NovelToon NovelToon
MAHLIGAI KEDUA

MAHLIGAI KEDUA

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:66.6k
Nilai: 5
Nama Author: sichuz

Rasa sakit dari cinta yang tak berjalan dengan baik. Menjadi salah satu pengalaman pribadi keduanya.

Mencoba bersatu karena permintaan orang tua membuat keduanya mau tidak mau mencoba mahligai yang pernah mereka rasakan dulu untuk mereka reguk kembali.

Apakah cinta diantara mereka akan lebih besar dari apa yang pernah keduanya rasakan?

Yuk ikuti kisah Sasi dan Nathan meraih rumah tangga yang indah serta perjuangan Sasi bersabar akan kekurangan yang suaminya miliki.

Jangan lupa follow ya...❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sichuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 - Cinta yang Tulus

Setelah perbincangan dengan salin memeluk itu dibubar paksa oleh sang papa yang kesal karena kehilangan jejak sang anak dan menantunya. Kini kelima orang itu sedang makan siang di salah satu restoran yang menjadi langganan kedua paruh baya itu.

“Pah, seharusnya hari ini jadi jalan - jalan keluarga Nathan bukan keluarga cemara. Papa dan Mama kenapa nggak jalan sendiri, sih!” kesal Nathan yang melihat kedua orang tuanya itu justru mendominasi sang istri dan anak sambungnya.

“Seharusnya yang pergi itu, kamu! Seenaknya minta libur. Memang itu perusahaan siapa. Perusahaan kakekmu!”

Tuab Banu membalas perkataan sang anak dengan cukup sarkas. Nathan yang kalah telak hanya bisa mencebikkan bibirnya, kesal.

“Sudah lah. Kenapa sih, nggak di kantor, nggak di rumah, sekarang disini. Debat terus. Malu dikit dong sama, Sasi dan Aslan.” ucap sang nyonya Suryabrata.

Nathan hanya bisa tersenyum malas menanggapi ucapan sang ibu dan itu membuat Sasi dan Aslan tertawa, “Papi, seperti anak kecil. Tapi nggak apa - apa. Terkadang orang dewasa justru lebih kekanak - kanakan dari pada anak - anak sendiri.”

Nathan dan Tuan Banu langsung berdehem mendengar perkataan Aslan. Sedangkan Sasi dan ibu mertuanya mengulum senyum mendengarkan kalimat yang terlontar dari anak usia 9 tahun itu.

“Sudah, Sayang. Kita lanjutin makan saja, ayam kampung bakar madunya enakkan?”

“Iya, Eyang. Enak banget, lain kali kita makan disini lagi, ya?”

“Oh tentu. Kapan - kapan, kita jalan - jalan bertiga saja dengan ibumu, gimana?”

Sebelum Aslan mengangguk kedua pria yang mendengar kalimat panjang sang nyonya langsung berteriak histeris. Membuat Sasi menutup telinganya seketika. Sedangkan Aslan sudah tak bisa lagi mengendalikan tawa yang meluncur bebas dari mulutnya.

“Enak saja, kalau dia nggak diajak. Itu oke, tapi kalau Papa, harus ikut kemanapun, Mama, pergi. Harus! Titik nggak pakai koma.”

Nathan merotasikan bola matanya mendengar ungkapan sang papa. Dia yang tahu betul akan sifat bucin tingkat akut yang papanya miliki membuatnya menaikan salah satu sudut bibirnya mengejek sang papa.

“Iya tahu yang nggak bisa jauh dari induknya. Kemana pu nempel kaya lem.”

“Halah, kaya kamu nggak aja. Baru juga punya istri, udah pamer keseluruh kantor. Ih, norak!”

Sasi yang mendengar sang suam di ejek oleh ayahnya sendiri membuatnya tertawa sambil menggelengkan kepalanya. Dia teringat pada kedua orang tuanya dulu yang selalu kemana - mana berdua dan sang ayah yang selalu memperkenalkan sang ibu ke semua pelanggan jika ibu ikut menemani ayahnya berjualan.

“Sayang, mereka tidak ada lagi,” gumam Sasi sambil menghela nafas jika mengingat dia tidak bisa bertemu dengan sang ayah untuk terakhir kalinya karena harus menolong korban kecelakaan yang terjadi di hadapannya sendiri kala itu. Membuatnya sungguh menyesal namun dia cukup senang karena pria yang ditolongnya selamat dan hidup.

“Sayang, kenapa melamun? Bosan dengan celoteh, Papa, ya?” tanya sang ibu mertua kala melihat Sasi termenung.

Sasi menggeleng, “Justru Sasi sangat bahagia. Sasi tidak menyangka bisa berada di keluarga yang selalu harmonis seperti kalian. Sasi beruntung. Bahkan, Sasi, tidak pernah membayangkan bisa memiliki sebuah keluarga lagi setelah beberapa kejadian yang menimpa hidup, Sasi, Ma. Terima kasih telah menerima, Sasi, yang tak memiliki apapun ini. Terima kasih mau menerima dan memandang Sasi dari sudut lain. Tidak hanya memandang apa yang, Sasi, miliki dan tidak.”

Nyonya Suryabrata langsung memeluk sang menantu. Bukan Sasi, justru ia yang sangat berterima kasih karena mau menerima anaknya yang memiliki banyak kekurangan dengan segenap hati yang Sasi miliki. Dia bersyukur setelah sekian lama sang anak menyendiri dan merasa tidak pantas memiliki siapapun di hidupnya, terpuruk akibat batalnya pernikahannya. Kini, dia telah melihat lagi senyum yang dulu hilang dan lebih merekah bagai mawar merah yang bermekaran.

“Sepertinya dramanya asyik, ya nggak, Aslan?” tanya Nathan pada Aslan yang menghentikan kegiatannya menikmati makan karena fokus melihat ke arah sang ibu dan eyang barunya itu. Bahkan ia menarik hidungnya agar tidak ikut menangis seperti kedua wanita di hadapannya ini.

“Sudah, di lihatin orang, Ma!” celetuk sang suami.

Kedua wanita itu pun langsung melepas pelukannya dan saling melempar senyum. Sedangkan Nathan dan sang ayah hanya bisa membantin dengan kalimat haru mereka masing - masing.

***

Di kediaman Mahardika wanita yang sedang marah akibat dipermalukan oleh seorang pria di mall yang dia kunjungi dan berakhir di tinggalkan sang kawan begitu saja membuatnya sangat kesal. Bahkan tas mahal dengan harga puluhan juta itu ia lempar dna teronggok seperti sampah di sisi ranjangnya.

“Sialan!”

“Siapa sih, dia. Sok pahlawan ngebelain istri, Mas Galih juga pasti, nggak dia bahkan langsung akan menampar mulut pria itu jika tadi ada disana.”

“Kalau nanti bertemu lagi, awas aja! Tapi, tuh perempuan cukup tahu diri, dia menunduk takut karena memang nggak sepadan denganku.”

Tawa sarkas menggelegar di kamar itu. Dia tidak tahu saja jika wanita yang di hadapannya tadi telah memiliki hal yang jauh dari angan dan penilaiannya. Bak kata pepatah mulutmu harimaumu.

______

Malam di kediaman Suryabrata. Sasi yang sudah terlelap sehabis sholat isya tadi membuat Nathan yang ingin mengajaknya mengarungi surga dunia hanya bisa menghela nafasnya pasrah. Dia yang masih terjaga langsung membawa sang istri ke dalam dekapannya. Dia memakai lengannya untuk meletakkan kepala sang istri ia usap surai milik sang istri dan mencium bau harum yang menguar dari tubuh wanita itu.

“Aku sangat berterima kasih, kau mau menjadi bagian dariku dan keluargaku.”

Bersambung…

1
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Santi Haryanti
syuukkaaaaa 👍👍👍
Santi Haryanti
ceritanya bagus kak 👍👍
Santi Haryanti
cerita nya bagus thor gak bertele2 juga .. aku sukaaa tp sayang kenapa harus hiatus, tapi apapun keputusan author aku dukung, semangat berkarya dimana pun 💪💪
Santi Haryanti
semangat berkarya thorrrr💪💪
Ummi Salsa
aku kecewa banget thor,pd hal aku suka banget sama alur cerita nya😭😭😭
Fay
👍
Fay
⚘️⚘️
Fay
👍👍
Fay
lanjut baca👍👍
Fay
setiap selesai baca per bab pasti q kasi ⚘️
Fay
Ceritanya ringan dan bab nya ngk banyak👍👍👍
Fay
👍👍
Fay
🤗👍
Fay
ceritanya 👍👍Q kasi ⚘️
Fay
mampir baca karena sdh tamat dan ngk banyak bab nya ku kasi vote thor🙏
Mila Karmila
Yaaaah digantung🤦🤦
wind_ari
bagus
Nur Rohmah
apa,aku juga penasaran
Samsung J1acee
secepatny y thor udah nggk sabar tau ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!