Gwen Prameswari dan Daniel Artajaya telah menikah lebih dari 3 tahun. Namun hingga saat ini mereka belum juga di karuniai seorang anak.
Ibu mertua Gwen yang terus menuntut untuk agar segera memiliki cucu semakin membuat Gwen frustasi dan di ambang perceraian.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPH 30
Dengan membawa mobilGwen, Owen mengantarkan Gwen ke tempat yang di maksud oleh Gwen kemarin sore.
Tempatnya tidak terlalu jauh namun juga tidak terlalu dekat, tepatnya berada di pinggiran kota.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam lebih, kini Owen dan & Gwen sudah sampai di sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun begitu ASRI.
Banyak anak anak berlarian ke sana kemari, terlebih saat melihat kedatangan Gwen, mereka langsung berlomba berlari menghambur ke pelukan Gwen.
"Bundaaaa!" Teriak anak anak itu begitu bahagia.
"Hahahaha," Gwen hanya bisa tertawa menghadapi beberapa anak anak kecil yang berkerumum memeluknya.
"Salsa kangen tau sama Bunda," ucap seorang anak kecil yang kira kira berumur 8tahun.
"Dena juga kangen sama Bunda," ucap seorang anak yang seumuran dengan Salsa.
"Ihh Arum lebih kangen lagi sama Bunda," ucap Arum yang baru berumur 4 tahun.
Beginilah mereka saat bertemu dengan Gwen maka akan merebutkan perhatian Gwen, membuat semua masalah yang di rasa oleh Gwen lenyap seketika.
"Hey, sudah sudah jangan bertengkar ah. Bunda gak suka kalau ada yang suka berantem," kata Gwen sedih.
"Tidak Bunda! kami tidak berantem kok. Kami saling menyayangi, iya kan dek?" ucap Salsa merangkul bahu Arum.
"Bunda itu siapa? Bukan Ayah?" tanya Arum yang sedari tadi melihat ke arah Owen.
"Ah bukan Sayang. Ayah lagi sibuk bekerja. Jadi Bunda datang bersama Om—" kata Gwen namun terhenti karena Owen memotong nya.
"Papa, panggil Papa Owen oke?" ucap Owen tersenyum.
Awalnya beberapa anak anak itu bingung, namun beberapa saat kemudian setelah melihat senyum di wajah Gwen, mereka pun langsung ikut menghambur ke pelukan Owen.
Owen tidak menyangka bahwa dirinya di panggil Papa oleh anak anak sebesar ini. Namun entah mengapa ada perasaan hangat tersendiri saat ia dan Gwen bersama anak anak itu.
"Ayo kita masuk," ajak Gwen lalu mereka semua masuk ke dalam rumah tersebut.
Inilah Rumah singgah yang di dirikan oleh Daniel dan Gwen beberapa tahun yang lalu.
Awalnya, Gwen dan Daniel hanya menolong seorang pengemis yang kecelakaan, lalu setelahnya ia memberikan rumah ini kepada pengemis tersebut.
Tak berapa lama, Gwen juga kembali membawa seorang anak kecil yang ia temukan di depan kamar kosan nya, entah itu bayi siapa. Karena Gwen masih kuliah saat itu, ia tidak tau harus berbuat apa, makanya dia dan Daniel menitipkannya pada ibu Marni yakni pengemis yang ia tolong waktu itu.
Tentu saja ibu Marni sangat senang karena akhirnya ia memiliki anak dan tidak sendirian lagi di rumah itu.
Semakin lama, Rumah itu semakin ramai dengan kedatangan anak anak yang sering di abwa oleh Gwen dan Daniel. Bisa anak anak gelandangan atau ada juga anak dari beberapa teman Gwen sendiri yang lahir di luar pernikahan.
Dan kini, rumah singgah itu sudah di huni kurang lebih 30 jiwa, dari anak bayi balita sampai abg. di tambah Ibu Marni dan beberapa orang yang membantu mengurus anak anak. Maka dari itu Gwen dan Daniel harus bekerja keras untuk menghidupi anak anak mereka.
Meskipun bukan anak kandung, tapi Gwen dan Daniel merasa itu tugas mereka karena mereka lah yang membawa anak anak itu kemari.
"Eh ada nak Gwen, ayo masuk Nak. Maaf yah Ibu tadi habis mengurus bayi, kemarin di bawa sama si ayu," ujar Ibu Marni.
"Ada bayi lagi Bu? darimana?" tanya Gwen.
"Ibu tidak tau, Ibu belum tanya jelas sama Ayu," ujar ibu Marni.
"Gwen mau lihat bayinya Bu," ucap Gwen dengan wajah berbinar lalu ia segera melenggang ke kamar bayi.
.
.
.
Misi misi Sayangku semuanya, mommy mau promosi hehehe...
Mommy mau ikutan lomba chat story di Noveltoon. Mampir yuk ke Chat story mommy, kisah Jenar dan Arya, tapi agak sedikit beda ya alurnya sama yang di Novel. Tapi gak akan kalah seru kok disini yuk yuk mampir.
Simak keseruan 3 bersaudara bersama anak tuyul yang memperebutkan Jenar si pembantu Cantik nan polos 🙈🤣😍😍