menanti jodoh yang terbaik adalah impian semua orang,sebab itu pernahi diri karena jodoh mu cerminan dirimu.
tapi bagaimana bila dirimu sudah berakhlak sesuai syariat tapi ternyata jodoh mu tak sesuai harapan mu.
inilah kisah dari seorang gadis bernama vilara,gadis berhijab yang sedang menunggu jodoh dunia akhirat nya,
vilara dihadapkan oleh dua pilihan pemuda yang mencintai vilara dengan cara berbeda.
"umi andai vii tidak menikah dengan seorang santri atau anak ustadz apa ilmu yang selama vii dapat tidak bermanfaat",tanya vilara
"tidak nak,karena itu lah perjuangan sesungguhnya bagi mu,untuk menuntun seorang kejalan yang benar dengan ilmu mu,jalan yang diridhoi allah".ucap umi menasehati vilara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hardiantomy Corro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Deg.
''Kenapa postur tubuh itu seperti pria yang dalam mimpi ku'',batin Vii
Vii tetap menatap tanpa berkedip,sedang orang yang dilihat Vii jadi salah tingkah.
''Vii''...sapa Ali
"Eh,mas Ali kenapa pagi-pagi kesini?'',TanyaVii yang baru sadar dari lamunan.
"Aku nungguin kamu''.ucap Ali tersenyum.
"Oohh,kenapa enggak nunggu didalam saja''.ujar Vii sambil melangkah masuk,sedang Ali mengikutinya.
"Assalamualaikum'',ucap Vii dan Ali berbarengan.
"Waalaikumsalam'',jawab semua
"Loh mbak Vii,kok barengan sama mas
Ali?''',tanya Putri.
''Enggak bareng Put,mas Ali nya sudah dari tadi nungguin didepan'',ucap Vii sedang Ali hanya tersenyum.
"Mas Ali duduk dulu,sekalian mau pesen apa''.ucap Vii
Ali kenudian mencari tempat duduk,
"Kalau pesen hati mu boleh enggak'',ucap Ali tersenyum
''Hati Vii cuma satu nanti kalau mas Ali pesen,Vii jadi orang yang enggak punya hati mau,''ucap Vii setengah sewot
"Iya satu hati aku dan kamu'',ucap Ali tersenyum
''Mas Ali,ini masih pagi enggak usah gombal''.ucap Vii
''Heeeheee iya maaf,tapi aku berasa diomelin istri''.ucap Ali sambil memandang wajah Vii yang mulai jengkel.
''Jadi pesen apa enggak?kalau enggak Vii tinggal,Vii banyak kerjaan''.ucap Vii jengkel.
Vii melangkah akan meninggalkan Ali.
"Vii tunggu,''cegah Ali
Vii menghentikan langkah nya
"Apa lagi mas''.ucap Vilara
''Disini dulu,temenin aku'',pinta Ali
''Maaf Vii disini kerja,bukan main jadi enggak bisa nemenin mas Ali'',ucap Vii dan akan melangkah lagi.
''Kenapa pesan ku enggak kamu balas?'',tanya Ali.
''Asstagfirulloh,karena Vii lagi malas aja''.ucap Vii.
''Katanya Putri,kamu kemaren ada acara keluarga,emang acara apa?''.tanya Ali
''Pantesan mbak San enggak mau sama ini orang,ternyata nyebelin,kalau enggak ada emak bapak nya udah Vii gantung ini orang,''batin Vii
''Acara lamaran''.jawab Vii singkat
''Kamu yang lamaran?'',tanya Ali memastikan
''Iya''..jawab Vii
''Iya.bukanlah'', batin Vii
Ali menunduk,seperti berpikir sesuatu.
''Saya pesen mie ayam satu sama teh hangat''.ucap Ali
''Ditunggu saja ya''.ucap Vii meninggalkan Ali sendiri.
Vii memberi tau Putri pesanan Ali,kemudian menemui pakde Endut.
''Assalamualaikum Pakde''.ucap Vii
"Waalaikum salam Vii,ada apa?'',tanya pakde.seakan pakde tau ada hal yang mau Vii sampaikan.
"Ehm,pakde Vii mau berhenti bekerja''.ucap Vii hati-hati
Hufffth
Pakde menghela nafas kasar.
''Kenapa nak Vii mau berhenti?''',tanya Pakde
''Vii mau melanjutkan cita-cita Vii menjadi pengajar pakde'',ujar Vilara
''Pakde enggak bisa melarang nak Vii,tapi tunggu ada penggantinya dulu ya'',ucap pakde
''Kan ada kang Aang pakde''.ucap Vii
''Diwarung sana sudah mulai ramai,jadi Aang enggak bisa ditarik disini'',jelas Pakde
Vii tampak berfikir
''Tapi kalau dalam waktu 1 bulan belum ada pengganti Vii tetap berhenti pakde''.ucap Vii
''Iya,pakde usahakan cepat cari penggantinya''.ucap Pakde Endut.
''Terimakasih pakde''.ucap Vii melangkah pergi menuju meja kasir.
Sedang Putri yang mengantar pesanan Ali masih diintrogasi oleh Ali perihal lamaran.
''Maaf mas,Putri enggak tau soal itu,itu kan privasinya mbak Vii''.ucap Putri.
''Tolong Put kamu cari tau ya''.pinta Ali
''Ok,tapi pulsa 100rb kirim dulu'',ucap Putri
''Ok,aku nanti kirim''jawab Ali semangat dan mulai menyantap pesananya.
Putri pergi menuju meja kasir Vilara.
''Mbak Vii,kangen'',ucap Putri sambil memeluk Vii
''Mbak juga kangen,'',ucap Vii membalas pelukan Putri
''Kemarin repot banget tau mbak enggak ada mbak Vii'',ucap Putri
''Masa''.ucap Vii
''Iya mbak,kemarin mbak kemana sih?''.tanya Putri
"Kemarin ada saudara dateng dari jauh,jadi kita kesana sekalian ikut pengajian akbar''.ujar Vilara.
''Ooohh,oleh-oleh nya mana?'',ucap Putri sambil menengadah kan tangan nya.
''Ada kok,nanti mbak ambil dulu''.ucap Vii
''Apa itu mbak?''.tanya Putri saat Vii menyodorkan kresek hitam.
''Buka saja''.ucap Vii
''Ini dodol ya mbak'',saat Putri melihat isi kresek hitam.
''Itu namanya lempuk durian,kata ayah enak''.ucap Bii
''Emang mbak Vii belum coba?''.tanya Putri.
''Mbak enggak suka yang menyangkut durian,''jujur Vilara.
''Kenapa beli kalau enggak suka'',ucap Putri
''Itu oleh-oleh dari kakak mbak''.ucap Vii
''Makasih ya mbak''.ucap Putri kemudian meninggalkan Vilara.
''Iya''.ucap Vii tersenyum
Eheeemm
''Semuanya berapa Vii''.ucap Ali sambil terus melihat kearah Vii
''Lima belas ribu mas''.ucap Vii tersenyum.
''Ini'',Ali menyodorkan uang pas
''Terimakasih''.ucap Vii.
''Vii,mari kita taaruf''.ucap Ali serius
''Taaruf'?,ucap Vii mengulangi kata Ali dan mengernyitkan dahi,dia bingung mau menjawab apa karena dia juga akan bertaaruf dengan pemuda punggung itu.
Sedang Ali melihat Vii bingung,salah mengartikannya.
''Ta'aruf itu perkenalan dalam islam kalau pacaran kan haram hukumnya,jadi taarufan agar saling mengenal dulu sebelum menuju ke jenjang yang lebih serius'',Ucap Ali menjelaskan kepada Vii arti taaruf.
Vii yang mendengar hanya menghela nafas dengan perlahan.
''Jadi bagaimana Vii?''.tanya Ali
Vii diam hanya menatap Ali,sebel itu yang Vii rasakan.
''Aku beri waktu 2 hari'',sambung Ali kemudian dia pergi.
''Dasar cowok aneh dia yang tanya,dia yang menjelaskan dia juga yang menyimpulkan,emangnya aku ini murid nya apa,''gumam Vii jengkel.
Vii memperhatikan sekitar setelah Ali pergi dari tempat itu,banyak kendaraan yang lalu lalang melewati jalanan.
Hingga penglihatannya menangkap sebuah mobil yang terparkir tidak jauh.
''Itu mobil siapa?''gumam Vii memperhatikan mobil yang terparkir bukan ditempatnya.
kalo anak paman ato bibi itu sepupu Thor bukan keponakan, kalo keponakan, bibi ato paman ke anak saudaranya