NovelToon NovelToon
Trapped By The Devil

Trapped By The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ingrid nadya

Davina pikir dia akan menjadi pengantin paling bahagia hari ini. Pernikahannya berjalan dengan baik bahkan sampai dia mengucapkan janji setianya pada lelaki impiannya.

Namun, tiba-tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya untuk merusak segalanya.

"Calon pengantin perempuan itu milik saya, Pak Pendeta! Dia tidak boleh jadi milik orang lain!" kata Raka, tegas.

Seluruh jemaat yang hadir langsung gaduh.

Apakah Davina jadi menikah hari ini? Atau dia harus mengenyahkan terlebih dahulu si iblis yang selalu mengganggu hidupnya selama ini?

Covers obtained from pexels, free to use.
IG Author : @ingrid.nadya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Am Your Man

Davina melangkah masuk ke dalam mobil Nikolas.

“Hai, calon istri...” sapa Nikolas saat Davina memasang sabuk pengaman.

Davina terkekeh, “Norak, ih!”

Nikolas tertawa sambil melajukan mobil.

“Kamu kenapa tumben-tumbenan minta dianterin ke Espoir?” tanya Nikolas. Tadi pagi tiba-tiba calon istrinya yang biasanya selalu bersikap independen itu – yang kemana-mana selalu bisa serba sendiri – malah meneleponnya minta diantar ke Espoir.

Sebuah sikap manja yang menyenangkan untuk Nikolas.

Davina menggaruk hidungnya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali. Jujur saja, dia merasa sangat tidak enak karena akan meminta Nikolas untuk memaklumi keribetan silsilah keluarganya lagi.

Nikolas melirik Davina yang tidak kunjung menjawab, “Dav?”

Davina menghela nafas.

“Ya ampun, helaan nafasnya kayak udah punya anak sepuluh,” canda Nikolas.

Bukannya tertawa, Davina malah cemberut karena guyonan Nikolas.

“Kamu kenapa, Dav? Cerita dong, aku mana bisa baca pikiran kamu.”

“Kak Rara ulang tahun minggu depan.”

“Dan?”

“Dan... bakal ada acara di rumahku...”

Nikolas mengerti kemana arah pembicaraan ini. Tangannya mencengkram kemudi mobil kuat-kuat. Dia tidak bisa marah pada Davina. Karena semua ini kan di luar kuasa wanita itu.

“Raka ikut ya?” Akhirnya Nikolas yang mengucapkan hal itu.

Davina mengangguk.

Giliran Nikolas yang menghela nafas berat.

“Kamu kayak punya anak sepuluh.” Davina mencoba membalikkan guyonan Nikolas. Tapi kini, giliran Nikolas yang tidak menjawab.

“Kamu marah ya?” tanya Davina.

“Emang aku bisa marah? Ini kan soal keluarga kamu.”

“Maafin aku, Nik.”

“Udah aku bilang ini bukan salah kamu. Tapi aku boleh gak bicara jujur tanpa kamu merasa tersinggung?”

Davina mengangguk

“Keluarga kamu ribet banget, Dav.” Nikolas mengeluh.

Davina menyentuh punggung tangan Nikolas yang diletakkan di atas persneling mobil.

“Iya, Nik. Maaf ya. Beginilah adanya keluargaku. Aku gak bisa milih lahir dimana.” Dia mencoba memelas permakluman dari Nikolas.

Laki-laki itu langsung gelagapan, dia menatap Davina serba salah, “Tuh kan kamu jadi salah paham!”

“Enggak, Nik, aku ngerti banget kok perasaan kamu. Kalau aku bisa milih, aku juga gak pengen punya hubungan apapun lagi dengan Raka. Aku gak pengen ketemu dia lagi. Tapi, dia tetap adik dari Kak Rara. Dan ini mungkin jadi tahun terakhir Kak Rara bisa ngumpul bareng semua keluarga lagi. Karena setelah kita nikah, Raka udah janji gak bakal pernah ganggu hidupku lagi. Jadi, kami bisa punya seribu alasan untuk menolak acara keluarga mana pun yang mengharuskan kami bertemu.” Davina menjelaskan panjang lebar.

Nikolas melepas tangan dari persneling. Yang artinya, dia harus melepaskan tangannya dari genggaman Davina.

“Sorry, bentar, aku harus pegang stir dulu,” kata Nikolas.

Dalam sekejap, suasana mobil langsung hening. Kepala dan pikiran Nikolas langsung berkontmeplasi tentang apa yang baru saja Davina katakan.

Meski nada wanita itu mantap, Nikolas malah menangkap ada kesedihan dalam suaranya di akhir kalimat. Nikolas sebenarnya ingin sekali tahu apa alasan Davina bersedih kalau dia tidak bisa bertemu Raka lagi. Sebatas karena mereka telah saling mengenal terlalu lama, ataukah ada alasan lain?

Tapi Nikolas tidak punya cukup keberanian untuk bertanya. Davina tentu akan langsung menjawab pertanyaannya dengan segudang alasan. Bahwa mereka telah saling mengenal seumur hidup, bahwa mereka sebenarnya akan selalu mempunyai ikatan yang melebihi hubungan darah. Segala hal bullshit lain yang selalu Nikolas coba maklumi selama ini. Dia hapal betul semua itu.

Dan inilah faktanya. Bahwa Nikolas tidak punya kepercayaan diri sebesar Raka, jika menyangkut Davina. Hanya satu lah yang membuatnya tetap teguh selama ini, bahwa Davina telah memilihnya. Dan semoga akan selalu seperti itu.

“Acaranya hari apa?” tanya Nikolas, akhirnya.

“Rabu. Kata Kak Rara, aku harus ngajak kamu. Kamu bisa kan?”

“Aku harus pergi ke Bandung dari hari Selasa, Dav. Baru balik Jumat.”

“Yaaaaah, Nik. Gak bisa ditunda?”

“Gak bisa, Dav. Cabang Bandung lagi bermasalah banget. Aku kepengen tahu masalahnya dimana. Kalau gak segera diatasi bisa shut down produksi disana.”

“Please, Nik? Aku gak bisa kalau gak ada kamu.”

“Aku beneran gak bisa, Dav.”

Davina menyandarkan tubuhnya dengan pasrah ke jok mobil. Dia tak lagi banyak berkata-kata. Bukannya sedang ngambek, dia hanya sedang memikirkan tentang kesanggupannya berada dalam satu ruangan dengan Raka, tanpa laki-laki itu melakukan keisengan padanya. Keisengan yang selalu membuat hati Davina sedikit...

Ah, Davina tidak ingin mengungkapkannya. Biar disimpan di dalam hati saja seluruh perasaannya saat ini.

“Kamu marah ya?” Akhirnya Nikolas memecah kesunyian karena sebentar lagi mereka akan tiba di Espoir.

Davina menoleh pada Nikolas.

“Aku gak marah sama kamu, Nik. Aku marah sama keadaan kita saat ini. Sama silsilah keluargaku yang ribet. Kerjaan kamu yang bener-bener gak bisa ditinggalin sama sekali.” Davina mengeluarkan seluruh unek-uneknya.

Nikolas terkekeh, “Marah kok sama silsilah keluarga?!”

“Ya, abisnya! Kenapa sih mamaku tuh masih menjalin hubungan baik sama Papa Azel?! Kenapa liburan harus selalu bareng, setiap ada yang ulang tahun harus dirayain bareng-bareng juga, sampe pernikahanku kenapa harus didatengin sama Raka juga. Jadi begini runyam kan?! Ya, harusnya ya kalau mantan, biarin masing-masing bahagia aja!” Davina bermisuh-misuh.

Senyum Nikolas menghilang, repetan Davina bukan lagi tentang Diana dan Azel sebenarnya, tapi lebih kepada hubungannya dengan Raka. Mantan ya mantan saja. Bukankah Davina dan Raka sendiri juga masih membiarkan hubungan itu rumit? Karena kalau mereka bisa tegas menolak, tentu keluarganya akan mengerti. Tapi ini semua murni karena mereka juga masih memperbolehkan kehadiran satu sama lain.

Nikolas mengalihkan pandangan, menatap lurus ke arah jalan. Dia menenangkan hatinya sendiri. Sampai kapan pun juga, Raka akan tetap jadi batu sandungan dalam hubungan mereka. Bayang-bayang yang sudah ada, bahkan dari awal mereka memulai hubungan ini.

“Tapi, Dav, setelah kita nikah, kalau aku bener-bener ngelarang kamu ketemu Raka. Kamu terima kan?” tanya Nikolas, tanpa memandang Davina. Dia tidak ingin melihat kebimbangan dalam mata wanita itu.

Dan Davina sempat terdiam beberapa saat.

Harusnya Nikolas tahu.

Harusnya Nikolas mengerti.

“Tentu aja, Nik. Gak ada alasan sama sekali lagi buat aku dan Raka bertemu kalau kita udah menikah,” kata Davina.

Nikolas mengangguk saja.

Mobil pun tiba di Espoir.

“Kamu tetap gak mau, gitu, lindungin aku dari Raka? Sekali aja biarin pabrik kamu tutup demi aku? Biar kamu kayak tokoh-tokoh utama drama Korea yang rela ngelakuin apa aja buat pacarnya?” kata Davina panjang lebar sebagai bentuk usaha terakhirnya.

Nikolas tersenyum, “Dav, I’m your man. Bukan laki-laki yang datang dari drama korea. Aku gak bisa sempurna.”

Baiklah. Bagaimana Davina bisa kalah dari si perayu ulung ini? Davina pun balas tersenyum.

“Ya udah, aku akan bertahan sendirian demi kamu,” kata Davina.

“Oke, masuk gih!”

“Siap! See you again, sayang.” Davina membuka pintu Espoir.

Sebelum Davina benar-benar keluar, Nikolas berkata, “Kalahin Raka, Dav.”

Namun Davina sudah menutup pintu. Dia lalu mengetuk-ngetuk kaca mobil Nikolas. Laki-laki itu langsung menurunkan kaca.

“Kamu bilang apa tadi, Nik?” tanya Davina begitu kaca turun.

“Have a nice day.”

“Thank you.” Davina pun melambai lalu mulai berjalan ke dalam Espoir.

Nikolas melajukan mobil, dengan perasaan campur aduk. Dia butuh menenangkan diri.

***

1
Borahe 🍉🧡
Haha gila si Raka
Vina
uhuy
Shifa Burhan
novel egois wanita

aku tantang author nya jika kau diposisi raka apakah kau akan Terima saja diperlakukan kayak gitu

jadi wanita punya hati sedikit dalam berkarya lihat juga perasaan pemeran utama pria jangan egois hanya semua tentang pemeran utama wanita (posisi diri kalian)

kalian bangga lihat novel yang merendahkan lelaki, di novel kelihatan sekali kalian tidak peduli perasaan pemeran utama pria kalian buat pemeran utama pria kayak orang bodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermain

ini contoh kalian merendahkan karakter raka (pria)
*dibuat kayak pengemis yang terus mengemis cinta
*dibuat kayak lelaki bodoh diperlakukan seperti apapun dia Terima begitu saja
*dibuat hanya sebagai pelarian dia Terima begitu saja
*raka yang ditolak dan campakkna tapi dia juga yang terus mengejar devina
*dipermalukan didepan banyak orang kayak pengemis
*digantung dan dibuat kayak boneka yang bisa dipermainkan begitu saja
*saat diperlukan dia harus ada tapi saat tidak dibutuhkan dia di campakan kayak sampah

author punya hati, coba kau diposisi raka apakah kau Terima begitu saja,

novel memang bagus tapi keegoisan mu sebagia wanuta sangat jelas disini
Fareza Gmail.Com: baper keknya..
total 3 replies
Shifa Burhan
kasian sekali karakter pemeran utama pria di dalam nov buatan wanita

raka jelas hanya dibuat pelarian oleh davina tapi author seakan karakter raka jadi lelaki bodoh yang harus Terima saja dipermainkan devina, dipermalukan devina, dibuat pelarian devina

aku tantang author jika author diposisi raka, apakah author mau diperlakukan kayak gini

jadi novelis juga harus punya hati dalam membuat novel, jadi novel bisa adil

lihat saat raka melakukan kesalahan pada devina kalian buat devina tegas dan tidak mudah memaafkan raka
tapi saat devina yang mempermainkan raka kalian buat raga menerima begitu saja kayak lelaki bodoh

pakai hati sedikit saja thor dalam berkarya biar kelihatan betapa egois dirimu sebagai wanita dalam membuat novel
Indri Any: bener banget novel mom tree aku ngikuti novelnya semua
total 2 replies
Shifa Burhan
enak ya jadi pemeran utama wanita dalam novel bebas berbuat apa saja dan semua perbuatannya pasti dibela author (karena authornya wanita jadi dia hanya melihat dari posisi ini)

dan mirisnya jadi pemeran utama pria ketika dia salah dia akan dibuat dapat balasan dan kayak pengemis, tapi ketika dia disakiti dia dibuat harus menerima begitu saja dan kayak lelaki bodoh yang selalu siap untuk pemeran utama wanita


*aku tantang kalian (author) jika kalian diposisi raka apakah kalian akan Terima begitu saja diperlakukan kayak gitu

pakai hati sedikit dalam membuat novel jadi kalian juga memikir pemeran utama pria jangan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

sekian
Andi Andi
puas banget bacanya. sesuai keinginan ku. 🥰
Andi Andi
nggak sadar diri banget sih si yuni. dari awal dia muncul dicerita ini. aku uda benci banget.
Andi Andi
mantaap raka utk pertama kalinya bersikap dewasa😄
Andi Andi
assyk ini yg aku mau. aku sukaaaa.
Andi Andi
akhirnya ketahuan kan siapa yg lebih tulus mencinta. mana si yuni yg sok sok an. dukung teman. yg di dukung kurang ajarrr. 😁
Andi Andi
akhirnya terucap juga. rasa yg terpendam selama ini
Andi Andi
ya aku juga benci julia
Andi Andi
aku benci yuni.
Andi Andi
niko kamu tu yg masuk dalam kehidupan raka dan dav bukan raka yg masuk dlm hubungan kalian. lupa ya. klu aku mah ogah punya camer kayak mama niko
Andi Andi
aku dari awal uda benci banget sama si yuni ini.
Andi Andi
uda balikan lagi aja.
Andi Andi
nggak banget nih mamanya niko.
Andi Andi
sumpah aku tak bisa lagi menahan air mata ku. tes.. yes jatuh deh. mewek ha.. 😂
Andi Andi
nyesek ya. nyesek nggak. nyesel nggak. bangeeet pake iya. ya mau gimana lagi. Terima aja walau pahit.
Andi Andi
kok aku nggak rela ya niko sama dav. pake cium2 lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!