NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy Eng

(Spin off dari The love story'of Single Parents)
Disarankan membaca novel The love stroy of single parents dulu, agar mengetahui bila Raka dan Jodhi itu tidak bisa terpisahkan.

🌺🌺🌺


Novel ini bergenre Romantis Dewasa, dengan membaca ini, pembaca berarti telah mengerti jika jalan cerita membutuhkan kebijaksanaan yang lebih.

***
Galuh, wanita itu merasa hidupnya hancur kala mengetahui jika suaminya telah menikahi wanita lain secara siri tanpa sepengetahuan dirinya.

Hingga takdir mempertemukan dirinya dengan duda yang notabene merupakan Ayah dari murid tempat dia mengajar. Bisakah mereka bersama? Saat rival masing-masing menghantam tak kenal kasihan?

***

Cintanya yang bertepuk sebelah tangan kepada Lintang membuat Jodhi memiliki sedikit dendam kepada teman semasa SMP- nya itu. Tak di nyana, di masa depan ia bertemu dengan Lintang yang menjadi wanita malam.

Kejadian fatal malam itu membuat Lintang harus mengandung benih dari Jodhi. Sialnya, Jodhi harus kehilangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Eng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Kalah telak

Bab 30. Kalah telak

.

.

.

...🌺🌺🌺...

Kediaman Rio

"Citra!!" Seorang anak perempuan sebayanya melambaikan tangan.

Citra begitu percaya diri sekali sore ini, ada Bu guru yang menjadi temannya, dan juga Ayah yang rupanya ikut meski sebenarnya malah mengganggu. Begitu pikir Citra.

" Wah kamu datang sama siapa?" Tanya Fany. Temannya di perumahan dulu, yang sudah pindah ke TK lain, yang juga di undang ke acara Rio.

" Sama Bu Guru sama Ayah!" Ia berjumawa. Menunjukkan ke arah belakang dimana Bu Guru cantik tengah berjalan sambil menyapa para ibu-ibu lain yang sebenarnya tak saling mengenal itu.

" Ayo anak-anak masuk dulu ya!!!" Untuk para orangtua bisa menempati tempat yang sudah di sediakan!" Tutur MC kawakan yang sudah di sewa oleh keluarga Rio.

Citra melambaikan tangannya ke arah Galuh, sebagai tanda izin untuk masuk lalu melesat ke dalam, sambil membawa kado untuk Rio pastinya. Wah senangnya!

.

.

Galuh tadi masuk terlebih dahulu bersama Citra yang sudah tidak sabar, demi melihat badut-badut lucu dan riuh rendah suara anak-anak dari dalam. Meniggalkan Raka yang masih memarkirkan mobilnya seorang diri.

Rio bukanlah teman satu sekolah Citra. Bocah laki-laki yang kini sudah duduk di TK B itu merupakan anak orang yang dulu sempat bertetangga dengan mereka, sewaktu mereka masih menempati rumah yang lama.

Galuh hanya mengangguk seraya tersenyum, saat para orang tua yang lain tengah menatapnya dan menyapa dengan anggukan.

" Siapa itu?"

" Tadi datang sama Citra, apa calon ibunya?"

" Nah itu Ayahnya di depan!"

" Beneran calonnya kayaknya, itu bajunya aja samaan!"

Kasak-kusuk rempong itu terdengar membuatnya menjadi tak nyaman. Sungguh, jika bukan karena kasihan dengan Citra, ia ogah dipaksa datang kesana. Apalagi dengan pria culas macam Raka. Hih, never ever!

" Pak Raka, apa kabar?" Sapa salah seorang ibu-ibu yang bergaya rempong dan terlihat sudah akrab dengan Raka.

" Eh Bu Setyo, saya baik. Ibu apa kabar?" Raka menjawab seraya menjabat tangan wanita gembul itu.

" Saya baik, wah..lama enggak ada kabar tahu-tahu Citra sudah mau punya ibu baru ya?" Ucap Bu Setyo melirik Galuh yang terlihat terkejut.

" Emm Bu Sa...!"

" Ah bisa aja Bu Setyo ini. Pak Setyo apa kabar? Masih berdinas di sini kan?" Sahut Raka yang membuat ucapan Galuh menguap. Pria itu benar-benar sialan!

Apa-apaan pria itu, kenapa dia malah tidak menyergah ucapan wanita gembul itu sih? Bagiamana nanti kalau orang lain salah paham?

Melihat ia sama sekali tidak di gubris, membuat Galuh lebih memilih beranjak dan menuju toilet. Ia tentu tak mau mendengar kelakaran Raka bersama para ibu-ibu rempong yang menurutnya garing itu.

Teman Citra rupanya anak orang kaya, tapi Galuh sedikit heran. Mengapa pestanya di gelar di rumah? Kenapa tidak di gedung? Ah entahlah, Galuh tidak mau ambil pusing. Kini ia lebih memilih untuk menepi saja, sebab keadaan disana sangat kurang nyaman.

Ia kini telah berada di dalam kamar mandi tamu, yang sudah di tunjukkan oleh seorang ART yang standby di samping tangga.

Galuh menatap pantulan dirinya di cermin. ia terlihat tidak buruk, tapi mengapa mas Adi sama sekali tak pernah melihatnya? Bayangan mas Adi mendadak muncul di pikirannya. Tentang dia yang senyam-senyum sendiri, saat membaca suatu pesan.

Juga ucapan Resti beberapa waktu lalu, makin membuat dirinya gusar, resah dan tak tenang.

" Kenapa pergi?" Ia membulatkan matanya demi mengetahui jika Raka rupanya membuntutinya ke toilet.

Astaga pria ini!

" Kenapa mengukutiku?" Tanya Galuh tak kalah sebal. Menatap sengit ke arah Raka yang berwajah kaku.

" Ponselmu terus bergetar, jadi aku terpaksa mencarimu. Dari siapa? Pacar?" Tanya Raka seraya menyerahkan ponsel Galuh dengan alis terangkat sebelah.

Galuh menyaut ponsel itu dengan wajah tak suka. Untuk apa pria ketus itu kepo dengan urusannya. Lagipula, Galuh masih kesal saat dengan tanpa merasa bersalah, Raka main ngeloyor masuk kamar Citra saat ia berpakaian ketat seperti itu.

Dasar kurang ajar!

" CK, selain kurang ajar anda ini juga tidak beretika ya rupanya. Apa begitu etika seorang guru? Ada orang yang bertanya, tapi di acuhkan!"

Cibir Raka seraya melipat kedua tangannya ke dada. Menatap Galuh seraya mengangkat alisnya sebelah.

Membuat Galuh jengah.

" Apa begitu etika seorang CEO Delta Group? Sesudah berani melihat yang bukan seharusnya, namun tidak merasa bersalah sama sekali?"

Galuh melesat pergi usai mengucapkan perkataan yang membuat Raka kalah telak itu.

Double Damned!

Raka seketika dibuat mingkem demi mendengar ucapan Galuh yang selalu menohok.

.

.

.

To be continued...

1
Khairul Azam
astaga naga mulutnya,
Khairul Azam
itu nanti tau rumah yg ditinggali lintang jhodi semakin bertambah rasa bersalahnya
Khairul Azam
melok nangis aku, bener" sensitif banget aku klo menyangkut anak dan keadaan seperti lintang ini, dulu aku jg seperti itu, pisah sama mantan suami pas anakku umur kurang dua bulan, aku keluar dari rumahku sendiri cuman bawa anak gak punya uang, pas anak umur 9bln aku krj Alhamdulillah skrng aku bisa nyukupi anak punya tabungan punya kebun, dan mantan suamiku skrg hidupnya ya begutu" saja. iihh jd curhat
Khairul Azam
heran ya sama orang" itu, makan jg gak minta mereka
Khairul Azam
udah baca aku, bagus jg ceritanya
Khairul Azam
aku pas baca mas kawinya langsung tak hitung 😅😅😅
Khairul Azam
bukan nya waktu galuh nyamperin si adi sama maya, waktu itu si maya udah hamil ya? lha kq numpk skrng blm lahir jg
Khairul Azam
kasihan dwwi dia masih kecil gak tau apa" kenapa ditaruh panti asuhan, meski bukan anak kamdungnya kenapa gak dirawat aja orang anak kecil
TongTji Tea
astagaa...sambil makan pecel aku pas baca ini untuk kesekian Kali nya 😩😓.kawusss tenan.
Mommy Eng: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
TongTji Tea
Disini aku jadi meragukan Jodi. badboy beneran Nggak sih? padahal kalo badboy itu biasanya lebih peka ,lebih antisipasi .Bukan sekedar ena2 aja .Jadi kalo mudah banget masuk perangkap Dewi y jodhi ini Masih amatiran 😂
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
he eh...😊 nikmat mana lagi yg kamu dustakan
Siti Zubaedah
Luar biasa
Egi Zen
aku ingin kisah Denok dan Jojon dan rumah baru lintang dan mantan2 jodhi
Irawati Soetojo
Sampai kemekel.....astaga
Phiphiet Safitri
Luar biasa
Cha Zharaa
kok jd kpikiran itu calist ya
Muhammad Jain
Kecewa
Mommy Eng: kak jika tidak suka tolong jangan kasih rate dua. Tinggalkan saja dan tidak usah baca
total 1 replies
Widia Annisa Santoso
akhirnya berakhir dg bahagia...🥰
Ennyyl
AQ kok keingat Tini ya. kalau ada mbk denok
Khairul Azam: hahhahh sama, novelnya juskelapa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!