Ini novel pertamaku,kalau ada yang salah tolong di beri tahu ya..semoga kalian suka.
Jessica dan alice adalah sahabat baik sejak kecil,mereka selalu melakukan kegiatan yang sama setiap hari.
Tapi alice menyimpan perasaan pada kakaknya jessica,austin stave mereka saling menyukai hanya saja tidak bisa diungkap dengan kata.
Pada waktu yang sama kakak jessica yang lebih tua,jimmy stave juga menyukai alice,tapi alice tidak tahu kalau jimmy sangat menyukainya.
Suatu hari datang seorang wanita,dia ingin mengambil harta kekayaan milik keluarga staven dan juga dia ingin menghacurkan percintaan diantara mereka.
Mampukah alice mempertahankan cinta pujaan hatinya atau austin terlebih dahulu mengungkapkan cintanya pada wanita yang tidak tahu asal usulnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hruga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Austin mengetuk pintu kamar jessica dengan pelan.saat mendengar ketukan pintu jessica memberi izin untuk kakaknya masuk.
“Ada apa kak austin?” tanya jessica seraya bangun dari tidurnya.
“Apa yang kau lakukan?”
“Aku baru saja bangun dari tidur kerana kak austin mengangguku” jessica kembali merebahkan tubuhnya.
“Ada yang ingin akh katakan padamu”
“Tentang apa?” jessica masih merebahkan tubuhnya pada paha kakaknya.
“Aku mau katakan siapa alice nelson yang sebenarnya” ucap austin seraya membelai kepala adiknya.
“Emang dia siapa?” tanya jessica penasaran.
“Dia dari keturunan kerajaan jes.aku ingin kau memutuskan persahabatan kau denganya apa bisa?”
“Alice dari keluarga kerajaan?” tanyanya tidak percaya.
“Kau tidak percaya padaku?”austin menatap adiknya.
Jessica dia saja dia sungguh tidak percaya ternyata alice dari keluarga kerajaan kenapa kakaknya tidak pernah memberitahunya soal ini.
“Aku tahu kau tidak akan percaya,istirahat lah dengan cukup” austin mengusap kepala adiknya dan berjalan keluar.
“Makasih kak austin sudah memberitahu aku soal ini” ucap jessica seraya memeluk austin dari arah belakang.
“Sokey istirahat saja”
Jessica menganggukan kepalanya dan berjalan menuju ranjang sedang austin menuju ruang kerjanya.
“Apa kau sudah memberitahu jes soal keluarga nelson?” tanya jimmy dibalik daun pintu.
“Sudah kak jimmy jangan khawatir” austin tersenyum.
“Wow sepertinya hatimu sedang baik” ucap jimmy seraya bersandar pada daun pintu.
Austin tersenyum dan melanjutkan kerjanya sedangkan jimmy berjalan keluar dari ruangan itu.dia bertemu dengan julia di tengah tangga.
“Apa yang kau rencanakan”
“Aku sudah membantumu seharusnya kau bersyukur jimmy” ucap julia dan berjalan melewati jimmy.
“Aku bisa membocorkan kejahatan kau didepan adikku!” ucap jimmy.
“Silakan kalau kau tidak menyanyi adik tercintamu” julia tersenyum dengan sinis.
“Kau..” jimmy kehabisan kata-kata.
Julia tersenyum dan terus melangkah menuju kamarnya sedangkan jimmy mengutuknya didalam hati.
Dia ingin menyelamatkan nyawa adiknya tapi julia terus menerus mengancamnya akan membunuh orang yang dia cinta pada saat yang sama.
“Adikku apa dia yang harus aku selamatin?” batin jimmy sendirian.
Kerana kepalanya sakit memikirkan soal itu,jimmy memutuskan untuk pergi kebar beredekatan untuk menenangkan pikirannya.
Dikamar jessica,dia ingin menelefon alice tapi sayang alice telah memblokirnya terlebih dahulu.
Jessica sangat sedih tapi dia tidak bisa berbuat apa apa,dia ingin sekali menelefon temannya dan bertanya kabar.
Sedangkan alice mengajak brave pergi kesuatu tempat untuk menenangkan hatinya.mereka disana sehingga jam sudah menunjukkan 6 sore.
“Alice ayo pulang nanti mommy cari loh” ucap kakaknya.
“Aku tidak ingin pulang kak,aku ingin tinggal disini” alice menatap air laut yang indah.
“Tidak bisa nanti mommy kangen gimana?”
“Tapi kak suasana hatiku sedang ingin sendirian” ucap alice.
“Baiklah aku akan mencarikan sebuah hotel berdekatan untukmu” brave membuka ponselnya dan menelefon seseorang.
Alice hanya melihat gerakan kakaknya dia tidak tahu ap yang kakaknya bicarakan kerana setelah panggilannya terjawah brave berjalan menjauhi alice.
Beberapa menit telah berlalu brave mendekati alice dan memberikan sejumlah uang padanya.
“Guna uang ini untuk keperluanmu,kalau kuranh kasi tahu aku oke”
“And jaga dirimu kalau ada sesuatu segera menelefonku” ucap brave seraya mengusap kepala alice.
“Thanks kak”alice memeluk brave dengan erat.
Setelah itu brave pergi dari sana meninggalkan alice sendirian.meski berat baginya tapi itu pilihan adiknya ingin bersendirian.
“Alice jangan sampai terjadi sesuatu padamu,kalau tidak aku tidak akan memaafkan diriku” ucapnya.
Alice melihat mobil kakaknya yang mulai menjauh darinya kemudian dia menuju hotel yang telah dipersiapkan oleh anak buah kakaknya.
semangat terus kak
btw mampir juga di novel ku ya kak 👋
Terus up dan tetap berkarya 👍🏻