Drama rumah tangga, mohon bijak dalam membaca.
Season 1 Erik dan Meta.
Dinyatakan hamil setelah menjalin hubungan gelap dengan mantan pacarnya.
Siapakah ayah dari anak yang dikandung Meta?
Penyesalan datang terlambat, Ia berusaha menyelamatkan pernikahannya.
Season 2 Tomo dan Anisa.
Pria yang tidak bisa setia, akankah ia bisa mengembalikan keluarganya seperti sediakala?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariAdja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.
Hari ini adalah jadwal Meta memeriksa kehamilan dia sengaja menutup warung makannya dan mengajak bu Rahma menemaninya ke dokter.
Setelah mereka mengambil antrian mereka duduk dan menunggu.
Saat mereka menunggu Meta melihat Anisa dan Tomo keluar dari ruang priksa dokter. Ingin sekali Tomo menghampiri Meta dan menanyakan kabarnya, namun dia tidak berani, sekilas dia melihat Meta dia tampak lebih ceria dari pada malam terakhir dia melihat Meta.
Anisa yang melihat Meta, dia tidak menyapanya bahkan langsung membuang muka. Itu membuat Tomo semakin enggan berbicara dengan Meta.
Tomo dengan mesra menuntun Anisa berjalan di depan Meta begitu saja.
Meta tidak merasa sedih sama sekali melihat itu, Tomo bukanlah hal penting dalam hidupnya, mungkin masih ada sedikit rasa cinta untuk Tomo, tapi keadaan pernikahannya dengan Erik sekarang, secara tidak sengaja Meta ingin menjauhi Tomo.
Tapi tidak dengan Tomo, dalam pikiran Tomo dia selalu peduli dengan Meta, Meta harus bahagia, kalau Erik tidak bisa membahagiakan Meta, dia bersedia menggantikan Erik untuk membuat Meta bahagia, hanya saja Anisa yang akan tersakiti.
Nomor antrian Meta sudah di panggil, kemudian Meta masuk kedalam ruang periksa bersama bu Rahma,
Setelah meresepkan vitamin untuk Meta, dokter mempersilahkan Meta untuk pulang dan akhirnya mereka pulang dengan memesan taksi online.
Bu Rahma menuntun Meta menuju tempat tinggal Meta, mereka berjalan menuju arah warung makan milik Meta.
Meta dan bu Rahma, keduanya sama - sama terkejut melihat apa yang ada didepan warung milik Meta.
Banyak plastik bekas, sisa - sisa sayuran busuk dan masih banyak lagi sampah yang di taruh disana.
"Bu Rahma siapa yang melakukan ini semua" tanya Meta kaget melihat banyak sampah di depan warung makan miliknya.
"Siapa yang jahat sama kita ya bu sampai buat kayak gini?" bu Rahma mengambil sapu dan mulai membersihkan halaman depan warung makan.
Meta masih bengong dan tidak percaya bukan hanya sampah saja tapi pintunya pun juga di corat - coret.
Bu Rahma yang sedang menyapu dan membersihkan halaman tiba - tiba menemukan sebuah kertas yang berisi ancaman.
"Bu Meta coba lihat ini" kata bu Rahma memberikan selembar kertas surat kaleng.
Meta menerima surat itu dan kemudian membacanya.
"Bukalah warung makan di tempat lain atau nyawa anda akan terancam"
Begitulah isi surat yang ditulis dalam selembar kertas putih dan tidak ada nama pengirimnya. Meta merasa takut dengan surat ancaman itu namun dia harus tetap membuka warung untuk bertahan hidup.
Apalagi mbak Maya sudah berbelanja banyak untuk jualan hari ini. Jadi tanpa mengindahkan surat Ancaman itu Meta tetap membuka warung makan miliknya hari ini.
***
Tomo yang bertemu Meta akhirnya memberanikan diri menemui Erik, setelah meminta nomor handphone Erik dari bi Iyem Tomo menelepon Erik.
[Hallo]
[Iya hallo, Erik ni gue Tomo]
[Ngapain loe telefon gue? ]
[Loe jangan marah Rik, gue cuma mau kasih tau loe]
[Apa] jawab Erik ketus
[Tadi gue lihat Meta lagi periksa di dokter]
[Terus? dimana dia sekarang]
[Gue ga tau Meta sekrang dimana, yang jelas dia masih di kota ini, maaf gue ga bisa bantu banyak, tapi loe harus cari Meta]
[Gue emang lagi cari Meta]
[Kalau loe ada waktu nanti sore gue mau ketemu loe, ada yang perlu gue bicarain sama loe] Tomo berharap Erik mau menemuinya.
[Baiklah nanti malam kamu datang kerumah]
Klik.. Erik mematikan telefon dari Tomo.
Sebenarnya Erik enggan sekali bertemu dengan Tomo namun demi menemukan Meta secepatnya apapun ingin dilakukan Erin meskipun harus bertemu dengan orang yang membuat rumah tangganya menjadi berantakan seperti sekarang.
Erik sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari keberadaan Meta hari ini dia benar - benar kelelahan dan tidak keluar rumah sama sekali, dia hanya menunggu kedatangan Tomo dirumah dan berharap agar segera tahu keberadaan Meta.
Sekitar pukul 7 malam Tomo sampai di rumah Erik, Erik sudah menunggunya di teras.
Erik menatap tajam ke arah Tomo yang sedang berjalan kearahnya.
"Ga pecus banget sih loe jadi suami! " bentak Tomo sambil menarik kerah baju Erik. Tomo sangat Emosi, Meta bisa pergi dari rumah dan sudah sebulan belum diketahui keberadaannya.
"Apa - apaan sih loe," kata Erik sambil melepas tangan Tomo dari kerah bajunya.
"Loe apain Meta sampai dia pergi dari rumah!! "ucap Tomo dengan nada tingginya.
"Kok loe marah sama gue? " Erik melawan Tomo.
"Sebenarnya loe sayang ga sama Meta? hah!! Tomo melotot kearah Erik.
"Diem loe Tom! "
"Loe sebenarnya bisa ga sih jaga istri loe?, apa perlu gue yang jagain istri loe" Tomo sangat marah pada Erik, membayangkan Meta kesana kemari sendirian membuat Tomo sangat marah dengan Erik.
"Hati - hati loe ya kalau ngomong!! Gue selama ini juga cari Meta ga diem aja dirumah ngerti loe! " Erik geram dengan ucapan Tomo.
"Jelas banget loe ga bisa jaga istri loe!! Sedih gue bayangin Meta ga ada yang jagain! "Tomo memancing Emosi Erik.
"Loe ga berhak sedih emang loe siapanya Meta??!! "Erik menarik kerah baju Tomo dan bersiap memukul Tomo.
"Gue emang bukan siapa - siapanya Meta dan ga berhak atas Meta tapi gue peduli sama Meta!, dari pada loe suami ga becus! "Tomo kembali ingin menyerang Erik.
Suasan menjadi semakin tegang dan penuh emosi, sehingga membuat bi Iyem dan pak Joko yang awalnya tidak berani mendekat kemudian merelai Tomo dan Erik yang sudah siap untuk saling memukul.
"Aku tau dimana bu Meta" teriak pak Joko membuat Erik dan Tomo akhirnya berhenti saling menyerang.
"Dimana Meta pak? " tanya Erik pada Joko yang sedang kesal karena perkelahiannya dengan Tomo.
"Bu Meta aman dia dengan istri saya sekarang, jadi saya mohon kalian untuk tidak berkelahi" kata pak Joko pada kedua lelaki yang ada di depannya.
"Antarkan aku ke Meta sekarang pak Joko!" kata Erik ingin segera menemui Meta.
"Baiklah pak saya Antar pak Erik menemui bu Meta sekarang." kata pak Joko pada bosnya itu.
Erik mengambil mobil yang ada di garasi dan kemudian pak Joko ikut naik dan duduk di sebelah sopir. Tomo ingin ikut naik mobil Erik namun Erik melarangnya. Akhirnya dengan rasa kesal Tomo mengikuti mobil Erik dari belakang.
Pak Joko menyuruh Erik untuk kerumahnya terlebih dahulu karena rumahnya lebih dekat daripada ruko yang di sewa Meta, siapa tahu Meta berada di rumahnya.
Sesampainya dirumah pak Joko menanyakan keberadaan Meta kepada istrinya yang sudah pulang dari warung makan milik Meta.
"Dimana bu Meta bu? " tanya pak Joko pada istrinya setelah turun dari mobil Erik dengan tergesa - gesa.
" Di warung makan pak, tadi bu Meta menyuruh ku pulang karena dagangan sudah habis" jawab bu Rahma.
"Bapak pergi menemui bu Meta ya bu? " pak Joko pamit pada istrinya.
"Iya pak" jawab bu Rahma heran dengan pak Joko yang malam - malam begini mencari Meta.
Pak Joko kembali menaiki mobil Erik dan menyuruh Erik untuk segera ke Ruko. Setelah 5 menit perjalanan akhirnya sampai juga Erik dan pak Joko di ikuti Tomo ke ruko yang di sewa Meta.
Dari jauh terlihat meja dan gerobak tempat lauk, namun tidak ada orang semakin mendekat Erik semakin was - was melihat sendok dan piring yang berantakan.
Erik berlari ke lantai dua mencari Meta namun dia tidak menemukan Meta, yang dia temukan adalah surat ancaman yang tadi pagi di temukan Meta.
Setelah membaca surat ancaman itu Erik semakin khawatir di mana Meta berada? Mengapa Meta tidak ada disini? Apa yang terjadi pada Meta?
Bersambung..
***
Terima kasih sudah membaca tulisanku.
Terus dukung author dengan cara like dan vote.
Ditunggu juga kritik dan sarannya di komentar.
Selamat berpuasa bagi yang menjalankan.
😉😉😉
bagi wanita; ceraikan suami yg selingkuh krn sabarmu terbatas tak seperti Tuhanmu. tegaknya hak (keadilan) adalah batas sabar khusus bagi istri...😂👍💪
untuk dapat kesempatan kedua atas kesalahan perselingkuhan harus melalui tahap ini
mengaku salah
benar2 menyesal
berjuang minta maaf
berjuang menebus kesalahan
berjuang memperbaiki kesalahan
berjuang mendapat kesempatan kedua
berjuang mengobati hati pasangan yang luka
menebus kesalahan dengan kebahagiaan
baru benar2 dibilang layak dapat kesempatan kedua
tapi kalau dengan mudah dimaafkan perselingkuhan bisa saja terulang
dan meta tidak berjuang sama sekali dan hanya karena suaminya mempunyai cinta yang tulus meta bisa dapat kesempatan
sebenar meta belum pantas dapat kesempatan kedua hanya kerena dia pemeran utama wanita jadi dia tidak perlu berjuang karena posisi pasti aman
untuk novelis jangan malu buat karakter wanita berjuang
dan satu lagi pebinor tetap laknat
Sampah bener...
ga slalu laki2 yg salah dlm novel, perempuan bisa juga salah
mantap thor.