" mari kita bercerai ". ucap Renald Borges.
" apa kau bersungguh- sungguh ". ucap Metry istri seorang Renald Borges, presdir RB Group.
" iya, bukan kah sudah ku katakan bahwa kau hanya seorang pengganti saja, agat imageku tidak buruk ".ucap Renald.
" ya, aku tahu itu ".jawab Metry dengan menggoyang- goyang gelas yang berada di tangannya.
" aku akan memberikan kompensasi sesuai dengan janji antara dirimu dan mami ". Renald dengan posisi duduk di kursi kebesarannya.
" aku tak menginginkannya ".ucap Metry.
Renald mengerutkan dahinya, mendengar bahwa sang istri menolak tawaran itu.
" lalu apa yang kau ingin kan ".ucap Renald sambil memutar - mutar pulpen di jarinya.
" aku menginginkan anak dari dirimu ".ucap Metry menatap pada Renald.
Renald yang mendengar langsung memukul meja, dan menghampiri Metry.
" apa kau sudah gila ".ucap Renald berkacak pinggang di depan Metry.
" tidak. Dan apa kau berfikir selama dua tahun menikah dengan mu , aku menggilai uang mu ".ucap Metry meletakan gelas di meja dan berdiri menatap mata Renald.
" aku tak sudi memiliki anak, dari seorang pelacur ". ucap Renald meludah tepat diwajah Metry.
Metry memejamkan mata, saat di perlakukan dan mendengar pekataan Renald hatinya hancur sehancurnya, namun dengan berusaha dia menahan agar air matanya tak lolos.
" kita akan membicarakan hal ini, saat kau pulang nanti aku pergi ".ucap Metry meninggalkan Renald , yang berdiri menatap punggung Metry, sebelum keluar dari sana , Metry memakai kacamata hitamnya agar tak ada orang yang melihat jika matanya sudah dipenuhi air mata.
Hingga suatu kejadian ia di pertemukan dengan seorang ketua Mafia , dia disuruh untuk menikah dengan pria tersebut.
Lalu bagaimana dengan Renald yang masih berstatus suami dari Metry ?
Dan apa tujuan dari Pria misterius itu yang menikahi Metry ?
# Baiklah sebenarnya, saya sedikit memperbaiki sinopsisnya karna , belum lulus riview jadi ada beberapa perubahan dalam sinopsisnya, tetapi tenang saja yang di ubahnya bebrapa kalimatnya saja , sedangkab ceritanya sama kok.
selamat membaca dan jangan lupa untuk LIKE, KOMENT, RATE 5 DAN HADIAHNYA .
karna setiap kali anda memberikan apresiasi seperti like, koment, dan yang lainnya, itu sangat memberikan dukungan bagi author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resha M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu paman Pram
Ponsel Metry berdering saat Metry akan kembali keruangan perawatan , dengan bergegas Metry melihat nama panggilannya.
" paman ".gumam Metry sambil menggeser layar hijaunya.
" Halo paman ".Ucap Metry.
" Metry , Paman ingin menemuimu ".Ucap Paman.
" Aku sedang berada di rumah sakit ". ucap Metry.
" siapa yang sakit ?".tanya paman Pram.
" Vadrion dan Vadrian ".jawab Metry.
" kenapa kau tak menghubungi ku.Lalu kedua orang tuamu sudah kau beritahukan ?". tanya oaman Pram.
" Belum sempat paman ". jawab Metry.
" Kau ini bagaimana , ya sudah kita bisa bertemu ?".tanya oaman Pram lagi.
"Baiklah tapi bisakah paman ke sini. Ada cafe terdekat di rumah sakit ". ucap Metry.
" Baiklah paman akan kesana 30 menit lagi ".ucap paman.
panggilan pun langsung berakhir di saat yang bersamaan , ada pria dengan tatapan yang tajam, rahang tegas , berkulit putih mulus bahu yang lebar , alis mata tegas dengan tinggi badan berkisar 198 cm itu berjalan di depan para pria berjas hitam yang jumlahnya 20 an orang dengan memakai kacamata hitam, serta alat pemantau yang selalu terpasang di telinga mereka masing².
Metry melewati mereka begitu saja , laki-laki itu sedikit pun tak menoleh kearah Metry bahkan Metry pun tidak menoleh kearah Pria itu.
" Vall .....".panggil Metry perlahan kepada Vall yang sedang , mengoleh minyak kayu putih pada badan Vadrion dan Vadrian.
" iya mbak ". Ucap Vall.
" aku akan bertemu dengan paman Pram. Jadi kalau mereka sudah siuman tolong kabari aku ". ucap Vall meletakkan obat²an itu di atas meja.
" iya mbak ".jawab Vall.
" aku pergi dulu ". ucap Metry mendekat kearah Vadrion dan Vadrian mengecup dengan lembut kedua dahi anaknya.
Metry langsung keluar , untuk bertemu paman Pram. Saat Metry akan menaiki lift ia melihat berapa orang berpakaian jass berdiri di depan sebuah ruangan ICU.
Metry melewati mereka begitu saja. Saat sudah berada di tempat parkir mobil Metry langsung memasuki mobilnya dan mengendarai meninggalkan rumah sakit.
🍁🍁🍁🍁
Terlihat Metry sedang duduk di salah satu meja di cafe, ia menunggu kedatangan paman Pram.
Saat akan menelpon pamannya, ia melihat paman Pram yang berjalan menghampirinya.
" Paman ". ucap Metry berdiri dan membungkukkan badannya.
" duduklah ".ucap paman.
" langsung saja . Aku membutuhkan bantuanmu ". ucap paman Pram.
" Apa itu paman, katakan ".ucap Metry serius.
" Aku sedang dalam bahaya bahkan Ayahmu juga ".ucap paman Pram.
" Maksudnya bagaimana paman ". tanya Metry.
" Perusahaan paman , sebentar lagi akan bangkrut ". ucap Paman Pram dengan wajah yang gelisah.
" Bangkrut ? .Bangkrut bagaimana bukankah baru kemarin PT Group melakukan perjanjian kontrak dengan beberapa perusahaan ternama bahkan RB Group ". ucap Metry.
" Paman ditekan . Bahkan dia memegang saham sepenuhnya dari Green House bahkan kekuasaannya cukup besar dinegara ini , bahkan sampai kebeberapa negara".ucap Paman Pram.
" lalu hubungannya dengan paman apa ?".tanya Metry.
" Proyek pembangunan Green House yang baru di kota Hosen waktu itu tidak mencapai 100% , sehingga kerugian yang mencapai waktu itu hampir 70 % dan waktu proses pembangunan itu, Green House mengalami kerugian dan pada waktu itu ada orang suruhan paman yang membawah kabur uang itu . Sebagai penanggung jawab paman dituntut untuk mengganti kerugian 25 T dalam jangka waktu 2 tahun dengan deposit yang kurang memadai ".ucap paman Pram.
" apa aku bisa menyimpulkan bahwa , perusahaan yang di emban saat ini bekerja untuknya begitu ?".ucap Metry.
" iya ". jawab paman pram.
" Lalu apa yang paman ingin aku lakukan ". tanya Metry.
" Hanya ada satu cara ". Ucap Paman pram.
" apa itu ". tanya Metry.
" Kamu hanya harus bertemu dengannya dan mengambil dokumen berupa kesepakatan pembangunan Green House ". ucap Paman Pram.
" untuk apa paman ".tanya Metry.
" Hanya dengan itu , kita bisa memperbaiki kembali nama baik PT Group ". ucap paman Pram penuh harapan.
" Ba-bagaimana aku bisa masuk kesana, jika untuk masuk kesana saja membutuhkan identitas yang sedetail itu ". ucap Metry.
" Bukan dengan bekerja di sana ". ucap Paman Pram.
" Lalu , apa aku harus menyelinap masuk diam² dan mencurinya " . tanya Metry.
" Jangan konyol kamu, untuk masuk saja sudah pusing , apa kau tau dimana ia menyimpannya ". ucap Paman Pram.
Metry sedikit membenarkan perkataan Pamannya, nama perusahaannya saja ia baru mendengarnya apa lagi rumah, tentu saja ia tak mengetahuinya bahkan berapa jumlah semut disana, atau ada berapa lalat yang di sana , untuk memikirkannya saja ia pusing ,apa lagi untuk masuk sepertinya ia betul² mempersiapkan mentalnya.
" Apa kau tertekan ?".tanya paman pram.
" umm. Itu aku tidak yakin apa bisa dekat dengannya ". ucap Metry.
" aaa ! aku punya solusi ".ucap Metry dengan senyum di bibirnya.
" apa ". tanya paman.
" kenapa kita tidak meminta tolong sama Vivian dia bakat dalam urusan memikat ".ucap Metry.
" Dia akan teropsesi jika sudah nyaman, bahkan melupakan tugas utamanya ". ucap Paman Pram.
" aku tak yakin akan kembali dengan tubuh yang masih utuh ". ucap Metry.
" kau tenang saja . Dia hanya pemimpin sebuah gang Mafia terbesar nam....".
" apa ? . Maf-mafiaaa ". Metry sedikit berteriak , namun melihat semua orang memandang kearahnya ia memperkecil suaranya.
" Ia, hanya orang² tertentu yang mengetahui pekerjaannya yang satu ini ".ucap paman Pram.
" Oke ,Fix aku mungkin akan kembali , tapi sudah aku pastikan jika bola mataku yang akan dikirimkan terlebih dahulu ". ucap Metry sambil menyandarkan bahunya dan menggeleng tidak percaya.
" paman,,, Vivian saja yang disuruh kesana a-aku kan sudah tua istri orang paman ".
" aku bahkan tak mengenalnya , mungkin dia pria tua yang tak memiliki pantat, atau bahkan memiliki mata yang juling , atau bahkan memiliki istri dan anak ". ucap Metry frustasi atas hayalannya.
" Dia masih muda, belum beristri ". ucap paman Pram.
" paman......". Metry memasang wajah sedihnya.
" Aku hanya ingin meminta balasan atas jasaku pada mu ". Ucap Paman Pram.
" bahkan dengan nyawaku ". ucap Metry.
" itu tidak akan berharga bagiku, apa dengan dirimu mati aku akan kaya ? , aiss kau ini jangan seperti itu aku masi menantikan mantu yang baru ". ucap paman Pram.
" aissss ! omong kosong apa lagi ini paman . untuk merayu ku fiyuhhh ".ucap Metry sambil membuang nafasanya , pony depannya terangkat saat Metry meniupnya.
" Sudahlah, aku jamin akan keselamatan mu, dan soal Vadrion dan Vadrian bagaimana aku akan menjenguk mereka setelah ini ". ucap paman Pram.
" aku rasa.....a-aku ...". ucap Metry terpotong.
" jangan menolaknya ".ucap Paman Pram.
" hmmm , baiklah aku akan mencobanya " . Ucap Metry sambil memasang wajah murung.
" jangan mencoba, tapi lakukan ". ucap paman.
" ya . ya aku akan melakukannya , meskipun mendekat pada malaikat maut ". ucap Metry .
" aku akan memperkenalkan mu sebagai putriku ". Ucap paman Pram.
" maksudnya ". Metry bertanya lagi.
" pertemuan akan di lakukan di Hotel GH pukul 7 malam ". ucap Paman Pram.
" oh my GOD ". ucap Metrt dengan frustasi.
" ayo kita sudahi perbincangan ini . Aku ingin menemui kedua anakmu ". ucap paman Pram sambil berdiri dari duduknya.
Metry berdiri tanpa menjawab paman Pram, ia langsung memasuki mobilnya , dan mengendarai menuju rumah sakit , dan diikuti pama Pram dari belakang.
Bersambung............
sukses
semangat
mksh
apa dia laki2 mafia itu yg di mksud paman pram
kau lbih memilih ririn..yg nyata nya dia slalu mnggoda mu sblm mnikah..bhkn ririn dket jg kn sma cwo yg knalan nya itu