NovelToon NovelToon
THE KILLER Series

THE KILLER Series

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Balas Dendam / Pembunuhan / Kebangkitan pecundang / Mata-mata/Agen / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:758.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: PimCherry

Aaron Bradley, seorang pekerja konstruksi di Kota New York, mendapati keluarganya tewas terbunuh saat ia kembali bekerja. Tidak hanya sampai di situ, ia juga tertangkap tangan sedang memegang sebuah pistol yang menjadi senjata pembunuhnya.

Ia harus membuktikan dirinya tidak bersalah dengan mencari pembunuh sebenarnya. Selain itu, dendam di hatinya yang begitu besar membawanya pada liku liku kejahatan di Kota New York. Kehidupannya yang bahagia berubah 180 derajat karena ia sudah kehilangan semuanya.

Apakah ia bisa menemukan pembunuh sebenarnya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Kisah ini mengandung sedikit adegan kekerasan dan juga action.

Salam,
PimCherry

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASA DEPANKU

Aaron bekerja hingga jam 8 malam. Ia melihat lampu ruangan Edward masih menyala, yang artinya atasannya itu masih berada di sana.

Aaron sudah menemukan letak kesalahan dari laporan yang tadi diberikan oleh Edward. Ia benar benar salut pada orang yang mengerjakan laporan ini karena dari cara ia melakukannya, ia sangat pintar.

Tokkk .... tokkk .... tokkk ....

"Malam, apa Tuan tidak ingin pulang?" tanya Edward.

"Apa kamu sudah memeriksanya?" Edward malah bertanya pada Aaron tanpa menjawab pertanyaan yang Aaron ajukan.

"Sudah," Aaron memberikan laporan yang telah selesai ia periksa.

Edward mengambil laporan tersebut dan dengan cepat ia membuka satu persatu lembar demi lembar. Ia mengerutkan keningnya sambil menelisik tiap angka di sana.

"Akhirnya kamu menemukan letak kesalahannya. Aku tidak pulang karena penasaran dengan laporan ini. Baiklah, kamu boleh pulang, Ar."

"Saya akan menunggu anda pulang, Tuan."

"Baiklah, baiklah. Aku pulang sekarang," Edward merapikan berkas berkas yang ada di atas mejanya, kemudian menyambar jas dan kunci mobilnya. Ia tak membawa tas karena memang di rumah ia tak pernah melanjutkan pekerjaannya. Di rumah adalah saatnya ia beristirahat.

*****

Tokkk .... tokkk ... tokkk ....

Pintu kamar Aaron terbuka dan Peter masuk ke dalam. Ia langsung duduk di samping Aaron yang sedang membuka laptop di atas tempat tidur, dengan beberapa map terbuka di sampingnya.

"Ar, apa kamu sedang sibuk?" tanya Peter.

"Ada apa, Pete? Apa ada sesuatu hal yang penting?" tanya Aaron.

"Ar, apa kamu jadi ikut bersamaku?"

"Tentu saja, Pete. Aku juga tak ingin merepotkan Elbert dan Aunty Klara terus menerus. Tapi, aku jadi merepotkanmu."

"Ar, kamu seperti dengan siapa saja. Aku ini sahabatmu, bahkan aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku."

"Aku tahu, tapi aku juga tidak ingin merepotkanmu."

Peter tersenyum, dan menepuk bahu Aaron.

"Kapan kita akan ke rumahmu?" tanya Aaron.

"Lusa aku akan kembali. Jika kamu masih ingin di sini, aku akan pulang terlebih dulu dan mempersiapkan semuanya."

"Tidak, kita bersama sama saja."

"Baiklah kalau begitu. Kita akan pulang lusa. Sebaiknya kita bicara dengan Aunty Klara dan Elbert besok."

"Okay."

Setelah kepergian Peter dari kamarnya, Aaron kembali melihat ke arah laptop milik David. Ia masih terus mencari dan mencari segala hal yang berhubungan dengan MonPro. Aaron yakin bahwa peristiwa yang menimpa keluarganya, berhubungan dengan laporan yang ia buat saat ia masih menjabat sebagai supervisor di MonPro.

*****

"Hei, lepaskan aku!"

"Enak saja! Aku akan membawamu ke kantor polisi!"

"Tidak, aku tidak mau!"

"Kamu sudah mencuri ponselku."

"Mana? mana? Ponselmu kan ada di tanganmu!"

Elbert melihat ke arah telapak tangannya dan memang ponselnya ada di sana karena ia sudah merebutnya kembali dari tangan pencopet itu. Saat Elbert lengah, pencopet itu segera menendang ************ Elbert dan kabur. Elbert yang kesakitan langsung terduduk sambil memegang masa depannya.

Ishhh, masa depanku ... lihat saja nanti, aku pasti akan menemukanmu dan memasukkanmu ke penjara.

Elbert kembali melangkah ke mobilnya yang ia parkir tidak jauh dari kantornya. Baru saja ia keluar dari kantor sambil memegang ponsel karena ingin menghubungi Mommy Klara, malah langsung disambar oleh seorang pencopet.

Untung saja Elbert sigap, hingga ia langsung lari mengejar pencopet tersebut dan menangkapnya. Ia mendecak kesal. Ia seperti sedang dikerjai oleh pencopet itu, mana pencopet itu pandai bersilat lidah.

Sesampainya di rumah,

"El, kenapa wajahmu seperti itu, hmm?" tanya Klara.

"Aku bertemu dengan pencopet gila," ucap Elbert kesal sambil melangkah ke lantai atas di mana kamarnya berada.

Malam harinya, Elbert dan Klara sedang duduk berhadapan dengan Aaron dan Peter.

"Aunty, El. Kami berdua mengucapkan banyak terima kasih atas semua bantuan yang sudah kalian berikan pada kami. Hal tersebut sangat berarti bagi kami. Jika tidak ada kalian, kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami," ucap Peter.

"Ya, itu benar. El, kamu sangat amat membantuku. Kamu yang belum mengenalku, dengan tulus mau membantuku. Begitu juga dengan Aunty yang menerimaku tinggal di sini, meskipun aku hanyalah seorang nara....," ucap Aaron.

"Sudahlah Ar, Pete. Kalian sudah Aunty anggap sebagai anak Aunty, saudara bagi Elbert. Jangan pernah merasa sungkan dengan kami."

"Pete, kamu juga adalah sahabatku. Aaron adalah sahabatmu, maka ia adalah sahabatku juga. Ayo kita berjanji untuk selalu bersama, menjaga satu sama lain."

Mereka pun akhirnya saling merangkul. Klara yang melihatnya menitikkan air mata karena bahagia. Sudah hampir separuh hidupnya, ia hanya tinggal berdua dengan Elbert, sejak kematian suaminya. Kini ia merasa lebih tenang karena jika terjadi sesuatu padanya, Elbert memiliki sahabat, bahkan saudara meskipun tak sedarah.

*****

1
kim y/n
luar biasa
aas
woooh bener doong.. 🤭
aas
ya ampun ternyata Regina dong yg bunuh Mia 😡
aas
iya berarti ini anaknya Pierre hiiih
aas
waaah berarti ini nih anaknya Mikayla nih yg mau balas dendam
aas
Regina ada apa2 nih. jd mamanya Edward takut
aas
seru nih bkin kristik begini 🤭
aas
waaah si Luis juga nih yg mau bunuh ibunya Edward
aas
baik banget si Elbert ini ❤️
aas
hidiiih ibu anak jahat, pengen enaknya doang
aas
iiih jahat banget iya ini si Andrew 😡
aas
Andrew?? 🤔
aas
eeeh si Luis 😱
Rifa
Kecewa
Rifa
Buruk
Luzi Refra
Luar biasa
Luzi Refra
jangan2 Sarah ??🤔🤔
Dewilakstri Astini
Luar biasa
Note 2
apakah itu dean
Note 2
akhire koit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!