NovelToon NovelToon
Kisah Pilu Shanum

Kisah Pilu Shanum

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:287.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wiji

shanum gadis 25 tahun yang terjebak dalam pernikahan bak neraka baginya. sanggupkah shanum menjalani hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 30

Wildan pamit pulang setelah hari sudah hampir petang. Ia berpapasan dengan Davin yang pulang dari kantor.

"Wil disini kamu, sama siapa?" tanya Davin begitu melihat ada Wildan di rumahnya.

"Sendirian aja."

"Nggak sekalian makan malam disini?"

"Nggak mas lain kali aja," uap Wildan lalu pergi.

Setelah kepergian wildan Shanum menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi tak lupa menyiapkan baju ganti. Lalu ia turun untuk membantu memasak bi Darmi.

"Sayang sudah ku bilang jangan terlalu lelah," ucap Davin berjalan menuju dapur.

"Nggak capek mas, cuman bantu sedikit kok. Mas kapan kita ke rumah mama. Udah nggak sabar kasih tau mama sama mbak Lena soal kehamilan aku."

"Pas weekend aja ya, aku masih banyak kerjaan, lagipula kamu kan masih sering mual-mual," ucap Davin yang dijawab anggukan oleh Shanum.

Setelah makan malam selesai mereka langsung memutuskan untuk masuk kamar. Kehamilan di trimester pertama membuat Shanum merasakan lemas ia memutuskan untuk langsung tidur. Sedangkan Davin masih saja berkutat dengan laptopnya meskipun sudah seharian di kantor. Shanum berbaring di samping Davin, ia menyelimuti dirinya hingga batas leher. 5 menit 10 menit 15 menit Shanum hanya memejamkan mata tanpa pergi ke alam mimpi. Ya, entah mengapa ia tak bisa tidur. Padahal ia ingin sekali mengistirahatkan tubuhnya. Davin yang melihat Shanum nampak gelisah seketika menutup laptopnya dan meletakkan di nakas lalu membaringkan tubuhnya menghadap Shanum dan memeluk seraya mengelus perut Shanum dari belakang. Shanum yang mendapat perlakuan manis seketika gugup bercampur senang.

"Aduh nak, kau bermanjalah dengan papamu ketika kau sudah lahir. Ketika masih diperut mama jangan manja sama papamu. Aku terlalu gugup jika kau meminta begini setiap akan tidur," batin Shanum berdialog dengan calon buah hatinya.

Tak lama setelah itu terdengar nafas Shanun yang teratur, menandakan bahwa ia sudah tidur. Davin mengangkat tubuhnya dengan bertumpu pada siku lalu mengecup pipi Shanum sekejap dan beralih pada perut Shanum yang masih rata.

"Sehat-sehat sayang. Cepatlah tumbuh besar agar mama dan papa bisa melihat mu ke dunia ini. Kau adalah pengikat kami, bantu papa supaya mama bisa cinta sama papa ya,_ uap Davin di perut Shanum.

Davin memutuskan untuk menyusul Shanum ke alam mimpi setelah bercakap dengan sang buah hati yang masih dalam perut istrinya.

Sementara di tempat lain Alsyad lagi-lagi teringat dengan Shanum.

Flash back on

Alsyad nampak menunggu aina di gerbang kampus. Sudah 15 menit ia menunggu namun aina tak memunculkan batang hidungnya juga. Ia memutuskan untuk keluar mobil untuk ngopi seraya menunggu Aina. Sesaat setelah membuka pintu mobil, tiba-tiba aina datang dengan ojol nya.

"Maaf kak nunggu lama," ucap Aina merasa bersalah.

"Nggak papa. Ya udah ayo masuk, kita pulang sekarang," ajak Alsyad.

Alsyad melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Hening, tidak ada percakapan diantara mereka. Merasa tidak nyaman dengan keheningan Aina membuka suara

"Kak aku aku tadi ke rumah kak Shanum," ucap Aina membuka suara

"Ngapain? Sama siapa?"

"Diajak sama Wildan, karena aku udah nggak ada kegiatan ya udah aku mau. Eh kak Shanum lagi hamil muda tau," ucap Aina antusias.

Aina yang tak tahu apa-apa tentang perasaan Alsyad terhadap Shanum secara blak-blakan menceritakan bahwa Shanum tengah mengandung. Yang Aina tahu mereka hanya bersahabat tidak lebih. Alsyad hanya diam mendengarkan penuturan Aina.

"Kak, kok diem aja sih," ucap Aina.

"Ha, ya..ya alhamdulillah dong kalau Shanum hamil. Kakak ikut senang."

"Tapi badannya kurusan kak."

"Ya kalau hamil muda emang gitu. Masih mual-mual, gampang lemes, nafsu makan juga nggak kayak hamil tua," ucap Alsyad menjelaskan yang dijawab anggukan oleh Aina.

Flash back off

Alsyad memutuskan untuk Shalat tahajud. Agar ia merasa tenang. Ia tak pernah absen untuk mendoakan kebaikan orang-orang yang berarti dalam hidupnya. Setelah selesai melaksanakan shalatnya ia menuju ranjang untuk mencoba memejamkan mata.

"Astaghfirullah Alsyad. Perasaan mu ini salah, kenapa kau masih saja menyimpannya," ucap Alsyad kesal.

Merasa bersalah tak bisa melupakan cinta pertamanya, ia memutuskan untuk membuang semua kenangan yang berhubungan dengan Shanum. Ia mencari semua barang yang berhubungan dengan Shanum lalu ia buang ke tempat sampah. Ia merasa berdosa jika terus memikirkan istri orang. Ini sangat sulit untuk Alsyad. Memendam perasaan selama 9 tahun bukanlah hal yang mudah bukan?.

*

Tak terasa pagi sudah menyapa dunia, matahari bersinar dengan terangnya. Nampak Shanum sudah siap-siap akan ke dapur untuk memasak sarapan bersama bi Darmi. Tak lupa ia juga menyiapkan baju kantor untuk Davin, meskipun suaminya masih terlelap setelah melaksanakan shalat subuh tadi. Shanum berjalan menuruni anak tangga menuju dapur. 15 menit memasak membuat Shanum merasa lelah. Ia memutuskan untuk menuju kamar mengistirahatkan tubuhnya sebentar.

Ceklek

Begitu membuka pintu nampak Davin tengah siap-siap dengan baju dinasnya. Shanum hanya diam tak bergeming melihat kegiatan suaminya itu. Merasa diperhatikan oleh Shanum, Davin melihat dirinya dari atas hingga bawah. Apakah ada yang salah dengan dirinya hingga istrinya itu memandang tanpa berkedip.

"Sayang, apakah aku setampan itu sampai kamu terbengong memperhatikan ku?" ucap Davin menggoda Shanum seraya mendekatkan diri ke arahnya.

"Ha nggak, biasa aja."

Davin berjalan semakin dekat hingga tidak ada jarak diantara mereka. Shanum seketika gugup

"Mau apa mas?" ucap Shanum was-was

"Kamu harus melayaniku pagi ini sayang," ucap Davin ditelinga Shanum.

Dengan susah payah Shanum menelan ludah, ia takut jika Davin meminta haknya pagi-pagi begini. Davin yang melihat ekspresi Shanum seketika tertawa.

"Hahaha, mikir apa? Aku hanya ingin kamu memakaikan bajuku dengan benar dan jangan lupa juga pasangkan dasi untukku," ucap Davin yang masih tersenyum.

Refleks Shanum memukul dada bidang Davin.

"Dasar, bilang aja dari tadi nggak perlu mengeluarkan kata-kata yang buat aku jadi mikir ke arah sana," ucap Shanum kesal seraya mengancingkan kemeja Davin.

"Sepertinya memang saatnya aku mengunjungi anak kita sayang. Aku belum pernah mengunjunginya setelah tahu kamu hamil," ucap Davin menggoda.

Shanum diam saja, ia terlalu gugup untuk menjawab ocehan Davin. Ia masih fokus memasang dasi di leher Davin.

"Nanti malam aku akan mengunjunginya, bersiaplah," bisik Davin lalu pergi menuju meja makan.

Sementara ditempat lain nampak Lena yang tengah siap-siap akan pergi dengan kekasihnya, siapa lagi kalau bukan Radit. Lena semakin sering keluar rumah semenjak menjalin hubungan dengan Radit.

"Ma, aku nanti ada acara sama teman arisan, jadi pulangnya agak telat nggak papa ya," ucap Lena di sela-sela sarapan.

"Biasanya juga kamu sering pulang telat kan?" jawab Bu Estu sedikit ketus

"Sepertinya wanita tua ini sudah mulai kesal denganku karena aku sering keluar rumah saat Davin tak pulang kesini. Bodo amatlah, yang penting aku bahagia," batin Lena.

Sebenarnya Bu Estu sedikit kurang suka dengan perilaku Lena akhir-akhir ini. Ia sering kali keluar rumah saat Davin tak pulang. Bahkan ia juga sering pulang larut malam.

Bersambung

1
martiana. tya
harusnya jangan astaga..... apalagi shanum gadis berhijab....
Novi Smc
Luar biasa
Lina Suwanti
lucu bgt sm kisah Wildan n Aina😅
Lina Suwanti
benar kan tebakan saya.....lanjut,,makin penasaran dgn kisah Shanum n Wildan
Lina Suwanti
jgn² Wildan adik Shanum dr ayahnya?
Amalia Khaer
malas bnget dah liat shanum.
Amalia Khaer
lahh malah nerapin kesalahan org. Cetek bnget pikiranmu, Vin.
Amalia Khaer
semoga stlah ini gk ada lgi adegan2 keluarga cemara. keluarga toxic tpi keliatan adem ayem. gk cocok tauu. cpt gih kluar Num dri keluarga toxic itu.
Amalia Khaer
ohhh gitu tohhh. jdi bu Estu ini adlah wanita kaya yg di pilih oleh ayahnya Syanum. okk sih. lnjutttt..
Amalia Khaer
istri? yakin?
Safiatul Jannah
sinar lucu ku ya bilan cinta aja malu2 kucing
Safiatul Jannah: Aina Aina lucu banget ya blng cinta aja malu2 kucing
total 1 replies
Pradyta
Bagus
NiedaSofian
Kok tamat? Lena sama radit gimana? Ah tergantung ceritanya..ngak puas selagi penjahat tidak dpt pembalasannya...
no name: baca sebuah rasa.
total 1 replies
endang
ini ceritanya gimana wildan mau balas lena ma radit
Eva Pramita
Estu= es batu gitu
i.s.h.e.n
baca part ini jd ikutan ngomel. .hahaha
i.s.h.e.n
akhirnyaa..si davin nerima juga keputusan shanum...ko lega yaa rasanya mereka pisah..hihihu
i.s.h.e.n
jangan sampe shanun jatuh cinta sama davib..setelah di pukulin
Anisnikmah
nanti bucin ya Thor
Anisnikmah
oh pencetak anak.. ternyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!