NovelToon NovelToon
Devil Dosen

Devil Dosen

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:967.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rainawjy

Secepatnya bakal direvisiz supaya tidak mengandung plot hole

Mereka bilang, itu nasib baik bila bertemu dengan Dosen tampan. Tapi, bagi Nara, itu tidak!

Kehidupan bebas menjadi penuh kekangan, misteri, tragedi, dan tangisan. Sempat dia tahu Nara melarikan diri, jangan salahkan dia memberikan hukuman setimpal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rainawjy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30: Amnesia

Kedua tangan jantan bersuhu panas itu dimasukkan ke dalam saku celana. Tangan kanannya merogoh sakunya dan mengambil satu botol kecil. Dia tersenyum tipis. Telinganya mendadak tuli. Dia tak mendengar apa pun yang dikatakan Nara. Hanya tatapan dan mulut Nara terus bergerak.

Tak tunggu lama lagi, dia mengeluarkan botol kecil itu dari saku. Kedua tangannya sengaja disembunyikan di belakang tubuh. Dia sedang berusaha membuka tutup botol cairan itu. Dia melangkah selangkah ke depan. Dengan cepat tangan kirinya mengerat di pipi Nara. Satu lagi, meneteskan cairan di botol itu ke mulut Nara sampai habis. Dia membuang botol kecil kosong itu ke kasur.

Tubuh Nara melemas. Katup matanya terasa berat untuk dibuka. Gelap. Dia tak mendengar apa-apa lagi. Ingatan masa lalunya teringat kemudian dilupakan begitu saja.

Pria itu memeluknya erat-erat agar tidak terjatuh. Jari tangan kanannya menyentuh pipi Nara.

“Sebentar lagi,” katanya.

“Berikan cairan ini dan dia akan melupakan segalanya. Dia hanya akan ingat orang yang pertama kali muncul di hadapannya.”

Dia tersenyum penuh bagai seorang psikopat.

-oOo-

“Kami sangat senang karena Anda menerima tawaran kami menjadi sukarelawan. Terima kasih atas kebaikan Anda, Pak Lorence. Kami pulang dulu,” kata salah satu pria berpakaian formal yang duduk di sofa bersama satu temannya. Mereka bangkit dari sofa, begitu juga dengannya. Mereka berjabat tangan. Pria itu tersenyum tulus pada mereka, tapi pikirannya masih pada Nara.

“Baik, hati-hati di jalan,” katanya. Dia memasang topeng palsunya dengan berpura-pura baik ke orang lain.

“Terima kasih.”

Kedua pria tadi, berjalan ke pintu rumah. Pria itu memasukkan kedua tangannya ke saku celana dan melihat punggung kedua pria itu mengecil hingga musnah dari matanya. Dia berjalan menuju tangga. Kakinya menaiki satu per satu anak tangga. Tak ia bayangkan, dia cepat sekali sampai di hadapan pintu kamar. Dia menarik gagang pintu ke bawah, masuk, dan mengunci pintunya. Dia berjalan beberapa langkah melewati kamar mandi. Dia berhenti berjalan saat matanya menangkap wanita itu masih tertidur pulas di kasur kesayangannya. Dia berjalan mendekati kasur, naik ke kasur, dan duduk di samping Nara. Tubuhnya bersandar di sandaran kasur. Matanya fokus pada Nara.

“Cantik,” pujinya dengan suara kecil.

Ingatan lamanya terlintas. Di saat Nara masih kuliah, dia sering membuntuti Nara. Bahkan sampai dia bersembunyi untuk melihat Nara berjalan ke mana saja. Ketika Nara berbincang dengan pria lain, dia ingin sekali berada di samping wanita itu dan memaksanya untuk pulang. Dia sering melirik Nara saat berada di kelasnya. Dia hanya peduli pada Nara, tak ada yang lain.

“Indah,” ucapnya, “aku bukan pedofil. Kita hanya beda 5 tahun, Nara. Rata-rata orang-orang mencari pria dengan jarak umur seperti itu, kan?”

Jari-jemarinya menyentuh pipi Nara.

“Kau dalam proses pemulihan ingatan. Mungkin sebentar lagi kau akan bangun dan mengingatku. Ah... bukannya itu sangat bahagia? Saat kau datang padaku, memelukku, dan memberi perhatian padaku?”

Pria itu menghela napas sambil tersenyum.

“Aku bahkan mencintaimu lebih dari yang kau bayangkan. Nara... sudah berapa kali kuingatkan, jangan pernah membantahku, kan? Akhirnya...,” pria itu menghela napas, “semua akan berubah, Nara. Kita akan hidup bahagia, bukan sebaliknya. Aku menang.”

“Ergh,” Nara merintih.

“Nara?”

Mata Nara berkedip. Kepalanya denyut. Tangan kanannya menyentuh area kening. Dia berusaha membuka katup matanya.

“Nara?” panggilan kedua membuat Nara merasa rindu pada suara itu. Dia dengan cepat membuka matanya.

“Lorence?”

Nara langsung memeluk pria itu dan tersenyum begitu bahagia. Setengah ingatannya hilang. Hatinya merasa lebih legah dibanding sebelumnya. Dia tak ingat lagi ada orang tua, teman, dan keluarganya. Sekarang hanya ada nama Lorence dan perhatian pria itu padanya. Dia merasa, tak ingin ditinggal pria itu.

“Aku mencintaimu,” pria itu berkata demikian agar pikiran Nara terarah pada kata ‘cinta’.

“Aku merindukanmu, Lorence,” kata-kata yang semestinya tidak Nara lontarkan, kini terlontar begitu saja tanpa berat hati.

Pria itu tersenyum di belakang Nara. “Kenapa? Aku sudah lama tidak pulang?”

“Iya. Aku tidak ingin kau pergi lagi,” jawab Nara. Ini bagai drama yang tiba-tiba dibuat.

“Aku tidak akan pergi ke mana-mana. Aku pasti ada di mana pun kau berada, Istriku. Sudahlah.... Bagaimana dengan malam nanti? Kau ingin pergi ke mana? Aku ingin mengajakmu jalan-jalan,” kata pria itu.

Nara melepaskan pelukannya. Kedua tangannya menyentuh pipi pria itu. Pria itu tersenyum padanya.

“Kau masih sama tampannya dengan dulu,” Nara memujinya.

“Suamimu ini tak pernah pudar tampannya hahaha,” pria itu tertawa bahagia, “ke mana nanti malam?”

“Terserah. Aku tak tahu ke mana. Kau yang memilih saja.”

“Ya sudah,” pria itu mengacak rambut Nara, “dasar gemes.”

Mereka tertawa bahagia. Nara lupa atas semua yang pria itu lakukan padanya. Ingatannya terhapus karena cairan di botol kecil. Pikiran Nara sudah tak terbebani soal pembunuhan lagi, melainkan terisi oleh perhatian Lorence. Pria itu merasa tak bersalah, malah bahagia jika dia bisa tertawa dengan Nara. Tapi, apa yang terjadi jika ingatan Nara pulih?

Ingatanmu tak bisa pulih ketika kau dibatasi untuk bertemu orang yang kau kenal, batin pria itu.

-oOo-

Genggaman tangan dari pria itu sangatlah erat seperti diikat tali tambang. Dari genggaman itu, dia kelihatan begitu posesif dan sensitif jika Nara bersentuhan dengan pria lain. Mereka baru sampai ke mal terbesar di London. Ramai sekali parkiran dan di dalam mal. Keributan membuat pria itu merasa tidak nyaman berada di sini. Apalagi ada beberapa wanita dan pria yang menatap mereka. Banyak event potongan harga. Bukan di satu toko saja, tapi juga di toko lainnya. Mal juga mengundang penyanyi terkenal di kota London. Menurut sejarah, hari ini hari ulang tahun mal. Makanya dirayakan begitu meriah.

Pria itu berhenti, membuat Nara ikut berhenti.

“Aku tak nyaman di sini,” pria itu terus terang, “apakah kita ke tempat lain saja?”

Nara mengerutkan kening sambil memalingkan wajahnya. “Kau tidak lelah menyetir ke sana ke mari? Lagipula ini hari Sabtu, jadi ramai.”

“Aku tidak akan lelah jika bersamamu.” Pria itu tersenyum.

“Benar? Ya sudah. Suka hati mau ke mana.”

“Kau sudah lapar? Aku takut kau kena maag. Jika kau sudah lapar, aku tidak akan memaksa untuk pergi ke tempat lain,” pria itu benar-benar perhatian padanya.

“Tidak.”

“Jangan bohong padaku. Aku tidak suka kau berbohong. Katakan yang sejujurnya. Aku suamimu, jadi mesti jujur.”

“Iya, aku belum lapar. Kurasa, tempat makan di sini juga penuh. Soalnya semuanya ada potongan harga. Bagaimana denganmu? Apakah kau sudah lapar?”

“Tidak. Aku sudah kenyang melihatmu,” pria itu tertawa kecil, “ya sudah... kits ke tempat lain saja.”

“Baiklah.”

Mereka berjalan menuju pintu keluar dari belakang. Tidak sengaja, mata pria itu menangkap satu pasangan di kejauhan. Pria itu tercengang dalam batin. Dia berpikir kalau Nara bertemu mereka, Nara pasti akan bertanya mereka siapa. Padahal mereka adalah orang-orang dikenal Nara sebelumnya.

“Nara, kita balik saja. Dari pintu depan saja,” saran pria itu. Nara mengiyakan saja.

Mereka berbalik dan berjalan ke pintu bagian depan. Pria itu tampak gelisah. Dia berpikir agar semua orang tidak bertanya-tanya apa yang terjadi pada Nara.

Mungkin, aku akan membawamu ke negara lain, batin pria itu.

-oOo-

1
Mxxnlight._
terbaikk
Nurul Hofa
kurang suka sama visual lorence
Nisa Larasati
aq benci pada mu lorent ingin rasanya membunuh mu saat kau tertidur 😈🗡🪓
Nisa Larasati
maafin aq kk tapi aq beneran trauma baca nya tapi aq juga selalu penasaran sama cerita nya 😭
Nisa Larasati
HAH sumpah aq bisa mati klo jumpa sama cowok yg modelannya begini 🤬 lagi pula si nara di ksih kebebasan walau hanya 15 menit kenapa gx lari ke dapur aja sih ambil pisau bunuh diri aja 😂 atau bunuh si adam nya aja 😂 canda bunuh diri 😂
n a n a
devan deh kek nya
Yenny Rachman
thor.. ini sudah tamat kah😅😅😅
ak sukaaa cerita muuuu😍😍😍😍
Yenny Rachman
lanjut thor😅😅😅🥰🥰😍...
ak sukaaa cerita muuuu👏👏👏
paulaa
seru
Yesika novel03
lanjut donk udh nunggu lama nie
Hesti Sagita
Akhirnya Nara sampe ke tahap itu
kasian aja klu Adam cuma pura'' suka ke Nara
Hesti Sagita
stress
Hesti Sagita
mengunci diri di dlm kamar mandi
ahh hasil nya sama aja
Hesti Sagita
Adam kah
Hesti Sagita
penasaran awal mula Adam suka ke Nara
Hesti Sagita
kasian si Nara
Hesti Sagita
cinta dan obsesi
Hesti Sagita
mamapir baca kak.
berawal dr WP
lucia de lamendoza
lorence itu adam ?
lucia de lamendoza
kynya adam atasan nya gk sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!