NovelToon NovelToon
Albern & Lily

Albern & Lily

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Contest / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 5
Nama Author: Tiwie Sizo

Jangan lupa follow IG Author : tiwie_sizo08

Albern menyimpan sebuah perasaan yang dalam pada Lily, gadis yang berusia jauh lebih muda darinya. Bertahun-tahun dia memendam perasaannya tanpa membiarkan hal itu diketahui oleh orang lain.
Sebaliknya, Lily yang juga menyukai Albern sejak lama adalah seorang gadis pemberani dan bersifat terbuka. Dia tak pernah menyembunyikan setiap hal yang dirasakannya, termasuk ketertarikannya pada Albern.
Bagaimanakah jadinya saat Albern yang kaku disandingkan dengan sosok ceria dan jahil seperti Lily?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiwie Sizo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kami Saling Mencintai

"Mama..." Lily bergumam lirih dengan raut ketakutan. Ekspresi wajah Carissa yang tenang meski mengetahui dia pergi bersama Albern tak serta-merta membuat Lily merasa lega. Mamanya ini tampak seperti sedang bersiap menyemburkan amarahnya, layaknya gunung berapi yang siap meletus dan memuntahkan lahar panas.

"Ceritakan pada Mama, atau Mama akan memberi tahu Papa jika hari ini kamu tidak belajar bersama Zivanna dan Darrel." Carissa kembali berujar dengan sedikit mengancam.

"Jangan, Ma. Jangan!" Sontak Lily langsung menggenggam tangan Carissa dengan kedua tangannya. Kepalanya menggeleng beberapa kali, mengisyaratkan jika dia tidak mau Mamanya sampai menceritakan hal itu pada Evan, Papanya.

"Kamu sudah mulai pandai membohongi Mama dan Papa, ya." Gumam Carissa lagi.

"Ampun, Ma. Aku juga tidak suka membohongi Mama dan Papa. Aku terpaksa..." Lily berusaha terlihat memelas agar Mamanya tidak marah.

"Terpaksa? Memangnya siapa yang memaksamu untuk berbohong? Apakah Albern?" Tanya Carissa.

"Bukan, Ma. Bukan. Kak Al tidak pernah memintaku untuk berbohong. Dia juga tidak pernah memaksakan apapun padaku." Lily menyanggah dengan cepat. Tentu saja dia tidak ingin lelaki pujaannya dianggap buruk oleh Mamanya sendiri.

"Berarti kamu berbohong pada Mama dan Papa tidak dengan terpaksa, melainkan dengan suka rela dan penuh keikhlasan." Carissa menyimpulkan.

"Bu-bukan begitu, Ma..." Lily kehabisan kata-kata dibuatnya. Gadis ini memang bisa berkelit pada siapa saja, tapi tidak dihadapan Sang Mama. Tidak ada yang lebih memahami Lily dibandingkan Carissa, karena Lily sendiri adalah cerminan dari sosok Carissa di masa lalu.

"Jadi?" Carissa seolah sedang menunggu penjelasan Lily lebih lanjut.

"Kak Al mengajakku jalan, lalu aku mengiyakannya..." Lily akhirnya mulai bercerita walaupun dengan sedikit ragu.

"Mengajakmu jalan?" Ulang Carissa.

Lily mengangguk mengiyakan.

"Kenapa dia mengajakmu jalan?" Tanya Carissa lagi.

Lily terdiam sejenak, sebelum akhirnya memberanikan diri untuk mengangkat wajahnya untuk melihat kearah Carissa.

"Kami... sebenarnya kami menjalin hubungan .... Bukan pacaran, sih, tapi kami berjanji akan menikah ...." Ujar Lily dengan nada lebih rendah daripada sebelumnya.

"Apa? Kalian menjalin hubungan dan berjanji akan menikah?" Carissa tampak terkejut mendengar pengakuan Lily barusan.

Lily mengangguk dengan sedikit ragu.

"Bagaimana kalian bisa seperti itu? Bukankah anak itu adalah duplikat Aaron? Bagaimana mungkin dia tertarik dengan hal-hal seperti ini?" Carissa tampak bertanya pada dirinya sendiri dengan kening yang sedikit berkerut.

Bukan tanpa alasan Carissa tidak langsung marah begitu mengetahui Lily ternyata berbohong tentang mengerjakan tugas kuliah hari ini. Dia merasa jika yang Lily lakukan sekarang persis seperti yang dulu dia lakukan. Seorang gadis muda berjiwa bebas yang tak ragu merealisasikan apa yang diinginkan hatinya dan mengekspresikan dengan jujur setiap perasaan yang dirasakan.

Carissa tahu jika putrinya ini menyukai Albern sejak lama, sama dengan halnya dulu dia menyukai Aaron. Dan Carissa juga tak berusaha membunuh perasaan Lily karena beranggapan suatu hari nanti Lily pasti akan menyadari dengan sendirinya jika Albern bukanlah sosok yang bisa diharapkan, seperti halnya Carissa yang akhirnya move on dari Aaron dan hidup bahagia bersama Evan.

Tapi bagaimana bisa sekarang mereka justru menjalin hubungan. Apa jangan-jangan Lily memainkan sebuah trik untuk menjerat Albern? Oh, astaga! Sejauh itukan Lily bertindak?

Tanpa sadar Carissa membekap mulutnya dengan kedua tangannya sendiri. Sedangkan Lily tampak melihat Mamanya itu dengan tatapan bingung.

"Lily, katakan pada Mama yang sejujurnya, apa yang sudah kamu lakukan sampai Albern setuju untuk menikah denganmu suatu hari nanti? Apa kamu melakukan sesuatu yang memalukan?" Tanya Carissa dengan agak panik.

Sekali lagi Lily menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.

"Aku tidak melakukan apapun." Jawab Lily.

"Benarkah?" Carissa tampak tak percaya.

"Kak Al sendiri yang menyatakan perasaannya padaku."

"Albern menyatakan perasaannya padamu?" Carissa terlihat semakin terkejut.

"Iya, dia bilang aku tidak boleh mencintai orang lain dan hanya boleh mencintai dia saja." Lily berujar dengan sedikit malu.

Carissa ternganga dengan sangat takjub.

"Albern mengatakan hal seperti itu padamu?" Tanya Carissa.

Lily hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Mamanya itu.

"Astaga, sulit dipercaya..." Carissa bergumam tanpa sadar.

Lily masih memperhatikan Carissa dengan agak bingung. Alih-alih marah dan menghukumnya, Mamanya ini justru terlihat takjub dan tak percaya, seakan sedang menyaksikan fenomena bulan terbelah dua.

"Tapi, Ma. Mama sebenarnya tahu dari mana aku jalan dengan Kak Al hari ini?" Dengan mengumpulkan segenap keberaniannya, Lily akhirnya menanyakan sesuatu yang membuatnya penasaran sejak tadi.

Carissa tampak terhenyak dari segala pemikiran yang memenuhi kepalanya. Dipandangnya Lily dengan pandangan yang sedikit menyeramkan.

"Mama melihat sendiri kalian berbelanja di supermarket. Acara reuni Mama tadi diadakan tak jauh dari sana. Begitu acara selesai, Mama pergi ke supermarket itu karena ada yang mau Mama beli. Dan ternyata Mama menangkap basah putri Mama ini sedang berbelanja dengan seorang lelaki dewasa, padahal tadi pagi dia minta diantar untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah."

Lily tertegun dan langsung menunduk. Dia tidak menyangka jika apa yang dilakukannya hari ini akan dipergoki oleh oleh Mamanya sendiri.

"Maaf, Ma..." Ujar Lily lagi dengan agak memelas.

"Lily, apa yang kamu lakukan tadi sungguh tidak baik. Membohongi Mama dan Papa adalah tindakan yang sangat tidak terpuji. Apa kamu mau menjadi anak durhaka?"

'Eh?'

Lily sedikit membeliakkan matanya mendengar penuturan Carissa barusan. Bisa-bisanya Mamanya ini berkata sama seperti Zivanna. Lily jadi bertanya-tanya, sebenarnya definisi anak durhaka itu seperti apa, sih? Masa hanya berbohong saja dia sudah disebut anak durhaka.

"Ampun, Ma. Aku tidak mau jadi anak durhaka. Aku anak paling patuh sedunia. Jangan kutuk aku jadi batu seperti Malin Kundang, Ma..." Lily langsung berhambur memeluk pinggang Carissa.

'Astaga, anak ini...' Carissa hampir saja tak bisa menahan tawanya. Sudah usia dua puluh satu tahun, bagaimana bisa dia masih takut dikutuk menjadi batu seperti saat dia kecil dulu. Terkadang putrinya yang cerdas dan juga cerdik ini memang akan mengeluarkan pemikiran konyol dan ajaib. Persis seperti Carissa sendiri saat belia dulu. Itulah yang membuat Carissa seringkali maklum dengan segala tingkah polah Lily, meski kadang putrinya itu memang agak nakal.

"Lily, jika kamu tidak mau Mama bercerita tentang kebohonganmu tadi pada Papa, kamu harus melakukan sesuatu." Ujar Carissa kemudian.

Lily mengurai pelukannya, lalu mendongakkan wajahnya pada Carissa.

"Melakukan apa?" Tanya Lily harap-harap cemas.

Carissa mengulurkan tangannya mengusap lembut kepala Lily.

"Segera akhiri hubunganmu dengan Albern." Pintanya lembut.

"A-apa?" Lily menatap Carissa dengan tatapan tak percaya.

"Albern bukanlah sosok yang sederhana, Nak. Kamu akan menemui banyak kesulitan jika berada disampingnya. Mama dan Papa tidak ingin hidupmu kelak menderita. Lupakan janji kalian untuk menikah suatu hari nanti." Carissa kembali mengusap pucuk kepala Lily.

Lily menggelengkan kepalanya dengan airmata yang tiba-tiba saja jatuh tanpa permisi.

"Aku tidak mau, Ma. Aku tidak bisa." Lily menyeka air matanya, namun kembali jatuh lagi membasahi pipinya.

"Kami saling mencintai ...."

Bersambung...

Mama Carissa jangan kejam2 ih. Ntar anaknya frustasi terus gantung diri di pohon cabe, gimana?

Happy reading ❤️❤️❤️

1
NFC
wkwkwkkw
NFC
widiiiiihhh cari aliansi segala
Khoerun Nisa
pertemuan nya kurang greget tor lah cm ngobrol doang peluk dong cium sekalian
LENY
THE GREAT SCANDAL KOK GAK ADA THOR DI NOVELTOON. DI APLIKASI LAIN YA
LENY
KALAU CERITA YG INI BELUM BACA LANJUT
LENY
SUDAH BACA BAGUS
LENY
TERIMA KASIH AUTHOR SAYANG. CERITA YG SANGAT BAGUS MENYENTUH DAN HAPPY ENDING ❤👍👍
DITUNGGU KARYA SELANJUTNYA🙏
LENY
MANTAP DARREL LAKI2 BERTANGGUNG JAWAB DAN PUNTA HARGA DIRI 2 JEMPOL UNT DARREL. MAKANYA ZI DENGERIN DULU DIMINTA WAKTU 5 MENIT AJA GAK BISA NYEROCOS DGN PIKIRAN NEGATIF SENDIRI. GOOD DARREL ❤👍👍
LENY
YA THOR SETUJU JGN TERLALU VULGAR BAYANGIN AJA SENDIRI2 YG BACA 😂🤭
LENY
DUH TERHARU EVAN JGN KHAWATIR LILY GAK AKAN MELUPAKAN PAPANYA YG SANGAT BAIK😥
LENY
DARREL DAN ZOVANNA BENAR2 COCOK MEREKA SIKAPNYA DEWASA MANTAP
LENY
LILY GAK USAH TAKUT KL JODOH KALIAN PASTI AKAN BERSAMA. JAGA KOMITMEN UNTUK SALING SETIA DAN KEJAR CITA2 MU BIAR PANTAS MENDAMPINGI ALBERN. AL SETIA KOK JGN KHAWATIR. KL KALIAN SDH DITAKDIRKAN BERSAMA BERJODOH PASTI AKAN KETEMU 🙏👍SEMANGAT LILY RAIH CITA2MU.
LENY
BERPASANGAN DGN AL BIAR PANTES DAN SETARA GAK DIANGGAP REMEH ORANG🙏
LENY
BETUL CINTA BUTUH PENGORBANAN GAK APA2 BERJAUHAN ASAL DPT RESTU SETELAH ITU. KSN BISA SALING TELP DAN VIDEO CALL SETIAP HARI. JANGAN TERLALU CENGENG LILY. KAMU HRS BERJUANG BIAR PANTES BERPADANGAN SAMA AL DAN TDK DIANGGAP REMEH LAGI SAMA ORANG2🙏
LENY
GOOD JOB AL KEREN KAMU BIAR EVAN SADAR SIAPA AL SEBENARNYA 👍
LENY
IDE GILA ITU KAWIN LARI PAKE HAMIL DULU LG WAH CERITA AARON ZAYA TERULANG LAGI
LENY
WAH LILY ITU LBH TAMBAH JELEK LG AL DIMATA EVAN. TURUTIN AJA PERINTAH PAPAMU KULIAH DI LUAR NEGERI KL KALUAN BER JODOH PASTI AKAN BERSAMA NANTI
LENY
KL EVAN MSH EGOIS GAK MERESTUI BENAR JG KATA NENEK GHINA MSH BNYK PEREMPUAN LAIN YG LBH CANTIK DAN BAIK SERTA KELUARGA NYA MERESTUI. COBALAH BERPISAH SEMENTARA BIAR EVAN SADAR KL ANAKNYA LILY NNT MENDERITA DIPISAHKAN SAMA ALBERN.
LENY
KASIHAN ALBERN DAN LILY LIHAT EVAN EGOIS PADAHAL MRK SALING MENCINTAI HRSNYA SALING DUKUNG 2 KEL INI BUKAN DGN SIKAP ANGKUH AROGAN EVAN.
LENY
BRIANA DAN ORANG TUANYA BENAR2 BERKELAS ORANG INTELEKTUAL TINGGI. BRIANA SDH CANTIK PINTER BERKELAS SEBENARNYA COCOK SELEVEL SAMA KEL AARON 😊🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!