NovelToon NovelToon
Keikhlasan Hati RAINA

Keikhlasan Hati RAINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Pelakor / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Uma shidqiyya

Raina adalah seorang istri yang sholikha, baik hati, dan selalu patuh terhadap suami.
Tidak hanya itu saja dia adalah sosok wanita yang lemah lembut.
Pernikahan nya dengan Nurman Hadiwinata awalnya berjalan dengan hangat dan penuh kebahagiaan walaupun sudah 5 tahun mereka belum memiliki seorang anak.
Namun kebahagiaan itu hancur saat ibu mertua Raina yang bernama Miranda datang mengusik kehidupan mereka.
Akankah Raina mampu menghadapi semua dilema kehidupan dengan ikhlas ataukah dia akan berhenti sampai disitu saja
yuk ikuti kisahnya

dan jangan lupa kasih dukungan
like
komentar
favoritkan
vote ya
dukungan kalian sangat berarti buat author
terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uma shidqiyya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 30

Acara makan malam pun telah usai Nurman segera memerintahkan semua yang ada di mansion untuk berkumpul karena dia ingin memperkenalkan Raina selaku nyonya rumah kepada semua penghuni mansion ini.

Ada 2 orang pembantu yang akan melayani Raina yaitu bi Ijah, dan bi Sodah. Nurman juga menyediakan seorang sopir yang nantinya akan mengantar Raina kemanapun pergi namanya pak Maman, juga seorang tukang kebun bernama Pak Budi.

Tidak hanya itu Nurman juga menyiapkan dua orang yang bertugas sebagai bodyguard yang mana akan mengawal Raina kemana pun pergi tetapi hanya dari jarak tidak terlalu jauh guna melindungi Raina. Nama bodyguard itu adalah Fernando dan Lexi. Tentu juga ada 4 orang satpam yang nanti tugasnya akan bergantian sesuai sift nya.

Satpam itu bernama pak wanto, pak ujang yang malam ini sedang bertugas menjaga mantion itu. Kalau mang unang sama mang cepot besok baru bertugas.

"Perkenalkan ini adalah nyonya rumah ini dengan kata lain pemilik mansion ini, Namanya Raina. Aku harap kalian bisa menjaganya dan melayaninya dengan sangat baik" pinta Nurman selain melakukan perkenalan.

"Aku minta kalian bisa menjaga Raina dan melayaninya dengan segenap jiwa kalian, disaat aku ada ataupun tidak ada di mansion ini" lanjut Nurman.

"Baik tuan" jawab mereka serempak.

Dan kini Mereka pun memperkenalkan diri secara bergantian kepada Raina.

Nurman sengaja membayar mahal mereka dengan tujuan mereka akan mengabdikan dirinya sepenuh jiwanya bahkan mereka akan bersedia korbankan nyawanya demi keamanan Raina.

"perkenalkan saya Raina dan tolong jangan sungkan. Anggap aku bagian dari keluarga kalian" ramah Raina.

Semua orang begitu kagum dengan nyonya rumah mereka selain cantik, ramah, dan juga baik. Dia tidak memandang status bagi dia semua dianggap sebagai saudara.

"Salam kenal juga nyonya" kata mereka bersamaan.

"Jangan panggil aku seperti itu seakan-akan aku ini siapa aja. Panggil aja dengan Rania" kata Rania.

"Mana boleh begitu sayang itu tidak baik kedengarannya" kata Nurman.

"Mas kita ini sesama manusia jadi seharusnya kita saling menyayangi tanpa membedakan status dan strata ekonomi siapapun" kata Raina lembut mengingatkan Nurman agar tidak angkuh dan jumawa.

"Tapi sayang, kedengarannya akan tidak pantas nanti" Nurman masih kekeh dengan statement nya.

"Mas, tolong jadikan mereka seperti keluarga biar mereka nyaman bekerja disini" pinta Raina.

"Ingat mas kita dulu juga bukan siapa-siapa dan mas juga harus tahu semua adalah titipan dan kapanpun Allah berhak mengambilnya lagi" nasehat Raina.

"Baiklah sayang terserah apa katamu, aku akan menurutinya selama kamu nyaman" akhirnya Nurman pun mengalah dan menuruti semua yang dikatakan oleh Raina.

"Nah gitu dong baru ini suamiku tercinta" goda Raina.

"Emang selama ini gak cinta kalau gitu" kata Nurman pura-pura sedih.

"Ya nggak gitu mas, bagiku sampai kapanpun kamu adalah suami tercintaku" kata Raina jujur.

"Makasih sayang" kata Nurman dan kemudian mengecup puncak rambut Raina.

"Mas malu masih ada bibi dan yang lain" Raina sudah merona menahan malu.

"Emangnya kenapa kalau ada mereka, lagian ini. Sudah halal sayang malah sudah lama halalnya dan malah berpahala lho" kata Nurman yang memang tidak tahu malu.

"Lho benar ini sayang coba tanya bibi dan yang lain" lanjut Nurman.

"Tapi juga gak disembarang tempat kali mas, kan malu mas" Raina tertunduk malu karena ulah suaminya.

"Malu apa mau sayang. Masih boleh kok" ledek Nurman.

"Ah mas ini apa-apaan sih" dan Raina pun berlari menaiki tangga.

"Yah merajuk deh, gawat ini" monolog Nurman.

"Ya sudah sekarang kalian bisa kembali ketempat kalian masing-masing" Kata Nurman dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu guna mengejar istrinya.

Dikota besar tepatnya di Jakarta Febi sejak tadi berusaha menghubungi Nurman namun usahanya sia-sia karena teleponnya selalu dijawab oleh operator.

"Kamu kemana sih mas, dari tadi tidak mengabari" kata Febi yang sedikit cemas.

"Ini juga kopi yang sejak siamg tadi aku buatkan juga tidak diminum juga" kesal Febi.

"Aacchhhh" ucap Febi meluaokan segala amarah dan gunda gulana.

"Kamu harus tenang Feb, sebentar lagi Nurman pasti akan menelepon kamu" Febi nampak gelisah. Dia takut Nurman akan pergi bersama istri pertamanya.

Entah apa ungkapan ini seakan seperti gayung bersambut, saat Febi mau menelepon Hartawan eh yang bersangkutan sudah meneleponnya duluan.

"Iya sayang, ada apa? baru saja aku juga mau telepon kamu" kata Febi.

"Apa kamu juga sedang merindukan aku sayang, kebetulan aku sangat merindukan kamu. Mumpung istriku ada diluar negeri sayang" kata Hartawan.

"Baiklah aku akan ke apartemen sebentar lagi" kata Febi sudah paham apa maunya Hartawan itu.

"Ma, aku lagi ada kerjaan juga nih keluar kota, mama gak apa-apa kan aku tinggal" kata Febi saat berpamitan dengan Miranda.

"Memang gak bisa ditunda sayang, sampai menunggu Nurman pulang begitu" tanya Miranda.

"Tidak bisa ma, ini menyangkut pekerjaanku. Aku harap mama mengerti" bujuk Febi.

"Baiklah kalau begitu, kamu hati-hati dijalan ya" kata Miranda seakan tak rela ditinggal oleh Febi.

"Oh ya bu besan sekalian aku juga pamit mau pulang ke kampung. Papanya Febi sudah menelepon terus menanyakan kapan aku pulang" pamit Ratmi yang memang sejak siang sudah memutuskan untuk kembali ke kampung.

Dia merasa ada sesuatu yang kurang baik, jadinya dia memutuskan pulang kekampung.

"Kenapa kalian meninggalkan aku secara bersamaan sih, terua aku nanti sama siapa"Miranda sedih karena merasa sendirian.

"Maaf bu besan, sebenarnya saya betah disini tapi mau bagaimana lagi" kata Ratmi merasa tidak bisa berbuat apapun.

"Ma, tapi Febi tidak bisa mengantar mama lho, kan Febi ada pekerjaan ma" kata Febi kepada Ratmi.

"Gak apa-apa nak, kamu berangkat saja, mama sudah dijemput oleh travel didepan kok" kata Ratmi dan memang benar adanya sekarang sedang ada mobil berhenti didepan pintu gerbang sambil membunyikan klakson.

"Itu mobilnya, saya pamit ya bu besan, Febi. Assalamualaikum " kata Ratmi.

Ratmi menyeret koper kecilnya itu dan diikuti Febi dan Miranda yang mengantar kepergiannya.

Setelah Ratmi sudah pergi dibawa oleh mobil tadi kini gantian Febi pamitan.

"Ma aku berangkat dulu ya, nanti kalau sampai aku akan kabari mama. Jadi mama jangan khawatir" kata Febi menenangkan mertuanya.

"Baiklah kalau gitu, kamu hati-hati ya. Jangan lupa sering-sering kabari mama" kata Miranda yang melepas kepergian Febi dengan berat.

Dalam sekejap mobil yang dikendarai Febi sudah lenyap dari pandangan Miranda.

Dengan langkah gontai Miranda memasuki rumah Nurman.

"Apa aku juga pulang melihat rumahku ya" monolog Miranda. Karena sudah lama Miranda meninggalkan rumahnya hanya dengan diurus oleh pembantu.

"Sepertinya itu lebih baik dari pada aku sendirian disini. Tapi lebih baik aku besok saja perginya" batin Miranda.

1
but
lama bener terbongkar nya
Shidqiyya Qia: sabar ya kak ditunggu kelanjutannya ya kak.
terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Shidqiyya Qia
cukup menarik
Faa
jangan lupa mampir di Novel aku kak🙏😊
Faa
jangan lupa mampir di novel ku kak "Akhir Penantianku"

semangat terus updatenya kak
Faa
Semangat Update kak
Helen Apriyanti
lnjuttt... smngtttt up lg yh kak
Helen Apriyanti
lnjuttt smngtttt up lg yh kak
Helen Apriyanti
good nurman... smoga dg brlibur ny ke bangka blitung pulng" raina ny hamil yh kak hee..
Helen Apriyanti
lnjuttt smngtttt up lg yh kak
Helen Apriyanti
duuchhh jdulnya juga ikhlas... hrs ikhlas yh raina.. bhagia suatu hari nnti oleh authornya hee..
gdeg sm mmhnya nurmn .. bner" ichh mrtua kek gtu mit amit .. jgn smpe lh ... ckup d dunia novel aj hee
Helen Apriyanti
lnjuttt smngtttt up lg yh kak
Helen Apriyanti
wahhh jgn" sbnrnya mas Nurman nich yg mndul .. mknya blm d karuniai anak
Helen Apriyanti
makin seru crita nya & penasaran kak ..
Helen Apriyanti
lngsung msukin fav..
Helen Apriyanti
smngtttt up nya yh kak
Helen Apriyanti
mampir... nyimak dl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!