NovelToon NovelToon
TAKDIR

TAKDIR

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Cintamanis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:184.8k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

REVISI BERJALAN

Jika memang ini takdir yang dipilihkan Tuhan untukku, maka aku menerimanya dengan ikhlas.

Sejak kecil aku sudah terbiasa sendiri, bahkan disaat aku kesepian aku hanya bisa berdoa padamu.

Kini engkau hadirkan ujian baru dalam hidupku, ujian yang bahkan aku tak memintanya, tapi jika memang ini terbaik untukku, maka aku ikhlas.

Tuhan, ijinkan aku bahagia meskipun itu tidak mungkin terjadi. Ijinkan aku untuk bisa bernafas lebih lama lagi, agar aku bisa membagiakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBAHAGIAAN

Ahir-ahir ini De memang sudah tertarik dengan sosok Zara. Terlebih hanya Zara yang seolah menutup diri dari laki-laki. Hal itu semakin membuat De berambisi untuk lebih dekat dengannya.

Sayangnya dia selalu ditempeli sahabatnya itu. Tentu saja hal itu membuat dirinya agak sulit untuk mendekati Zara. Ia pun memikirkan bagaimana cara terbaik dan paling efektif untuk dekat dengan Zara.

Tiba-tiba salah satu asdos mendekatinya dan memberinya secarik kertas.

"Hai De, nih jadwal agenda kita selama camping berlangsung!"

"Makasih."

Diraihnya kertas putih itu dan dibacanya satu persatu rangkaian kegiatan yang akan ia lakukan selama beberapa hari ini di camp. Banyak kegiatan yang isinya semakin meng-akrabkan para mahasiswa.

Ada kegiatan trekking juga didalamnya. Setelah membaca rangkaian acara dengan teliti, terlintas sebuah ide untuknya.

"Ya pada poin ini gue bisa lebih dekat dengannya," gumam De dengan mantap.

Dari arah kejauhan ada Lisa yang juga memperhatikan De. Ia bersama-sama dengan teman satu geng-nya sudah merencanakan untuk menjebak De kali ini.

Menjebak dalam arti positif tapi. Karena memang intinya Lisa ingin mendapatkan De seutuhnya. Meskipun ia primadona kampus, selama ini De sama sekali tidak meliriknya. Bahkan seolah tidak tertarik pada Lisa.

Bukan karena Lisa tidak menarik melainkan justru karena Lisa terlalu murahan untuk De. Mana ada wanita yang mengejar laki-laki kalau bukan Lisa.

Baginya yang harusnya lebih agresif untuk melakukan sebuah pendekatan harusnya lelaki bukan wanita. Entah itu dalam segi apapun, hal itu sangat berlaku untuk De.

Seperti saat dirinya dulu harus meluluhkan hati orangtua Laura, sebelum ia menjadikannya kekasih.

Untuk memuluskan aksinya kali ini Lisa juga sudah menyiapkan alat-alat yang sekiranya bisa membantunya nanti. Ya saat kegiatan treking nanti ia akan melancarkan aksinya.

Lisa pun mengulum senyumnya membayangkan jika rencana kali ini akan berhasil.

"Membayangkannya saja sudah membuatku senang, apalagi jika hal itu benar-benar terjadi," gumam Lisa.

.

.

...⚜⚜⚜...

...Korea selatan...

Seorang wanita cantik sedang memainkan layar pipih di depannya. Ia ragu untuk menghubungi seseorang di seberang dunia lain.

Sudah hampir dua pekan ia berada di negara ini, tetapi ia sama sekali belum memberi kabar untuknya. Pertemuan terakhir kali dengannya memberinya kesan berbeda.

Hal yang sebenarnya hampir ia lupakan malah seolah kini kembali hadir dalam pikirannya. Bayangan kisah cinta yang indah beberapa tahun yang lalu kembali menyeruak memenuhi hati dan pikirannya.

Ingin menepis perasaan itu tetapi nyatanya nihil. Semakin ia berusaha melupakan semakin besar pula hati dan otaknya tidak sinkron. Seolah bertentangan dengan hatinya, otaknya malah asik memutar memory-memory indah saat itu.

.

.

.

...Di puncak gunung Nglanggeran...

Seorang lelaki yang sudah matang usianya menyesap rokok di salah satu ujung tangannya. Ia memandang lepas hamparan pegunungan di depannya.

Pikirannya sedang jauh berkelana sembari menunggu kabar dari seseorang yang dirindukannya selama beberapa hari ini. Meskipun De tidak berhasil mempertemukan dirinya dengannya, tetapi takdir berkata lain.

Pertemuannya dengannya beberapa hari lalu di mall membuatnya sering bermimpi indah ahir-ahir ini. Meskipun ia bukanlah seorang gadis belia seperti dulu, tetapi cintanya tak pernah berkurang sedikitpun untuknya.

"Kenapa kamu belum menghubungiku?" tanyanya dalam hati.

"Apa kau tak merindukan aku?"

.

.

.

"Awww ... awww ...."

"Kenapa Bu?" tanya salah satu asdos ketika melihat dosen Lia berteriak.

"I-itu ... itu ada anu disitu ..." tunjuknya sedikit geli pada hewan berkaki banyak di depannya itu.

Mata asdos itu memicing mencoba mencari apa yang dimaksudkan oleh dosennya.

Maklum saja dosen Lia bersama beberapa dosen lain sedang memasak kembali untuk makan siang yang agak kesorean dikit ini. Sayangnya disaat ia sedang asyik mengaduk makanan diatas wajan. Di depan kakinya ada hewan kecil berkaki banyak yang menyenggol jemari kakinya.

Hasilnya tentu saja sang empunya kaki berteriak-teriak tidak karuan. Membuat beberapa mahasiswa dan asdos yang berada didekatnya segera mendekatinya.

Setelah menyelesaikan hisapan terahirnya, dan membuang putung rokoknya di sembarang arah, Raka pun bergerak untuk menyelesaikan keributan yang sempat terjadi itu. Diraihnya segera binatang kecil berkaki banyak itu dengan sebuah ranting lalu membuangnya jauh.

Dosen Lia pun mengelus dadanya lalu kembali memasak tak lupa ia mengucapkan terimakasih.

"Wanita selalu saja merepotkan," gumamnya sambil berlalu.

Sedangkan dosen Lia tidak terlalu mendengarkan perkataan Raka.

Raka pun kembali melanjutkan langkahnya menuju tenda De. Ingin rasanya ia mendekati keponakannya itu segera agar ia bisa membantu mengurangi rasa gundah di hatinya kali ini. Karena disaat seperti ini hanya De-lah yang mampu membantunya.

De memang masih berada di dalam tendanya sembari menyiapkan beberapa peralatan yang akan ia gunakan untuk kegiatan selanjutnya. Kedatangan pamannya memang sedikit mengagetkannya.

"Sorry ganggu," ucapnya.

"No problem, ada apa uncle?"

"Bisakah membantuku sekali lagi?"

De mengerutkan keningnya sembari berfikir. Raka pun membisikkan sesuatu pada De. Lalu De segera meraih benda pipih di sebelah ranselnya itu untuk mengubungi seseorang.

"Sorry uncle, bisa sedikit menjauh kan? jangan sampai mahasiswa lain berpikiran buruk pada kita."

"Dasar anak muda, lagian mana mungkin pisang makan pisang," batin Raka.

"Oke."

Raka segera beranjak agak menjauh, daripada pengap di dalam tenda, ia lebih memilih berdiri di luar tenda De sambil bersedekap tangan.

Setelah berhasil menghubungi seseorang, De pun menyerahkan ponselnya pada Raka agar ia sendiri yang melanjutkan berkirim pesan. Sedangkan De masih memperhatikan dengan seksama ekspresi wajah sang paman.

Sebuah lengkungan senyum bahagia tergurat pada wajah Raka. Setelah memastikan keadaanya baik-baik saja, ada sedikit ketenangan yang menghinggapinya.

Begitu pula dengan sosok wanita di seberang sana. Ia juga sangat bahagia ternyata perasaan rindunya berbalas. Sayangnya ia tidak tau kalau sebenarnya orang yang berbalas pesan dengannya kali ini adalah dia yang ia rindukan.

Setelah beberapa saat, Raka pun mengembalikan ponsel itu pada De dan tak lupa mengucapkan terimakasih serta menepuk punggung De.

Lalu ia pun kembali ke tendanya untuk membantu panitia dan yang lainnya mempersiapkan makan siang yang keburu sore itu. Dengan senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya ia pun melakukan kegiatan sore itu dengan penuh kebahagiaan.

Sedangkan De, masih sibuk dengan kegiatannya. Zara dan Rini juga telah mempersiapkan alat-alat dan keperluan yang dibutuhkan untuk kegiatan nanti malam. Meskipun Zara sedikit penakut tetapi ia sangat menyukai kegiatan yang menguji adrenalin seperti ini.

Ia tidak tau saja, De sudah menyiapkan beberapa modus untuk menjerat Zara.

.

.

Jangan lupa untuk baca, komen n favorit novel nya ya, agar author semakin semangat dalam berkarya.. love you all

1
Shifa Burhan
sad ending bukan berarti ceritanya tidak bagus tapi bagi aku cerita sad ending bisa buat galau berbulan2 karena itu aku sangat menghindari novel2 sad ending
Darah Biru (Bangsawan)
⭐⭐⭐⭐⭐
Darah Biru (Bangsawan)
fav and rate🥰 keren sayang🥰
Darah Biru (Bangsawan)
jangan bahas kata menikah 😄
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: mampir di karya terbaru dong kak🤭
total 1 replies
Anonim
kecewa sudah pasti sama author....
Fransiska Siba
kenapa harus meninggal
mama Al: mampir kak ke istri kesayangan Rangga
total 1 replies
Risky Titi sarlinda
kalau bisa si satukanlah mereka
Risky Titi sarlinda
Semoga udah liat wajah anak nya dia jadi luluh dan mereka bahagia ya
EuRo
halo kak aku mampir ... semangat terus. Salam buat Zara dari Langit Jingga.
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
bintang 5 buat takdir ,,selalu senyum y kak
Luki Lintang
lanjut kan jangan kelamaan nunggu
Risky Titi sarlinda
ia KK semoga ada keajaiban KK selalu sehat dan selalu bahagia
Luki Lintang
lanjut
Risky Titi sarlinda
wah ini juga alamat cinta akan kandas 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Risky Titi sarlinda: KK serius ini cerita KK sendiri
total 2 replies
Ardi mrongos
semua terjadi dgn adanya sahabat dan cinta, semua bs indah tp terluka jg jk tdk bijak menyikapi
Ardi mrongos
bnr itu anugerah terindah hny bs dinimati bahagia brsm org trkasih
Ardi mrongos
sehat selalu thor, biar bs up segera
💋ShasaVinta💋
get well very soon othor 🙏
Ryan cha
semangat terus upnya👍keren ceritanya
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: terima kasih kak, smoga suka🙏😊
total 1 replies
⸙ᵍᵏ 𝓓𝓲𝓲 𝓮𝓲𝓶𝓾𝓽
semoga othor cpt sembuh dan sehat kembali.. ttp semangat ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!