NovelToon NovelToon
Become A Protagonist

Become A Protagonist

Status: tamat
Genre:Petualangan / TimeTravel / Kultivasi / Wuxia / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:200.1k
Nilai: 5
Nama Author: Huacheng Imut

Xiao Yuan berpindah ke dalam sebuah novel kesukaannya sendiri. Akan tetapi, dalam cerita aslinya ia telah ditakdirkan sebagai seorang penjahat dan pengacau dunia.

Namun, hal ini tidaklah semudah membaca dalam naskah aslinya.

Xiao Yuan merubah seluruh naskahnya sehingga ia pun dikenal sebagai protagonis yang akan menyelamatkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huacheng Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter. 29 - Utusan Istana Langit

”... Apakah Ibu telah dibangkitkan kembali?”

Begitu pertanyaan ini tertuju padanya, Liu Zhang Chen memasang ekspresi terkejut dan menahan gelas keramiknya yang berhenti di depan bibirnya. Ia tidak berekspresi saat menatap ke arah Lei Yun seolah ia tidak ingin dia bertanya mengenai hal ini.

”Apa yang membuat Yun'er bertanya hal ini padaku?” tanya Liu Zhang Chen dengan ekspresi yang terlihat sangat tenang bahkan ia sampai menyempatkan diri untuk menaruh gelasnya kembali.

”Hawa kekuatan milik Ibu telah kembali. Sebagai teman dekatnya, aku pikir kakak Chen tahu mengapa hawa kekuatannya bisa kembali. Apalagi, dia kembali dengan jumlah kebencian yang sangat besar.” singkat Lei Yun.

Liu Zhang Chen menghela nafasnya. Ia menatap sekitar dengan hati-hati dan ia tidak berharap ada seorang penghianat di antara orang-orang yang sedang berkumpul di tempatnya.

”Xuan Ying sudah mati enam belas tahun lalu dan ia juga sudah dilupakan oleh semua orang yang ada di sini. Orang yang sudah mati, tidak akan bisa dibangkitkan kembali. Upacara pemanggilan arwah telah dilakukan berkali-kali namun, semuanya berakhir gagal. Jiwanya pasti sudah tenang dan tidak ingin diganggu oleh siapapun. Jadi, Yun'er tidak perlu memperpanjang urusan ini sampai ke Istana langit.” jelas Liu Zhang Chen tanpa ekspresi seolah ia telah mengatakan sebuah kebenaran.

^^^Note: Istana Langit tempat tinggal ^^^

^^^para Kultivator ditingkat matahari.^^^

Lei Yun tidak tahu harus menjawab apa. Sejak dulu, Liu Zhang Chen selalu mengatakan hal yang sebenarnya terjadi dan ia tidak pernah berbohong pada siapapun termasuk dirinya.

Ia awalnya ragu untuk mempercayai semua perkataannya meskipun ia tidak pernah berbohong padanya. Hanya Lei Yun dan orang-orang Istana langit yang bisa merasakan hawa kebencian milik Luo Xuan Ying dan mungkin saja ia datang untuk membalas dendam atas kematiannya yang belum diketahui.

”Apakah kakak Chen tidak berbohong? Aku dan Ibu saling terhubung dan masing-masing dari kami mampu merasakan hawa kekuatan seseorang yang sudah mati. Aku rasa saat ini jiwa Ibu belum tenang. Kakak Chen belum menemukan mayatnya dan belum menemukan pedang miliknya. Jika mayatnya belum ditemukan atau keinginannya belum terwujud, jiwanya akan berubah menjadi arwah pendendam yang menyerang orang banyak.” jelas Lei Yun yang membuat semua orang curiga bahwa jiwa Luo Xuan Ying masih ada di sekitar mereka.

Saat mendengarnya, Liu Zhang Chen tampak memejamkan matanya dan tetap bersikap tenang di saat Lei Yun terdengar sangat ingin menenangkan jiwa Luo Xuan Ying yang masih berada di sini. Meskipun itu adalah sebuah perbuatan baik, Liu Zhang Chen tetap akan menolak untuk menenangkan jiwa Luo Xuan Ying dan membiarkannya berkeliaran di sekitar sini. Ia seolah tidak mempedulikan apa yang diinginkan oleh Luo Xuan Ying. Baginya, ia merasa sangat senang ketika melihat Xiao Qing Xuan sedang dirasuki oleh arwah Luo Xuan Ying.

Liu Zhang Chen terbatuk pelan dan memberikan sinyal tangan pada Jin Lu'an yang sudah sedari tadi berdiri di belakang singgasana miliknya bersama Xiao Ruo yang ada di sayap kirinya.

”Maaf atas kelancangan saya. Leluhur Ying adalah sepupu yang paling dekat dan satu-satunya yang dimiliki oleh Guru besar. Mohon untuk leluhur petir tidak membuatnya teringat kembali pada masa lalunya. Bagi Guru besar, leluhur Ying adalah sepupu terdekat sepanjang masa.” ucap Jin Lu'an yang berhasil membuat Lei Yun terdiam tanpa kata begitupun dengan pasukan yang dibawa olehnya.

Liu Zhang Chen tiba-tiba saja tersedak air minumnya sendiri sehingga ia mengundang perhatian banyak orang. ”Lu'an terlalu melebih-lebihkannya.” batin Liu Zhang Chen yang langsung memerah begitu ia selesai mendengarnya.

”Jika Ibu adalah saudara terdekat Kakak Chen, mengapa tidak menenangkan jiwanya?” celetuk Lei Yun yang tampaknya tidak ingin kalah dalam pembicaraannya.

Liu Zhang Chen memejamkan matanya dan kali ini ia tidak akan mengandalkan Jin Lu'an maupun Xiao Ruo yang berdiri di sayap kanan dan kirinya. Ia menaruh kembali gelas keramiknya dan menatap ke arah Lei Yun dengan wajah tidak berekspresi.

”Tenang atau tidaknya Xuan Ying, semua ini adalah masalah yang harus aku hadapi sendiri. Yun'er tidak perlu memperpanjang urusan ini dengan istana langit.” ucap Liu Zhang Chen sekali lagi.

Setelah mengatakannya, sebuah petir tiba-tiba menyambar salah satu hewan sihir yang ada di dalam hutan jauh dari tempat mereka namun, suaranya mampu terdengar jelas sampai ke tempatnya. Dan saat itu juga, Lei Yun menatap dingin ke arah Liu Zhang Chen dan bahkan ia hampir saja memecahkan gelas keramik yang digenggamnya.

”Yang kakak Chen lakukan adalah tindakan tercela!” ketus Lei Yun dengan ekspresi marah. ”... Jiwa orang yang sudah mati haruslah kembali ke tempat asalnya. Jika tidak, dia akan termakan oleh dendamnya sendiri dan lenyap tanpa jejak! Kakak Chen tidak akan bisa bertemu dengannya lagi!”

Amarahnya meluap sehingga petir pun menyambar semua benda dan makhluk hidup yang ada di sekitarnya.

Liu Zhang Chen menghela nafas panjang. Ia pun berdiri dari kursinya dan berkata, ”Hari sudah mulai malam dan aku juga sudah lelah. Yun'er bisa tinggal di kediaman para tamu. Aku harus bersiap-siap untuk melakukan perjalanan jauh besok.” ucapnya yang kemudian berjalan meninggalkan singgasananya.

Lei Yun menggigit bibirnya karena kesal hingga membuat gelas keramik yang ada di tangannya pecah berkeping-keping.

”Nona Yun, kau baik-baik saja?” tanya seorang prajurit berpangkat jenderal yang ada di sebelahnya bernama Hou Yin.

Lei Yun melirik ke arah Hou Yin dengan dingin dan bertanya, ”Kau masih bisa merasakan hawa kekuatannya?”

Hou Yin mengangguk dan menjawab, ”Tentu.”

”Dimana tempatnya?”

”Kediaman Guru besar Chen.”

...⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱...

”Haah,... Sampai kapan aku akan terus di sini? Sudah dua jam dia tidak muncul juga bahkan Xiao Ruo yang seharusnya peduli padaku, malah pergi begitu saja.” keluh Xiao Qing Xuan saat dirinya masih berada di kediaman Liu Zhang Chen tepatnya saat ini ia berada di halaman belakang yang dipenuhi dengan rumput liar dengan tinggi yang sejajar.

”Lalu, dimana setan itu saat ini? Seharusnya dia kemari untuk meminta maaf padaku 'kan? Seenaknya saja dia membawa tubuhku ke tempat hiburan.” gumam Xiao Qing Xuan dengan jengkel.

”Apakah aku terlihat seperti arwah tidak tahu diri?” ucap seorang pemuda dengan langkah ringan yang saat ini telah duduk tepat di sebelah Xiao Qing Xuan.

”......”

Xiao Qing Xuan langsung mengambil batu yang ada di sebelahnya dan menatap arwah ini dengan tatapan membunuh. ”... Mengapa baru sekarang kau menemuiku?!” ucapnya dengan dingin dan langsung menjatuhkan batu ke arah arwah tersebut namun, hal itu sia-sia saja dilakukan karena Luo Xuan Ying adalah arwah tanpa tubuh.

”Sudah kesekian kalinya aku mengatakan kalau kau tidak akan bisa menghajar orang mati sepertiku. Apakah Zhang Chen tidak mengatakan apapun padamu?” ucap Luo Xuan Ying dengan santai sambil membaringkan tubuhnya di atas rumput liar.

”Dan apakah Guru besar pernah mengajakmu untuk menginap di kediamannya? Sejak dulu kau memang tidak dipedulikan olehnya meskipun kau adalah sepupunya. Dari sifatmu saja, aku sudah tahu kalau kau itu orang yang selalu diusir, dibuang dan tidak dipedulikan. Kasihan sekali. Kau seperti seorang pecundang.”

Luo Xuan Ying tampak murung setelah ia mendengar semua ucapan yang dikatakan oleh Xiao Qing Xuan untuknya. Ia merangkak di atas rumput sambil memegangi dada kanannya. ”... Sakit sekali~ jenius berbakat sepertiku disebut sebagai pecundang oleh anak kecil yang tidak bisa cebok sendiri~

”Cih! MATI SAJA KAU!”

Xiao Qing Xuan melemparkan puluhan batu ke arah Luo Xuan Ying yang tidak bisa disentuh olehnya sebelum akhirnya, puluhan petir muncul dari langit dan menyambar semua benda yang ada di sekitar mereka.

Seketika perhatian keduanya mengarah pada arah jatuhnya petir yang menyebabkan kepulan asap seperti terbakar.

”Apa yang terjadi di sana?” gumam Xiao Qing Xuan yang merasa heran setelah ia melihat arah jatuhnya petir yang berhasil membuat area hutan terbakar.

”Oh tidak. Lei Yun pasti ada di sini.”

1
Arsyah Arm
......
hmmm
Harman LokeST
selalu tertindas
Harman LokeST
njuuuuuuuuuut author
Hentai Yarou
gak
Hentai Yarou
okej
Hentai Yarou
otw bangtay bang!?
Hentai Yarou
seperti biasa banteng yang menyengsarakan raky*t
Rani nay
sungguh kisah beromance yg berakhir tragis
anonymous
kau sendiri siapa lagi
anonymous
pff…langsung salah tebak akunya
anonymous
Chang ye kuduga anak dari yang dibunuh si hantu kembar
anonymous
sebegitu sayangnya kah sampai yang tersisa hanya jiwa pun tidak dilepaskan
Eki Geming
sungguh banteng yg membagongkan sekali tanduk langsung ke isekai
DaisyTeru
👍🏻
kyonarasan
mint sarannya dong cerita yg gak ada unsur romance nya
adjal: Qing rou
total 1 replies
Oi Min
Itu..... Xiao Qing Xuan di rasuki Luo Xing Yuan ato mang reinkarnasi nya??
橘子: dia di rasukin. krn mayat Xuan Ying belum ditemuin jadinya dia jadi setan gitu deh
total 1 replies
Oi Min
Apa Xiao Qing Xuan sikap dan sifatnya mirip Luo Xing Yuan?? (Eh.....bner g sech namanya?)
陈夾住
ending ceritanya terlihat agar gantung gitu
semoga di karya yang baru endingnya tidak gantung lagi
Aliz
Mau bikin novel lain lagi ga?
Norayolayora: lunasin hutang tugas dulu:v
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!