NovelToon NovelToon
I'M Nathasya Gustari

I'M Nathasya Gustari

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:250.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Virgoanz

Melarikan diri dari orang-orang dan masa lalu yang terlalu rumit untuk di jalani. Dan setelah banyak situasi tak memihak padanya, masih adakah secercah cahaya kebahagiaan untuk kehidupan baru seorang Natasya Gustari?

Bisakah seorang yang berkuasa seperti Tara menemukan gadis itu kembali?

Meraih kembali istri yang membawa kabur anak dalam kandungan bersamanya?

Selamat membaca 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virgoanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipantau

Caca menggeliat dalam tidurnya ketika sebuah tangan memeluknya dari belakang. Juga sebuah kepala yang terasa dingin menyentuh tengkuknya.

Entah jam berapa Caca tertidur ketika menunggu Tara yang hingga hampir tengah malam belum kunjung pulang.

"Baru pulang, mas?" tanya Caca dengan suara serak seraya membalik posisi tidurnya menghadap Tara.

Aroma sabun dan sampo menguar memenuhi indra penciuman Caca. Rambut Tara juga masih sedikit basah.

"Iya. Kata bibi, kamu nungguin?" ketika Tara pulang, asisten rumah tangga mereka memberitahu jika Caca belum lama memasuki kamar setelah menunggu Tara di ruang keluarga selepas Mentari tidur. "Maaf ya, pulangnya kemaleman."

Caca mengangguk dan tersenyum lembut. "Mas kelihatan capek." tangan lentiknya membelai sisi wajah Tara. Membuat pria itu memejamkan mata menikmati sentuhan sang istri pada wajahnya. "Mas sudah makan malam?"

"Belum." jawab Tara singkat. Pria itu masih setia memejamkan mata. Memegang tangan Caca untuk tak pergi dari wajahnya. Menarik tangan yang sehalus tangan bayi itu untuk ia cium.

"Kenapa belum makan?!" seru Caca yang ingin beranjak berdiri tapi di tahan oleh Tara. "Nanti mas sakit, kalau makannya nggak teratur sepetrti ini! Mas kalau lagi banyak kerjaan tuh harusnya malah prioritaskan makan. Karena mas butuh tenaga ekstra buat kerja agar semua bisa cepat selesai!"

Tara terkekeh. Kekehan dengan rasa bahagia di hati. Akhirnya ada yang memarahinya karena khawatir selain ibunya. Akhirnya ada suara yang terdengar menyebalkan tapi justru membuat hatinya lega di tengah masalah yang ia hadapi.

"Kamu bisanya nasehati orang." Tara mencubit ujung hidung istrinya yang kemudian ia cium saat wanitanya itu mengaduh. "Tapi giliran kamu sendiri lagi fokus kerja, jangankan makan. Suami aja kamu lupa."

"Kapan aku lupa sama suami sendiri?!" cibir Caca yang kini sudah duduk sempurna, menggelung rambutnya asal bersiap untuk berdiri. Diikuti Tara yang juga sudah duduk di sampingnya.

"Ayo turun." ajak Caca pada suaminya yang masih diam di tepi tempat tidur.

"Ngapain turun?"

"Makan lah, mas! kamu butuh makan buat kembali beraktifitas besok."

Tara menggeleng dan menarik Caca hingga jatuh kepangkuannya. "Aku nggak lapar."

"Lapar atau enggak, mas tetap harus mak-" kalimat Caca terputus dengan bibir basah yang sudah menempel dan mulai memagut bibirnya.

Bola mata Caca membesar ketika sebelah tangan suaminya menyusup kebalik gaun tidur yang ia kenakan. Mengusap perut ratanya. Mengantarkan geleyar aneh yang membuat napasnya semakin berat. Rasa menggelitik yang mulai memanaskan seluruh tubuhnya akibat kegiatan tangan suaminya yang sudah berada di area favoritnya. Sedang sebelah tangan lagi menahan belakang tubuhnya agar semakin rapat dan memperdalam ciuman mereka.

***

Caca masih menggerutu setelah membersihkan diri dan turun ke dapur untuk menghangatkan makan malam yang sudah terlewat jauh hingga dini hari.

"Kalau kamu masih menggerutu, nanti aku makan kamu lagi di sini." acam Tara dengan melingkarkan lengannya pada perut sang istri dan berbisik tepat di telinga Caca yang tengah menunggu makanan di dalam microwave.

Caca berdecak. "Coba tadi makan dulu. Aku pasti nggak akan kesel begini, mas!"

"Ooh jadi maunya habis makan, baru di makan?" goda Tara. "Oke. Nanti aku makan lagi setelah kita makan."

Caca merotasikan kedua bola matanya. Memilih diam tak menanggapai. Membawa piring yang berisi makanan ke atas meja dapur.

"Kenapa tadi pulangnya malam banget, mas? ada masalah di kantor?"

Seharian Tara tidak menghubunginya. Bahkan suaminya itu tidak memberinya kabar jika akan pulang terlambat. Tidak seperti sebelum-sebelumnya yang kemana pun selalu mengabarinya. Membuat Caca khawatir, takut terjadi sesuatu dengan suaminya. Dan Caca baru merasa lega saat menelpon ke kantor dan asisten suaminya memberi kabar jika Tara masih ada pekerjaan yang perlu di selesaikan.

"Maaf ya sayang. Aku lupa tidak mencharge ponsel. Terlalu fokus pada kerjaan." kilah Tara. Ia tidak mungkin memberitahu istrinya tentang masalah yang hampir dan mungkin akan terjadi.

Tara pulang terlambat juga bukan karena banyak pekerjaan. Pria itu bertemu dengan pengacara pribadinya untuk merencanakan perlindungan untuk Caca dan Mentari.

Juga merencanakan apa yang akan ia lakukan ketika skandal tentang dirinya dan Caca terekspos ke media.

Ia tidak ingin anak dan istrinya susah ketika rumor tentang mereka muncul kepermukaan. Ia tidak ingin membuat anak dan istrinya sedih.

Selama ia masih bisa menghadapinya tanpa Caca tahu, akan ia lakuan segala hal yang ia bisa.

Tapi, mengingat pasti orang yang memberitahu klien-kliennya tentang Caca anak angkatnya adalah orang yang tidak suka padanya. Kemungkinan besar untuk berita itu akan muncul di media. Dan ia harus melindungi anak dan istrinya apa pun caranya.

"Lain kali jangan gitu lagi ya mas. Aku tuh khawatir. Apa lagi tadi siang kaya ada orang yang mantau rumah kita." ucap Caca sambil lalu. Sebenarnya ia tidak menganggap serius orang yang siang tadi ia lihat. Dan hanya berucap asal agar Tara tidak lupa lagi untuk memberinya kabar.

Tapi reaksi Tara justru membuat ia kaget. Tara meletakan sendoknya cukup keras. "Orangnya seperti apa? kamu yakin dia mantau rumah kita?" ekspresi Tara begitu serius dengan rahang yang mengeras. Dadanya juga naik turun tak beraturan.

"A-aku ng-nggak yakin sih mas." jawab Caca dengan susah payah menelan ludah. Wanita itu dibuat takut dengan ekspresi wajah Tara yang begitu serius.

Bukan. Bukan takut pada wajahnya. Tapi takut atas situasi penting apa yang ia tak tahu hingga membuat Tara terlihat sekhawatir itu.

"Kamu lihat dimana!" cecar Tara kembali.

"Di seberang jalan. Di depan rumah Bu Joko yang sekarang kosong itu." rumah kosong di samping rumah yang berhadapan persis dengan rumah Tara.

"Kamu inget ciri-ciri orang itu?"

Caca mengangguk dan menceritakan semuanya.

Siang tadi setelah menjemput Mentari sekolah, Caca langsung pulang ke rumah. Tidak kembali lagi ke MFA. Ia ingin memasak makan malam spesial untuk sang suami-yang justru pulang terlambat dan membuat makanan yang ia masak tak selezat sebelumnya.

"Ada mobil sedan hitam parkir di depan rumah Bu Joko. Aku kira Bu Joko pulang dari luar negeri. Tapi sampai sore, mobilnya tetep parkir nggak masuk ke dalam." cerita Caca.

Begitu sore hari ketika Caca akan menyiram bunga di halaman depan, ia melihat dua pria dengan pakaian serba hitam memasuki mobil tersebut kemudian melajukan kendaraan meninggalkan tempat yang sudah sejak siang atau mungkin pagi sebelum Caca pulang. Dan sebelum pergi, salah seorang yang berpakaian hitam itu sempat tersenyum ke arahnya. Senyum yang menyeramkan bagi Caca.

Caca bisa melihat jelas karena gerbang tinggi rumah mereka tengah terbuka lebar. Dan saat itu Caca akan menyiram bunga yang ada tepat di depan pagar samping gerbang.

Cerita Caca semakin membuat Tara gusar. Sebenarnya apa tujuan orang-orang itu memantau rumahnya. Dan mau tidak mau, ia harus memberikan pengawal untuk anak dan istrinya. Agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

*

*

*

1
Nani Desmiwati
Sedih
Mawar berduri
cerita yg manis tdk bertele2. trima kasih. sukses sll
Mawar berduri
pak tua smakin hot jeletot deh🤭
Mawar berduri
masak sih hampir 6 th LN org2 masih ingat. palingan udh pd lupa. lagian hr gini masih aja kepo dgn urusan orglain. kayaknya gk gt deh.
Mawar berduri
enak bgt rasa daun muda ya pak tara🤭👍
Endang Werdiningsih
caca bukan hamil diluar nikah,,,
nikah siri secara agama sah hukum'a...
dan setahu sy si anak msh bisa mengikut nashab ayah'a,,,jika terlahir perempuan maka sang ayah msh berhak yg menjadi wali nikah,,,,cuma secara hikim negara tdk bisa nama ayah tercantum di akte kelahiran...
beda dengan hamil tanpa ada'a pernikahan....
dan cava blom ditalak sama tara kok sdh dinikahi sama rian.....
sedang caca pergi jg tanpa sepengetahuan tara,,,, ga bisa dibilang sdh jatuh talak....
Rina Fauzie
bagus cerita nya 👍
Aisyah Hayati
lahhh gimana ceritanya wanita lagi hamil+masih isteri orang alias masih punya suami udah dikawinin lagi tor?? semisal dia udah cere pun masa iddahnya sampe dia selesai melahirkan boskuuuu,ini masih melendung udah dikawinin aja. meski ini hanya cerita piksi tapi tolonglah plis atulah utk hal2 yg beraroma norma2 dan aturan2 yg berlaku dimasyarakat harus diperhatikan,ga bisa bebas ngehalu sakarepe penilis naglor ngidul bercerita. Klo belum tau alangkah baiknya dicari tau dulu biar kesanya ga asal njeplakkkk nabrak norma yg berlaku.Jujurli suwerli ini ceritanya yg tak kira bakal seru jadi ambyarrrr absurd surd surd menyebalkan kau buat.
fa _azzahra
pantes td agak sedikit bingung krna dcerita sblm nya caca anak kandung nini.good jd mudeng aku
Sitialmira
rian mungkin
yanti auliamom
Ngikutin aja alurnya seperti imajimu Thor.

Tapi biasanya orang bule tuh lebih easy soal jodoh anak. Biasanya yang ribet itu bangsawan meski ga semua.

lanjut..
yanti auliamom
Jadi ada hikmahnya ya Thor. Jadi tau tentang hukum islam .

Kalau mantan kakak atau adik ipar boleh/ halal di nikahi.
baik karena cerai hidup atau karrna meninggal.
Khalisah Rochman
good thor.... aq suka ceritax beda
sri fauziah
hadeuh klo liat mentari jdi ingat sma anak sy waktu masih kecil...kritisny luar biasa nyampe sy bingung dan mentok mau jwab apa...untungny suami selalu bisa kasih jawaban yg bikin anak sy puas😁😁😁
Rianty Aksan
Cerita Yang Keren Begini, Kenapa Like nya dikit Banget ya..
Puja Kesuma
lama upny thor..lanjutin donk thor
japalibels
haram ini. msh dlm status pernikahan dgn tara.
AsYanti
nah lhooooo siapakah dia... si pemilik "mata" yang kepo-an itu???
AsYanti
baru aja niat mau komen soal sejarah Caca waktu diangkat anak apakah dibahas juga di keluarga besar Abraham dan apakah Caca pernah diperkenalkan kepada keluarga besar Abraham semasa hidupnya Nindi.... keburu Authornya bercerita hehehe.... terjawab langsung
AsYanti
wekekekeek.... rasaiiin looooo... emang gampang harus mikir jawaban buat anak yang kritis????... padahal para emak tiap hari harus jadi orang "pinter" trus buat anak2nya yang cerewet...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!