Penyakit kanker yang diderita, membuat Kiara memaksa suaminya, Tama, untuk berpoligami. Dia rela melakukan itu agar suaminya bisa memiliki keturunan.
"Aku menikah denganmu tidak semata karena aku ingin memiliki keturunan. Aku menikahimu karena aku mencintaimu. Jadi, jangan paksa aku untuk menikah lagi!" tukas Tama saat Kiara memintanya untuk berpoligami.
"Jangan membuatku merasa bersalah dengan kekurangan yang aku miliki! Jika kamu mencintaiku, maka menikahlah!" ~ Kiara.
Bagaimana nasib rumah tangga Tama dan Kiara selanjutnya? Yuk, ikuti kisah mereka dalam ISTRI UNTUK SUAMIKU.
Jangan lupa, rate bintang 5, like, komen dab votenya ya. Salam sayang dari otor ter KETCE.
Follow akun author ya🤗
Ig: Samudra_Lee_19
fb: Samudra Lee
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samudra lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#IUS 29
Di rumah mertua Bu Romlah ....
Semua tetangga Bu Romlah yang ikut ke rumah mertua wanita itu saat ini sedang mengobrol di dapur buatan yang letaknya di belakang rumah utama. Mereka bergabung dengan tetangga lain yang juga ikut bergabung di sana. Dan saat ini mereka sedang membuat beberapa kue khas betawi. Maklum saja keluarga Bu Romlah merupakan suku Betawi asli.
Dan beberapa makanan yang saat ini sedang mereka buat adalah kue bugis betawi, kue pancong, roti buaya, dan kue bacot.
Kue Bugis Betawi
Kue bugis ini merupakan makanan yang diadaptasi dari kuliner di berbagai daerah. Kue bugis terbuat dari tepung ketan dengan isian gula merah dan kelapa parut, kue bugis bisa dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih rasanya manis dengan tekstur yang kenyal hanya warnanya yang berbeda.
Kue bugis ini mempunyai filosofi tersendiri yaitu tepung ketan yang lengket mewakili keharmonisan dan gula merah yang manis menggambarkan kehidupan rumah tangga yang indah.
Kue Pancong
Untuk hidangan menu catering pernikahan adat Betawi manisnya kamu bisa menambahkan kua pancong dalam list sajian di acara pernikahanmu. Kue pancong bisa dijadikan sebagai makanan penutup dengan rasanya yang manis, hanya dengan mencobanya satu buah saja para tamu sudah merasa kenyang, sebab kue ini terbuat dari campuran bahan tepung terigu yang mengandung karbohidrat.
Kue ini dinamai kue pancong karena alat untuk memasak kue pancong ini dinamakan pancong, ujung alatnya yang menyerupai mata kail namun tidak tajam. Pancong ini biasa digunakan untuk membolak-balik dan mengambil kue yang sudah jadi.
Roti Buaya
Mendengan roti buaya tentunya sudah tidak asing, sesuai dengan namanya roti buaya ini mempunyai bentuk yang menyerupai dengan buaya, makanan ini merupakan salah satu makanan yang wajib disediakan dalam pernikahan dengan menggunakan adat Betawi.
Kue Bacot
Kue bacot ini mengandung makna banyak bicara, kue bacot ini merupakan kumpulan kue-kue tradisional seperti uli, wajik, dan dodol. Kue ini diberi nama kue bacot karena digunakan sebagai undangan kepada saudara-saudara yang kemudian diganti dengan sejumlah uang. Uang yang terkumpul tersebut nantinya akan dikembalikan kepada calon mempelai. Kamu bisa menambahkan kue bacot ini sebagai hidangan penutup.
Mereka semua membuat kue kue tersebut sambil mengobrol dan bercanda. Berbeda dengan Kiara, wanita itu masih sibuk memikirkan suaminya yang akan melakukan malam pertamanya dengan Wina.
"Apa mereka sedang melakukannya ya?" tanya Kiara dalam hati. Membayangkan Tama bermesraan dengan wanita lain selain dirinya membuat dada Kiara semakin terasa sesak. Kiara semakin menyesali perbuatannya yang selalu meminta suaminya untuk berpoligami. Nyatanya, ketika sang suami sudah melakukan permintaannya dirinya justru merasa tersiksa.
Entah sudah yang keberapa kali Kiara menghela napas.
"Mbak Kia kenapa? Sepertinya ada yang sedang Mbak Kia pikirkan?" Pertanyaan Bu Romlah membiat Kiara menoleh ke arah wanita itu.
"Tidak ada kok, Bu. Aku cuma kepikiran Mas Tama," jawab Kiara jujur.
"Ini kali pertama Mbak Kia jauh dari suaminya ya? Sabar aja, Mbak, kan cuma untuk malam ini saja. Besok setelah acara selesai, Mbak Kia bisa langsung pulang kok."
"Iya, Bu. Saya ngerti kok. Saya cuma merasa gak enak saja karena tadi saya cuma pamitan lewat whatsapp."
"Ohya, sudah berapa tahun usia pernikahan Mbak Kia? Kok sampai sekarang belum memiliki momongan?"
Pertanyaan salah satu tetangganya membuat tangan Kiara yang sedang membuat adonan berhenti. Bu Romlah menyenggol lengan tetangganya yang baru bicara barusan.
"Pernikahan kami hampir 7 tahun. Mungkin Tuhan belum ngasih kepercayaan buat saya untuk memiliki keturunan," jawab Kiara. Dia menatap orang yang bertanya itu sambil tersenyum. Selama ini tetangga di lingkungan tempat tinggal Kiara tidak pernah tahu tentang penyakitnya. Kiara tidak pernah membicarakan hal itu, dia juga melarang Wina untuk membicarakannya. Kiara tidak mau orang-orang menatapnya iba.
"Mbak Kia tidak takut suaminya menikah lagi?"
Kiara terdiam. Bukan dia tidak takut kalau suaminya menikah lagi, justru selama ini dia yang selalu menyuruh suaminya untuk menikah lagi. Namun, dia tidak ingin memberikan jawaban atau penjelasan apa pun kepada tetangganya tersebut.
"Sudah, nggak usah membicarakan rumah tangga orang lain. Biar saja masalah rumah tangga Mbak Kia dan suaminya menjadi urusan mereka. Kita cukup doakan mereka agar segera memiliki momongan!" tukas Bu Romlah. "Kita lanjutkan saja membuat kuenya!"
Semua yang ada disitu pun mengangguk setuju.
***
Keesokan paginya, Kiara memilih pulang ke rumah sebelum acara selesai. Dia merasa tidak nyaman dengan tetangganya yang masih membicarakan persoalan rumah tangganya, meski Bu Romlah sudah menegurnya. Setelah berpamitan dengan Bu Romlah dan ibu mertuanya, Kiara segera meninggalkan acara dengan menggunakan taksi online.
Sekitar satu setengah jam perjalanan Kiar sampai juga di rumahnya. Sebelum turun, dia membayar ongkos taksi tersebut. Kiara segera mengayunkan kakinya masuk ke dalam rumah. Ketika baru sampai dada Kiara terasa begitu sesak saat melihat penampilan Wina di hadapannya. Wanita itu terlihat bahagia dengan jubah mandi yang dia pakai. Rambutnya yang masih basah dan ada bekas kismark di leher wanita itu menggambarkan begitu senang dan bahagianya malam pertama suami bersama madunya itu.
"Mbak Kia, kok sudah pulang? Baru saja aku mau menyuruh Mas Tama ke sana."
"E ... iya, Win. Aku tidak suka keramaian jadi aku memilih pulang," jawab Kiara. "Mas Tama mana ya?" Kiara mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan sang suami.
"Mas Tama sedang mandi, Mbak. Tadi kami bangun kesiangan." Wina menampilkan wajah malu-malunya dan entah kenapa itu membuat dada Kiara semakin sesak.
"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Tama yang baru saja keluar dari kamar. Rambut basahnya membuat Kiara semakin yakin kalau malam pertama keduanya berjalan lancar.
"Iya, Mas," jawab Kiara. Dia memalingkan wajahnya dari Tama.
Tama mendekati Kiara dan hendak memeluknya. Namun anehnya, Kiara malah menghindar dan melangkah mundur.
"Kamu kenapa, Sayang?" tanya Tama, dia terlihat bingung dengan sikap Kiara yang Kiara tunjukan.
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa lelah dan ingin beristirahat," jawab Kiara, dia langsung melangkah masuk ke dalam kamar.
"Kenapa sikap Kiara aneh? Ada apa sebenarnya?" gumam Tama.
Diam-diam Wina tersenyum melihat perubahan sikap Kiara terhadap Tama. Akhirnya dia berhasil menciptakan sekat untuk Tama dan Kiara. Dia berharap hubungan Kiara dan Tama akan semakin renggang. Karena jika itu terjadi kesempatannya untuk benar-benar menjadi istri kedua Tama bisa segera terwujud.
"Pak, apa Bapak mau sarapan bareng saya. Kebetulan saya sudah menyiapkan sarapan untuk kita?"
"Tidak perlu. Aku akan sarapan bareng Kiara nanti," jawab Tama yang juga meninggalkan ruangan itu. Dia memilih masuk ke ruang kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Semakin kamu menghindariku, aku akan semakin menciptakan jarak yang lebih lebar untuk kalian berdua," gumam Wina dengan senyum smirknya.
🍁🍁🍁
Kalian makin kesel sama Wina nggak sih? Kalau kalian suka dengan cerita ini, yuk berikan dukungan kalian untuk Mbak Kiara dan Tama. Terimakasih sebelumnya ♥️♥️
tapi karena sudah berbau poligami, yang baca jadinya sedikit deh..
btw, tetap semangat ya kakak.. 💪🏻
walaupun harus sad ending dan aku tidak suka itu, tapi aku tetap menghargai semua jerih payahmu untuk menghasilkan karya ini kak..
semoga sehat selalu ya kak.. 😘🥰
ooo ternyata Roni dijebak dan berakhir di hotel PK polisi....
jadi gregetan pengen tonjok wajahnya
bukannya terima kasihh, malah mau nikung.
begitupun Tama