NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / CEO / Pernikahan Kilat / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: lala_syalala

S1~ BAB 1- BAB 66
.
Karena sebuah perjodohan menyatukan dua manusia yang tidak saling kenal, sang wanita yang cantik dan ceria harus di pasangkan dengan pria tampan namun sangat dingin dan cuek dan juga seorang dokter sekaligus direktur rumah sakit milik keluarganya.

Dengan merahasiakan pernikahan mereka apakah semuanya akan baik-baik saja?

🥕🥕🥕

S2 ~ BAB 67 - BAB 117
.
Mencintai pria dengan perbedaan kasta yang tinggi membuat Thea harus memendamnya dan tak boleh membiarkan perasaannya menghancurkannya tetapi pria tersebut terus terbayang di benaknya, bagaimanakah perasaan mereka berdua apakah saling mencintai atau tidak.

Yukkk kepoinnnn ceritanya!!

🥕🥕🥕

Follow Instagram @lala_syalala13
Follow TikTok @Lala_Syalalaa13
Follow Facebook @Lala Syalala

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PR S1 BAB 29_Meminta Izin

Pagi harinya mereka berdua sudah siap dengan Raka yang menuju ke kantor sedangkan Vania pergi ke rumah orang tuanya, tapi Raka memilih untuk mengantar terlebih dahulu sang istri dan memastikan sang istri baik baik saja sampai tujuan agar dia tenang nantinya di rumah sakit.

"Kamu di sini aja ya, nanti biar aku jemput kalau udah pulang dari rumah sakit." sahut Raka saat memarkirkan mobilnya di depan rumah mama Devi dan papa Wildan.

"Iya, kamu gak mampir dulu?" ucap Vania.

"Nanti aja waktu ****** kamu ini aku udah telat soalnya," jawab Raka.

"Ya udah aku keluar dulu, kamu hati hati ya di jalan terus semangat kerjanya!" ucap Vania keluar dari mobil mewah tersebut.

Setelah itu Raka pun melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit karena dia hampir telat.

Saat di rasa mobil Raka sudah menghilang Vania pun masuk ke dalam rumah minimalis yang dulu pernah ia tempati dengan keluarganya itu dengan membawa tas cukup besar berisikan oleh oleh pastinya.

"Selamat pagi," sapa Vania saat sampai di meja makan karena keluarga nya sedang sarapan bersama dengan Alina pastinya yang sedang di timang sama kak Indri.

"Dek, kamu bisa gak sih dateng itu tenang dikit!" ucap bang Danar karena adiknya satu ini selalu saja buat keributan kalau datang.

"Bang Danar ini cerewet banget sih ih," lanjut Vania.

"Ini aku bawain oleh oleh!" sahut Vania dengan memberikan sekantong kresek besar.

"Wah yang habis honeymoon nih," goda bang Danar.

"Iya, dong." jawab Vania sedangkan mama Devi dan papa Wildan pun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak anaknya.

Kemudian Vania pun beralih ke Alina setelah ia tadi mencuci tangannya tadi pastinya agar ia tetap bersih.

"Halo, Alina sayang. Sini sama kak Vania yuk," ucap Vania mencoba menggendong Alina itung itung latihan buat gendong anaknya nanti.

"Kakak ya tante lah dek kamu kan adek abang," ucap bang Danar tak terima jika sang anak harus memanggil Vania dengan sebutan kakak hang menurutnya sudah tua.

"Iya iya tante, gak terima nya sih!"

Vania pun menggendong Alina dengan di bantu kak Indri lah pastinya karena ini adalah kali pertama baginya menggendong anak yang masih sangat kecil sekali.

Rasanya gemas bukan main bagaimana bisa bayi mungil seperti Alina ini keluar dari rahim seorang wanita bahkan anaknya kelak juga pastinya akan keluar dari rahim kecilnya membayangkan saja Vania sudah terasa aneh dan juga ada sedikit ketakutan di dalam hatinya.

"Dek, seorang wanita itu kodratnya adalah melahirkan jadi kamu jangan sampek takut ya buat hamil dan melahirkan," sahut kak Indri menasehati adik iparnya saat mereka di ruang keluarga dengan Alina di gendongan Vania.

"Iya, kak. Aku sama Raka juga sedang berusaha doakan ya biar nanti Alina ada temennya," ucap Vania.

"Amin, dek."

"Sayang, suami kamu mana kok gak ada?" tanya papa Wildan setelah dari meja makan tadi.

"Dia langsung ke rumah sakit pa soalnya ada urusan penting tapi nanti ke sini waktu jemput Vania," jawab Vania.

"Ya sudah kalau begitu."

Setelah itu Vania pun kembali bermain dengan Alina ponakan kesayangannya.

"Kak aku bawa pulang aja ya Alina," sahut Vania karena merasa gemas dengan Alina.

"Enak aja," sahut bang Danar.

🥕🥕🥕

Sedangkan di sisi lain Raka sudah berada di rumah sakit dengan jas dokter kebanggaannya, hari ini akan ada rapat penting yang nantinya membahas tentang penyaluran dokter dan juga suster di wilayah bencana yang terdapat dari bencana tsunami susulan yang cukup parah di perbatasan membuat orang orang di sana memerlukan tambahan tenaga medis.

"Semua dokter dan suster yang sudah mendaftar di sini akan berangkat lusa dan saya juga akan berpartisipasi dalam bantuan ini jadi saya harap untuk dokter Chris yang nantinya akan menggantikan semua tindakan yang saya lakukan." ucap Raka.

Dia memang sudah memikirkan berulang kali tentang perginya dia ke daerah bencana, ini adalah tugas mulia jadi dia akan meminta izin kepada sang istri dan meyakinkan bahwa dia akan baik baik saja karena Raka juga tidak tega jika harus melihat banyaknya korban jiwa yang terus berjatuhan.

"Tuan, apakah tuan yakin untuk pergi ke daerah tsunami tersebut?" tanya Rizky saat mereka sudah berada di ruangan Raka.

"Iya, saya yakin."

"Lalu bagaimana dengan nona muda tuan? Apakah beliau juga tahu?" tanya Rizky.

"Vania belum tahu tapi akan segera saya beri tahu, dan saya akan menugaskan kamu untuk mengelola perusahaan dan juga rumah sakit, mungkin saya akan sulit di hubungi jadi lebih baik kamu berkomunikasi dengan papa saja," ucap rak panjang lebar.

"Baik, tuan."

Setelah itu Rizky pun keluar dari ruangan Raka meninggalkan Raka sendirian dengan hatinya yang tidak tenang karena dia lagi lagi harus meninggalkan sang istri apa lagi ke daerah bencana.

🥕🥕🥕

Malam harinya Raka menjemput Vania ke kediaman keluarga Pradipta. Setelah mengetuk pintu dia pun di persilahkan untuk masuk dan langsung melihat sang istri dengan telatennya sedang menggendong Alina anak dari kakak iparnya.

"Sayang," panggil Raka dari belakang sang istri membuat Vania sedikit terkejut.

"Astaga, kamu kenapa ngagetin sih." ucap Vania namun tetap menimang Alina hang ternyata sudah tertidur di gendongan Vania.

"Cantiknya ya," sahut Raka menoel pipi gembul keponakan iparnya itu.

"Eh ka jangan di toel gitu dong pipi anak gw kebangun nanti tidurnya udah dari tadi gak bisa tidur tuh anak di ajak main Vania terus sekalinya tidur malah minta di gendong Vania," sahut bang Danar kesal karena sang anak tidak mau sama sekali dengan dirinya.

"Dari tadi kamu gendong Alina?" tanya Raka dan langsung mendapatkan anggukan dari Vania.

"Sini sama aku aja kamu pasti capek kan," sahut Raka mengambil alih Alina.

Mama Devi, papa Wildan, kak Indri dan juga bang Danar yang melihat anak dan menantunya itu sangat serasi sekali bahkan mereka seperti lupa dengan uang lainnya dan juga seperti Alina adalah anak mereka bukan dari bang Danar.

"Eh kalian kalau mau mesra mesraan jangan bawa anak Abang bisa gak kasihan tahu," sahut bang Danar memecahkan keromantisan Vania yang sedang menyuapi Raka makan malam.

"Siapa yang romantis an coba, ini aku kan lagi nyiapin suami aku dia kan gak bisa makan kak soalnya gendong Alina," bela Vania.

"Terserah."

Setelah beberapa saat Raka dan Vania juga izin pulang karena malam hari semakin larut takutnya nanti malah kelamaan di jalan.

"Ma, pa. Vania balik duluan bang, kak!"

"Iya, kamu hati-hati ya sayang." pekik mama Devi.

Setelah itu mobil yang di tumpangi Raka dan Vania pun melaju melaju menyusuri jalanan ibu kota hang sangat ramai dengan mobil mobil dan juga hari semakin malam tetapi keramaian semakin bertambah.

Setelah beberapa waktu mereka lun sampai di mansion keluarga Rasendriya, Raka berencana untuk memberitahukan tentang tugas mulainya sebagian relawan bencana alam kepada sang istri nanti setelah mereka bersih bersih dan berada di kamar.

Semoga saja Vania mengerti dan memahami tentang meminta izin nya untuk menolong sesama karena kalau bukan dokter siapa lagi yang membantu menyembuhkan pasien apa lagi pasien bencana yang terkena musibah dan tidak ada barang apapun yang bisa mereka selamatkan kecuali nyawa mereka.

.

.

.

TBC

1
selvysurya inten
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ahn Mo Ne
kenapa gak tegas sihh dokter Raka kan jadinya ulat bulu ngambil kesempatan
theresia05
kok permisi? harusnya halo ada orang????
nana supriyatna
Luar biasa
falea sezi
raka egois bgt tau jd bapak bodoh
Monica Dhea Amanda
Luar biasa
Susilawaty Rubba
Lumayan
Susilawaty Rubba
Kecewa
Erna Sudiastuti
Luar biasa
Anonim
Maksut kata hang itu ap ya
sri afrilinda
Kereen ceritanya thour... smngat buat cerita baru lg...😍😍😍💪💪💪
sri afrilinda
suka...😍
sri afrilinda
sampai disini suka sama ceritanya...😍
sri afrilinda
Awal yg bagus...🤗🤗
RithaMartinE
luar biasa
Inarairlan 0811
loh kan sblmnya vania crta m tmn2ny biar anjar g bcra mcem2... cz dewi liat cincin yg vania pake.. lah ini. gmn sii.. kgk jls niii.... mohon d perbaiki... pdhl dh seru tiap judulny
Babo Saram: aneh kan 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Hasra Ajalah
kisah melati dan kevin judul ny ap thor?
Ahza Ahza
Biasa
Ahza Ahza
Buruk
Ida Erwanti
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!