NovelToon NovelToon
Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Balas Dendam / Keluarga & Kasih Sayang / Detektif / Teen School/College / Romansa-Teen school / Masalah Pertumbuhan / Tamat
Popularitas:71.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tika77h

" Tanda tangani surat pengalihan perusahaan Wisesa Grup, kalau tidak mau, kalian semua akan kami siksa "Gertak Vera, ibu tiri Hardiansyah.
Dengan disaksikan istrinya Kiara, Hardiansyah menandatangani pernyataan penyerahan pengelolaan perusahaan.
Juna menantu Hardiansyah mendengar dibalik pintu baja, ia bersembunyi di lorong bersama Alissa istrinya yang baru melahirkan satu minggu.
Aruna Putri Permana yang baru berusia satu minggu dibawa Jono dan Isah, supir serta pengasuh setia keluarga Hardiansyah, mereka telah menunggu Juna yang lewat lorong di rumah kecil disebelah rumah utama sampai dua jam tak kunjung datang, sehingga mereka berpendapat kalau keluarga Hardiansyah telah dibunuh maka untuk menyelamatkan Aruna sebagai keturunan Wisesa, Jono dan Isah lari ke Jogja.
AFfandra cowok tampan anak Ferdiansyah harus pindah sekolah ke Jogja di SMA Aruna sekolah bahkan sekelas dengan Aruna.
Tasya, ikut pindah ke sekolah Ffandra dan sekelas dengan Ffandra juga Runa.
Penasaran? baca ya cerita ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika77h, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30 Ffandra Kost

Author POV

" Run, Ffandra kost saja di rumahmu, Tasya beserta keluarga sudah berada di rumah, Ffandra supaya ke gerai, nanti buku buku juga baju seragam dan baju ganti diantar sopir," pesan dari tante Mia,

" Ffand, nich baca pesan Mama mu."

" Ya udah lah, aku istirahat dulu disini Run, kebetulan di bagasi ada koper baju."

" Kasihan banget Ffandra ya Run, tentu ia sangat tertekan hatinya, bahkan kedua orang tuanya juga sangatlah kesal pada Tasya dan kedua orangtuanya yang bermuka tembok."

" Iya Nda, lihat Ffandra wajahnya nekuk banget, tentu dongkol, kesal di dalam dadaanya."

" Run, aku pengin tiduran kasurnya belum di kasih sprei," Ffandra membawa tas koper yang diambil dari bagasi mobil.

" Oh ya Ffand, di almari sini ada sprei, bersih dan wangi kok Ffand, nich cium," Runa mendekatkan sprei yang telah di buka dari bungkus plastik laundry,

" Run, jangan hanya sprei saja donk, sama yang nyuruh nyium sprei aku juga mau."

" Iiiihhh, kamu tuh kalau seharian enggak ngomong mesiumm gatel ya bibirnya."

"Lambai turah tuh Ffandra kali Run."

" Bener emang Nda, dia udah kangen ku tonyor lengannya kali."

" Dah tuh, kasurnya telah di kasih sprei, selamat istirahat Ffand, ehh kita belum makan, yuk Ffand makan dulu."

" Bawa saja kesini Run, aku mau rebahan dulu, enggak aku kunci nanti letakkan saja di almari dapur ya."

" Tapi janji dimakan lho Ffand," ia mengiyakan sambil tengkurap di kasur.

Aruna dan Rinda keluar kamar lalu pintunya di tutup terus menuju ke ruang makan.

" Nda, kamu makan dulu, aku mau ngambilkan nasi buat Ffandra, takut keburu dia ketiduran."

" Enggak pakai rantang tupperware saja Run, pakai piring nanti anak anak kost lainnya pada lihat."

" Emmm cerdas kamu Nda."

" Sudah tahu kan aku cerdas, kalau enggak cerdas tentu enggak bisa jadi siswi di SMA favorit donk."

" Eeem, selangit banget tuh kamu kepdannya." keduanya tertawa.

" Kamu sendiri nganter ke kamar Ffandra."

" Nda, ayuk donk enggak enaklah ke kamar cowok."

" Gini kuajarin ya, kamu buka pintu pelan pelan, terus pintu tetap dibuka lebar, letakkan rantang nasi di almari dapur pelan juga, intinya jangan sampai Ffandra bangun atau bangkit dari tengkurapnya tadi, kan."

" Oklah kupraktekan Nda."

" Aku lihat nih dari pintu ruang makan, toh kamarnya lurus dengan pintu ruang makan," Runa berjalan menuju kamar Ffandra, memraktekkan arahan Rinda.

" Lho, kemana nih anak moduus, oh di kamar mandi, mending kuletakkan di meja belajar saja ah, lebih aman."

" Kreeettt, ceklek," Runa sampai terjengit tubuhnya, Rinda yang duduk di kursi plastik dekat pintu ruang makan tertawa.

" Ha ha ha, kenapa Run," Runa cepat cepat menuju pintu yang terbuka lebar, dan Ffanda menekan pintunya.

" Ffand, tuh nasinya di meja belajar, kalau sudah dibawa ke dapur rumahku ya," Ffandra tadi juga sempat kaget dengar suara Runa.

" Run, temani aku makan donk."

" Makan di rumahku saja yuk," ia nurut hanya dengan pakai celana kolor sama kaos oblong menuju ke ruang makan,

" Ini di bawa kembali ya."

" Enggak usah saja, siapa tahu kamu nanti pengin makan lagi habis bangun tidur."

" Mau tidur gimana, sebentar lagi juga mau Magrib."

" Kita besok bawa nasi ya untuk makan siang disana, ini namanya bukan makan siang tapi makan sore, untung siang kita makan cemilan."

" Malahan ini bagus lho, jadi malam hari kita tak makan, yang buat jadi gendut kan makan malam, betul kan Run, Ffandra."

" Hhhmmmm!" Runa dan Ffandra menjawab sama secara bersamaan.

Runa tak tega juga lihat wajah nekuk Ffandra, iapun mengalah mengambilkan nasi sama minuman air putih.

Ffandra makan sambil melamun, biasa selalu canda ataupun moduus kini hanya nunduk menikmati jatah makan siang yang sudah terbiasa dilakukan sore hari, karena sekolah lima hari, apalagi Runa tak ada lagi yang nganter nasi ke sekolah setelah dua hari masuk, sehingga waktu makan sudah tak teratur, seperti kemaren pulang sekolah saat Ashar diajak makan oleh Ffandra di RM Kampung khas masakan kota ini, Runa sambil menyuapkan nasi ke mulut melirik wajah Ffandra, dan dia tak bergeming.

" Ffand, nambah lagi ya?", dia menggeleng lemah dengan wajah yang masih ditekuk.

" Tentu lagi mikir Tasya juga kedua orang tua terutama tante Mia," Runa ingat curhatan sedih tante Mia tentang Tasya, selama ada dia rumah tak lagi nyaman untuk keluarga, bahkan Ffandra memutuskan untuk kost karena tak nyaman di rumah, kata Ffandra Mama sama Papa jadi sering ribut saat Tasya di rumah.

Sementara itu di rumah Ffandra sore ini kedatangan Tasya dan kedua orang tuanya, Ferdi sama istrinya belum pulang masih di kantor hanya ART sama Danis sehingga Mia Mamanya Ffandra menyuruh agar Danis di dalam kamar sambil selalu di tengok oleh Yu Minah.

" Tolong yu, Danis jagain supaya nunggu kami pulang sementara supaya mainan di kamar," pesan dari Mia, dan Yu Minah menjalankan perintah majikannya.

" Nyonya, itu non Tasya sama orang tua langsung menuju meja makan, mereka menghabiskan makanan, sambil tertawa tawa, iiihhh kaya di rumah sendiri saja lho nyonya, aku sebel melihat mereka, orang kaya kok suka nebeng ya, uangnya tentu utuh ya nyonya," pesan yu Minah.

Ia juga kirim video tiga orang yang sedang menikmati makan kaya di rumah sendiri, Yu Minah sempat sembunyi sembunyi menvideo mereka, walau sudah di pasang CCTV.

" Maaf nyonya, rumah ini mau di jual, saya di suruh ikut menawarkan, barangkali nyonya sama tuan tertarik untuk membelinya," memang kemaren Ferdi sama Mia berniat mau menjual rumah karena tugasnya pindah ke Jakarta kembali.

" Kenapa di jual Yu."

" Pindah tugas lagi ke Jakarta."

" Anak anak gimana?"

" Ya semua pindah lagi," Yu Minah rasanya puas bisa menyampaikan pada orang bermuka tembok ini, sedang Tasya mau pindah ke Jakarta nantilah nunggu Ffandra.

" Pah, aku pindahnya nanti dulu, lihat Ffandra saja, kalau ia pindah aku juga pindah."

" Maaf nyonya, gimana tertarik untuk beli rumah ini?"

" Mintanya berapa?"

" Segini juragan," Yu Minah menunjukkan jari jarinya.

" Murah lah juragan, kecil untuk juragan, mobil non Tasya saja harganya sampai M."

" Ok yu, aku mau menghubungi Ferdi ya," ucap Papanya Tasya setelah di cubit pinggangnya oleh istri juga di dukung oleh Tasya karena ia percaya Ffandra tak akan pindah ngikuti orangtuanya.

" Eemmm enggak diangkat oleh Ferdi,"

" Lha itu mereka sudah pulang," Yu Minah dengarnya Ferdi pindah ke Jakarta, padahal mereka berencana mau pindah ke Solo saja, dan kalau siasat ini tak mempan sesegera mungkin ngurus pindah kerja, sampai rumah di Jogja enggak ada yang berminat untuk sementara mau ngontrak kamar dulu di kostnya Runa, tapi Ferdi belum sempat menghubungi sama Runa.

Sedang Danis karena sudah klas 6 sementara ngekost bareng sama Ffandra, dan semua ini baru angan angan, yang bertujuan agar Tasya pindah dari rumahnya, tanpa harus menyakiti Tasya dengan kata kata yang keluar dari mulutnya.

" Ferd, bener rumah ini mau di jual?"

" Iya mas, tadi sudah diberi tahu kan sama yu Min?"

" Iya, cuman bisa nego enggak?"

" Itu, sudah murah, coba mas cari rumah dengan model kek gini sekitar sini tentu lebih mahal,"

" Jadi mulai kapan pindahnya ke Jakarta?"

" Besok Jumat sore aku sudah ke Jakarta," terpaksa Ferdi bohong, dari pada rumah tangganya hancur dengan Mia karena setiap hari gelas melayang ke udara ya apa boleh buatlah, tentu Ferdi lebih memilih rumah tangganya utuh apalagi pilih Mia dengan taruhan tercoret dari dinasti Wisesa.

" Ahhh, dari pada beli rumah seharga itu mending untuk mengembangkan bisnis lah, kalau mau beli cari dibawahnya, toh Tasya bawa mobil jauh dari sekolah tak apalah, kalau kamu tetap mempertahankan harga itu sapa yang mau beli, aku berprinsip ekonomi Ferd, tak perlu berpenampilan mentereng tapi bisnis masih belum berkembang kaya kamu!" sinis Papanya Tasya ngomongnya,

" Oklah kalau mas enggak sanggup beli, aku tak memasalahkan, maaf mas tadi juga ada orang lain yang menyanggupi," kepaksa berbohong lagi, semoga tak keterusan suka bohongnya.

" Oh jangan jangan bisnis rotimu rugi, sering dibuang karena tak laku jadi mau beli atau malahan ngontrak,"

" Terserah mas bilang apa, dan kalau itu benar, mas yang usahanya lebih maju dari pada aku tentu bisalah mengucurkan dana tanpa bunga padaku, aku pengin nebeng juga padamu mas," wajah papa dan mamanya Tasya memerah,

" Enak saja ya, nebeng emangnya aku apamu," gerutu Papanya Tasya, sayup sayup Ferdi dengar

" Mas, bisa ulangi omonganmu, menusuk hati banget lho, aku sakit dengan omonganmu tadi, boro boro kamu berterima kasih malahan menohok kata katamu dari awal, aku juga bisa berkata sama denganmu, kalian apaku sih."

" Ok Tasya kita pergi dari sini, kamu nanti kucarikan calon suami yang masih diakui oleh keluarga, kamu jangan merendahkan diri pada mereka, pantesan neneknya mencoret warisan Wisesa grup, karena orangnya soongoong, tidak sopan pada orang yang lebih tua."

" Mas dengan senang hati anda melarang Tasya mengejar ngejar anakku, silahkan dengan merentangkan tangan selebar lebarnya aku mendukung kata katamu."

" Ayuk Sya, barang barangmu dibawa semua jangan ada yang tertinggal, dan aku haramkan kamu menginjakkan kaki disini lagi dan kalau kamu nekad dengan Ffandra maka Papa, Mama mending stroke," dan sore itu bertiga menuju ke kamar memberesi semua barang barang Tasya untuk dimasukkan koper, dan tanpa pamit mereka pergi, setelah mereka pergi, Ferdi, Mia saling toz siasat rencana pindah ke Solo, ternyata berhasil untuk mengusir mereka, yu Minah yang punya ide pindah senyum senyum

" Yu, bener bener joss idemu."

" Jadi pindah enggak aden sama nyonya?"

" Belum nanti kami pikir lagi, hahaha," rasanya plong di dada, dan kejadian ini Ferdi telah menyuruh sopir yang sering kesal pada sikap Tasya, karena sering dia menghinanya.

" Kamu bau mulutnya, keringatnya bau juga, aku mau muntah kaya gini, mobilnya juga tak nyaman abis mobil kaleng kalengan,"

" Coba mas, sampai sampai aku mandi lagi kalau mau jemput dia juga nyemprot pakai parfum, kesel deh aku, tapi sekarang plong juga, dia mengenyahkan diri, hahaha!" mas Hardi yang dari tadi nguping, ikut masuk ke ruang makan, dan hasil video mereka stel.

" Ini untuk jaga jaga kita saja ya, juga rekaman cctv yang lain," ucap Ferdi, terus Mia membuka tutup saji di meja makan, juga nasi,

" Habis nyonya, nanti lihat deh di CCTV," ucap yu Minah.

1
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
....
Diana Taslim
good
Tika77h
biasanya begitu, yg pendiam jd bulian teman teman
aruna bodoh semakin diam semakin di bully karena di anggap lemah klu harus berani melawan jadi gregetan sama si aruna
Tika77h: terimakasih kasih komennya, beri komen serta like dari setiap Epesosode jangan lupa ya, juga likenya.
total 1 replies
rini wijayanti
semangaaat ....
Tika77h: makasih readerku, kasih comen di episode nya bu rin, kita bisa saling berchat tentang cerita di episode itu. thanks ya.
total 1 replies
Tika77h
karena mereka sedang dalam persembunyian di samping itu Vera tak ingin keluarga Hardiansyah muncul kembali di percaturan bisnis. Vera hanya ingin bahwa pewaris Wisesa adalah Vera, bukan dr keturunan Tari, ibu Hardiansyah.
Herawati Setiamiharja
knp juna n alisa ga mau jujur yaa.... kpd arine n alfin
SugaryHeaven
Terima kasih author...stelah baca chapter ini saya dapat ilmu baru lagi mantap.....
Tika77h: tengki comennya, semoga cerita ku bisa menghibur reader, selalu coment dan apapun coment nya yg penting untuk peningkatan karya, insya Allah, author suka saja
total 1 replies
Tika77h
terimakasih comennyya
Tika77h
hehehe, terimakasih komen nya,
Shinta Teja
jangan2 si fandra adik nya Aruna lagi...
Herawati Setiamiharja
lama2 ngebosenin.... ceritanya diulang2 terus
Herawati Setiamiharja
lama lama jenuh jg yaa ceritanya itu2 az
Tika77h: terimakasih koment yg bagus untuk peninhkstan tulisanku
total 1 replies
Tika77h
kann kaget, orang sejak kecil tahu nya orang tua kandung nya Jono sama Isah, seketika hrs ngakuin Alissya sm Juna, ya hati nya kacau dan perlu proses, apalagi selama 17 thn tdk pernah mengenal nya, dgn tiba tiba datang langsung bilang orang tua kandung, tentu yg oleng dan terluka tdk hanya aruna tp nenek Sanif juga keluarga Jono dan Isah, krn tahunya Aruna anak Jono dan Isah.
Aruna sama Ferdi dan Mia, di mulai dgn keakraban sm Jono dan isah, juga Ffamdra, sehingga hati nya sudah tertata, bahkan sebelum ketemu Juna sama Alissa, Aruna tidak tahu kalau mereka masih saudara.
Herawati Setiamiharja
kok sifat aruna jelek bgt yaa.... ke tasya az dia mau maafin n mau nrima laaahh ini ke org yg lbh tua kok ga mau nrima
Tika77h: thanks you Mba Herawati, komen nya, aku suka banget pd komen komen kyk mba Hera, aku jd sll nyambung.
total 1 replies
Tika77h
hahaha, habis orang pasrah ya gitu biasanya kok, apalagi merasa hidup sendiri, sebrlum hati runa mrngakui pd Alissa dan Juna sbg orang tua kandung.
Herawati Setiamiharja
aahhh lebay bgt seh si aruna. apa iya ada org sebaik aruna. masa seh aruna mendiamkan sj tasya yh sdh menduplikatkan kunci kamar rumahnya aruna. itukan tindak pidana. ya thor jgn spt sinetron dong..... lembek bgt aruna nya
adalahdarling
Ceritanya bagus, kok, thor. Jangan lupa perhatiin tanda baca ya, hehe.. Fighting fighting kakak author‾
Tika77h: aku suka pada komen komen readerku, semua tentu untuk perbaikan penulisanku, dan aku trntu bersha mematuhi aturan, terutama pd penyusunan kalimat maupun tanda baca. cuman tsnda baca pd dialog atau chat, telfon aku masih belum percaya diri, artinya betulkah tanda baca untuk chat dsb benar pd penulisanku, klo reader ada yg tahu. Hehehe.
total 2 replies
margoandme
Aku kepo banget lanjutannya gimana Thor! Plis jangan lama-lama ya!
Tika77h: Iya nih, sdah ngapdate lagi barusan, semoga seneng baca karya karya ku, biar aku sll semangat berkarya, selamat ngebaca!
total 1 replies
Prasetya Wibowo
makasih Thor udah up lagi makin seruu ceritanya
Tika77h: aku jadi semangat buat cerita, dan semoga cerita ku bisa menghibur .
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!