NovelToon NovelToon
Will Never Let You Go

Will Never Let You Go

Status: tamat
Genre:Komedi / Patahhati / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:220k
Nilai: 5
Nama Author: Vin Shine

Hubungan antara dua orang yang saling mencintai tentu saja akan lebih membahagiakan jika ada restu kedua orang tua di dalamnya. Namun, bagaimana akhirnya jika setelah semua usaha dilakukan, tapi tetap saja tidak ada kata restu untuk hubungannya?

Ini tentang Arasellia. Gadis dari kalangan biasa yang selalu kesulitan mendapatkan restu dalam setiap menjalin hubungan.

"Kalau pada dasarnya mereka udah nggak suka sama aku, mau aku kasih mereka uang semiliar juga nggak akan mengubah apa pun."

"Kalau misal berubah, emang kamu punya uang semiliar?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vin Shine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Canggung

"Pak Darma ...." Elang menggumam, tapi masih bisa didengar. Pikirannya berkecamuk mendapati laki-laki yang tampaknya akan menjadi rivalnya ternyata berada di rumah Ara.

Darma melangkah dan berdiri di samping Ara. "Panggil nama aja kalo diluar jam kantor."

Elang mengangguk pelan sebagai jawaban.

Ara lantas mempersilakan laki-laki itu masuk. Dan kini, kecanggungan terjadi di ruang tamu rumah Pak Narto karena anak gadisnya diapelin dua laki-laki di saat bersamaan.

"Mau minum apa, Mas?"

"Apa aja, Ra."

Tanpa menunggu lagi, Ara langsung pergi meninggalkan dua orang tamunya dan mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan. Helaan napas panjang terdengar. Ara bingung harus melakukan apa nanti. Karena itu, ia berlama-lama di dalam sana.

Kembali ke ruang tamu, Elang tampak kikuk karena ini kali pertama ia berada di ruangan yang sama dengan atasannya diluar urusan pekerjaan.

"Udah lama di sini?" Akhirnya sebuah kalimat tercetus dari bibir Elang, tanpa embel-embel apa pun.

"Yeah, lima jam ada kayaknya." Entah sengaja memanas-manasi atau memang tidak bisa menghitung, Darma menjawab seenak jidat. Tapi, masa, sih, orang yang cita-citanya jadi engineer hitung-hitungannya jelek. "Ara minta diajarin soal-soal buat ujian mandiri ntar," katanya lagi. Yang mana berhasil menimbulkan gemuruh di dada Elang.

Elang tak lagi bersuara sampai Ara muncul membawa water jug berisi es jeruk lengkap dengan gelasnya. "Sorry, lama," ucapnya dengan senyum yang dipaksakan.

"Nggak minum?" Gadis itu melirik bergantian dua orang lelaki di depannya melihat minuman yang ia bawa dianggurkan begitu saja. Padahal dengan penuh perjuangan ia memeras jeruk tadi.

"Minum, kok." Elang menyambar salah satu gelas.

"Tuangin, dong. Kan tamu." Darma ngelunjak.

Elang sontak terbatuk, sedangkan Ara tetap anteng di kursinya.

"Makan aja abis banyak, masa minum minta dituangin," seloroh gadis itu tanpa sadar mengobarkan api cemburu di hati mantan kekasihnya.

"Makan?" Elang bertanya meski dalam hatinya dia sudah tahu jawabannya.

"Iya, barusan Mas Darma makan di sini," cicit Ara menyadari kebodohannya. Sekarang dia terlihat seperti sedang memamerkan kedekatannya dengan Darma di hadapan Elang. "Btw, Mas Elang ada perlu apa ke sini?" Dengan cepat, Ara mengalihkan topik pembicaraan.

Sejenak ekor mata Elang mengarah pada Darma sebelum akhirnya menjawab, "Tadinya aku mau ngajak kamu pergi, tapi kayaknya kamu udah sibuk sama yang lain."

Ara menelan ludah dengan sedikit rasa geram. Apa maksudnya sibuk dengan yang lain? Ara memang sibuk, tapi dia sibuk dengan soal-soal. Perkara Darma di sini, laki-laki itu 'kan hanya membantu. Lihat saja sekarang, Darma juga asyik dengan ponselnya. Ara jadi benar-benar malas walau untuk sekadar berbasa-basi dengan Elang.

Beruntungnya Ara, di tengah rasa kesal yang menyelimuti hatinya terdengar suara motor sang adik berhenti di depan rumah. "Tumben udah pulang?" tanyanya begitu Gusti memasuki rumah, tanpa mengacuhkan dua laki-laki di depannya.

"Nggak liat gerimis gede-gede kayak gitu?" Gusti menunjuk ke luar.

Ara mengikuti arah telunjuk Gusti dan bersamaan dengan itu hujan turun dengan derasnya.

Gusti yang sudah mau masuk ke dalam kontan menghentikan langkahnya menyadari tidak hanya satu, melainkan ada dua laki-laki duduk bersama kakaknya. "Eh, ternyata rumah rame, ya. Tau gitu tadi nggak main." Ia masa bodoh melihat Ara sudah melotot padanya.

"Lhoh, Mas Darma main game itu juga? Aku juga main, lhoh, Mas," ujar Gusti akrab saat tak sengaja melihat tampilan di layar ponsel Darma.

"Serius? Mabar, yuk."

"Boleh, boleh. Bentar aku ganti baju dulu."

"Udah sore, emang nggak pulang?" tanya Ara begitu Gusti masuk ke dalam, entah tertuju pada siapa. Namun yang jelas, Elang tidak mau menjawab duluan. Dia menunggu jawaban Darma terlebih dahulu.

"Ujan, lhoh, Ra. Nggak inget aku bawa motor? Kamu mau tanggung jawab kalo aku sakit?"

Elang menahan napas. Nyatanya, meski baru kenal beberapa minggu interaksi antara Ara dan Darma sudah tak ada rasa canggung sama sekali. Dan lagi, ia seperti melihat sisi lain dari Darma yang sangat jauh berbeda ketika sedang di kantor.

"Mas Elang, mau ikut mabar juga?"

"Ng-nggak, Ra. Aku pulang aja, deh." Dengan berat hati Elang beranjak karena seandainya tinggal pun dia tidak tahu mau apa.

Ara diikuti Darma di belakangnya mengantar Elang ke teras depan. Pak Narto dan Bu Ata muncul dari samping rumah membawa buah belimbing di tangan masing-masing.

"Lhoh, Elang ke sini juga?" Pak Narto tetap menyambut ramah, meski sudah tahu jika hubungan pemuda di hadapannya dengan putrinya telah kandas.

"Iya, Pak, tapi ini mau pulang."

"Duh, kok, cepet banget." Bu Ata menimpali.

"Iya, lupa mesti ada yang diurus. Pamit dulu, ya, Pak, Bu." Elang menyalami mantan calon mertuanya, lalu mengangguk kecil seraya tersenyum pada Ara dan Darma.

"Hati-hati, ya. Salam buat bapak sama ibu," pesan Pak Narto.

"Saya pulangnya nanti, ya, Pak, Bu. Lupa nggak bawa jas hujan tadi," ujar Darma meminta izin untuk tinggal lebih lama.

"Iya, santai aja. Doyan belimbing nggak, Mas?" ujar Pak Narto sambil mereka memasuki rumah.

"Apa aja doyan, Pak. Saya makannya gampang, kok. Masakannya Ibu juga enak banget." Darma memuji sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Ara yang berjalan di sebelahnya. Sementara Pak Narto dan Bu Ata yang berjalan berjejeran di depannya, tentu saja tidak melihatnya.

"Makan lagi nanti, Mas, kalau laper. Ara itu makannya sedikit, jadi kalau masak suka sisa-sisa."

"Wah, sayang banget, Bu. Nanti aku bantu abisin, deh." Darma menawarkan diri, dan obrolan antara orang tua Ara dengan Darma pun terus berlanjut sampai akhirnya Gusti datang setelah tadi harus ke kamar mandi terlebih dahulu. Setelahnya, Pak Narto dan Bu Ata pamit ke belakang, Gusti dan Darma telah disibukkan dengan ponsel masing-masing. Ara? Gadis itu sudah mendekam di kamarnya dengan hati berkecamuk.

.

.

.

Aku sebenernya insecure nulis cerita ini karena kayak kapas alias enteng banget nggak kayak cerita orang-orang. Semoga kalian mau baca sampai tamat, ya. Xoxoxo.

Aku juga mau bilang kalau aku bakalan slow update (ini jg slow, thor. Iya ,maap) karena aku mau nulis cerita baru. Hehe ....

1
Studesyy
Bagus, ringan, tata bahasanya rapih dan mengalir, ga giung banget, dutunggu karya lainnya Thor ... SEMANGAAAAT!!!
grey: thanks a lot, kalo jadi bulan depan nelorin cerita baru 🥰🥰🥰
total 1 replies
Studesyy
Aku suka ceritanya Thor, proses perasaannya ditunjukin banget, ga ujug2 jatuh cinta pada pandangan pertama trus bucin maksimal trus terkesan giung banget akhirnya, iya emang ini dunia novel yg absurd dan giung mah udah biasa, tapi aku suka cerita ini, alurnya sesuai sama real life banget ..
Rahmaniar
suka ceritanya
grey: terima kasih,
aku ada cerita on going di aplikasi sebelah
total 1 replies
Putri Kelima
di tempat ku namanya king2
Ida Farida
aku suka ceritanya thor..ceritanya ringan..seperti kehidupan sehari hari...bkn cerita sprti novel kebnyakan yg cerita CEO kaya rya, yg tnggal di mansion mansion mewah...🥰🥰🥰
grey: terima kasih, boleh banget baca ceritaku yg lain. aku jg nulis di platform lain

sorry iklan 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Imas Karmasih
salam. kenal kakak, suka cerita nya
grey: hai, makasih sudah suka ceritaku. boleh bgt baca yg lain, aku juga menulis di beberapa platform
total 1 replies
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
tolong diperjelas, merem melek karna apa 🙈🙈🙈
grey: kepedesan






tp boong
total 1 replies
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
maafkan aku Tuhan.
jujur aku seneng omanya mati
🙈🙈🙈
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
aldo kan temenya darma
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Kenny sihyanti
Mampir
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
palingan juga gak lama bakalan break 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
sengaja biar Elang cepet balik ke rumahnya 😅
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
mas Elang bikin mood langsung anjlok kaya rel kereta
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
berawal dari tukang ojek ceritanya..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
lagi di bioskop mana bisa tenggelam Ara ?
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
ealah tadi aku plesetin,beneran muncul disini .pantes othornya kebakaran jenggot,eh punya jenggot gak sih😅🤭
grey: kata gue sih lu mending diem ☝️☝️☝️😭😭😭😭
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
pucuk di ulam cinta pun tiba 🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ: sengaja 😜...othornya lg PMS nih kayanya dari pagi darting mulu 🤸‍♀️🤸‍♀️🤸‍♀️
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
Darma mana Darma...
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
Elang ini kaya kebo yang di cocok hidungnya.ngikutin apapun kemauan ibunya sampe gak bisa belain atau sekedar menjaga perasaan Ara.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR💘𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
yang sabar sabar aja ngadepin ibu² julid
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!