NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Perjodohan / Kehidupan di Kantor / Chicklit / Tamat
Popularitas:185k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti sihite

Lucas Davison baru saja diangkat menjadi seorang CEO di perusahaan Hanju group. Perusahaan ini bergerak di bidang hotel, mall dan restoran yang sangat populer di kota tersebut.

Sehingga Lucas membutuhkan seorang sekretaris yang bisa dia andalkan dan juga bisa ia percaya. Hingga pada akhirnya, ia bertemu dengan Marisa, wanita pemberani dan cantik. Namun sifat Marisa bertolak belakang dengan apa yang ia sukai, menurut Lucas Marisa tidak cocok untuk jadi seorang sekretaris.

Yok baca yok lanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Lucas memasuki kamar mandi, ia mencuci wajahnya lalu melihat pantulan wajahnya didepan cermin. Kemudian Lucas menyentuh bibirnya, "Ini bukan yang pertama kali aku mencium bibirnya, tapi kenapa" Lucas mencuci wajahnya kembali. Setelah itu ia keluar sambil melap wajahnya dengan handuk putih yang mengantung disana.

"Tuan baru mandi?" Marisa berjalan kearahnya dengan suara berat.

Lucas terkejut, "Kenapa kamu bangun?".

"Aku tidak bisa tidur, tapi mata ku sangat berat" jawab Marisa melingkarkan kedua tangannya di perut Lucas.

"Apa yang sedang kamu lakukan?".

"Memeluk mu, aku ingin memeluk mu" jawab Marisa hampir terjatuh kalau saja kedua tangan Lucas tidak menahan tubuhnya, kemudian Lucas melihatnya, Marisa malah tertidur pulas.

"Hhhmmsss, dia malah tertidur pulas" gumam Lucas mendengar ponselnya berdering. Lalu ia membaringkan tubuh Marisa diatas sofa. "Ada apa Jos?" jawabnya.

"Kamu dimana? kamu sudah pergi?".

"Tidak, ada apa?".

"Bisa kamu datang kemari? Rani sudah pergi".

Lucas melirik Marisa, "Mmmm, aku akan kesana" jawab Lucas mematikan ponselnya. Lalu meminta selimut kepada perawat yang bertugas disana, namun stop selimut mereka sudah kehabisan membuat si perawat minta maaf kepada Lucas.

"Oo, ternyata kita punya satu lagi" ucap salah satu si perawat itu membawa selimutnya keluar. "Maaf tuan, tapi kami hanya memiliki selimut tipis yang di gunakan umum. Bisakah tuan mengunakan ini saja?".

"Tidak apa-apa, berikan".

"Baik tuan" ia memberikan ditangan Lucas. Lalu membawanya, kemudian menaruhnya ditubuh Marisa. Setelah itu Lucas memasuki ruangan Jose, disana ia melihat sang sahabat sedang tersenyum lebar kepadanya.

"Duduk" ucap Jose.

"Ada apa?".

Jose tertawa senang memeluk Lucas dari samping "Bro, ternyata wanita yang dijodohkan dengan ku itu adalah Raniya hahahahah.. Aku tidak menyangka".

"Kamu bahagia?".

"Mmmmm, aku sangat bahagia begitu aku tau kalau dialah calon istri ku. Wah, ternyata pilihan orang tua tidak pernah salah bro. Sebaiknya kamu mengejar cinta putrinya tuan Malik, siapa tau dia jodoh mu".

"Hhhmmsss, hentikan membahas kesana. Aku tidak ingin mendengarnya" Lucas menyambar botol anggur yang berada diatas meja, lalu menuangnya diatas gelas, meneguknya sampai habis hanya dengan sekali tegukan saja. "Aarrkkhh, aku sangat mengantuk, malam ini aku akan tidur disini. Selama malam".

"Baiklah, karna malam ini aku sangat bahagia, aku akan menemani mu tidur disini, selama malam juga" senyum Jose menutup mata.

.

Pagi harinya Marisa membuka mata, ia melihat selimut berada diatas tubuhnya. "Siapa yang menaruhnya disini?" Marisa melirik kearah Elisabet yang masih terlelap dalam tidurnya. "Apa tuan Lucas? tapi kemana perginya dia?".

TOK.. TOK..

Ceklek!

"Pagi nona" ucap pelayan rumah Elisabet membawa keperluan tuannya.

"Pagi" balas Marisa tersenyum ramah. Ia pun segera melipat selimut yang ia gunakan, lalu ia melihat jas Lucas. "Apa dia pulang?".

"Nona, kami menaruh sarapan nona diatas meja. Jangan lupa memakannya selagi masih hangat".

"Iya, terima kasih".

"Sama-sama nona" angguk mereka.

Kemudian Marisa memasuki kamar mandi membasuh wajahnya, setelah itu ia keluar, ia melihat Elisabet telah terbangun dari tidurnya. "Selamat pagi nyonya Sabet. Tidur nyonya sangat pulas sekali".

Elisabet tersenyum, "Kamu tidak pulang?".

"Iya nyonya, semalam hujan turun sangat lebat membuat saya tidak bisa pulang. Dan Lucas juga datang kemari, tapi saya tidak tau dia sudah pergi".

"Lucas?".

"Iya nyonya".

"Dia pasti langsung pergi, kamu sudah sarapan? makanlah duluan".

"Iya nona, biar kami saja yang membantu nyonya Sabet" ucap sipelayan menyuruh Marisa sarapan terlebih dahulu.

"Terima kasih".

"Sama-sama nona".

Ceklek!

"Selamat pagi tuan" tunduk mereka kepada Lucas yang baru masuk.

"Dia sudah datang" gumam Marisa tersenyum kepadanya.

"Selamat lagi nyonya Elisabet, bagaimana tidur mu malam ini?" tanya Lucas.

"Aku sangat tidur pulas. Kamu baru dari mana? Marisa memberitahu ku semalam kamu datang kemari".

"Aku tidur diruangan teman Lucas. Hari ini kamu ada jadwal pemeriksaan, bersiaplah".

"Mmmmm" angguk Elisabet. "Kamu sudah sarapan? makanlah bersama dengan dia".

Lucas berjalan mendekati Marisa, ia menatapnya dengan tajam sampai membuat Marisa kebingungan dengan tatapan yang Lucas tunjukkan. "Ada apa tuan? apa saya melakukan kesalahan?" tanya Marisa dengan suara pelan.

Lucas tertawa sambung, "Yah, kamu tidak mengingatnya?".

Marisa mengernyitkan dahi, "Maksud tuan? aku tidak mengerti. Bukankah tuan sendiri yang pergi meninggalkan aku dengan dokter itu. Kenapa tuan mengatakan seolah-olah saya mengatakan sesuatu kesalaha.. Ah" gantung Marisa meringis kesakitan saat Lucas tiba-tiba menyentil keningnya dengan jari. "Apa yang sedang tuan lakukan?".

Lucas mengejeknya lagi, "Setelah apa yang keluar dari bibir mu itu, sekarang kamu pura-pura tidak mengingatnya".

"Apa? aku mengatakan apa sampai membuat tuan marah kepada ku?".

"Kamu mau tau?".

"Mmmm" angguk Marisa sedikit ragu-ragu.

"Bajingan. Kamu bajingan, kamu sangat bajingan Lucas".

"Apa?" kaget Marisa dengan mata membulat.

"Dan kamu juga tidak mengatakan hanya sekali, kamu bahkan mengumpatiku sampai berulang-ulang kali".

"OMG" dengan sangat malu bercampur rasa bersalah yang sangat besar Marisa menundukkan kepala sambil memukul-mukul kepalanya.

"Hentikan" Lukas menahan tangannya.

Marisa mengangkat wajahnya, ia melihat Lucas dengan tatapan sendu meminta pengampunan agar tuannya itu tidak marah, "Apa yang harus aku lakukan tuan? aku yakin sekarang tuan benar-benar sangat marah kepada ku. Tolong maafkan aku tuan hiks".

Lucah menghela nafas menatapnya, namun pikirannya malah teringat kembali saat ia mencium bibir Marisa. "Aaaiisss" kesal Lucas membuat Marisa semakin sangat bersalah.

"Ya Tuhan, dia sangat marah sekali. Kenapa aku bodoh sekali sih? kenapa juga aku harus mengatakan dia laki-laki bajingan. Pakai sebut nama lagi" teriak Marisa dalam hati tampa ia sadari Lucas yang sedari tadi memperhatikan kedua bibirnya yang sangat menggoda.

"Marisa" bentak Lucas.

"Astaga" kagetnya melihat Lucas. "A-ada apa tuan?".

"Ada apa Lucas?" sambung Elisabet dari belakang begitu juga dengan kedua pelayannya.

Kemudian Lucas mengusap wajahnya. "Tidak ada apa-apa" jawabnya memasuki kamar mandi.

"Hhmmsss, dia hampir saja membuat jantung ku copot. Tapi, apa dia baik-baik saja? atau dia masih sangat marah kepada ku?".

Begitu Elisabet selesai sarapan, dokter dan perawat yang akan membawanya keruang cek langsung masuk kedalam. "Selamat pagi nyonya Elisabet" ucap si dokter tersenyum ramah.

"Pagi dokter" balas Elisabet. "Apa ini sudah waktunya?".

"Iya nyonya" jawabnya menyuruh si perawat membantu Elisabet duduk diatas kursi roda. Setelah itu mereka membawanya keluar dari sana bersama dengan kedua pelayannya. Lalu Lucas keluar dari dalam kamar mandi, ia melihat semua sudah pergi kecuali Marisa.

"Nyonya Elisabet sudah di bawa pergi tuan" ucap Marisa memberitahunya.

"Mmmmm" gumam Lucas melap wajahnya. Kemudian Marisa berjalan mendekatinya, "Ada apa?".

"Tuan, maaf" tunduk Marisa.

1
NBF
Marisa
NBF
headphone
Tiahsutiah
wah berarti marisa punya pacardong ua itu reza
Tiahsutiah
dasar kirana bisa nya mainin perasaan laki2 doang
Tiahsutiah
semoga kakek nya lucas jg setuju seperti elisabet menyetujui nya
Tiahsutiah
jangan terlalu ketus lucas nanti kau bucin😂
Tiahsutiah
katanya lucas ga mau menikah sama kirana tp kenapa dia malah mau nemuin kirana 🤔
Tiahsutiah
ayo lukas memang kamu harus tegas terhadap anak karyawan mu biar ga semena mena juga sepupu mu itu
Tiahsutiah
si agus penghianat korupsi lagi
Tiahsutiah
sabar marisa...
Tiahsutiah
iya ga di mana2 ya ibu ibu rempong tuh pasti ada...
Tiahsutiah
selamat ya risa kau dapat kerjaan jadi sekertaris...semangat...
Tiahsutiah
ih si ibu malah ngotot orang marisa juga baru masuk ...malah marah..
Tiahsutiah
semangat risa buktikan kalau kamu bisa menjadi seksertaris yg bagus dan teladan agar bos mu ga meremeh kan mu lg
Tiahsutiah
begitu besar kasih sayang seorang ibu walau kelakuan anak nya begitu masih ttp menyayagi nya semangat marisa bahagiakan lah ortu mu sebisa kamu.
Tiahsutiah
kocak juga kau marisa...
Efrianti Sihite: Thank you 🤗
total 1 replies
Tiahsutiah
serru cerita nya
Tiahsutiah
mampir thor
Pristiwati Aja
👍👍😍😍😍
Rosdiana Sirait
teruskan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!