Novel ini bercerita tetang Lian Herman yang mati karena serangan jantung dan bereinkarnasi kedunia Narian dan mendapatkan system,
Narian adalah dunia ajaib dengan sejarah ratusan ribu triliun tahun yang sangat besar beribu ribu kali bumi, disana terdapat prajurit sihir dari berbagai ras unik yang sangat banyak dan sulit dijelaskan yang masing masing memiliki domain atau wilayahnya tersendiri.
setelah mengetahui betapa besarnya dunia ini dan dia juga tahu bahwa dia mempunyai sistem, Lian Herman bertujuan untuk menjelajahi dunia ini dan juga menjadi yang terkuat tentunya.
apakah tujuannya akan berhasil atau tidak ? tidak ada yang tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhtaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ch 29. pergi.
Lian yang saat ini sedang memeriksa wayangnya bertanya kepada sistem didalam fikirannya.
"Sistem apakah wayang ini mempunyai status sepertiku ?"
"Tuan !, wayang ini hanya sebuah benda mati meskipun dia mempunyai julukan servant akan tetapi dia tidak memiliki fikiran dan hati untuk merasakan seperti halnya mahkluk hidup jadi kekuatannya hanya terbatas dari bahan-bahan untuk menciptakannya saja"
Mendengar hal ini Lian sedikit kecewa karena dia sebenarnya membayangkan wayang ini hidup dan bisa berfikir seperti dirinya,
karena bukankah itu bakal sangat lucu dan menghibur jika wayang lucy ini memiliki ekspresi,
tetapi lian juga sadar diri dia memikirkan kembali soal memang ini hanya tehnik tingkat dua jenis wayang jadi sepertinya wajar dan kalau dia menemukan tehnik wayang selanjutnya mungkin dia bisa menciptakan kehidupan bagi lucy ini,
setelah memikirkan hal ini lian bertanya kepada sistem.
"Sistem !, apa aku bisa menghidupkan lucy ini suatu hari nanti saat aku bisa mempelajari semua tingkatan dari tehnik wayang ini ?"
"Tidak mungkin sangat mustahil !, walaupun tuan berhasil mempelajari semua tehnik ini akan tetapi urusan membuat kehidupan bukan kapasitas tuan,
dan tehnik wayang ini adalah tehnik seorang pengerajin jadi hanya terbatas seperti membuat alat saja tetapi tidak untuk kehidupan"
Mendengar jawaban dan pernyataan sistem Lian sangat kecewa tetapi dia tetap bertanya.
"Sistem !, apakah ada solusi untuk membuat lucy ini hidup dan mempunyai fikiran dan hati seperti halnya manusia ?"
Sistem disini tidak menjawab untuk heberapa detik dan hal ini membuat dirinya cemas tetapi sistem tetap menjawab.
"Tuan !, sebenarnya ada suatu cara untuk membuat wayang ini mempunyai jiwa !, tuan bisa menemukan atau membeli langsung harta dari sistem harta tersebut adalah Hati Pencemburu"
"Hati Pencemburu ?"
Mendengar nama aneh ini Lian sangat dibuat bingung Harta apa lagi ini ?,
setelah itu dia langsung pergi ke mall sistem untuk mengecek deskripsi dan harga dari Hati Pencemburu ini, tetapi setelah melihat sekilas harga dari Harta ini Lian di buat syok karena ini sangat mahal seratus triliun poin kekuatan.
Disini Lian langsung protes kepada sistem.
"Sistem !, bukankah ini terlalu mahal !, apakah mall sistem ini di buat untuk tidak bisa dibeli ?, bukankah setiap barang yang aku butuhkan akan sangat bernilai tinggi"
"Tuan tidak usah difikirkan mengenai hal ini karena ini adalah harga yang sangat masuk akal,
dan untuk Hati Pencemburu ini kenapa mahal karata Harta ini adalah salah satu harta yang bernilai sangat tinggi karena siapa yang akan berfikir berapa harga untuk kehidupan dirinya sendiri atau orang-orang disekitarnya atau kekasihnya tentu tak ternilai,
dan Hati Pencemburu ini memiliki kegunaan bisa menghidupkan orang mati bahkan jika seseorang itu sudah mati miliyaran tahun asal ada jasadnya dia bisa dihidupkan kembali,
sekarang sistem bertanya kepada tuan !, apakah ini tidak masuk akal ?, bukankah seharusnya sistem ini sangat murah dan baik hati untuk tuannya !"
"Ini...tapi sistem maksudku !"
Lian berhenti disana karena setelah mendengar penjelasan sistem itu juga sangat masuk akal,
tetapi bukankah sistem biasanya di novel-novel atau komik-komik akan sangat membantunya dan seharusnya ada lotre atau apa di mall sistem seperti kebanyakan cerita novel yang pernah ia baca akantetapi sistem ini tidak dia hanya memberikan harga yang mahal dan hanya sesekali membantunya,
Memikirkan hal ini lian sakit kepala, tetapi ia ingat dengan nasehat di bumi yang pernah dia dengar waktu kecil,
bahwa terkadang seseorang yang di bantu tidak sadar bahwa ia sedang di bantu jadi bersyukurlah dan tetap bekerja keras atas setiap kemalangan dan kesedihan yang menimpamu,
karena fikirkanlah apakah kemalangan akan terus menimpamu selamanya ? terkadang kamu tidak sadar atas kebahagiaanmu sendiri karena terlalu berlarut-larut dalam kesedihan kamu harus tahu bahwa kebahagiaan itu hanya sejengkal kalau kamu bisa merasakannya kuncinya hanya bersyukur !, jadi bersyukurlah !.
Setelah memikirkan hal ini Lian juga kembali tenang mungkin selama ini dia hanya malas atau kurang latihan sehingga dia saat ini tidak bisa membeli harta tersebut.
...----------------...
Di waktu bersamaan saat lian selesai berbicara dengan sistem terdengar suara Gianna di belakangnya dia berkata dengan antusias.
"Lian !, aku tahu bahwa kamu sangat luar biasa tetapi lihatlah wayang ini dia sangat mirip denga ras manusia kita meskipun ada sayap yang membedakannya, aku baru tahu bahwa calon suamiku akan semenakjubkan ini !"
Lian melihat kebelakang dan tersenyum dia berkata dengan santai.
"Ini hanya hal biasa Gianna tidak perlu disebut !, dan juga menurut analisaku kekuatan dari wayang ini tidak terlalu kuat ini masih lemah"
Gianna sempat aneh mendengar hal ini karena kamu harus tahu bahwa mungkin di dunia ini hanya lian yang bisa membuat harta jenis wayang ini apalagi ini dibuat dengan sangat cepat bukankah kamu terlalu menakjubkan lian !,
Gianna memikirkan hal ini dia sangat tertekan jadi apa arti jenius itu ?,
tetapi dia memikirkannya lagi bahwa ini hanya tehnik seorang pengerajin bukan basis kekuatan, karena saat ini dia dan Lian hampir sama dalam hal alam prajurit sihir meskipun beda dua tingkat tetapi baginya tetap sama saja dan setelah menikah di takdirkan bahwa dia akan selalu berada di atasnya dalam hal kekuatan,
memikirkan hal ini perasaannya lebih baik dan dia tersenyum cerah ikut senang mengetahui bahwa calon suaminya ini sangat luar biasa dalam bidang pengerajin tentunya.
Tetapi saat ini Master Ruyat yang dari tadi merasa ini seperti mimpi mendengar hal ini dia sangat terkejut dan berkata dengan tidak sabar.
"Tuan muda kamu harus tahu !, bahwa tehnik ini adalah tehnik misterius yang keberadaan nya sudah hilang dari dunia ini sejak masa peperangan ke empat ras utama, dan kamu bilang ini hanya hal biasa bukankah itu menghina kami sebagai pengerajin"
Mendengar hal ini Lian sangat tidak senang dia berkata.
"Master Ruyat aku tidak berbohong mengenai hal ini..."
Lian berhenti disini dan menunjuk kearah wayangnya.
"Lihatlah ini hasilnya !, dan Master Ruyat kamu harus tahu juga bahwa ini hanya tehnik tingkat dua dan juga karena bahan pembuatan tidak bagus jadi kekuatannya sangat lemah,
bisa dikatakan bahwa kalau wayang ini melawan ayahku hanya butuh satu gerakan, tidak !, bahkan kakak tertuaku Turia wayang ini tidak mempunyai kesempatan, bukankah ini sangat biasa dan lemah !"
"Ini..."
Mendengar hal ini Master Ruyat tidak bisa berkata apa-apa hatinya muram,
bukan itu maksudku apa kamu tidak merasa bangga atau apa tuan muda dan kamu harus tahu bahwa aku saja perlu puluhan tahun untuk mengerti dan itu hanya setengahnya saja serta kamu bisa mempelajari ini hanya semalaman !, bukankah sia-sia saja aku menjadi seorang pengerajin selama ini.
Apa yang dikatakan Lian memang benar dan ini hanya tehnik tingkat dua,
meskipun ini adalah tehnik tingkat misterius tetapi tehnik tingkat dua hanya tehnik tingkat dua,
dalam hal kakuatan meskipun wayang ini bisa disebut harta tingkat dua teratas akan tetapi kalau disebut sebanding dengan para pejuang itu sangat jauh berbeda melihat dari bahan dasar pembuatannya ini masih sangat lemah.
Master Numir melihat bahwa Master Ruyat sangat tertekan sebagai teman baik dia langsung menengahi dan mengalihkan topik pembicaraan.
"Sudahlah temanku memang apa yang dikatakan Tuan muda benar !, ini hanya tehnik tingkat dua dan bagimu tehnik tingkat dua tentunya bukan apa-apa bukan..."
Disini Master Numir mengakhiri perkataannya dengan sedikit kode kepada Master Ruyat setelah itu dia melanjutkan.
"Tuan muda !, kamu sudah membuat wayang ini dan sudah membuktikan kepada kami tetapi sebenarnya ad...."
Lian mendengar ini tetapi dia ingat dengan kompetisi dan ia perlu berlatih jadi dia langsung memotong perkataan Master Numir.
"Maafkan aku Master Numir !, sebenarnya aku sibuk hari ini dan mempunyai rencana lain setelah melakukan pemurnian jadi...."
Lian berhenti disini dan menoleh kepada ayahnya dan melanjutkan.
"Ayah !, ada hal penting dan pribadi yang aku ingin bicarakan denganmu mengenai persiapan kompetisi, apa ayah tidak keberatan ?"
Raja mendengar hal ini sangat heran memangnya ada apa ?, Tetapi dia tetap mengiyakan permintaan anaknya ini.
"Baiklah anakku !, katakan saja !,"
"Tetapi aku tidak bisa mengatakannya disini dan kita perlu kembali terlebih dahulu ke istana"
"Ini..."
Raja dibuat bingung sekarang, memangnya ada apa anakku ?, tetapi sebagai ayah yang menyayangi anaknya dia tetap setuju.
"Baiklah !, terserah kamu saja"
Mendengar ayahnya sudah setuju lantas dia menoleh kepada puttri Gianna dan berkata.
"Gianna kita harus kembali sekarang ada hal penting yang harus aku lakukan sebelum kompetisi ?"
"Baik..."
Gianna juga setuju dengannya meskipun dia sangat penasaran dengan bagaimana cara lian melakukan pemurnian dengan cepat tetapi itu bisa ditanyakan nanti.
Setelah itu Lian terlebih dahulu memasukkan wayangnya kedalam gelang penyimpanan,
kemudia Lian, Raja dan Gianna memberi hormat dan mengucapkan selamat tinggal kepada kedua master setelah itu mereka pergi dari menara keterampilan,
Kedua master yang saat ini tertegun dengan aksi ini karena mereka ditinggal begitu saja dan sekarang mereka tidak bisa bertanya mengenai tehnik yang digunakan saat dia memurnikan harta dengan cepat,
Melihat bahwa mereka sudah pergi Master Numir menghibur Master Ruyat dia berkata.
"Tenang saja temanku !, kita bisa menayakannya dilain kesempatan oke !"
Master Ruyat mendengar ini dan dia hanya tersenyum masam menanggapinya.