NovelToon NovelToon
The Way Of The Ruler

The Way Of The Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Barat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: OmuraRyu

Cerita ini berkisah tentang petualangan seorang pemuda bernama Aryasetya yang bertransmigrasi ke tubuh seorang pangeran bernama Agha Agana.Pangeran itu menerima racun sebelum dinobatkan sebagai Raja, setelah dia memasuki tubuh Agha Agana, dia dinobatkan sebagai seorang Raja di Kerajaan Agrapana.

Dengan berbagai bantuan dari para bawahannya yang terampil, Agha Agana memulai petualangannya. Menemukan berbagai hal baru di dunia yang ia tinggali dan perlahan dia mengerti seberapa luas dunia yang ia tinggali.

Dengan bantuan sistem, Agha Agana
mulai memperkuat kerajaannya dan perlahan dia mulai menapaki jalan penaklukkan. Dimulai dari dunia yang ia tempati kemudian dia menaklukkan berbagai dunia yang memiliki keunikannya masing-masing.

Dan nantinya kerajaan yang ia bangun akan terus ada dan berakhir menjadi Dinasti tanpa akhir.
Ikuti perjalanan Agha yang menapaki langkahnya menjadi seorang penguasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OmuraRyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30. Pertempuran Telah Dimulai Tidak Sesuai Dengan Rencana

"Ketua bagaimana dengan rencana yang telah kita buat?"

"Sudah berjalan, hanya menunggu esok hari untuk pergi ke pusat."

"Baik, aku akan menyiapkan pasukan untuk besok. Aku undur diri dulu."

"Ya, lakukan dengan cepat dan beritahukan pada yang lain."

"Baik, Ketua."

T'halcha Morikan tengah mengobrol dengan salah satu bawahannya, setelah salah satu bawahannya mendapat tugas T'halcha Morikan langsung memulai rapat yang telah dia helat. Di ruangan itu terdapat empat Hob-goblin dan satu High-Goblin namun ada satu Hob-goblin yang telah mendapat tugas.

"Langsung saja, apa kalian siap untuk melakukan penyerangan saat pemilihan pemimpin Federasi Hyob Union di gelar."

"Siap, Ketua."

Menunjuk High-Goblin, T'halcha Morikan menanyakan perihal kondisi dari suku-suku yang akan membantu rencananya ini.

"Rafes, bagaimana koordinasi antara suku kita dengan suku lainnya untuk penyerangan esok." High-Goblin paruh baya memiliki kumis dan janggut yang lebat dan sorot mata jenuh.

"Sudah Ketua, mereka telah siap untuk melaksanakan dan membantu penyerangan esok dengan pasukan elit suku mereka."

"Hahaha... bagus... bagus... lalu bagaimana pengintaianmu Jur'icna?" tanya T'halcha Morikan pada Hob-goblin yang memperhatikan pembicaraan mereka dengan serius, Jur'icna terlihat biasa saja namun memiliki aura kokoh.

"Di pusat, situasi tampak tenang namun badai tak kasat mata mengintai kita ketua, para pemimpin suku lainnya tengah mempersiapkan pasukan juga ketua. Kemungkinan ini akan menjadi tiga arah tidak sesuai dengan rencana kita. Aku pikir pihak ketiga berasal dari pemimpin tertinggi Federasi Hyob Union saat ini ketua," jelas Jur'icna dengan lantang dan hati-hati saat mengucapkan kalimat itu agar tidak salah ketika dia mengucapkannya.

"Ini.... akan menyusahkan bila pemimpin ikut serta dalam perang ini. Melihat dari prajurit elit yang dia miliki, mereka dapat menentukan arah dari situasi saat ini. Namun kita bisa merasa lega karena aku mendapatkan bantuan dari luar meskipun tidak banyak."

"Bantuan luar, apa maksudmu ketua?" tanya salah satu dari mereka dengan nada bingungnya.

"Mereka ras manusia. Yang satu seorang pedagang yang ingin membeli ronan suit, sedangkan yang satunya aku kira seorang prajurit yang ingin menyewa pasukan kita. Namun, aku membuat perjanjian pada mereka agar membantuku terlebih dahulu sebelum memenuhi permintaan mereka."

Setelah menjelaskan tentang bantuan luar, T'halcha Morikan menanyakan persiapan pasukan, peralatan dan membahas rencana mereka.

Mereka berencana untuk mengambil alih posisi pemimpin Federasi Hyob Union dan mengubahnya menjadi sebuah kerajaan bukan lagi sebuah federasi. Mereka telah menghubungi suku-suku yang akan bergabung dan membantu mereka untuk meraih tujuan itu.

T'halcha Morikan telah merencanakan semua ini cukup lama, dia telah menghubungi para pemimpin suku lainnya meskipun ada yang menolaknya.

T'halcha Morikan tetap percaya bahwa apa yang dia lakukan benar , karena dia berpikir apabila pucuk pimpinan Federasi Hyob Union dari militer maka kekuatan yang dimiliki Federasi Hyob Union akan semakin kuat dan wilayah yang mereka kuasai akan lebih luas lagi.

T'halcha Morikan memberitahu visinya pada pemimpin suku lainnya. Beberapa tertarik dan ikut andil dalam rencana yang dibuat T'halcha Morikan. Kebanyakan suku yang ikut andil, berasal dari suku petarung atau lebih condong ke arah militer daripada penelitian.

T'halcha Morikan telah menggenggam 30% kekuatan dari Federasi Hyob Union serta 10% kekuatan lainnya yang akan membantunya dari bayang-bayang. dengan kekuatan sebanyak itu, T'halcha Morikan menjadi lebih yakin untuk memenangkan pemilihan ini.

Hari yang ditunggu-tunggu T'halcha Morikan tiba, dipimpin T'halcha Morikan seluruh Suku T'halcha berangkat menuju pusat Federasi Hyob Union.

Agha dan kelompoknya juga mengikuti jejak T'halcha Morikan, namun Agha merasa khawatir karena belum menerima kabar dari Albert Hailsten dan Vicar Herraudsson.

Tanpa kedatangan pasukannya, Agha merasa kurang yakin dengan rencananya karena ini akan mempengaruhi rencana yang telah dia susun.

Sampai keberangkatan pasukan T'halcha Morikan ke pusat Federasi Hyob Union, pasukan Agha belum muncul juga sehingga Agha hanya bisa mengikuti T'halcha Morikan dan menyampaikan keterlambatan pasukan yang telah dia janjikan.

Mendengar keterlambatan pasukan Agha, T'halcha Morikan memberikan sebuah petunjuk pada Agha agar pasukannya dapat menyusul pergerakan mereka. Mendapat sebuah petunjuk membuat Agha sangat gembira dan dia mengutus Ner Riock untuk menunggu kedatangan pasukan Agrapana.

Mereka semua segera berangkat menuju pusat Federasi Hyob Union, meninggalkan Ner Riock sendirian.

Agha menanti-nanti akan seperti apa bentuk dari pusat Federasi Hyob Union. Di sepanjang jalan Agha melihat kedisiplinan yang ditunjukkan prajurit Goblin, tidak hanya itu Agha juga memperkirakan prajurit yang dibawa T'halcha Morikan berkisar 500 prajurit. Namun, Agha yakin bahwa masih banyak prajurit goblin lainnya yang tidak dia ketahui.

Melihat baju besj yang dikenakan Goblin, Agha dapat mengetahui bahwa kualitas yang dimiliki baju besi itu sangat baik.

Meskipun ada bagian-bagian yang tergores di armor itu tidak mengganggu keindahan dari bentuk baju besi itu namun menambah kesan garang pada baju besi yang mereka kenakan. Prajurit yang dibawa T'halcha Morikan didominasi oleh Goblin biasa meskipun ada banyak Hob-goblin.

"Rafes, bagaimana dengan di pusat. Apa sudah siap disana?" T'halcha Morikan menanyakan situasi yang ada di pusat Federasi Hyob Union pada Rafes dengan suara lirih.

"Aku rasa sudah siap ketua. Sebelum keberangkatan kita, aku sudah mengirim pesan pada bagian kita yang ada disana."

"Bagus, tidak boleh ada kesalahan untuk masalah ini karena menyangkut kelangsungan hidup suku kita."

"Ya, Ketua."

Tiba-tiba T'halcha Morikan menyuruh Agha untuk mengenalkan dirinya pada pemimpin di Federasi hyob union dan meminta Agha untuk menanyakan perihal baju besi, agar pemimpin Federasi Hyob Union tidak curiga akan kedatangan seorang manusia.

Agha terkejut dengan permintaan T'halcha Morikan namun dia tidak resah akan permintaan itu, melainkan merasa senang.

Agha merasa senang karena dia mendapat sebuah kesempatan emas yang diberikan secara cuma-cuma, seakan-akan ada sosok yang membantunya di belakang.

Agha memikirkan sebuah rencana dimana dia akan mencoba untuk menghasut kedua kelompok agar mereka cepat bentrok dan menghabiskan banyak darah.

Dengan kesempatan yang diberikan T'halcha Morikan, rencana yang telah dia susun menjadi lebih ringan untuk dilakukan.

"Tuan Morikan apakah pertemuanku dengan ketua Federasi Hyob Union benar-benar diperlukan?" Agha menanyakan keperluannya untuk bertemu dengan sang ketua, dia merasa jika itu tidak diperlukan.

"Ya, memang diperlukan. Aku menginginkan semuanya berjalan dengan lancar. Dan kamu adalah salah satu bantuan yang penting untukku."

"Oke, aku juga ingin melihat ketua Federasi Hyob Union." Meski di awal Agha tidak ingin bertemu tetap saja dia harus mengetahui rupa dari sang ketua.

"Hooohooo.. apa tuan Agha penasaran dengan ketua kami?"

" Hahahaha.... bagaimana tidak penasaran, aku sering mendengar dari desas-desus diluar sana yang mengatakan kalau pemimpin Federasi Hyob Union itu Kuat namun lemah, hal inilah yang membuatku penasaran dengan sosok ini," terang Agha dengan tawa lepas pada t'halcha Morikan.

"hoohoo sebegitu terkenalkah ketua kami, ini cukup bagus. Lalu bagaimana dengan jendral-jendral kami?"

"Jendral Goblin kah... aku jarang mendengar orang-orang membicarakan para Jendral Goblin. Namun, setelah aku bertemu denganmu aku tahu bahwa Jendral Goblin tidak bisa dipandang sebelah mata."

"Hahaha.... benarkah aku sekuat itu?" T'halcha Morikan merasa bangga setelah dia mendapat pujian dari Agha.

"Aku tidak tahu secara pasti namun kamu memang kuat daripada yang lainnya." Sekali lagi Agha memberikan pujian.

"Hahaha... kau terlalu memujiku Tuan Agha." T'halcha Morika senang dengan kata-kata yang Agha keluarkan.

"Apakah aku akan diberi semacam tugas disini, kau tahu aku akan membantumu seperti perjanjian yang kita buat."

"Tugas ya, lihat saja situasi setelah kau bertemu dengan ketua. Setelah pertempuran dimulai, kamu langsung saja ikut membantuku sebagai bala bantuan tak terduga."

"Tidak ada rencana, langsung menyerang saja setelah pertempuran dimulai begitu." Agha cukup kesulitan dengan permintaan tidak pasti T'halcha Morikan.

"Ya, namun aku harap kamu melihat situasinya dulu sebelum terjun ke pertempuran."

"Oke kalau begitu." Agha menyanggupi permintaan T'halcha Morikan dengan ketidakpastian.

Setelah menyelesaikan perihal tugas yang akan dia miliki Agha segera meninggalkan T'halcha Morikan.

Menunggangi Akai, Agha mendekati Sakura mencoba untuk membuat sebuah percakapan namun dia diabaikan Sakura dan Agha hanya bisa menundukkan kepalanya lalu fokus pada perjalanan.

Meskipun Agha sering diabaikan oleh Sakura entah mengapa dia tidak marah atau merasa jengkel.

Agha merasa bahwa sifat acuh tak acuhnya sakura ini yang membuat dia menarik nampak tidak mudah untuk ditaklukan.

Agha terkadang mengambil momen untuk melirik Sakura, dia selalu terpesona setiap kali dia melirik Sakura.

Pada saat Agha melirik Sakura, pergerakan pasukan terhenti oleh perintah T'halcha Morikan, Agha merasa ada hal yang aneh karena terhentinya gerakan para prajurit.

Agha bergerak menuju T'halcha Morikan namun apa yang dia lihat bukan senyuman dari T'halcha Morikan melainkan raut wajah serius.

T'halcha Morikan nampak marah setelah melihat satu kelompok besar pasukan Goblin yang menghadangnya.

"Hahahaha sungguh bagus Morikan, sayang sekali kau tidak melihat sesuatu yang salah."

"Apa maksudmu Droin?" T'halcha Morikan bingung dengan kata-kata yang Droin ungkapkan.

"Jangan berlagak bodoh Morikan, kau tahu betul apa yang kumaksud."

T'halcha Morikan geram dengan perkataan Lit'ci Droin, dia memang tahu apa yang dimaksud Lit'ci Droin.

T'halcha Morikan merasa bahwa ada sekutu yang berkhianat dan kembali membela Federasi Hyob Union, dia yakin akan pemikirannya ini terutama setelah melihat Lit'ci Droin jendral tertinggi di pihak Federasi Hyob Union saat ini, dia memiliki pangkat dan kekuatan yang sama dengan T'halcha Morikan.

T'halcha Morikan marah setelah menyimpulkan hal ini, lalu dia memerintahkan pasukannya untuk menyerang Lit'ci Droin. Di posisi seperti ini Agha hanya mampu mengikutinya seperti air, hanyut ke dalam pertempuran.

1
Raysonic Lans™
perang muluu thorrr...
kurang piknik nehhh authornya..
Raysonic Lans™
abis duel lemes.. abis duel lemes kok abis duel lemes lemes MC nya.. wkwkwk
Raysonic Lans™
perang terus.. kurang percintaan agak garing Thor..
kIkI
Biasa
Edi Porwanto
mantap berat...berasa banget adegannya
~H∆LUsinN∆SI~
kenapa gk up lagi thor
seven cloud
Luar biasa
⑅♥⑅🌻jessicaC⑅🐺⃝
wkwk pengulangan kata gajah mada 2 X wkwk
Ridwan Sutarso
setahu saya untuk menebas itu laiknya pakai pedang, golok, parangdsb, kalau tombak untuk menusuk, menggebuk, menjangkau musuh yang jauh, jadi ambigu bro
Harman LokeST
yang tidak setia bunuh
John Singgih
diam-diam kesal kepada manusia yang menjadi tamunya
John Singgih
ilmu yang meminta tumbal darah
John Singgih
goblin yang bisa berbahasa bahasa manusia
John Singgih
kesempatan terakhir untuk sang oembunuh
John Singgih
akankah ketemu dengan ana yang mencoba membunuhnya ?
John Singgih
dihajar karena senbarangan
John Singgih
kesepakatan yang berbahaya
John Singgih
ketika sang raja tidak menerima penyerahan sang jendral dan memberinya tugas lain
John Singgih
akhirnya punya kesempatan untuk melakukan pemanggilan lagi
John Singgih
ternyata laist masih takut mati juga ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!