"kamu yang berkeringat, kok aku yang gerah bang?"
tatapanmu seakan mengajakku untuk berumah tangga bang."
"Dulu orang tuamu pake gaya apa sih bang? kok mau terlahir begitu tampan?"
Kisah pria biasa dengan berjuta pesona. Idaman kaum hawa dari belia dan janda. Wajah tampannya adalah anugerah. Namun karena wajah tampannya pula dia sering menemui masalah. Hingga dia terjebak cinta dengan tiga janda. Bagaimana bisa? Yang bingung dengan cerita disini, Mending baja dulu Perjaka dan Tiga Janda season pertama ya. Biar nyambung.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menggodanya..
Jaka tertegun mendengar ucapan Melati. Kekasihnya benar benar dalam suasana hati yang buruk. Jaka segera beranjak menyusul Melati ke kamarnya.
Kamar yang tidak terkunci memudahkan Jaka memasukinya. Dilihatnya Melati yang sedang tengkurap menyembunyikan amarahnya. Jaka perlahan mendekat dan duduk di tepi ranjang.
"Yang?" Panggil Jaka lembut. Matanya terpaku pada punggung sang kekasih.
"Hum." Jawab Melati sembari memiringkan tubuhnya namun posisinya dia membelakangi Jaka.
"Bapak denger dari siapa omongan seperti itu?" Tanya Jaka penasaran.
"Dari Siti." Jawab Melati singkat.
"Siti dapat kabar darimana berita kayak gitu?" Tanya Jaka heran. Pasalnya dia sendiri juga tidak kenal Siti, kenapa Siti bisa bergosip seperti itu.
"Nggak tahu, katanya dari salon." Jawab Melati dan jawaban itu membuat Jaka tercengang.
"Salon? Jangan jangan itu Ayu?" Terka Jaka seketika. Kini gantian Melati yang terkejut dengan perkataan Jaka. Dia merubah posisi berbaringnya menghadap sang kekasih.
"Ayu? Siapa Ayu?" Tanya Melati penasaran.
"Ayu itu temennya temenku, katanya dia pengin ketemu aku gitu, sampai nyuruh temenku buat maksaain agar aku mau ketemu dia." Jelas Jaka dan tentu saja membuat Melati tercengang.
"Masa sampai segitunya?" Tanya Melati heran.
"Makanya nanti aku ajak kamu buat menemui dia, biar dia nggak berharap. Aku pikir yang namanya Ayu itu cuma di manfaatin temenku aja." Terang Jaka.
"Kapan menemuinya?" Tanya Melati. Jaka bukannya menjawab, dia malah menyunggingkan senyum nakalnya.
"Setelah kita..." Jawab Jaka sengaja di gantung dan dia ikut merebahkan dirinya di ranjang sempit yang Melati gunakan.
"Kenapa kamu jadi ikutan rebahan? Terus kenapa kamu nggak pake baju?" Tanya Melati heran. Dia hendak bangkit namun tubuhnya di tahan hingga dia tidak bisa bergerak.
"Jaka? Awas! Aku mau masukin kasur itu." Ucap Melati beralasan. Namun Jaka tak mau melepaskannya begitu saja.
"Kenapa masih main pake alat itu sih?" Tanya Jaka langsung ke intinya membuat Melati sedikit tercengang.
"Alat apa?" Tanya Melati.
"Itu, alat yang mirip punyaku? Udah di bilangin jangan main pake itu." Protes Jaka.
"Siapa yang main dengan itu. Orang lagi beres beres mau dibuang, cuma bingung mau di buang kemana." Balas Melati.
"Beneran?" Tanya Jaka memastikan dan Melati dengan cepat mengangguk.
"Awas sih, Yang? Minggir dulu ini tangan. Aku mau lanjut beres beres." Pinta Melati sembari berusaha melepas lilitan tangan yang menjerat tubuhnya.
"Nggak mau, orang lagi kangen. Siapa suruh dari pagi cuek." Ucap Jaka. Dia bukan hanya memeluk namun juga sekali memberi kecupan di pipi Melati.
"Siapa yang cuek. Orang lagi sibuk beres beres." Jawab Melati yang merasa susah payah menahan serangan bibir yang Jaka lakukan.
Bukan hanya pipi yang menjadi terget penyerangan. Kini Bibir Jaka dia layangkan hingga ke tengkuk leher.
"Sayang, Ini minggir dulu. Aku mau terusin beres beresnya. Itu kasur mau aku masukin." Pinta Melati lirih. Dan Jaka masih tidak peduli. Kini Jaka beralih posisi. Dia berada di atas tubuh kekasihnya. Mata mereka saling pandang.
"Yakin? Ingin terus beres beres?" Tanya Jaka sambil tersemyum jahil.
"Yakin lah, orang rencananya..." Melati belum selesai dengan ucapannya tiba tiba Bibirnya Jaka langsung mendarat di bibirnya. Mata Melati membelalak.
"Yakin? Masih ingin beres beres?" Tanya jaka lagi setelah melepas serangan bibirnya.
"Yakin .... " Dan kembali Bibir Jaka mendarat di bibir sang kekasih.
"Masih ingin melanjutkan beres beresnya?" Tanya Jaka lagi.
"Iy....."
Cup.
Lagi lagi Jaka mendaratkan bibirnya. Dan kali ini Jaka lumayan lama menempelkan bibirnya hingga Melati yang awalnya terdiam pun tak kuasa untuk menahannya hingga akhirnya Melati memberi perlawanan dari serangan bibir sang kekasih.
...@@@@...
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣