Rate 21+
#Bijaklah dalam membaca#
Seorang Tuan Muda yang bernama Kelvin Artademaga yang kerap dikabarkan seorang playboy kelas kakap, dalam sekejap bisa jatuh cinta dengan Wulan gadis yang ia temui tak sengaja di sebuah Club.
Kelvin begitu tergoda, hingga pada akhirnya Kelvin menjebak Wulan. Hingga pada akhirnya, seorang Kelvin berhasil merenggut kesucian gadis itu. Tanpa Kelvin sadari, kalau wanita satu malamnya itu adalah pembantu yang bekerja di rumahnya. Wulan saat itu kabur dari rumah mewahnya dan menyamar menjadi gadis cupu. Gadis berkacamata besar.
Berhasilkah Tuan Muda mengejar cinta satu malamnya?
Disaat Wulan dan Kelvin sudah menyatu dengan ikatan suci pernikahan yang baru sehari. Kelvin harus menelan pahit karena Wanita satu malamnya pergi selama-lamanya.
Sanggupkah Kelvin menjalani hari-harinya? Sanggupkah Tuan Muda ini menjadi sosok ayah dan ibu untuk Baby Al, hasil cinta 2 malamnya dengan Wulan.
Apakah kehadiran Kanaya (kembaran Wulan) mampu membuat Kelvin jatuh cinta?
Penasaran sama kisahnya?
Hanya di Tuan Muda Mengejar CINTA (Cinta Satu Malam)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
"Yuk kita anu lagi?" ajak Kelvin yang terus menggoda Wulan.
"Dih... ogah!" Wulan semakin tersipu malu. Dirinya merasa malu saat ingat kejadian waktu di acara pernikahan Bima dan Nindy. Wulan tidak menyangka sama sekali, kalau dirinya mau di hujani oleh Kelvin. Tanpa paksaan dari Kelvin.
"Bukankah kamu begitu menikmatinya? Hahaa... " Kelvin semakin menggoda dan mengejek Wulan membuat Wulan semakin tersipu malu dan wajahnya merona.
Gisel sudah tiba di perusahaan yang di pimpin oleh Tuan Bima. Untung saja Nindy sudah kembali ke apartemen.
"Sebentar lagi Tuan Bima akan segera datang. Kamu tunggu di sini," ujar Seketaris Leon kepada Gisel dan di anggukan oleh Gisel.
Seketaris Leon keluar ruangan. Tak lama kemudian si Tuan Muda Bima masuk kedalam ruangan kerjanya. Bima duduk di sofa sembari menumpangkan kakinya.
"Apakah kamu Gisel teman sekelas Kelvin Artademaga?" tanya Bima yang langsung ke intinya.
"Mmmm... iya! Emang kenapa Tuan?" tanya Gisel yang masih tidak mengerti maksud dan tujuan Tuan Bima. Yang Gisel tahu dari seketaris Leon kalau dirinya akan di ajak kerjasama dengan bayaran yang menggiurkan. Tapi, Gisel belum mengetahui kerjasama seperti apa yang akan dia dapatkan dari Tuan Bima.
"Kamu deketin dia. Kamu goda-godain dia. Gisel, Kelvin itu dulunya sangat mencintai kamu. Tapi, kamu sudah terlanjur pacaran dengan mantan suami kamu yang kere itu. Gisel saya akan merubah penampilan kamu jauh lebih menarik. Kalau kamu berhasil membuat Kelvin jatuh kedalam pelukan kamu. Saya akan berikan kamu bayaran sebanyak 2M," kata Bima.
"Hah? 2 M?" Gisel masih tidak percaya dengan apa yang sudah ia dengar dari mulut Tuan Bima.
"Tuan serius?" tanya Gisel untuk meyakinkan kembali.
"Sangat yakin! Kelvin sudah berhasil merebut wanita yang sangat saya cintai. Untuk itu, saya minta kamu pepet terus Kelvin. Sekarang kamu dan Seketaris Leon pergilah kesebuah salon. Kamu rubah penampilan kamu," ujar Tuan Bima.
Gisel begitu senang mendengarnya. Kalau dirinya bisa berhasil membuat Kelvin jatuh cinta kembali, bukan hanya uang 2 M saja yang akan jadi miliknya. Akan di tambah dengan kekayaan dari keluarga Kelvin Artademaga.
Aku suka kerjasama seperti ini. Sekali dayung? Dua bukit terlampaui.
Seketaris Leon segera membawa Gisel ke salon. Penampilan Gisel akan di rubah semenarik mungkin. Sesuai tife-tife Kelvin pada umumnya.
Wulan dan Kelvin masih mendayung-dayung di atas perhau di sebuah danau kecil.
"Tuan antar saya pulang. Saya harus bekerja," sahut Wulan. Sesekali ia melirik ke jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Bentar dulu dong! Aku masih ingin bersama kamu. Eh, tapi kenapa masih panggil Tuan sih?" tanyanya.
"Mmmm... kan aku masih jadi pembantu! Coba lihat? penampilan aku masih lusuh," jawab Wulan enteng.
"Walaupun lusuh. Tapi tetap cantik!" Kelvin kembali memuji Wulan. Tangannya mengacak-ngacak puncak rambut kepala Wulan.
Wulan jadi semakin yakin kalau Kelvin benar-benar bersunguh-sungguh mencintainya. Wulan juga sudah menyadari kalau dirinya sudah mulai jatuh cinta. Tapi, Wulan akan tetap menyembunyikan perasaannya kepada Kelvin.
"Ayolah antar saya pulang Tuan, saya harus kerja," rengek Wulan.
"Iya-iya!" ketus Kelvin.
Rasanya Kelvin enggan untuk mengantar Wulan pulang. Kelvin masih ingin terus bersama Wulan.
.
"Stop! Turunkan aku di sini?" teriak Lia.
Bift!
Teriakan Lia mampu membuat mobil yang di kendarai oleh Ken berhenti mendadak dalam seketika. Lia segera keluar dari dalam mobilnya. Ken ikut keluar juga. Ken kembali mengejar Lia.
"Tunggu Lia! kamu jangan pergi lagi, aku mohon." Ken memelas lirih. Ken meraih tangan kiri Lia. Lia sama sekali tidak menoleh keberlakang.
"Apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Ken kepada Lia.
Lia masih tidak bergeming.
"Jawab jujur saja! Apapun jawaban kamu aku pasti akan menerimanya."
(Bersambung)