Zoya adalah gadis yang hidup di abad ke 21, terkenal sebagai bos mafia yang kejam
"Mereka memang pantas mati, orang yg menjijikan dan tak tau diri." ucap Zoya yang kemudian menarik pelatuk pistolnya
Dorrr
Bukan mangsanya yg terbunuh tapi dia, dia tak tau bahwa ada yg mengincar nyawanya.
Untung saja dewaa masih berbaik hati padanya hingga dia terlempar ke dunia anta branta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PUSPARINI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERSANTAI??
Hari mulai gelap Xiao Ziya sudah cukup lelah dengan masalah masalah yang terjadi hari ini. Dia memutuskan untuk pergi ke paviliunnya, tempat ternyaman yang dia punya di Xlan Xiao. Tempat yang sudah ia tinggalkan beberapa tahun ini.
Saat membuka pintu paviliunnya, tempat itu tetap sama baginya, namun saat masuk ke dalam kamar dia melihat ada orang lain di sana. Apakah paviliunnya di tinggali oleh orang lain selama dia pergi.
"Hei kau, apa yang kau lakukan di paviliunku." tanya gadis itu dengan angkuh, sambil menatap Xiao Ziya tajam. Gadis itu terlihat lebih tua dari Xiao Ziya.
"Ini paviliunku, dan akan terus menjadi milikku. Kau orang asing punya hak apa melarangku?" Tanya Xiao Ziya sambil berjalan kemudia mendudukkan diri di ranjang.
"Sudah satu tahun lebih aku berada di Xlan Xiao, aku adalah anak angkat dari ketua kedua." ucap gadis itu yang tak mau di gusur dari paviliun milik Xiao Ziya.
"Hei ini paviliunku aku sudah menempatinya sejak aku lahir, dan apa yang mau kau sombongkan di hadapanku?" Xiao Ziya sudah geram dengan tingkah gadis bodoh yang ada di depannya. Rasanya ingin ia rebus saja untuk makanan Zier.
"Kubilang pergi ya pergi, kau orang asing mengapa tiba tiba ada di klan Xiao. Gadis sepertimu pasti simpanan anak salah satu pemimpin klan." ejek gadis itu. Memang sepertinya mulutnya harus disumpal dengan cabai.
Karna geram dengan tingkah angkuh gadis itu, Xiao Ziya pergi ke paviliun tempat ketua kedua tinggal.
Braak
suara pintu yang terpelanting dengan keras.
Xiao Yuza yang hendak beristirahatpun terkejut melihat pintu kamarnya di dobrak paksa. Saat ia ingin memaki orang itu ia mengurungkan niatnya. Karna yang membuka paksa pintu kamarnya adalah Xiao Ziya.
"Paman cepat bawa putri angkatmu keluar dari paviliunku, atau akan ku patahkan kedua tangan dan kakimu." ucap Xiao Ziya sambil menatap dengan tajam. Seperti tatapan seekor harimau ingin memangsa buruannya.
"Mengapa kau tak cari paviliun lain saja, putri angkatku Yue Sui sudah lama tinggal di sana." ucap Xiao Yuza dengan entengnya
"Oh jadi gadis yang mengambil paviliunku dengan paksa bermarga Yue." ucap Xiao Ziya sambil mengeluarkan seringainya.
Tiba tiba saja Xiao Ziya pergi dengan cepat dari hadapah Xiao Yuza.
"Dasar gadis aneh." ucap Xiao Yuza kemudian menutup pintu kamarnya, dan melanjutkan acara istirahat yang tertunda.
Dengan cepat Xiao Ziya melesat ke arah selatan wilayah Kekaisaran Qiyu. Tak lama kemudian dia sudah sampai di gerbang masuk Klan Yue.
"Maaf nona apa yang ingin anda lakukan malam malam di sini?" tanya salah satu penjaga.
"Aku ingin bertemu pemimpin kalian. Aku Xiao Ziya anak dari ketua ke lima Klan Xiao." ucap Xiao Ziya sambil menunjukkan plakat identitasnya.
Setelah itu sang penjaga membawa Xiao Ziya masuk kedalam dan menemui pemimpin Klan Yue.
Kebetulan sekali malam ini pemimpin klan sedang rapat dengan para ketua.
"Permisi pemimpin, saya ingin mengantar seorang tamu." ucap sang penjaga gerbang sambil menunduk hormat.
"Siapa yang ingin berkunjung malam malam begini.?" tanya Yue Anzi.
"Dia mengatakan bahwa dia adalah Xiao Ziya, putri dari ketua kelima Klan Xiao."
"Segera suruh nona Ziya untuk masuk jangan membiarkannya terlalu lama ada di luar." ucap sang pemimpin klan dengan panik.
Tak lama kemudian Xiao Ziya masuk ke ruang pertemuan Klan Yue. Dia langsung disambut tatapan penasaran dari ketua klan yang lain.
"Salam hormat saya pemimpin Klan Yue." ucap Xiao Ziya memberikan hormat.
"Apa yang membuat nona Ziya malam malam seperti ini datang ke klan yue?" tanya sang pemimpin klan dengan penasaran.
"Bawa kembali Yue Sui, dia sudah merebut paviliunku dengan paksa, aku hanya berkelana selama satu tahun lebih dan tiba tiba ada orang luar yang menyombongkan diri di hadapanku." ucap Xiao Ziya dengan tegas.
"Hei siapa kau! bukankah Yue Sui sudah di angkat menjadi putri dari ketua kedua. Dan juga mendapat persetujuan dari Pemimpin Klan Xiao." ucap salah satu ketua klan Yue.
"Baiklah jangan salahkan aku bila Klan ini akan musnah dalam satu malam, aku hanya ingin bersantai namun ada saja orang yang menggangu." ucap Xiao Ziya dengan tatapan penuh dengan amarahnya.
"Maafkan ucapannya nona Ziya, besok kami akan menjemput Yue Sui." ucap pemimpin Klan Yue.
"Aku ingin sekarang juga, jika tidak bahkan kekaisaran tak akan peduli dengan kalian."
Ucap Xiao Ziya dengan penuh penekanan.
Hai guys maaf baru up nih wkwkwk
Authornya lagi nambang dulu soalnya.
Jangan lupa vote, komen, like and share ya
mungkin kamu sudah lupa pernah bikin cerita ini tapi kami tidakkk😇