Sequel dari novel "Abang Bule Itu Jodohku"
Altezha biasa di panggil Tezha atau Ezha merupakan pewaris Klan Vins selanjutnya.
Apa kah sang pewaris mau dan mampu memikul tugas itu dengan baik sedangkan dia mempunyai sifat keras kepala dan tidak suka di atur?
Namun akhirnya dia harus menjalani hidup nya di kampung halaman sang Mimih. Dengan ke adaan 180' berbeda dengan kehidupan sebelum nya hingga bertemu dengan seorang gadis polos, blak blakan, galak plus cerewet nya mengalahkan toa .
Staycun teros yaaaaa
18+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sosok apa itu?
Ajeng melenguh ketika merasakan sesuatu menimpa perut nya,kantung kemih nya terasa penuh tapi mata nya susah untuk di ajak kompromi. Dengan terpaksa Ajeng membuka matanya karena kebelet pipis, saat dia membuka mata Ajeng melihat sebuah lengan bertato tengah memeluk nya. Pantasan saja terasa berat, ternyata tangan rasaksa yang nimpa perut nya. Ajeng menyingkirkan tangan itu, bahkan Ajeng melihat guling pembatas mereka sudah melayang jauh di dekat pintu.
Kenapa bisa tuh guling geletakan di depan pintu?
Ajeng turun dari ranjang,bahkan dia menendang guling itu agar tidak menghalangi jalan nya. Dengan terburu buru Ajeng bergegas menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur.
"Aahhh..."
Ajeng mendesah lega saat merasakan kantung kemihnya terasa kosong, dengan cepat dia menyelesaikan hajat nya dan segera keluar dari kamar mandi.
Baru saja Ajeng hendak meninggalkan dapur, tiba tiba satu dentuman keras menimpa atap rumah nya membuat Ajeng berteriak histeris dan segera berlari masuk kedalam kamarnya. Tezha yang sedang tertidur lelap pun langsung terbangun mendengar suara jeritan Ajeng.
Tezha melihat Ajeng masuk kedalam kamar dengan terburu buru dan segera mengunci pintu. Dengan cepat Ajeng berlari dan segera melompat ke dalam pelukan Tezha tidak sadar kalau ada sesuatu yang tertimpa oleh nya membuat sesuatu itu terbangun padahal saat ini belum subuh.
"Kamu kenapa sih Ayy".
Ajeng tidak menjawab dia malah mengeratkan pelukan nya pada Tezha.
"Kenapa sih."
Tezha menangkup wajah Ajeng agar mendongak padanya,Wajah Ajeng terlihat pucat pasi dengan keringat dingin keluar dari pelipis nya.
"Ta-tadi ada suara keras nimpa atap rumah, brruugghh gituh bunyi nya. Itu apa Al, soalnya selama aku di sini gak pernah denger kayak gituh."
Tezha yang melihat wajah panik Ajeng pun segera memeluk tubuh bergetar itu. Ajeng mengeratkan pelukan nya di atas tubuh Tezha yang tengah berbaring.
"Sstt...Itu mungkin kalong yang terbang lagi bawa jambu atau buah lain nya, terus buah itu jatuh nimpa atap jadi bruugghh bunyi kayak gituh."
Tezha mencoba memberikan ketenangan pada Ajeng dengan sedikit bercerita hal yang menurut nya masuk akal.Ajeng terlihat tenang mendengar ucapan Tezha, gadis itu bergerak hendak bangkit dari atas tubuh Tezha. Namun saat Ajeng hendak menjatuhkan dirinya di samping Tezha, tiba tiba dari arah jendela kamar nya seolah olah ada yang menggaruk garuk jendela kayu itu.
kkrruuuukkkk....Krrruuukkkk....Krrruuukkkk...
Garukan keras seperti menggunakan kuku panjang itu membuat Ajeng segera melompat lagi keatas Tezha membuat si Teguh ketimpa lagi dan Ajeng malah menyembunyikan wajah nya di dada Tezha tanpa merasa bersalah.
"Itu suara apa Al."
"Suara kucing kawin, udah ayo bobok."
Tezha menepuk nepuk bokong Ajeng seperti sedang menidurkan bayi, saat Ajeng hendak menutup kedua matanya tiba tiba suara itu terdengar lagi dan kini bersamaan dengan suara kucing bersahutan seakan tengah berkelahi.
"Udah tidur, itu kucing kawin bukan apa apa." Sebenarnya Tezha hanya ingin menenangkan istrinya, padahal Tezha penasaran juga suara apa itu.Kenapa bunyi nya seperti garukan kuku tajam.
Nafas Ajeng mulai teratur, Tezha menatap wajah polos itu dan membelai lembut kening hingga pipi tembem nya. Dan tanpa sadar Tezha melayangkan satu kecupan di kening Ajeng dengan dalam.
"Apa pun yang terjadi, tidak ada yang bisa memisahkan kita. Sekalipun itu malaikat maut."
Tezha mengeratkan dekapan nya, dia membiarkan Ajeng tidur di atas tubuh nya. Namun saat Tezha hendak menutup mata nya tiba tiba suara seperti garukan itu terdengar kembali, dan tepat di jendela kamar mereka....Lagi.
Tezha membuka kedua matanya lebar lebar, dia meraih jam tangan yang ada di bawah bantal nya. Waktu menunjukan pukul 02.30 pagi, ternyata baru beberapa jam saja dia dan Ajeng tidur.
Tezha masih menepuk nepuk pelan bokong Ajeng, sedangkan kedua mata beda warna nya itu terus mengarah pada jendelan kamar mereka. Kalau sampai bunyi itu terdengar lagi, Tezha akan bangun dan segera membuka jendela agar dia tahu makhluk apa yang tengah menganggunya itu.
Belasan menit berlalu tapi suara itu tidak terdengar lagi, Tezha yang mulai mengantuk perlahan menutup kedua matanya namun belum sempat matanya tertutup sempurna suara itu terdengar lagi dan kini semakin keras serta sering.
Tezha yang rasa penasaran nya sudah di ubun ubun mulai geram, dengan pelan dia menurunkan tubuh Ajeng dari tubuh nya dan merebahkan nya di atas tempat tidur.
Dengan langkah yakin tanpa takut Tezha membuka jendela kayu berukir indah itu.
Brraaakk....
Tezha membuka keras jendela itu hingga menimbulkan bunyi cukup keras. Namun karena Ajeng kebo dia tidak terusik dengan suara keras itu.
Tezha melayangkan pandangan nya ke semua sudut samping rumah mertuanya itu. Dengan bermodalkan senter dari ponsel mahal nya Tezha mencoba menerangi lokasi yang gelap karena tidak ada penerangan.
Dari tempat gelap itu Tezha melihat sosok hitam tengah menyeringai manampakan gigi gigi tajam dan sepintas Tezha melihat lidah makhluk itu menjulur panjang.
Valak?
Entah karena memang tidak memiliki rasa takut, atau karena hal yang lain nya Tezha membuka jendela lebar lebar dan melompat keluar dari jendela, Tezha yang hanya bermodalkan senter ponsel berjalan cepat bahkan sedikit berlari ke arah makhluk yang sempat dia lihat tadi.
Namun ternyata makhluk itu sudah tidak ada, karena merasa khawatir pada Ajeng yang tengah sendirian di kamar Tezha kembali ke arah rumah sembari sesekali melirik ke arah belakang nya. Tezha masuk lagi kedalam rumah melalui jendela itu lagi, saat Tezha menutup kembali jendela itu sosok itu muncul dari balik pohon pisang lalu sekejab dia hilang ditelan kegelapan malam.
Tezha merasa aneh dengan sosok itu, bentuk nya seperti manusia namun di lihat dari rupa nya yang samar samar di kegelapan Tezha yakin ada sesuatu yang tengah mengincarnya atau orang yang dekat dengan nya
Ajeng
Satu nama yang terpikir oleh Tezha saat ini, karena saat ini yang semua tahu kecuali teman dan guru di sekolahnya, Ajeng yang menjadi orang penting serta terdekat dengan nya.
Tezha merebahkan tubuh nya di samping Ajeng, dia menatap dalam gadis itu. Tezha menyingkirkan rambut Ajeng yang menghalangi wajahnya, membelai nya lembut hingga Ajeng merasa terusik. Tidak lama Tezha menutup matanya setelah menggumamkan doa di sela sela tidur nya.
Pagi menjelang, matahari memang belum tampak dari peraduan nya namun suara kokok ayam jantan saling bersahutan. Dua orang anak manusia masih tertidur dengan posisi si wanita berada di ketiak si laki laki, dengan kaki menimpa area paha nya. Sedang kan si laki laki tidur terlentang sembari menganga tampan.
Dua orang itu adalah Ajeng dan Tezha, Terlihat Ajeng bergumam sembari menguap namun mulut nya di tutup oleh telapak tangan nya. Bukan nya bangun Ajeng malah memeluk tubuh laki laki di samping nya itu seperti guling dan satu kaki nya menimpa barang terlarang yang suka sekali tegak di waktu subuh si Teguh.
Pemilik si Teguh melenguh pelan saat merasakan sesuatu menimpa adik masa depan nya itu. Ajeng yang terbangun karena lenguhan Tezha pun langsung terkejut saat tidak sadar dirinya sedang memeluk laki laki di samping nya dan yang lebih terkejut lagi Ajeng merasakan sesuatu yang tertimpa kaki nya bergerak dan tiba tiba membengkak.
Opo kui, jangan jangan si Teguh tangi ( Apa itu, jangan jangan si teguh bangun)
***HOLLA MET PAGI SEMUA SEMOGA HARI INI KITA SELALU DALAM KEADAAN SEHAT
JANGAN LUPA JEMPOL NYA DI GOYANG DIKIT BUAT NGASIH LIKE VOTE DAN KOMENAN NYA YA
SEE YOU NEXT PART
BABAYYYY....MUAAACCCHHH
HATUR NUHUN***
dtunggu cerita aqilla & kakak bastiannya yaaa🤭
langsunggg cusss baca kisah anaknya nihhh