Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.
Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.
Fina menjadikan Anjani sebagai sahabat, begitu juga Fino yang mau berteman dengan Niko. Hingga keduanya memperebutkan anak dari mantannya masing-masing untuk dijodohkan dengan calon anaknya kelak.
Anak dari mantannya siapa yang akan di jodohkan kedua pasangan itu.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPILOG DAN ENDING 34.
Secara ini Rahma kaget, kenapa guru Fisika itu tidak menghukum Fina? Padahal Fina kemarin tidak masuk sekolah, lalu siapa yang sudah memberitahu PR itu padanya?
"Kenapa Rahma?" Tanya Fina dengan wajah seperti orang ingin meledek.
"Enggak"
"Kamu mau saya dihukum guru itu ya kan?"
"..." Rahma terdiam. Emang keinginan kecil nya Rahma seperti itu.
"Dari pada ngurusin hidup saya dan ngejar cinta pria yang sudah mau menikah, saran dari saya mending kamu urus diri kamu sendiri, saya juga mau bilang sebentar lagi ada laki-laki yang datang untuk kamu" Fina tidak memberi tahu siapa orang itu, tapi yang jelas dia tahu siapa orangnya.
Disini Rahma mengerut kening. "Siapa? saya sekarang sudah tidak mau pacaran"
"Ada orangnya nanti, kamu harus menerima kenyataan ini Rahma, semoga kamu gak menyesal dengan apa kelakuan kamu pada saya"
Fina mendelik ke arah pintu yang terlihat ada Anjani yang akan mengajak nya ke kantin bersama.
Sedetik kemudian, Fina menghampiri Anjani di ambang pintu kelas itu. Meninggalkan Rahma yang masih betah dikelas.
Sisi lain, Rahma seperti sudah kehilangan kepercayaan dari teman terdekat nya karena salah mengambil keputusan.
Mulai dari berteman dengan Niko, yang awal nya hubungan Rahma dengan Niko menjadi semakin dekat setelah kerja kelompok di rumah Fina, Mereka juga pernah pacaran sebelum putus karena Rahma hanya menjadi pelampiasan Niko saja.
Rahma mengakui salah membawa perasaan karena Niko terus memperhatikan nya. Ini salahnya, bukan salah Rahma. Niko seolah sudah membuka pintu hatinya, dan itu Rahma berhasil masuk ke dalamnya.
Lalu yang kedua, Rahma agaknya menyesal karena sudah mengusik pertemanan Fina dengan Eca pada saat itu. Andai saja ia tidak menjatuhkan Eca dari tempat duduk, mungkin saja Fina akan tetap menjadi teman baiknya sebelum digantikan oleh Anjani.
Ada maksud dan tujuan tertentu Fina milih berteman dengan Anjani.
Ketika di satu bulan kemudian...
Alur novel ini tidak melulu tentang hubungan pernikahan usia belia antara Fina dengan Fino, sebelumya ada Choki dan Eca yang menikah diusia belia juga.
Sekarang juga, Anjani dengan Niko yang sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Sekolah kok menikah?
Terlihat tamu undangan ada sesosok Eca dan Choki yang turut diundang sama mempelai wanita, itu juga permintaan dari Fina.
Yap, disinilah penentuan nya. Sebagaimana Fino ingin kisah cintanya sama dengan kisah dari orang tua nya.
Dimana kedua orang tua mereka sudah berhasil menyatukan para mantannya untuk menjodohkan anak dari masing-masing pasangan.
Dari mantan Fina yang bernama Choki, dia sudah berteman baik dengan Fino.
Sisi lain mantan Fino bernama Anjani, juga sudah bersahabat dengan Fina.
EPILOG.
**
"Jan, kalau kamu punya anak tolong jodohkan dengan anak saya ya"
Secara Anjani bingung dengan perkataan itu, padahal baru saja ia menikah, dan belum kepikiran untuk buat anak. "Saya gak tau bisa apa engga keluarin anak dari perut saya, saya takut di sesar, kata mama saya itu serem"
"Kalau pasti bisa melewati nya An!" Kata Fina.
"Fin jangan buru-buru lah, kita juga belum tau jenis kelamin anak-anak kita seperti apa" Timpal Fino.
"Kau enak sudah ada pegangan kandungan dari istrinya Choki, lah saya?"
"Tenang saja Fin, malam nanti saya sudah siapkan obat perangsang untuk menambah gairah nya Anjani"
"What the—"
Lima tahun kemudian...
"GAVIN!! GIBRAN!! Dimana kalian sayang! Ayo cepat makan sore dulu!"
"..." Tidak ada sahutan dari anak kembar nya Fina. Sebagimana mama muda yang kini sudah berusia dua puluh tiga itu kelimpungan mengurus anak yang sedang masa-masa aktif nya.
Sementara kedua anak itu ada di tempat yang berbeda.
"Clara kamu dimana!" Teriak Gibran.
"Disini!" Jawab Clara, putri sulungnya dari Eca.
Disaat yang bersamaan Gibran menghampiri Clara di saluran air tempat mereka mencari ikan.
Kaki Clara tiba-tiba terpeleset, dan menangis sambil pegangan tiang penyangga di dekatnya. Dari situ Gibran langsung turun untuk menolong gadis kecil itu.
Sedangkan dari anak lain yang Gavin.
"OM JANGAN CULIK VIVIAN!" Teriak Gavin ketika melihat Vivian sedang dibawa orang tak dikenal.
Vivian menangis takut akan diculik. Hanya saja teriakan dari Gavin sukses membuat orang sekitar langsung menolong Vivian.
Tak lama Gibran dan Gavin kembali ke sisi ibunya. Fina sangat bersyukur dengan kembali nya sang anak kembar.
Tapi tunggu dulu..
"Gavin? Siapa itu?" Tanya Fina.
"Ini Vivian mah, teman baru aku mah"
"Vivian kamu anaknya siapa nak?" Tanya Fina.
"Anaknya mamih Rahma" Jawab gadis kecil itu.
Sedangkan dari arah lain, gadis kecil yang terlahir dari rahim Anjani berteriak memanggil nama Gavin. Gadis itu berlari dan mendekat untuk mengajak Gavin main.
ENDING.