saat aku pulang dari sekolah ayah dan ibu sedang kedatangan tamu, dan siapa sangka tamu itu adalah kedua orang tua Arya Wiguna ketua OSIS di sekolahku.
aku di suruh bergabung dengan mereka, dan mereka pun mulai berbicara kepadaku bahwa kedatangan dari kedua orang tua Arya adalah untuk menjodohkan ku dengan anaknya yang tak lain adalah Arya Wiguna.
apa yang harus aku lakukan? haruskah aku menerima perjodohan ini? atau menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thya_sweet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling menerima
Setelah selesai makan malam, Tya dan Arya pun bersantai di ruang keluarga sambil menonton drakor di televisi.
Arya duduk di sofa dan Tya bersandar di dada Arya sambil dia mengemil camilan keripik kentang kesukaannya.
jam sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi kedua anak muda itu belum merasakan kantuk sama sekali.
Beruntung besok adalah hari libur, jadi mereka tak terlalu memikirkan akan bangun pagi.
Tya terlihat sudah mulai lelah mengunyah, jadi dia berhenti mengunyah dan fokus menonton drakor yang adegannya sangat romantis.
Arya yang melihat adegan romantis di televisi itu pun gairahnya mulai timbul, dia pun menginginkan Tya lagi.
Arya menatap Tya, Tya yang menyadari itu menengok ke arah suaminya tersebut.
Arya yang memang sudah mulai bergairah itu pun tanpa ba bi bu lagi dia langsung melahap rakus bibir Tya.
Tya yang juga sebenarnya menginginkan ciuman seperti di televisi itu pun menikmati cumbuan Arya.
Mereka bercumbu sangat lama dan sangat dalam, Arya yang sudah mulai terpancing itu pun langsung menggendong tubuh Tya dan menuju ke kamar.
Arya menggendong Tya ke kamar dengan posisi masih berciuman.
sampai di dalam kamar, Arya langsung membaringkan Tya di ranjang dan Arya langsung menuju pintu kamar untuk menguncinya.
Setelah itu Arya kembali mendekati Tya, dia melanjutkan aksinya mencumbui Tya dengan sangat bergairah.
Tya yang mendapatkan serangan seperti itu pun hanya bisa pasrah saja, karena dia tau menghindar pun percuma karena suaminya sudah seperti predator yang sedang mengintai mangsanya.
Tya pun akhirnya ikut terhanyut dalam buaian sang suami, dia mendesah pelan yang membuat Arya jadi semakin liar untuk mengerjai Tya.
Arya dengan tak sabar langsung membuka pakaian Tya dan juga pakaiannya sendiri.
Terdengar suara ******* dari keduanya, Tya dan Arya saling menikmati pergulatan mereka satu sama lain.
Suara mereka terdengar sampai di luar kamar, yang kebetulan bibi lewat depan kamar mereka untuk mengecek pintu jendela yang ada di ruangan atas.
Bibi yang mendengar suara mereka yang sedang bertempur pun hanya geleng-geleng dan tersenyum.
"Heeeeemh... dasar anak muda" ucap sang bibi.
Mereka melakukan pertempuran lagi sampai tengah malam, jam 2 malam baru mereka selesai bertempur.
Setelah mereka sama-sama lelah akhirnya mereka pun terlelap dengan posisi Tya memeluk Arya.
......................
Keesokan harinya mereka terlambat bangun, bibi sengaja tak membangunkan mereka karena tau kalau mereka pasti sangat kelelahan akibat olah raga semalam.
Mereka bangun jam 10 pagi, Tya bangun lebih dulu kemudian dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Bagian bawah Tya sangat sakit saat Tya berjalan, dia yakin pasti bagian bawahnya itu lecet.
Tya meringis saat dia membersihkan area sensitifnya, dengan perlahan dia membersihkan area itu sampai dia merasa sudah bersih dia pun keluar dari kamar mandi.
Tak lama Arya pun bangun dan dia pun masuk ke dalam kamar mandi begitu Tya keluar dari kamar mandi tersebut.
Setelah siap keduanya pun turun dan mereka mulai makan sarapan mereka yang terlambat.
Setelah sarapan mereka menuju taman belakang rumah, di sana Tya dan Arya mengobrol santai sambil menikmati udara segar di halaman belakang itu.
Tya pun memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya.
"Kak aku boleh nanya sesuatu gak?" tanya Tya.
"Mau tanya apa?" jawab Arya.
"Kenapa kakak menyentuhku? bukannya kakak sendiri dulu yang bilang kalau kakak baru akan menyentuhku setelah kita lulus sekolah?" tanya Tya.
"Karena aku gak mau kehilangan kamu jadi aku sengaja melakukan itu agar kamu akan selalu terikat dengan ku." jawab Arya sambil menatap kedua mata Tya.
"hah jawabanmu itu aneh, lagian aku ini kan istrimu, memangnya siapa yang akan ambil aku dari kamu?" ucap Tya kemudian.
Arya pun kemudian mendekat dan memeluk Tya dari belakang.
"Aku hanya gak mau saja kamu menyukai orang lain selain aku, aku harus melakukan semua itu agar kamu tetap menjadi milikku seutuhnya dan satu-satunya." kata Arya berbisik pelan di telinga Tya.
Tya pun membalikkan badannya dan dia memeluk suaminya itu.
"makasih ya kak Arya udah mau mencintai aku, aku kira perjodohan kita ini akan berakhir dengan perpisahan nantinya, tapi aku salah ternyata kak Arya juga menyukaiku, aku bahagia sekali kak." kata Tya.
Mereka pun berpelukan sangat lama, Arya sangat dalam memeluk Tya seolah dia tak mau melepaskan Tya sama sekali.
"Aku baru sadar kalau aku sudah sangat jatuh hati padamu dan aku sangat takut kehilanganmu, aku tak akan melepaskan mu apapun yang terjadi." kata Arya dalam hati.
"Akhirnya kak Arya bisa cinta sama aku, aku kira dia terpaksa menikahi ku dan tak akan ada cinta untukku di hatinya, tapi ternyata aku salah, kak Arya justru bisa menerima aku di hati dan hidupnya" ucap Tya di dalam hati.
Mereka pun akhirnya melepaskan pelukan mereka, dan Tya pun berpindah posisi dengan menyenderkan kepalanya di dada sang suami.
Mereka berdua hanya diam dengan posisi berpelukan sambil memandangi bunga-bunga yang ada di hadapan mereka berdua.
Arya menikmati semua itu, Tya pun sama, mereka berdua menikmati momen itu dengan hati dan perasaan senang.
Arya dan Tya sama-sama bahagia, hati mereka begitu berbunga-bunga karena akhirnya cinta mereka bisa tumbuh, walaupun pada awalnya mereka bersatu bukan karena cinta tapi karena paksaan kedua orang tua mereka, karena perjodohan.
Tya yang masih sangat lelah karena semalam pun ingin kembali ke kamar.
"Kak aku masih capek banget, aku mau balik ke kamar mau lanjut tidur lagi, Badan ku juga sakit banget nih kaya rontok semua rasanya" keluh Tya pada suaminya.
Arya yang mengetahui kondisi sang istri pun tanpa banyak bicara langsung menggendong Tya, dia berjalan masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar mereka berdua.
Tya yang memang masih sangat lelah itu tak menolak saat tubuhnya di gendong suaminya.
Saat mereka sudah sampai di kamar Arya langsung membaringkan sang istri di ranjang, kemudian dia menyelimuti tubuh Tya.
"Kamu istirahat ya aku mau ke ruangan ku dulu, masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan" kata Arya.
"Loh ini kan hari libur kak, emang kakak ada PR ya?" tanya Tya.
Arya pun tersenyum dan menjawab pertanyaan Tya.
"Bukan, ini bukan masalah di sekolah tapi masalah di perusahaan ku, kamu ingat kan kalau aku ini selain sekolah aku juga ada sebuah perusahaan yang papa kasih buat aku pegang?" kata Arya.
Tya pun hanya mengangguk mengerti, dia mengerti kalau suaminya itu selain ketua OSIS di sekolahnya dia juga seorang CEO di anak perusahaan sang papa mertua.
Arya pun lalu mengecup kening Tya dan dia pergi meninggalkan Tya di kamar, sedangkan Tya dia langsung terlelap karena dia masih sangat kelelahan.
Guys dukung karya aku ya
LIKE
KOMEN
dan beri HADIAH ☺️☺️☺️