakaknya. Dia akan memperjuangkan hidup nya, bukan hanya sebagai gadis penebus hutang.
Lika-liku asmara Raisa akan di kemas secara apik, sehingga membuat pembaca terhanyut di dalam ceritanya. Bagaimana kisah cinta Raisa selanjutnya??.
Apakah dia harus pasrah atau kah akan melawan kekejaman ayah tirinya itu??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annasya Fayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29.
Pagi itu cuaca sangat cerah. Raisa bermaksud membawa putrinya serta mengajak kakaknya untuk berbelanja di kota. Sejak.hamil, Raisa tak pernah keluar rumah. Jadi, dia meminta izin kepada David untuk pergi bersama Cintya dan sang kakak.
David mulanya sempat khawatir, tapi karena Raisa tidak sendirian, maka dia akhirnya memberikan izin. Tidak lupa David menyuruh Robbi dan Rommi untuk mengawal ketiga wanita tersebut di kota.
Ketiganya pergi bersama dengan Rommi dan Robbi. Mereka sampai di kota tengah hari. Ketiganya langsung memilih baju dan kebutuhan lain nya yang akan di beli. Saat sedang asyik memilih, dua orang pria datang dan menghampiri Raisa. Dia tengah asyik memilih pakaian, sementara kakaknya bersama Mikha, duduk menunggu di depan toko.
"Maaf nona, bolehkah kami berkenalan dengan anda?".
"Anda terlihat asing,, apa anda berasal dari sini??".
"Kau sangat cantik sekali nona,, kami terkesan dengan mu".
Raisa tidak menjawab, dia tetap fokus memilih pakaian dan tidak memperdulikan kedua pemuda tersebut. Karena tidak di perdulikan oleh Raisa, kedua pemuda itu semakin berani menyentuh tangan dan pipi Raisa. Dia tentu saja tidak tinggal diam. Raisa menampar pipi kedua pemuda tersebut seketika.
"Rupanya kau berani padaku, kau belum tahu siapa aku...hah!!?".
"Aku tak perduli siapa diri mu, tapi aku menghukum orang yang sudah tidak sopan pada ku".
"Lagipula sikap mu ini sungguh tidak sopan!!!".
Rommi yang mendengar keributan di antara Raisa dengan dua orang pemuda yang tak di kenalnya, segera menghampiri mereka. Sesaat dia langsung berdiri di hadapan Raisa dan berbicara dengan kedua pemuda tersebut.
"Ayolah bung,,,sangat memalukan kau bertengkar dengan seorang wanita!!".
"Kalau berani, ayo hadapi aku sekarang!!!".
"Baiklah...untuk kali ini aku pergi,, tapk ingat....jangan panggil namaku Simon kalau nanti aku tak bisa mendapatkan diri mu".
"Cam kan itu baik-baik,,!!!".
"Hanya dengan menjentikkan jari ku, aku akan langsung tahu siapa diri mu".
"Tunggu sampai kau berlutut dan memohon cinta pada ku!!!".
Rommi seketika tertawa mendengar ancaman dari pemuda ingusan tersebut. Dia rupanya tidak tahu kalau Raisa adalah istri dari David. Pria yang di segani dan juga di takuti oleh seluruh warga di sini. Sementara Raisa sendiri terlihat tersenyum mengejek pemuda tersebut.
"Untung saja kami yang menemani mu mom, kalau ayah yang disini tadi, pemuda itu pasti langsung habis di hajar oleh ayah!!!".
"Berjanjilah untuk tak menceritakan apapun padanya nanti".
"Masalah ini selesai sampai disini saja".
"Kalian berdua mengerti ucapan ku bukan??".
"Tentu mom, kami berjanji".
"Kami juga tak ingin merusak suasana hati ayah yang sekarang ini".
"Dia tak lagi jadi seorang pemarah".
Kegiatan belanja di hari itu terpaksa harus berakhir. Insiden yang terjadi pada Raisa, membuatnya mood nya hilang. Mereka akhirnya kembali ke rumah tepat sebelum jam makan siang.
David menyambut kedatangan istri serta putri cantiknya di dalam kamar. Baru saja dia selesai berkuda dengan Andre. Dia bermaksud hendak beristirahat sebentar, namun Raisa nyatanya juga sudah pulang.
"Mana belanjaan mu sayang,, apa saja yang kau beli tadi??".
"Kami tidak jadi berbelanja, aku tidak suka dengan model bajunya".
"Lain kali sajabersama mu, kau pintar memilih gaun kan?".
"Kau ini....jadi seharian ini kalian hanya jalan-jalan saja??".
"Begitulah sayang,, aku menikmati waktu dengan kakak dan adik ipar ku".
"Lalu,,,,,bagaimana dengan ku Raisa???".
"Kapan kau menikmati waktu dengan ku??".
Raisa tak bisa menolak ketika tangan kokoh David merengkuh tubuhnya dalam pelukan. Tak hanya sampai di situ, pria itu langsung ******* bibir basah istrinya yang terlihat begitu menggoda. Raisa terbuai, David selalu bisa membangkitkan gairah nya. Membawanya meraih puncak kenikmatan.
Sementara itu, di tempat lain, seseorang tampak begitu kesal saat kembali dari pusat perbelanjaan. Dia memanggil asisten nya yang sedari tadi bersamanya.
Dia adalah Simon, pengusaha kaya yang merupakan keponakan dari gubernur. Belum lama ini dia datang ke kota, setelah lama tinggal di Amerika. Soal harta kekayaan jangan di tanya, dia sudah berhasil menaklukan Amerika hanya dalam waktu 5 tahun saja. Namun, berbanding terbalik dengan itu semua, dia tidak beruntung dalam hal asmara.
Banyak sekali gadis-gadis yang memujanya dan berharap menjadi kekasih nya. Dari sekian banyak wanita tersebut, tak satupun yang menarik di matanya, kecuali ketika dia melihat Raisa siang tadi. Kecantikan Raisa sudah meluluhkan hatinya.
Di tambah dengan sikapnya yang dingin dan tegas, semakin menambah pesona dirinya.
"Ronie,,apa kau sudah mendapat informasi tentang gadis tadi?".
"Aku sudah tam sabar, katakan saja dia dari keluarga mana, gubernur pasti hafal dengan ayah nya".
"Maaf tuan, tapi berdasarkan informasi yang say terima, gadis itu sudah punya suami".
"Dia istri dari tuan David, salah satu bangsawan yang di segani di kota ini".
"Keduanya baru saja mempunyai bayi perempuan yang sama cantiknya dengan ibunya".
"Nama wanita itu Raisa tuan!!".
Simon terkejut dengan informasi dari Roni. Sesaat kemudian dia ingat kalau David adalah teman masa kecilnya. Tidak ada salah nya kalau wanita itu sudah menikah.Apapun yang di inginkan oleh Simon, dia harus bisa mendapatkan nya.
"Ronie,, buat janji dengan David malam ini".
"Aku akan mengejutkan nya dengan kunjungan dari kawan lamanya ini".
"Baik tuan Simon".
Ronie berlalu dari hadapan Simon untuk membuat janji makan malam dengan keluarga David. Sementara Simon tersenyum di tempat nya duduk. Dia mengingat kisah masa kecil dirinya dan David dulu.
"Kali ini ku pastikan kalau aku yang akan menang David".
"Keberuntungan yang sudah kau miliki, akan segera berpindah ke tangan ku".
"Termasuk dengan istri cantik mu itu".
David masih berduaan dengan istrinya, ketika pelayan mengetuk pintu kamar mereka. Ada telepon penting untuknya yang harus segera di jawab.
"Aku benci diganggu saat sedang bersama mu seperti ini".
"Terima dulu telpon nya David, mungkin saja itu hal penting".
"Iya sayang".
David keluar dari kamarnya dan langsung menerima telepon yang diberikan oleh pelayan.
Ketika mengetahui kalau teman lamanya akan berkunjung ke rumah, David tentu saja sangat gembira. Dia segera memberitahu pelayan untuk bersiap-siap. Teman nya tersebut akan makan malam di rumahnya nanti.
"Kau kelihatan sangat gembira, ada apa David??".
"Kau tahu Raisa, teman ku baru kembali dari Amerika, dia akan makan malam bersamaku hari ini".
"Sudah lama aku tak bertemu dengan nya".
"Dia itu sahabat masa kecil ku, kau harus mengenalnya nanti".
"Orang nya ramah dan juga sangat baik".
"Aku penasaran David, seperti apa teman masa kecil mu itu".
"Tentunya dia harus ekstra sabar memghadapi orang seperti diri mu".
"Hmm...rupanya kau mau ku hukum Raisa??".
"Jangan sayang,,aku cuma bercanda".
Sedetik kemudian, David tak perduli dengan teriakan Raisa. Dia membawa istrinya ke atas ranjang.Dari luar kamar Hilda tersenyum senang melihat tingkah laku keduanya.
...****************...