Elijah Wood bertahun tahun menyembunyikan identitas aslinya sebagai penyihir dengan menjadi seorang Bakers pemilik The Magic Cakes.
Pengkhianatan kekasihnya Felix mengantarkan Elijah Wood pada Black Alliance, klan penyihir yang memburunya sejak kecil. Belum lagi Kutukan dewa Apollo semakin memperumit keadaannya.
Dia dihadapkan oleh situasi rumit menyelamatkan keluarganya dari ancaman Black Alliance, mematahkan kutukan Apollo dan menyelamatkan cintanya sendiri.
Akankah Elijah Wood bisa mengatasi semua permasalahan yang menghadang ataukah harus mengakui kalah dan harus tunduk pada takdir leluhurnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu dengan Keluarga
Pagi mulai menjelang, sinar matahari menembus masuk ke dalam kamarku. Rasanya lelah sekali dan masih ingin tidur seharian. Kemarin sungguh perjalanan dan pengalaman yang sangat menguras energi. Arion hanya mengantarkan ku hingga pergi tidur setelah itu aku tidak tahu kemana dia pergi.
Sejak peristiwa di Kastil Leaveu, Arion sedikit berubah menjadi lebih pendiam. Sesekali bahkan kulihat dirinya menatapku dari kejauhan. Entah apa yang ada dalam pikirannya.
Waktuku tinggal menghitung hari saja. Tahap penyempurnaan akan terjadi Minggu depan, tepat di hari ulang tahunku. Ariana terus memberiku latihan menguasai kelima elemen dasar setiap malam, sementara Arion hanya sesekali bicara dan mengoreksi kesalahan yang kulakukan.
Aku kehilangan Arion, aku merindukan saat kami berbicara panjang lebar tentang apa saja. Aku merindukannya saat dia memelukku dalam kehangatan malam. Tapi aku terlalu takut untuk bertanya pada Arion apa yang terjadi padanya.
Semoga ini hanya perasaanku saja. Atau mungkin karena kami sama-sama merasa terbebani dengan bulan baru.
Aku memaksakan diriku untuk duduk ditepian ranjang. Pagi ini terasa begitu hangat tapi tidak dengan hatiku yang seolah beku karena ketidak hadiran Arion selama beberapa hari ini di Magic Cakes. Aku hanya bertemu dengannya saat kami berlatih di Taman Dewa.
Dari luar aku mendengar suara Jonathan, Manuela dan Laura mulai sibuk bekerja. Mereka mungkin sengaja tidak membangunkan ku karena tidak ingin aku terlalu lelah. Karena hampir setiap hari selama seminggu ini aku harus berlatih.
Kubuka pintu kamarku, dan ku dapati mereka sedang menyiapkan bahan-bahan roti. Laura menatapku dengan sedikit cemas,
" Elijah....apa kau baik-baik saja?" tanyanya padaku
" Aku baik-baik saja Laura...jangan khawatir."
" Kau pucat sekali...mau ku buatkan sesuatu ?" tanya Laura lagi
" Bisa kau buatkan aku steak Laura...aku sangat lapar, semalam aku langsung tertidur dan belum sempat mengisi perut ku."
" Tentu saja...tunggulah sebentar. "
" Apa ada lagi yang kau inginkan ? "
" Orange juice...please.."
" Baiklah...tunggu sebentar. "
Aku berjalan menuju sudut toko dan mengedarkan pandangan ke sekeliling. Deretan buket bunga kiriman Dominic masih terus berdatangan. Dan aku yakin itu akan berhenti Minggu depan, saat penyempurnaan ku tiba.
Jonathan mendekati dan duduk berseberangan di depanku.
" Kau baik-baik saja Eli ?" tanyanya
" Hhmm...seperti yang kau lihat." jawabku sambil menatap ke arah luar jendela
" Kau tidak dalam kondisi baik-baik saja...katakan apa yang terjadi padaku ?"
Jonathan bisa memahami kegundahan ku, dia menjadi pengikut ku selama beberapa tahun dan dia selalu menjagaku layaknya seorang kakak yang melindungi adiknya.
" Kau benar... aku takut Jo...takut jika kali ini aku tidak bisa melewatinya.." jawab ku ragu
" Ini terlalu besar untukku...aku tidak yakin bisa melindungi kalian."
Ku tatap Jonathan dan ku lihat kesedihan dari raut wajahnya. Tapi dia berusaha menutupi hal itu dari ku.
" Aku yakin kau bisa melewati ini Elijah....kami semua mendukungmu disini." katanya sambil menggenggam tanganku
" Bagaimana kondisi Laura, Jo....aku menyesal tidak bisa menjaganya tempo hari." tanyaku
" Laura baik-baik saja...kami memang cukup terkejut malam itu...tapi semua baik-baik saja...jangan khawatirkan hal itu."
" Dominic sungguh luar biasa, dia bisa menembus mantra sihir ku...sesuatu yang tidak ku perkirakan sebelumnya."
Laura datang membawa makanan untukku, aromanya begitu menggoda.
" Makanlah Elijah...kau butuh energi lebih untuk menghadapi hari mu." kata Laura sambil meletakkan sepiring steak dan orange jus di depanku.
" Terimakasih Laura...bisakah kau menemaniku...aku ingin berbicara dengan mu ?" pintaku padanya
Laura pun duduk bersamaku dan Jonathan. Aku menatap ke arah perutnya yang semakin membesar.
" Apa dia baik-baik saja di dalam sana Laura?"
" Dia baik-baik saja jangan khawatir." jawab Laura sambil tersenyum
" Kau ingin menyentuhnya Elijah ?" tanya nya mengejutkan ku
" Bolehkah ?"
" Tentu saja.."
Laura meraih tanganku dan meletakkan tanganku diatas perut buncitnya, ada sesuatu yang rasanya menggelikan di tanganku dan dia bergerak. Aku begitu bahagia sangat menyentuhnya,
" Hai junior...your Aunty want to see you." kata Laura dengan suara yang dibuat seperti anak kecil
Aku tertawa mendengarnya dan semakin ingin mengusapkan tanganku di perut Laura. Seolah mengetahui keinginanku kehidupan kecil di dalam sana menggeliat dan menunjukkan keberadaannya.
" Lihat...dia menendang tanganmu Elijah.." seru Laura bahagia
" Sepertinya junior mengenali aunty nya." timpal Jonathan
" Ini luar biasa Laura...apa kau bahagia ?" tanyaku penasaran melihat wajahnya yang ceria
" Tentu saja Elijah...junior memberiku semangat baru, dan terimakasih kau menerima kami dengan baik disini." jawabnya
Aku bahagia mendengarnya, sepertinya peristiwa malam itu sudah dilupakan Laura. Manuela ikut bergabung bersama kami. Dia duduk persis di sebelahku.
" Bagaiman dengan mu Elijah....aku tidak pernah melihat Kenneth lagi...apa dia telah pergi ?"
Manuela menanyakan sesuatu yang membuatku terkejut, Kenneth..my Arion..
" Aah...tidak...dia hanya ada sedikit keperluan...jadi tidak bisa sering datang kemari." jawabku sambil memasukkan potongan steak ke mulutku
Aku tahu mereka tidak percaya dengan jawabanku, Manuela menatapku tajam
" Something happened didn't it...what's wrong Elijah?" tanyanya
Aku hanya bisa diam dan melanjutkan makan ku yang kini rasanya sudah tidak enak lagi ku makan. I Miss him...my savior..
" Kau salah Manuela... everything is fine." jawab ku gugup
" Waktunya semakin dekat bukan Elijah?" tanya nya lagi
Aku masih memilih untuk diam. Selera makan ku hilang sudah. Aku tidak sanggup lagi menahan air mataku yang tertahan. Manuela memelukku dengan erat.
" Kau tahu Elijah...kau bisa mengatakan semuanya pada kami...we are family...dan kekuatan ikatan keluarga melebihi kekuatan apa pun di dunia ini...menangis lah sepuasnya Elijah...kami disini untukmu.."
Aku semakin membenamkan kepalaku dalam pelukan Manuela. Dia benar keluargaku adalah kekuatanku. Keluarga adalah tempat ternyaman untukku kembali.
Laura mendekatkan dirinya padaku kemudian ikut memelukku sementara Jonathan menggenggam erat tangan ku. Mereka menguatkan ku.
Firasat ku sungguh buruk kali ini. Apa yang akan terjadi esok tidak ada yang tahu. Aku hanya bisa berharap bisa kembali berkumpul bersama mereka lagi dan menjalani hidup dengan normal.
Pintu kaca Magic Cakes terbuka seseorang datang dengan membawa kejutan. Kami melepaskan pelukan dan aku cukup terkejut melihat siapa yang datang mengunjungi ku.
" Ainsley of Leinster..."
jadi siapa pemegang tongkat Merlin selanjutnya ?