Brenda Zalora Erlanggia, Putri Bungsu keluarga Erlanggia, pasangan dari Alex Erlanggia dan Alice Marquez. Memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Brian Zalora Erlanggia yang kini berstatus sudah menikah dan mempunyai seorang putra. Brenda yang yang selama satu tahun setengah sekolah di Jerman pindah ke Indonesia dan bersekolah di sekolah miliknya sendiri atas permintaan kedua orang tuanya. Brenda di kenal bad girl sejak kecil. Keluarga Erlanggia merupakan keluarga terkaya nomor 1 di dunia.
Betran Putra Bagaskara dikenal Bad boy, king mafia dari Black Devil, anak tunggal dari keluarga Panji Bagaskara dan Eva Monica, orang kaya nomor 2 setelah keluarga Erlanggia.
Gimana ceritanya yuk guys simak ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Looo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKHIRNYA
Pagi hari semua orang tengah menunggu di ruang rawat Brenda karena sesuai prediksi dokter china bahwa bre Brenda hari ini akan sadar. Antonio dan Stevano pun sudah tiba dan langsung menuju ruang rawat Brenda.
"Dad, anak kita akan sadar kan? " tanya Alice.
"Iya sayang, kita tunggu saja! " jawab Alex.
"Tapi kenapa belum ada tanda-tanda? " tanya Alice cemas.
"Sabar mom, kita berdo'a! " jawab Alex menenangkan.
Satu jam setelah percakapan antara Alex dan Alice namun belum ada tanda-tanda bahwa Brenda akan sadar. Hal itu membuat semua orang cemas, pasalnya menurut prediksi dokter china itu Brenda akan segera sadar. Tiba-tiba jari Brenda bergerak.
"Bren! " ucap Betran yang melihat jari Brenda bergerak.
Semua orang pun langsung fokus ke Brenda tak tak lama Brenda mengerjapkan matanya.
"Ha.. Haa.. uuussss! " ucap Brenda terbata-bata dan lemah.
Alice langsung mengambil gelas berisi air di atas nakas. "Kamu haus sayang? ini minum dulu! " Ucapnya.
Brenda meminum air dalam gelas itu, setelah itu memberikan gelas kepada Alice. "Mom! " lirih Brenda.
"Iya sayang! " jawab Alice.
"Dimana bang Brian? " tanya Brenda.
"Gue disini! " jawab seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu. Dia adalah Brian bersama istri dan anaknya.
Brian langsung duduk di tepi ranjang dan memeluk Brenda "Kenapa sayang? " tanya Brian.
Brenda membisikkan sesuatu kepada Brian dan sontak membuat Brian kaget. Semua orang melihat ekspresi Brian pun juga penasaran dengan apa yang dikatakan Brenda kepada abangnya itu sehingga membuat Brian kaget.
"Abang tau kan apa yang harus abang lakukan? " tanya Brenda memastikan.
"Iya sayang! " jawab Brian menahan amarahnya.
"Abang bisa meminta bantuan kepada Betran, Reno dan bang Revan! " ucap Brenda.
"Iya sayang, Nanti siang abang akan bicarakan dengan mereka! " jawab Brian.
Semua orang penasaran dengan apa yang Brenda rencanakan namun mereka tidak mau bertanya karena Brenda baru saja siuman.
"Mom, Aunty, tante! " panggil Brenda menatap Alice, Sherlina dan Eva.
"Iya princess! " jawab Alice.
"Iya sayang! " jawab Sherlina.
"Iya Bren! " jawab Eva.
"Boleh Bren minta sesuatu dari kalian? " tanya Brenda.
"Boleh sayang! " jawab Alice.
"Bren laper, dan pengen makan masakan kalian! " ucap Brenda sambil menunduk.
Alice, Sherlina dan Eva menghampiri Brenda dan memeluknya.
"Sayang, sejak kapan Seorang Brenda Zalora Erlanggia menunduk saat meminta sesuatu? " tanya Alice.
"Iya sayang, apapun buat princess! " ucap Sherlina.
"Jangan sungkan sayang! " ucap Eva.
"Danke dir" lirih Brenda tersenyum.
"Ebenso! " ucap Alice, Sherlina dan Eva bersamaan.
"Ya sudah kami ke dapur dulu ya sayang! " ucap Alice.
"Iya mom! " jawab Brenda.
Alice, Sherlina dan Eva sudah pergi kini tinggal para laki-laki yang ada di ruang rawat Brenda, istri Brian sedang pergi ke taman karena anaknya yang rewel.
"Bang Brian bicaralah apa yang Bren katakan tadi mumpung tidak ada Mommy, aunty dan tante Eva! " ucap Brenda dingin.
Para lelaki sudah paham ini adalah masalah besar sehingga tidak ingin para wanita tau. Dan para lelaki sudah paham jika Brenda sudah bicara dengan nada dingin.
"Ada apa? " tanya Antonio.
"Bren memberitahu alasan kenapa orang itu kembali dan cepat-cepat ingin melenyapkan Bren! " ucap Brian sontak membuat semua orang kaget dan amarah memuncak.
"APA!!! " pekik semua orang.
"Memangnya kenapa? " tanya Betran.
"Jika dia tidak bisa mengendalikan Bren, maka dia akan melenyapkan Bren, karena Bren akan menjadi penghalang baginya baik di dunia bawah maupun bisnis! " jelas Brian.
"Kurang ajar! " ucap alex geram dan mengepalkan tangannya.
Brenda yang melihat amarah daddynya langsung memanggil daddy nya. "Dad! " panggil Brenda pelan.
"Iya sayang! " ucap Alex dan mememeluk Brenda untuk meredakan emosinya.
"Hold on to your anger for now! " lirih Brenda memeluk Alex.
"Iya sayang! " jawab Alex.
"Kita harus segera melenyapkan orang itu! " ucap Stevano.
"Tapi dimana orang itu sekarang? " tanya Dominico.
"Dia ada di sekitar kita! " ucap Brenda yang masih memeluk Alex.
"Tapi dimana? " tanya Panji.
"Dia adalah salah satu dari teman baik kalian! " ucap Brenda.
"APA!!! " ucap semua orang kaget dan tidak percaya.
"Kenapa kamu tidak bilang sayang kalau mereka ada di dekat kita? " tanya Alex.
"Bren baru tau dad! " ucap Brenda.
"Berarti dia membuat lo keracunan seperti ini agar lo tidak membocorkan keberadaannya? " tanya Revan memastikan.
"Benar bang! " jawab Brenda.
"Bang Brian, tolong hubungi bang Dhika dan suruh dia mengambil dokumen yang ku simpan di markas dan mintalah dokumen itu! " ucap Brenda.
"Untuk apa dokumen itu? " tanya Brian.
"Abang akan tau setelah abang membacanya dan abang tidak akan percaya dengan apa yang tertera dalam dokumen tersebut. Dokumen itu bisa menuntun abang menemukan dia di dunia bisnis, dan bisa membantu Betran menemukan dia di dunia bawah! " jelas Brenda.
"Memangnya ada apa sampai-sampai dia susah untuk di temukan? " tanya Reno.
"Karena dia bekerja sama dengan kembarannya! " jawab Brenda.
"Bagaimana kau bisa tau sayang? " tanya Stevano. "Kami saja yang mencarinya tidak bisa menemukan! " tambahnya.
"Apa grandpa lupa kemampuan cucumu ini? " tanya Brenda dengan wajah kesalnya.
"Oh iya, cucu grandpa kan spesial! " ucap Stevano tersenyum dan semua orang ikut tersenyum setelah paham dengan apa yang dikatakan Brenda.
"Terus kapan kita akan mulai rencana? " tanya Betran tidak sabar.
"Wess, selow bosku, Bren yang cantik kan imut ini pengen di peluk dulu sama bos Betran! " ucap Brenda membuat semuanya melongo dan kemudian paham, sehingga mereka keluar dan kini tinggal Betran dan Brenda saja dalam ruangan itu.
Betran duduk di samping Brenda dan memeluk Brenda. "Kamu tau, aku sangat rindu! " lirih Betran.
"Maafkan aku! " lirih Brenda sesegukan dan meneteskan air matanya.
Betran sadar kalau Brenda sedang menangis, Betran menghapus air mata Brenda. "Kenapa minta maaf? seharusnya aku yang minta maaf karena nggak bisa jagain kamu!" ucap Betran sambil menangkup kedua pipi Brenda.
"Bukan salahmu! " jawab Brenda tersenyum.
"Apa masih ada yang sakit? " tanya Betran menatap Brenda.
"Tidak, aku hanya masih lemah saja! " ucap Brenda.
"Apa kamu ingin sesuatu? " tanya Betran.
"Aku bosan disini, aku ingin ke taman belakang dan segera mencabut alat yang ada di tubuhku ini! " ucap Brenda.
"Baiklah kita akan ke taman belakang, tapi ada syaratnya! " ucap Betran.
"Apa? " tanya Brenda.
"Kamu boleh mencopot alat itu dan kita akan pergi ke taman belakang kamu tidak boleh berjalan namun kamu akan berada dalam kursi roda! " ucap Betran.
"Tidak! " ucap Brenda menolak.
"Kenapa? " tanya Betran.
"Aku mau di gendong saja! " ucap Brenda manja.
"Baiklah buat tuan putri apasih yang nggak! " goda Betran lalu menggendong Brenda dalam punggungnya dan menuju ke taman belakang.