jodoh dan takdir Hanya tuhan yang .tahu
kisah seorang gadis yang ditinggal seseorang yang selalu dia sebut dalam doanya. pasca dihari pernikahannya.
dan terpaksa menikah dengan seorang pria dingin yang sama sekali tak memiliki rasa dengannya. .
sedangkan dalam prinsipnya Menikah hanya satu kali untuk seumur hidupnya.
akan kah dia bertahan didalam pernikahan yang terkesan terpaksa ini. .
meskipun berkali kali dia harus menahan sakit dan perih. .
Bagaimana dengan kisah ceritanya. .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arikaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
Hai hai readers kembali lagi dengan Author dengan kisah AISYAH. .!!!!
maaf ya kalau masih ada typo dalam pengetikannya.
maklum karena author ngetiknya pakai Hp
jadi kadang masih ada salah salahnya gitu. .
😑😑😑😑😑
oke Lanjut ya. .!!!!!!
--------------------
Aisyah masih terdiam dengan pertanyaan dari mama mertuanya dan juga lelaki yang hampir saja menjadi suaminya tersebut. .
belum sempat Aisyah menjawab pertanyaan mama rahma, tiba tiba seorang pria tampan masuk kedalam rumah, pria itu adalah Qiyas suaminya. .!!!!
ceklek. .
bi lasmi membuka pintu untuk Qiyas.
"eh den Qiyas sudah pulang. ." ujar bi lasmi dan hanya dibalas dengan senyuman lalu Qiyas melangkahkan kakinya namun kakinya terhenti saat mendapati sang istri mama dan juga kakaknya sedang menatapnya. .
"Mama. ." ucap Qiyas. .
" Dari mana saja kamu Qiyas, Istri sakit bukannya prihatin, ini malah gak ada sama sekali pedulinya. ." tanya mama rahma dengan sedikit geram. .
Qiyas tersenyum kecut mendengar kata kata dari mama kandugnya itu. .
" Oh. ." ujar Qiyas. .
" mama tanya sama kamu Qiyas, berikan alasan yang sekiranya pantas untuk kami terima. ." sentak mama rahma. .
Qiyas yang tadi ingin berlalu meninggalkan ketiga orang tersebut berhenti dari langkahnya
" Bukan nya mama lebih senang jika anak kesayangan mama itu kembali lagi pulang, dan mama juga akan segera menyatukan kembali anak kesayangan mama itu dengan menantu kesayangan mama juga, jadi buat apa Qiyas repot repot untuk bersimpati. ." Ujar Qiyas dengan pandangan nanarnya. .
" Maksud Kamu Apa Qiyas mama nggak ngerti. ."???? tanya Rahma dengan bingung. .
Aisyah yang menyadari akan kemana arah pembicaraan suaminya, cepat cepat dia memotong perdebatan ini, karena Aisyah tak ingin mama mertuanya itu mengetahui keadaan rumah tangganya, . .
" Emmm ma, maaf Aisyah boleh bicara empat mata sebentar sama mas Qiyas gak, ?karena sepertinya mas Qiyas lagi banyak fikiran. ." ujar Aisyah dengan nada sedikit tak enak dengan mama mertuanya
" iya selesaikan masalah kalian, mama tunggu dibawah. ." ucap rahma. .
Lalu Aisyah melihat irsyad sekilas yang sedari tadi menatapnya.
dengan sedikit ragu dan canggung Aisyah perlahan mencoba menggenggam tangan Qiyas dan menarik Qiyas untuk segera masuk kamar Qiyas dengan menaiki beberapa anak tangga. .
Irsyad segera memalingkan wajahnya saat melihat wanita yang dia cintai menyentuh tangan pria lain yang statusnya adalah suami wanita tersebut...hatinya benar benar sakit.
Aisyah dan Qiyas segera masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar tersebut.
" Apa yang ingin kamu bicarakan denganku. ."?? tanya Qiyas sedikit tak ramah. .
Aisyah masih diam tak bergeming dan tak menyadari tangannya masih erat menggenggam tangan suaminya tersebut.
" udah puas belum tangan Lo pegang tangan gue. mau sampek kapan."?? tanya Qiyas dengan senyum devilnya, sejujurnya dia pun merasa ada rasa tenang saat Aisyah bersikap seperti ini didepan mama dan abangnya. .
Aisyah langsung melepaskan genggamanya dari tangan Qiyas saat mulai sadar dengan apa yang sudah dia lakukan tadi. .
" Emm maaf saya tadi reflek, gak sengaja. ."! ucap Aisyah malu malu dan canggung. .
" sengaja juga gk masalah, Toh yang Lo pegang juga suami Lo sendiri bukan pria Lain. ."! ucap Qiyas dengan kata kata yang sulit diartikan oleh Aisyah. .
sontak membuat mata Aisyah membulat seketika, ada rasa senang karena Qiyas berkata seperti itu, namun ada rasa tak enak karena mungkin saja Qiyas hanya ingin menyindirnya saja.
"emm maaf mas, tadi saya bener bener reflek, saya tak ingin mama tau sebenarnya tentang pernikahan kita, karena tadi mama ingin mengantar saya ke kamar, dan saya bingung saya harus berbuat apa, karena saya tak ingin mama tau kalau kita tak pernah satu kamar. maaf kalau sikap saya sangat berlebihan. ." ucap Aisyah sambil menunduk dan ragu ragu.
Qiyas mulai mendekati tubuh Aisyah yang sedang menunduk, sontak membuat Aisyah mengangkat wajahnya perlahan mundur karena Qiyas terus mendekatkan langkahnya. .
" kenapa kamu harus bingung. ."??? tanya Qiyas sambil terus mendekat kearah Aisyah dan Aisyah terus memundurkan langkahnya.
" sa saya ------
" kenapa?? kamu takut Aku berbuat sesuatu sama kamu, Apa kamu lebih suka pria Lain mendekatimu dibanding suamimu sendiiri. "? kata Qiyas sambil menyeringai dari sudut bibirnya. .
hingga Akhirnya Langkah mundur Aisyah terhenti saat tubuhnya terhimpit oleh meja rias miliknya, dan posisi Qiyas semakin menguncinya, hingga tubuh mereka sekarang sangat dekat bahkan wajah mereka hanya berjarak beberapa inci. .
Aisyah merasakan deru nafas berat Qiyas diwajahnya.
Deg
jantung Aisyah serasa berdegub kencang, seperti sedang lari marathon.
begitu sebaliknya detakk jantung Qiyas berdetak tak karuan, namun dia tetap stay cool dan terlihat tenang supaya Aisyah tak mendengar detak jantungnya.
malah Qiyas tersenyum simpul saat melihat wajah istrinya yang sudah merah merona karena menahan malu.
Aisyah ingin sekali memalingkan wajahnya namun dia sangat takut akan bersentuhan dengan wajah Qiyas karena mereka sama sama mempunyai hidung yang mancung. .
tanpa sadar Aisyah memilih untuk memejamkan kedua bola matanya, seraya menahan ketakutan yang amat mendalam.
melihat Aisyah memejamkan mata dan menggigit bibirnya, membuat Qiyas frustasi dan tak bisa lagi mengontrol dirinya. .
Cup. .
kini Bibir Qiyas sudah menyentuh benda kenyal Milik Aisyah, dan perlahan ******* bibir Aisyah dengan Lembut, . .
tubuh Aisyah bergetar hebat saat suaminya tersebut perlahan menikmati bibir ranumnya. matanya terbelalak dan terkejut, namun mulutnya sudah terbungkam oleh bibir Qiyas.
terlihat Aisyah sangat kaku dan tak membalas kecupan dari suaminya, sedangkan Qiyas terus ******* dan mengecup bibir Aisyah yang masih saja mengatupkan bibirnya. .
Qiyas terus menekan tengkuk Aisyah untuk memperdalam ciumannya namun Aisyah hanya mampu memukul mukul dada bidang suaminya tersebut dengan mata yang berkaca kaca, sampai akhirnya Aisyah tak sengaja tangannya menyenggol gelas yang berada diatas meja rias tersebut. .
Pyarrrrrrrrr. .!!!!!!
Suara gelas yang terjatuh ke lantai terdengar sampai diruang tamu hingga membuat rahma dan Irsyad kaget dan panik, takut terjadi sesuatu pada Pasutri tersebut.
" Suara apa itu. ."??? tanya rahma dengan terkejut. .
" sepertinya terjadi sesuatu sama mereka berdua ma, irsyad takut terjadi sesuatu sama mereka. ."!!! jawab irsyad dengan nada khawatir. .
"ayo cepat kita Lihat. ."! tegas rahma.
lalu mereka mulai melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamar Qiyas.
sedangkan Qiyas masih sibuk mengecap bibir Aisyah, Qiyas merasakan ada cairan bening yang jatuh dipipi aisyah segera dia menghentikan aksinya saat melihat aisyah yang sudah kehabisan nafas karena kekurangan oksigen. .
Qiyas segera menangkup kedua pipi Aisyah dan menatap lekat lekat kedua mata Aisyah yang sudah dibanjiri oleeh Air mata.
dia merasa bersalah.
" maaf. . maafkan Aku. ." Kata Qiyas dengan Lirih dan menyatukan kening Aisyah dan keningnya. .
" Kenapa mas tega melakukan ini pada saya, bahkan mas mengambil ciuman pertama saya disaat mas tak memiliki perasaan cinta untuk saya, apa mas hanya ingin membuas saya sebagai pelampiasan sesaat mas saja. ."!!! ucap Aisyah dengan bibir bergetar dan sangat Lirih dengan isak tangisnya. .
" Maaf, !!!!!"
hanya kata kata itu yang terus terucap dan keluar dari bibir Qiyas. .
Brakkkkkkkk
pintu kamar pun terbuka, membuat Qiyas dan Aisyah menoleh kearah mama rahma dan irsyad yang tengah mematung diambang pintu melihat mereka berdua yang diposisi sangat intim. .
" Maaf, sepertinya mama salahpaham, maaf mama sudah mengganggu kalian. ."!! ucap rahma sambil sedikit memalingkan wajahnya karena malu akan tingkah konyolnya yang main masuk kamar Anak dan menantunya.
sontak membuat Aisyah sedikit meronta, lalu Qiyas segerah melepaskan rengkuhannya. .dan mereka berdua menjadi salah tingkah. .
" mama, , mama kenapa kesini.. "?? tanya Qiyas sedikit canggung. .
" maafin mama nak, mama segera pulang sekarang." ujar rahma dengan sungkan
" ayo irsyad kita pulang. ."! seru Rahma lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar Qiyas dan segera menuruni anak tangga tersebut. .
Namun Irsyad tak menyadari ajakan mamanya tadi, dia menatap aisyah dari ujung kaki hingga ujung kepala sehingga membuat Aiyah salah tingkah dan gugup.
dan pandangan irsyad jatuh pada bibir bawah Aisyah yang membengkak akibat serangan ganas dari suaminya tersebut.
hihihi. .
" Apakah aku sudah terlambat syah. ."????? tanya Irsyad dengan lirih dan tatapan sendu.
sontak membuat aisyah kaget dan menggelengkan kepalanya. .
Qiyas pun ikut menatap abangya dengan heran lalu bergantian menatap istrinya tersebut. .
" Apa akau memang tak pantas mendapatkanmu kembali syah, Apa sebegitu bencinya kamu sehingga kamu tega menghapus rasa cintamu untuk ku syah. .??
irsyad mendekat kearah Aisyah yang disebelahnya sudah Ada Qiyas adiknya.
lalu irsyad mulai mencengkram kedua bahu Aisyah.
sontak membuat Qiyas wajahnya merah padam dan menepis kasar tangan kakaknya tersebut dari kedua bahu istrinya. .
" Apa kamu sudah mulai mencintainya syah, JAWAB. ."????? sentak irsyad dengan tatapann nanarnya
" Lepasin tangan Lo bang, Gue sudah bilang jangan pernah Sentuh ISTRI gue lagi. ."!!!!! bentak Qiyas dan menepis kasar tangan Irsyad. .
Irsyad menyeringai dan tersenyum masam mendengar kata kata Adiknya. .
" Kali ini aku terima kamu sebagai pemenangnya, karena kamu adikku dan suami dari wanita yang sangat aku cintai. tapi Ingat Aku Akan merebutnya dari tanganmu jika aku tau kau menyakitinya lagi.
CAMKAN itu ingat baik baik. aku tak pernah main main dengan perkataanku. ."!!!! ucap irsyad dengan tegas dengan mata yang sudah memerah.
lalu mundur selangkah dan pergi keluar dari kamar Qiyas dan segera menghampiri mamanya.
Kini posisi Qiyas dan Aisyah menjadi canggung saat kepergian mama dan kakaknya.
Aisyah segera menyerka air matanya dan cepat cepat keluar dari kamar Qiyas dan masuk kedalam kamarnya sendiri. .
" Arggggghhhhhhh aku benar benar bodoh, aku terlihat menyakiti dua orang sekaligus, aku benar benar egois. ."!!!!
kata Qiyas dengan frustasi dan menjambak rambutnya. .
sedang dikamar Aisyah lalu segara mengambil beberapa lembar tissu untuk segera mengusap bibirnya yang sudah membengkak dan pelemban bibir yang sudah memudar dikedua sudut bibirnya.
dia menatapa dirinya didepan cermin meja riasnya. .
" Maafkan aku mas irsyad, sungguh aku tak ingin menyakiti siapapun maafkan aku. ."!! Gumam Aisyah dengan suara Lirihnya. .
**********
\= keesokan harinya Dikantor. .\=
Qiyas terdiam dikursi kebesaranya, dia terus memainkan bolpoin yang berada di jemari tangannya. .
tiba tiba datang seorang wanita cantik yang dia rasa tak asing baginya masuk kedalam ruangannya dengan pakaian lengkap kerja. .
" Pagi sayang. ." sapa Rania. dengan senyum nakalknya. .
" Rania, ngapain kamu datang kesini. ."??? tanya Qiyas terkejut. .
" Loh, kenapa jadi kaget gitu sih sayang, dengar ya, mulai sekarang aku akan bekerja disini dan menjadi Asisten peribadi kamu. ."!!!! seru Rania sambil bergelayut di lengan Qiyas. .
" Apa. ."?????? Teriak Qiyas sambil menderatkan bokongnya lagi dikursi kerjanya dan memijit mijit pelipisnya. .
sedang rania Hanya cuek dan terlihat santai melihat sang kekasih merasa shock dan kebingungan. .
.
.
.
.
bersambung. . .
jangan Lupa tekan like dan komen jika kaliam suka. .
happy reading gaes. .😄😄
g di baca aq penasaran.
Ga jadi tahajudnya dong