NovelToon NovelToon
ELENA

ELENA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:235.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rinjani Asa

Hai,
Ini merupakan karya pertamaku, mohon dukungannya ya dengan cara like, love, vote dan komen sebanyak-banyaknya.
Kasih juga ya hehehe.

❤️❤️❤️❤️❤️
Anyelir, gadis yatim piatu yang cerdas dan cantik. Tapi sayang nasibnya tak secantik rupanya. Ia harus rela mengubur impiannya untuk bekerja keras demi sang Nenek tercinta yang sedang sakit.
Kehormatan nya direnggut secara paksa oleh seseorang yang mempunyai pengaruh di tempatnya bekerja.

Ken, anak dari pengusaha kaya raya. Hidupnya tidak tenang, selalu dihantui rasa bersalah setelah malam kejadian ia merampas kehormatan salah satu karyawannya.

Elena, seorang gadis manis yang sangat hebat. Diusianya yang masih kecil ia memiliki bakat melukis serta bermain biola. Disamping kelebihannya, Elena merupakan gadis yang pendiam, saking diamnya sampai-sampai ia tidak mau berbicara. ia berkomunikasi dengan bahasa isyarat dan juga note book electric nya.

Akankah mereka bisa bersatu menjadi satu keluarga yang utuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rinjani Asa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunda

"Mama, Papa ingin bicara sama Mama," ucap Elena sambil menyerahkan ponselnya pada Anyelir.

Anyelir segera menutup lemari pendingin, lalu menerima ponsel Elena. Setelah berhasil menyerahkan ponselnya, Elena kembali ke kamarnya.

Anyelir menuang air dingin yang baru saja diambilnya ke dalam gelas lalu menenggaknya hingga habis setengahnya.

Barulah setelah itu ia beralih ke ponsel putrinya, yang mana ada seseorang yang menunggunya di seberang sana.

"Halo." sapa Anyelir datar.

"Ehm. Halo."

Beberapa detik berlalu, keduanya bergeming tak ada yang mau memulai obrolan. Hanya deru napas keduanya yang terdengar bersautan.

kemudian Anyelir memecah kesunyian diantaranya.

"Kalo diem terus lebih baik aku matikan saja ponselnya," ucap Anyelir dan jarinya bersiap menggeser layar, tapi langsung terhenti ketika ada suara mencegahnya.

"Tunggu!" cegah Ken.

"Lima menit," balas Anyelir.

"Lima belas menit, aku janji setelah ini enggak akan menemui Elena lagi tanpa ijin darimu."

"Oke! waktu dimulai," ucap Anyelir dengan tegas.

"Orang tuaku memaksaku untuk bertunangan dengan anak teman rekan bisnisnya yang bernama Clara. Minggu depan. Ya rencananya minggu depan acara itu dilangsungkan."

"Tujuan anda menyampaikan kabar itu kepada saya itu apa?" tanya Anyelir jengkel.

Ken menarik napas panjang sejenak. Lalu meneruskan ucapannya.

"Aku hanya ingin jujur, a-aku sendiri masih meraba-raba dengan perasaan ini. Aku sangat menyayangi Elena bahkan aku ingin kedua orang tuaku pun sayang kepadanya. Bukan sama seperti apa yang kamu tuduhkan untuk mendapat pengakuan. Tapi karena kamu pun masih keberatan dengan usul Mami untuk test DNA ulang, itu tak masalah aku sangat mengerti perasaan kamu.

Ken berdeham untuk membasahi tenggorokannya yang kering.

"Terima kasih karena kamu tidak memungkiri bahwa aku papa kandung Elena, terima kasih juga atas beberapa pertemuan yang walaupun terbatas tapi mempunyai arti dan kesan tersendiri. Dan yang terpenting terima kasih karena mempertahankan dan berjuang demi Elena...anak kita."

Mata Anyelir terpejam, ia merasakan gemuruh di dadanya. tak terasa bulir bening jatuh melewati pipinya. Lalu dengan cepat ia segera membuka matanya dan mengusap pipi dengan punggung tangannya.

Anyelir melirik Baby-G di pergelangan tangan kirinya. "Tujuh menit lagi," ucap Anyelir dengan suara serak.

"Tunggu aku. Aku akan cari cara supaya pertunangan itu tidak terjadi." Ken mencoba meyakinkan Anyelir.

"Tidak perlu! Sudah dari pertama saya katakan bahwa Elena tidak butuh pengakuan siapapun. Elena hanya butuh kasih sayang yang tulus dan kebahagiaaan!" tegas Anyelir.

"Dan kebahagiaan Elena adalah bersama kita. K-I-T-A. Bukan hanya kamu."

Anyelir sudah tak tahan dengan desakan air mata yang ingin segera tumpah dan mengalir di pipinya. Lalu dengan segera ia mematikan sabungan telpon secara sepihak.

***

Ballroom hotel sudah disulap menjadi lebih cantik dan meriah dengan hiasan bunga berwarna putih gading dipadu dengan kuning.

Hari ini pesta pertunangan Ken dan Clara akan dilaksanakan. Semua sudah dipersiapkan oleh Carol dan Danial. Mereka kini tengah berada di kamar hotel khusus.

Mereka sudah siap dengan gaun dan setelan jas yang membuat mereka tampak cantik dan tampan meskipun usia mereka sudah lebih dari setengah abad.

"Ken sudah kamu hubungi Pi?" tanya Carol yang sedang mematut diri di cermin.

"Sudah tapi tidak diangkat dari tadi." Danial berucap sambil terus melakukan panggilan pada Ken.

"Gimana sih. Coba hubungi Dafa Pi, jangan sampai anak itu berbuat macam-macam."

Danial menuruti ucapan istrinya. Ia mematikan panggilan ke ponsel Ken lalu beralih ke ponsel Dafa.

Carol menunggu dengan cemas dan gelisah. Pikirannya sudah membayangkan hal buruk yang akan membuat malu keluarganya.

"Gimana Pi?"

"Enggak diangkat juga Mi."

"Tapi nyambung kan?"

Danial mengangguk. "Akan ku suruh Panji untuk mengecek lokasi," ucapnya. Pria paruh baya yang masih terlihat tampan itu berdiri dan berjalan menuju balkon.

Terdengar suara pintu kamar dibuka. Muncul seorang wanita cantik dengan gaun indah yang melekat di tubuhnya, di belakangnya ada dua orang yang mengiringinya.

"Clara."

Carol menghampiri Clara lalu mengajaknya duduk di sofa.

"Ayah bunda kamu sudah datang Nak?"

"Sudah Tante, lagi siap-siap."

"Ta..."

"Mami kita ke rumah sakit sekarang. Ken kecelakaan." Omongan Carol terpotong karena Danial mengabarkan Ken kecelakaan.

"Apa!"

"Apa!"

Carol dan Clara berucap bersamaan. Hati Carol mencelos mendengar anak semata wayangnya kecelakaan.

Sedangkan Clara langsung diam membeku. Kenapa Tuhan tidak berpihak kepadanya, disaat ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan ada saja kendala yang melintang.

"Ayo Pi. Tapi bagaimana acaranya?" tanya Carol sambil melihat ke arah Danial dan Clara secara bergantian.

"Clara ikut Tante. Acaranya mungkin bisa kita tunda dulu, yang terpenting kita lihat dulu keadaan Ken. Clara akan hubungi Ayah kalau Ken kecelakaan dan acara ditunda," ucap Clara.

Mereka keluar kamar bersama -sama menuju mobil untuk segera ke rumah sakit tempat Ken di rawat.

Clara satu mobil bersama dengan Carol dan Danial dan juga sopir tentunya. Tak lupa ia menghubungi kedua orang tuanya mengabarkan apa yang telah terjadi.

Danial pun segera menghubungi asistennya untuk mengurus acara yang tertunda bahkan mungkin tidak jadi di laksanakan ini.

***

Mereka telah tiba di rumah sakit, lalu segera menuju IGD. Tadi Dafa sempat mengabarkan bahwa Ken dan dirinya masih di ruang IGD.

Carol langsung menerobos masuk dan segera mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Ken. disusul dengan Danial dan Clara di belakangnya. Tak lama ia mendapati Ken tengah berbaring di brankar dengan Dafa duduk di sampingnya.

Keadaan Ken tidak terlalu parah hanya luka di bagian kepala yang sekarang sudah diperban,. juga luka lecet ditangan akibat terkena pecahan kaca mobil.

Sedangkan Dafa, dia lebih beruntung karena hanya mendapatkan luka memar di bagian pelipisnya.

"Ken." Carol segera menghampiri Ken. "Kamu enggak apa-apa Nak? Kenapa bisa terjadi seperti ini?"

Baik Ken maupun Dafa saling melirik. Tapi tak lama Ken pun menjawab kegundahan Carol.

"Aku baik Mi, cuma luka ringan aja. Tadi kebetulan Ken yang bawa mobilnya, karena kurang konsen dan juga jalanan sedikit licin jadi Ken hampir menabrak pejalan kaki, maka dari itu Ken banting setir ke kanan, eh malah mobilnya nyium tiang listrik."

"Kamu bikin Mamimu khawatir Ken," ucap Danial yang sudah berdiri di belakang Carol sambil mengusap-usap punggung istrinya yang terlihat masih syok.

"Cuma Mami doang nih yang khawatir? Papi enggak?" goda Ken.

"Papi juga khawatir, terlebih calon tunangan kamu," ucap laki-laki paruh baya itu. Seketika semua mata tertuju pada wanita cantik yang masih memakai gaun dengan rambut disanggul yang berdiri di sebelah kiri Ken.

"Kamu enggak apa-apa kan Ken?" tanya Clara.

"Ken menjawab dengan nada datar, "seperti yang kamu lihat."

"Ya sudah Mami sama Papi mau menemui dokter dulu, sekarang kamu sudah boleh pulang belum."

"Lho Mi, enggak lihat kepala Ken diperban gini?

"Cuma perban kan? enggak bocor. Kmeu bilang tadi baik-baik aja. Berarti acara hari ini tetap berlanjut." Carol sudah siap berdiri untuk menemui dokter tapi Ken segera mencegahnya.

"Mi, please, setidaknya tunggu sampai luka aku sembuh dulu."

"Ok, tunggu luka kamu sembuh tapi setelah itu tidak ada acara pertunangan," ucap Carol.

Ken yang mendengar ucapan Maminya sedikit lega dan bibirnya sedikit melengkung ke atas.

"Tapi langsung menikah," ucap Carol kemudian.

❤️❤️❤️

Aduh Mami selangkah lebih cepat. Kira-kira Ken jadi nikah gak ya sama Clara?

1
Nabilah Putri
keren
Nabilah Putri
Semangat
Lenny Susilawati
sangat bagus dan tetlalu simple
cheng phong
sangat bagus,aku suka alurnya👍
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya thor 👍👍👍
Dede Dengah Rumayar
extra partnya mana thor😁😁😁
Salfanei
😭😭
Salfanei
biar banyak yg komen
Salfanei
padahal novel y bagus ya menurut saya tp g ada yg komen buat nyemangatin author y
re
Ditunggu Ektra partnya
Anita Candra Dewi
terlalu lemah ini ken
Prima Dewi
siapa ya yang udah ngeracuni elana....🤔apa seseorang yang udah sakit sama Ken ya...
Welly Sumarni
CPT bgt tamat nya.. pdhl ud nunggu brp hr episode nya..
Mahameru
sedih si, harus tamat padahal batu dikit bab nya
extra part-nya yg byk thor
Ratna Wati
akhir nya tamat juga
Umi Ningsih Mujung
❤️
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Umi Ningsih Mujung
❤️🥰😍😘
Welly Sumarni
lanjut KK, semngat
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Sri Wahyuni
baguslah ada cerita kearifan lokal. semangat thor.
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Ratna Wati
lanjut kk semangat
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!