Naura, gadis cantik penuh keceriaan dan kebahagiaan. dalam menikmati masa indah remajanya. namun semua berakhir dalam sekejap mata. disaat sang ayah Hendro ketahuan korupsi di sebuah anak perusahaan Besar.
Puncak kehancuran Naura, dimulai ketika kedua orang tua nya meminta supaya membujuk dan menggoda sang CEO supaya mencabut tuntutan nya. namun Naura salah sasaran karena tidak mengenal wajah sesungguhnya sang CEO. dia melakukan hubungan terlarang dengan sang asisten Dion.
Ikuti kisah selanjutnya, dimana nantinya Naura akan dilema menentukan pilihan antara Dion dan cinta pertama nya yang datang kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita silvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah rumah
Keberuntungan berpihak pada Lisa, dia diterima bekerja sebagai Ob diperusahaan itu. meskipun pekerjaan ini tidak sesuai impian dan cita-cita nya dulu. namun Lisa sangat bersyukur, paling tidak dia bisa bertahan dikota yang masih baru itu.
Beberapa kali Lisa, menyeka keringat sambil membersihkan kaca. hidup nya selama ini memang tidak bersal dari keluarga kaya. namun sang ayah selama hidupnya, tidak pernah membiarkan Lisa bekerja keras. namun sekarang Lisa bisa apa.?
Kedua orangtuanya telah berpulang, sementara Frans satu-satunya harapan Lisa juga telah menghilang. termasuk No ponselnya yang tidak bisa dihubungi. membuat Lisa tambah kesulitan untuk menemukannya.
Lisa hanya tahu jika Frans berada di kota ini, tanpa alamat jelas.dia hanya punya keinginan yang kuat. semoga mendapatkan keajaiban agar bisa bertemu dikota ini.
"Lisa ternyata hasil kerjamu bagus juga, meskipun kamu belum mempunyai pengalaman kerja sebelum ini." puji Jo teman baru, yang mempunyai profesi yang sama dengannya.
"Terimakasih kak Jo." jawab Lisa.
Seiring berjalannya waktu, Lisa juga sudah terbiasa dengan pekerjaan barunya. dan Jo merupakan teman satu-satunya yang sangat baik dan perhatian pada Lisa. meskipun tidak memiliki perasaan apa-apa namun Lisa menghargai kebaikan Jo tersebut. meskipun Lisa bisa melihat dengan jelas jika Jo mulai menaruh perasaan spesial terhadap.
"Aku tidak akan bisa mencintai pria manapun, karena kak Frans sudah menempati nya terlebih dahulu. mulai sekarang aku harus menjaga Jarak dari kak Jo. aku takut dia akan berharap lebih nantinya." gumam Lisa
Dirumahnya, Naura juga melamun. kenangan demi kenangan indah yang pernah dilewati nya bersama Frans. seakan berputar indah kembali. dimana mereka vsering mencuri waktu dengan pergi kerumah pohon. atau pergi ke sungai yang terdapat air terjun nya.
Atau berlari diantara indahnya puncak perkebunan teh, tempat ayahnya Hendro bekerja. semua tidak mudah bagi Naura lupakan. perlahan dia mengelus-elus perutnya yang sudah terlihat. Dion yang baru pulang kerja. mengagetkan lamunan Naura.
"Mas Dion." sapa Naura yang baru tersadar dari lamunan nya.
"Lagi mikirin apa sih, seius amat berdiri nya menghadap taman belakang. bosan ya nungguin suami pulang kerja.?" goda Dion. yang dibalas Naura dengan senyuman. bagaimana pun dia masih belum bisa menerima Dion seutuhnya.
Malam ini, Dion ingin mengajak Naura untuk makan malam berdua diluar. karena Dion berfikir Naura sering melamun. pasti mersa bosan dirumah, dan selalu menghadapi sikap buruk mamanya. bahkan Mama Dion juga pernah meragukan kembali bayi yang dikandung Naura. pertengkaran demi perdamaian terjadi antara Dion dan mamanya.
Dion membimbinng dan mendudukkan Naura hati-hati, mereka sudah berada disalah satu Restoran mewah.
"Naura mau pesan apa.?" Dion menyerahkan buku menu, dia tahu orang hamil pasi menginginkan makanan tertentu.
"Ini satu, ini juga dan minuman nya yang ini aja deh." tunjuk Naura.
Dion tersenyum senang, paling tidak sikap Naura tidak dingin seperti dulu lagi padanya, bahkan sekarang Naura sudah mulai tersenyum dan hangat padanya.
Mereka makan malam dengan tenang, selesai makan Dion mulai memikirkan cara untuk menyampaikan keinginannya.
"Mas Dion terlihat gelisah sekali ada apa mas.?" tanya Naura.
"Naura, sebenarnya mas capek tiap hari bertengkar dengan Mama, dengan masalah yang itu-itu terus." jawab Dion gusar.
"Terus kita harus bagaimana mas.?
"Naura, jika kita pindah kerumah yang berukuran lebih kecil. kamu mau nggak." ucap Dion hati-hati takut Naura menolak.
"Mau, mau banget mas." balas Naura antusias.
"Benarkah, terimakasih istriku sayang." ucap Dion tanpa sadar memeluk dan menciumnya senang. hingga akhirnya mereka berdua kembali salah tingkah.
Tetap semangat
Di tunggu cerita selanjutnya
Ttg hub Frans dan Lisa, ttg Sari dll
Tetap jaga kesehatan