Aisyah, seorang gadis cantik dari keluarga yang sederhana. Diumurnya yang ke 17 tahun, ia harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya harus bercerai, dan itu sangat melukai hatinya. Sangat sulit baginya untuk mencerna apa yang telah terjadi kepada kedua orang tuanya.
Diumur Aisyah yang terbilang masih remaja kecil, Aisyah harus memikul beban yang sangat berat. Ia harus menjadi tulang punggung keluarganya.
Bagaimanakah nasib seorang anak seumuran dia harus memikul tanggung jawab seberat ini?
Simak terus kisahnya hanya di Noveltoon.
Follow ig author ya
@rafizqi0202
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Resmi Menjadi Dokter
Setelah beberapa bulan berlalu.
Aisyah pun resmi dinyatakan sebagai pegawai tetap di rumah sakit Xx, tempat ia bekerja sekarang sebagai Dokter Ahli Dalam.
Ya, bukan usaha yang mudah untuk sampai di titik ini. Anak yang berasal dari keluarga yang patah, bahkan selalu di rendahkan karena kesalahan orang tuanya hingga membuat mental seorang anak bahkan terganggu dengan masalah yang menimpa dirinya dan keluarganya.
Kini Aisyah sudah memetik buah dari hasil kesabarannya serta perjuangannya selama ini dalam mengubah kehidupannya.
Banyak sekali anak di luaran sana mengalami hal yang sama seperti dirinya, namun tidak sedikit yang memilih kejalan yang salah untuk mencari kesenangan sesaat yang bisa merusak masa depan dirinya.
Hanya rasa ikhlas dan saling menerima keadaan lah yang menjadi pembatas antara rasa dan perilaku seseorang dalam bertindak. Namun, seringkali rasa ikhlas itu sulit mereka terima sehingga membuat mereka memilih jalan pintas untuk mencari kesenangan di luaran sana tanpa berpikir panjang akan masa depan yang akan ia terima nantinya.
Namun, siapa yang harus di salahkan karena ini? Tidak ada.
Hanya KESADARAN DIRI MASING-MASINGLAH! Yang harus di terapkan di dalam diri kita. Mau itu orang tua yang memilih berpisah, atau pun seorang anak yang menjadi korban.
Sebagai orang tua, sadar bahwa perpisahan yang mereka pilih itu pasti akan melukai sang anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua berperan langsung dalam memperhatikan anak-anaknya lebih dalam serta memberikan pengertian yang lebih mudah mereka pahami.
Sebagai seorang anak, perlu di sadari bahwa diri kita tidak boleh egois. Mungkin ada beberapa Masalah yang tidak kita ketahui. Dan mungkin juga ada rasa saling memberatkan dari salah satu orang tua kita sehingga perpisahan adalah jalan terbaiknya bagi mereka. Ini memang berat, dan mungkin sangat berat untuk kita terima. Namun, belajarlah untuk ikhlas menerima takdir sang ilahi, maka hal baik pun akan datang kepada diri kita.
\
"Permisi Buk. Ada pasien yang baru masuk mengalami serangan jantung" Ucap seorang suster yang baru masuk ke dalam ruangan Aisyah.
"Baik sust, nanti saya akan menyusul kesana" Balas Aisyah.
Suster itu pun pergi setelah mendapatkan jawaban dari Dokter Aisyah.
Di dalam ruangan UGD. Terlihat beberapa perawat sibuk memberikan pelayanan kepada pasien serta memberikan pertolongan pertama untuk pasien. Tidak beberapa lama, Aisyah pun datang.
"Dok! Pasien sudah semakin lemah" ucap perawat itu.
Aisyah mengangguk mengerti, lalu berjalan mendekati pasien. Namun seketika langkahnya terhenti, kala mendapati siapa yang sudah terbaring di kasur itu.
"Ayah!" Gumam Aisyah tidak percaya akan apa yang ia lihat. Ternyata pasien yang sakit adalah ayahnya sendiri. Setelah 7 tahun tidak bertemu, kini di pertemukan dalam keadaan sakit seperti ini.
"Dimana keluarga pasien yang mengantar?" Tanya Aisyah kepada perawatnya.
Perawat itu pun menjawab, "Pasien tidak di antar oleh keluarganya Dok. Tapi di antar oleh tetangganya"
Mendengar itu, Aisyah merasa kasihan. Lalu tanpa berpikir panjang, Aisyah langsung memberikan pertolongan kepada ayahnya. Berbagai cara ia lakukan agar ayahnya terselamatkan, dan akhirnya dengan usaha keras Aisyah, ayahnya bisa di selamatkan olehnya.
Beruntung! Tetangga ayahnya membawanya dengan cepat ke rumah sakit, jika tidak mungkin ayahnya kini tidak akan terselamatkan lagi.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Maaf ya teman-teman, mungkin cerita ini banyak yang aku skip dengan alur cepat. Itu karena Author berencana cerita ini gak akan banyak bab nya, dan akan tamat di bab 50 an. Kalaupun lanjut, itu akan ada season keduanya yang akan aku tulis di sini juga.
Happy reading 🥰
aku di tinggal ayah dan ibu semenjak berpisah aku dan sodara" ku di rawat nenek kakek dari ibu singkat cerita aku sudah berumah tangga dan punya anak dua lalu ayah ku datang sudah sakit keras gagal ginjal aku rawat di bawa ke rumah sakit bergantian sama sodara" ku yg sekota kadang adik ku yg bawa ke rumah sakit untuk cuci darah seminggu dua kali kalou pulang bapak tetap mau ke rumah ku ga mau tinggal di anak yg lain terus yg 2 lagi kakak dan adik laki" ku tinggal nya di Kalimantan
kakak dan adik ku ngirim uang buat keperluan bapak kita gotong royong saling menjaga bapak..
aku suka kesel kalou ingat ibu tiri dan anak dari bapak mereka semua membuang bapak ku ketika bapak sakit keras😭 ko ada yah perempuan sekejam ibu tiri ku kirain di novel saja😂 sebelum bapak menghembuskan napas terakhir nya beliou mengaku bahwa menyesal karna telah menelantarkan kami anak" nya kalou inget bapak sekarang saya cuman bisa berdoa
bapak belum lama pergi belum ada 100 hari Al-Fatihah buat bapak ku🤲😭🙏