NovelToon NovelToon
AKU MASIH MENCINTAI MU

AKU MASIH MENCINTAI MU

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / CEO / Kriminal / Selingkuh / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Murni / Masuk ke dalam novel / Tamat
Popularitas:65.8k
Nilai: 5
Nama Author: arthiagucia

Agreta Sinovas, gadis muda cantik yang menikah dengan Patria seorang CEO, pengusaha muda yang tampan dan sukses. Rumah tangga yang awalnya bahagia hampir runtuh karena orang ketiga. Agreta kehilangan anaknya sebelum dilahirkan. Mampukah Agreta bertahan?
Agreta pernah patah hati dikarenakan tunangannya kedapatan berselingkuh. Karena takut mengalaminya kembali, untuk itu dia memilih untuk menutup hatinya.
Patria jatuh cinta pada Agreta pada pandangan pertama. Tak mudah bagi Patria untuk meluluhkan hatinya Agreta. Dengan di bantu oleh sahabatnya Agreta, Patria bisa mendapatkan cinta Agreta. Dan akhirnya mereka berdua pernikahan yang bahagia itu hampir kandas setelah munculnya orang ketiga. Fitnah yang tiada henti di tujukan kepada Agreta, membuat Agreta menderita sampai kehilangan anaknya yang masih ada dalam kandungannya. Mampukah Agreta memaafkan Patria?? dan akankah rumah tangga mereka terselamatkan?
Silahkan simak cerita selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arthiagucia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 PRIA DALAM FOTO

Patria ingin menuntaskan rasa penasarannya, sehingga Patria melanjutkan pertemuan itu.dia ingin tahu apakah pria-pria yang ada di foto bersama dengan Agreta apakah siska dan Freya mengenalnya.

  Dengan sedikit keraguan Patria kembali mengeluarkan foto berikutnya.

"Bagaimana mana dengan laki- laki ini?" Patria kembali mengeluarkan foto -foto selanjutnya. "Masih ada?" tanya Siska spontan dengan raut wajah kesal tentunya.  Patria menarik nafas panjang mendengar ucapan Siska.

Freya dan Dean langsung mengarahkan matanya pada foto yang baru saja di berikan Patria.

Dean yang sedari tadi diam menarik nafas dalam dan menghempaskan nafasnya dengan kasar.

"Patria sedari tadi saya diam sebenarnya saya tidak ingin ikut campur terlalu jauh,tapi ini benar-benar sudah kelewatan!" ujarnya dengan nada datar. Patria menoleh kearah Dean, menatapnya seolah-olah sedang bertanya. "Patria maaf,foto ini ...ini...ini...ini.... dan ini...ini semuanya palsu alias hasil rekayasa,hasil editan," ucap Dean sambil menunjuk foto yang di maksud.Dean langsung memisahkan beberapa foto yang menurutnya foto itu palsu. "Bagaimana kamu tahu  kalau foto itu hasil  editan,?" tanya Patria.penasaran.

"Kamu lupa ya, saya bekerja di bidang ini seni fotografi.jadi saya bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu dalam sekejap," tutur Dean.

Patria sekali lagi melihat wajah Dean penuh tanya seolah tak puas dengan penjelasannya.

"Coba kamu lihat lagi foto itu," Dean meminta Patria melihat foto yang di maksud dengan teliti.

"Jika kamu perhatikan dengan baik,di bagian leher terdapat garis kecil,itu adalah batas pemisah dan penyambung kepala dan badan." Dean menjelaskan tentang foto tersebut.foto yang di tunjuk Dean adalah gambar foto adegan yang  tak pantas. Patria menuruti permintaan Dean.tapi Patria tidak menemukan garis yang di maksud. "Jika orang awam memang sangat sulit untuk melihatnya,coba kamu foto kembali gambar itu menggunakan kamera handphone mu," Dean meminta agar Patria mengeceknya sendiri. Tanpa berfikir lagi patria langsung melakukan apa yang di katakan oleh Dean.Patria ingin membuktikan perkataan Dean.dengan mengeceknya sendiri. Patria langsung mengarahkan kamera handphone miliknya ke foto yang di tunjuk Dean tadi.

"Sudah?" tanya Dean memastikan Patria melakukan arahannya. Sekarang coba kamu perbesar foto tersebut khususnya di bagian leher," Dean sekali lagi memberikan arahan kepada Patria. Dengan tujuan agar Patria menemukan sendiri garis yang di maksud oleh Dean.

   Sekali lagi Patria menuruti permintaan Dean memperbesar hasil foto tersebut.

Wajah Patria terlihat berubah.kemarahan terlukis jelas dari raut wajahnya. Patria bisa melihat garis pemisah yang di katakan Dean tadi.

Dalam hati patria mulai yakin bahwa di luar sana ada seseorang orang sedang mempermainkannya.

    Siska dan Freya melihat perubahan raut wajah Patria,dan mereka langsung bisa mengerti tanpa di berikan penjelasan.cukup melihat saja.mereka sudah tahu apa yang di ucapkan Dean benar adanya.

"Foto ini asli!," ucap Dean sekali lagi.

     Ucapan Dean membuyarkan pikiran Patria.dan Patria langsung mengarahkan matanya pada foto yang di maksudkan oleh Dean.

Siska dan Freya pun ikut melihat kearah foto tersebut.mereka berdua pun saling pandang.

      Siska dan Freya menarik nafas dalam-dalam secara bersamaan.

Pikiran Siska dan Freya menjadi satu.rasanya ingin marah pada Patria sekaligus ingin tertawa setelah melihat pria yang ada dalam foto tersebut.

    Patria menatap Siska dan Freya dengan perasaan binggung.dia tidak mengerti arti dari tatapan mata Siska dan Freya .

Sebelum kebingungan Patria terjawab tiba-tiba sebuah suara terdengar menyapa mereka semua.

"Hai,maaf saya terlambat."

Semua mata langsung menuju arah asal.suara itu Sosok itu berdiri tepat di belakang Freya.bahkan tanpa rasa canggung pria tersebut menyentuh pundaknya Freya.

Patria terkejut melihat sosok pria yang baru saja tiba.dan raut wajahnya kini berubah datar.  Pria itu segera bergabung dan duduk di samping Freya.

"Sayang, bagaimana operasinya berjalan lancar?" ucap Freya.Sosok laki-laki yang baru saja tiba itu adalah dokter Gilang suaminya  Freya.

   Patria mengamati interaksi antara Freya dan Gilang.tentunya dengan masih wajar datarnya. jujur saja Patria merasa marah melihat laki-laki itu.Dokter Gilang tentunya. Tapi Patria merasa heran dengan panggilan Freya terhadap pria yang baru saja tiba." Sayang.,apa lagi ini!?"

Ada rasa binggung dalam hatinya patria.

 Tapi tetap saja emosi dan cemburu mendominasi pikiran patria saat ini.Ingin rasanya patria menghajar pria tersebut sampai babak belur.

Pasalnya pria itu adalah pria yang ada dalam foto bersama dengan Agreta

     Dalam foto tersebut Agreta sedang tersenyum bahagia membuat hati patria semakin panas.untung saja patria masih terpisahkan oleh meja dan kursi.jika tidak sudah bisa di pastikan akan terjadi aduh jotos.

   Siska yang melihat Patria semakin tidak bisa menahan tawanya, begitu pun dengan Freya.

"Ada apa,?apakah saya melewatkan sesuatu yang penting?" tanya Gilang setelah melihat tingkah istrinya yang sedang menahan tawa.

"Kamu kenalan dulu sama suaminya Geta" saran Freya kepada Gilang.

"Ini suamiku Gilang." ucap Freya.

Dengan santai Gilang menjulurkan tangannya kepada Patria.

"Saya Gilang, suaminya Freya dan juga sekaligus temennya Siska dan Geta tentunya." Gilang memperkenalkan dirinya.

    Bak bunglon raut wajah Patria langsung berubah dengan cepat setelah mendengarkan perkataan Gilang.patria langsung menyambut uluran tangan Gilang.

"Saya Patria suaminya Geta." Patria berubah kikuk mendadak. "Patria saya Siska,dan Gilang adalah sahabat dekatnya Geta." ucap Freya memperjelas status hubungan Agreta dan Gilang.

    Siska langsung tertawa melihat tingkah Patria. Satu sisi Siska marah dan kesal tapi di sisi lain Siska kasian melihat Patria yang mendadak berubah kaku.

  Gilang yang mendengar tawa dari Siska spontan bertanya.

"Ska ada apa.,ada yang lucu?"

"Yang, masalahnya kamu itu menjadi salah satu pria selingkuhan Geta!," ucap Freya menjelaskan kenapa siska tertawa.

"Apaaaa? lelucon macam apa ini.Sama sekali tidak masuk akal." Gilang kaget mendengar ucapan istrinya.

"Tapi itu benar,kamu menjadi salah satu pria yang tertuduh." Ucap Freya lagi sambil tersenyum.Freya langsung menunjukkan foto  kebersamaan Gilang dan Agreta.

"Astaga!" Hanya kata itu yang bisa terucap dari mulut Gilang, tak percaya.

Gilang yang tadinya sudah menyusun rapi kata-kata yang akan  diucapkan pada Patria buyar seketika.Gilang menatap Patria dengan tatapan tak percaya.

     Sedangkan Patria semakin mematung.Dean yang melihat Patria merasa kasian. "Patria coba kamu perhatikan lagi foto itu." tunjuk Freya pada lembaran foto yang masih terletak di atas meja.patria mengamati dengan enggan.perasaan malunya menguasai hatinya. "Itu foto pas di rumah sakit, depan pintu masuk rumah sakit lebih tepatnya, " ucap Freya memberikan keterangan. "Sedangkan foto yang itu." Freya menyerahkan foto yang di maksud pada Patria. "Itu adalah foto yang di ambil dalam restoran ini." sambung Freya lagi.

Patria tidak bisa berkata-kata lagi, dengan perasaan yang entah apa yang dirasakan patria memijit pelipisnya sambil menarik nafas panjang.

"Saya dan Gilang sengaja bertemu dengan Geta di tempat ini, karena sejak kami tiba di Jakarta Gilang sudah di sibukkan dengan kerjaannya sehingga belum sempat bertemu dengan Geta, hanya saya yang sudah bertemu dengan Geta.dan saya dan Gilang bertemu dengan Geta tiga hari sebelum Geta masuk rumah sakit " Freya menceritakan bagaimana pertemuan Gilang suaminya dengan Agreta.

"Patria apakah kamu memiliki musuh atau apakah kamu tahu ada orang yang tidak menyukai mu?" Tanya Dean mencoba menetralisir suasana kaku Patria.

"Sejauh yang saya tahu saya tidak memiliki musuh atau saingan bisnis dengan orang lain " ucap Patria.

"Kamu yakin tidak ada orang yang ingin mencelakai mu dan Agreta?" Dean menyambung  pertanyaannya lagi 

"Saya yakin, sejauh ini saya tidak menemukan orang yang mencurigakan dari teman maupun rekan bisnis saya." Patria dengan tegas menjawab pertanyaan Dean.

    Sejujurnya dalam hatinya Patria saat ini dia ingin menghilang dalam sekejap.seandainya di situ ada lubang persembunyian ingin rasanya patria masuk kedalam sana.dan jika saja Patria memiliki mantra menghilangkan diri sudah dari tadi Patria membaca kalimat sakti itu. Patria merasa malu, sangat malu semua bukti perselingkuhan Agreta bisa terbantahkan tanpa ada keraguan sedikitpun.

"Apakah kamu masih berhubungan dengan Anggie?" Tiba-tiba Dean menyebutkan nama Anggie.

Patria tersadar dari lamunannya.

"Dari mana kamu mengenal Anggie?" Patria justru balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Dean.

"Anggie adalah salah satu model yang berada dalam naungan rumah mode milik saya.dean memberikan jawaban atas pertanyaan Patria.

"Patria sebaiknya kamu jauhi wanita itu,dia bukan wanita yang baik." Dean memperingatkan Patria.

Patria menatap heran pada Dean.

"Hanya itu yang bisa katakan.,saya juga baru tahu tentang Anggie," sambungan Dean menjawab tatapan mata Patria.

Bersambung.....

1
Flora Evi
👍
Ruzita Ismail
Luar biasa
martina melati
satu persatu awalny teman, sohib sampe akhirny putus hubungan (uncommunication) itu yg dialami saya pribadi.
martina melati
adakah pertemanan spt itu???
dlm novel ato drama saja kykny... maaf, bukan persimis thor!
martina melati
bukanny dion thor???
gio kn mantan tunangan
Lestari Ami'ne Zia
ini moga awal yg bgs
Tiur Lina
CEO tapi otaknya nggak jalan selidiki dong.. hadeuh
Woro Wardani
Luar biasa
arthiagucia
maaf ya baru bisa bls🙏
Dehan
tips dukungan dari iklan sudah mendarat buat author, biar novel ini makin up meskipun sudah tamat ya thor..
Dehan
tetap semangat patria meskipun agreta sedang tidak ada
Dehan
tidak semudah itu anggie
Dehan
baca judul bab nya jadi teringat lagunya st12.. rasa yang tertinggal
yaelahhh 😅😅
Sunmei
3like hadir semangat k
Dehan
😭😭😭
kejam x kata katanya
arthiagucia: aku juga nangis😭😭
total 1 replies
Dehan
hadehhh kasihan bgt agreta udah semangat mau mrnyambut suami, gak taunya suaminya ucapannya kasar bgt
arthiagucia: sedih banget denger ucap Patria 😥
total 1 replies
Dehan
wkwkwk emang gt kalo udah kangen sama sahabat, aku juga sering gitu nanyanya kayak wartawan 😂😂
Dehan
semangat agreta kamu harus kuat..
arthiagucia: semoga Geta kuat❤️😥
total 1 replies
Dehan
hallo thor, maaf ya aku baru mampir lagi, lanjut baca ya thor..
arthiagucia: terimakasih masih mampir🙏❤️
total 1 replies
Maya●●●
semangat kak
arthiagucia: terimakasih 🙏❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!