NovelToon NovelToon
Cinta Berawal Dari Terpaksa

Cinta Berawal Dari Terpaksa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahmuda / Nikahkontrak
Popularitas:692.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: _belummandi

Warning 18+++

Yang belum cukup umur skip dulu ya.

Kendra tertarik pada Alyssa karena terpikat dengan bibir Lisa yang tak sengaja bertabrakan dengan bibirnya.

Ken melakukan segala cara agar Lisa jatuh ke pelukannya. Meskipun dengan cara kotornya, membeli Lisa dari ibu tirinya.

Rosa menjual Lisa, anak tirinya kepada Ken seorang CEO muda tampan yang menguasai perekonomian di negeri ini.

Lisa akhirnya harus menikah dengan Ken dan menandatangani sebuah kontrak yang sebenarnya itu hanyalah kontrak agar Lisa tidak bisa pergi dari Ken.

Akankah Lisa bahagia dengan pernikahan ini ? Atau malah justru membenci Ken. Yuk simak kisahnya. . .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _belummandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

"Selamat pagi manager Wily," sapa salah seorang pelayan restaurant X yang sedang bersih-bersih di dekat pintu masuk.

"Ya pagi," balas Wily tak lupa sambil tersenyum.

Ia melanjutkan langkahnya, sambil sesekali melirik ke kanan-kiri mencari keberadaan Lisa. Hanya sehari tidak datang ke tempat kerja sudah cukup membuatnya khawatir.

"Pagi Manager," tegur pelayan lainnya.

Wily menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, "ya selamat pagi." Langkahnya terhenti, rasa penasarannya kini sudah tak terbendung lagi. "O iya, Lisa dari kemarin kemana ya ? Kok saya ngak lihat ?" tanya Wily basa basi.

"Lisa siapa ya ?" tanya pelayan wanita itu balik. Ia berdiri memegang sapu sambil berpikir, nama Lisa memang masih sangat asing. Sebab Lisa baru masuk sekali dan hari keduanya pun dia tidak berangkat bekerja.

Wily mendengus kesal. Bisa-bisanya karyawannya sendiri tidak mengenali anak baru tersebut, apa yang dikerjakan oleh Mira. Apa dia tidak bisa mendidik anak buahnya dengan baik. Pikir Wily.

Otak pelayan wanita tersebut terpacu cepat melihat managernya dengan raut wajah kesal. "Oh, pelayan baru itu ya Tuan ?" Sahutnya.

"Hm.."

"Entahlah Tuan," dengan sikap acuhnya. "Mungkin dia sudah malas bekerja di sini, nyatanya baru saja sehari masuk dan sekarang sudah tidak ada batang hidungnya lagi." Imbuhnya lagi.

"Baiklah. Kembali lah bekerja, nanti kalau dia masuk suruh ke ruangan saya." Wily segera berlalu ke ruangan kebesarannya.

Sinta si biang gossip sedari tadi memperhatikan rekannya yang sedang mengobrol dengan Wily. Segeralah ia menghampiri rekannya tersebut dan mulai membuat api.

"Hei, apa yang kau bicarakan dengan manager Wily ?" Tanya Sinta basa basi pada rekannya tersebut.

"Ah sudahlah," menepis angin. "Tidaklah suatu yang penting. Lagi pula Tuan Wily hanya menanyakan anak baru itu," imbuhnya pelayan tersebut dengan enteng.

Sinta tersenyum lebar. "Benar, memang tidak penting anak baru yang sok cantik itu." Mulai memprovokasi dan rekannya kembali melanjutkan kegiatan menyapunya. Tapi Sinta ya Sinta, dia belum puas. Tangannya menghentikan sapu yang dipegang oleh temannya.

"Apa kau tau ?" Tanya Sinta. Temannya hanya menatapnya, lirikan matanya berbicara "apa yang sedang kau bicarakan ?"

"Memangnya kau tidak sadar ya ? Tiga hari ini, semenjak ada anak baru yang sok cantik itu dia selalu datang sepagi ini."

"Apa ?" Temannya tersebut sedikit terkejut dan diam sejenak sambil berpikir. "Benar juga ya, jangan-jangan...." Belum sempat menyelesaikan pembicaraannya sudah terpotong oleh Sinta.

"Ya kau benar," potong Sinta. "Pasti jalangg itu sudah menggoda Tuan Wily sehingga perhatian Tuan Wily jadi tertuju padanya. Apa kau tahu, perempuan itu bisa masuk ke sini tanpa interview maupun tes lainnya. Apalagi kalau bukan karena dia mengorbankan tubuhnya agar bisa diterima di tempat ini."

Pelayan wanita tersebut bergidik ngeri mendengar penuturan dari Sinta. "Kau benar, anak baru tersebut benar-benar wanita murahan dan...." Ucapan mereka terhenti.

"Apa yang sedang kalian bicarakan ?" Tegur Mira dengan wajah murkanya. Seketika mereka diam, wajah mereka sudah pucat pasi. "Jangan berbicara yang tidak-tidak."

"Tapi kami hanya mengobrol biasa Mira," bela Sinta.

"Cukup Sinta !" Bentak Mira kesal. "Kau pikir aku tuli ha ?" Tunjuk Mira kepada Sinta. "Sudah ku katakan berkali-kali jangan suka bergosip apalagi menggosipkan teman kalian yang sesama pelayan. Apa kau tahu, kita ini hidup dan bekerja berorganisasi jadi jangan memecah belahkan organisasi dengan mulutmu yang tajam itu!"

Sinta hanya bisa mengangguk. "Sekali lagi aku mendengar kau menjelek-jelekkan atau memprovokasi Lisa ataupun teman-teman kamu yang lainnya. Aku tidak akan segan-segan memberimu SP 3. Mengerti ?"

"Mengerti Mira," jawab mereka serentak dan Mira pun segera berlalu.

Hanya sebuah teguran lisan sama sekali tidak menyurutkan nyali Sinta untuk kembali bergosip. Dalam hitungan menit, kabar yang ia buat sudah tersebar ke hampir seluruh pelayan di restaurant tersebut.

Sinta memang mengagumi dan menyukai Wily sejak ia pertama bekerja di tempat tersebut. Jadi wajar saja ia sangat iri dan kesal melihat kedekatan Lisa dengan Wily. Padahal Wily sama sekali tidak memberikan perhatian yang lebih terhadap Lisa, sikap Wily pada Lisa sama adilnya dengan pelayan lainnya.

Namun karena Sinta sudah terprovokasi mendengar cerita awal mula Lisa bekerja di tempat tersebut dari penjaga restaurant. Dia langsung berapi-api, apalagi Lisa cantik darinya.

"Selamat pagi," tegur Lisa pada rekan-rekannya yang sedang bersih-bersih. Tak ada satupun yang membalasnya, mereka malah justru berbisik-bisik membicarakan Lisa. Tapi Lisa tidak peduli, toh dia tidak salah. "Apa mereka pikir aku datang terlambat ya." Pikir Lisa. Jadwal Lisa memang berbeda dengan teman-temannya yang lainya. Mira sengaja hanya memberi 7 jam kerja karena Lisa memang masih baru.

Tak ada yang meresponnya sama sekali, ia pun segera berlalu. Dia tidak mau ambil pusing, sebab di sini ia hanya mencari uang. Biarkan saja, anggap saja sebagai angin berlalu.

Lisa menemui Wily di ruangannya. Apa pun yang terjadi ia akan menghadapinya, dia tahu memang salah. Sebab dia tidak berangkat tanpa izin. "Permisi Tuan," tegur Lisa.

"Oh Lisa, benarkah itu kamu. Ya benar itu kamu." Batin Wily yang melirik Lisa sekilas sambil menyembunyikan rasa bahagianya.

"Hm.." Jawabnya dengan gaya yang sok cool. "Duduklah !" Tanpa menatap Lisa sedikit pun, matanya fokus pada layar laptop. Tapi sebenarnya tatapannya kosong, dia sudah gelisah dan gugup saat menghadapi Lisa.

"Maaf Tuan, saya kemari ingin..."

"Apa jangan-jangan Lisa akan resign. Jangaannnn, aku tidak akan membiarkannya pergi untuk yang kedua kalinya." Pikir Wily.

"Sebelum kau berbicara biar aku bertanya." Potong Wily. "Kenapa kamu kemarin tidak berangkat dan sama sekali tidak memberikan kabar atau meminta izin ?"

Lisa menunduk tidak enak hati. "Iya Tuan," Lisa menganggukkan kepalanya. "Saya tahu saya salah dan saya paham kesalahan saya sangat fatal. Maka dari itu saya kemari ingin meminta maaf." Berhenti sejenak. "Tidak mungkin kalau aku mengatakan yang sejujurnya alasan aku tidak berangkat. Tapi aku harus memberikan alasan apa ?" Pikirnya.

Wily menatap Lisa dengan penuh tanda tanya. Ia sangat cemas kalau Lisa sampai berhenti bekerja di restaurantnya. "Apa yang sedang kau pikirkan ?" Tegur Wily membangunkan lamunan Lisa.

Lisa langsung mendongak menatap Wily sekilas. "M.. Maaf Tuan. Saya sungguh tidak enak dengan Tuan. Saya sudah berbuat salah karena tidak berangkat bekerja tanpa izin. "

"Sebenarnya apa yang terjadi ?"

"S.. Saya s.. sakit tuan," jawab Lisa gugup karena terpaksa berbohong. "Maafkan saya Tuan," batinnya merasa bersalah.

"Astaga Lisa," Wily reflex memegang telapak tangan Lisa yang dingin. "Kamu sakit ? Tanganmu dingin." Punggung tangannya beralih menyentuh kening Lisa, memeriksa suhu tubuh Lisa sekarang. "Kalau kau sakit lebih baik pulang saja, aku tidak mau kalau karyawanku bekerja dalam keadaan sakit."

Lisa menggeleng, semakin tidak enak. "Apa aku antar ke rumah sakit." Wily yang panik sudah hendak bangun dari duduknya, ingin segera membawa Lisa lari ke rumah sakit namun tangannya dicegah oleh Lisa.

"Tidak Tuan," cegah Lisa. "Saya sekarang sungguh sudah baik-baik saja. Saya sudah bisa bekerja, maafkan atas kesalahan saya." Ucap Lisa penuh sesal. "Maafkan saya karena telah berbohong pada orang yang sebaik Tuan," batin Lisa.

"Benar kah kau baik-baik saja ?" Tanya Wily meyakinkan, Lisa pun mengangguk sambil tersenyum. Wily menatap mata Lisa mencari kebenaran dan melihat raut wajah Lisa. Tapi benar saja wajah Lisa sudah berbinar, dia sudah baik-baik saja. "kau membuatku khawatir Lisa," pikir Wily. "Baiklah, lain kali kabari Mira atau saya agar tidak terjadi salah paham. Kamu sudah cacat kan nomor telepon saya dan Mira ?"

Lisa mengangguk, "sudah Tuan. Tapi saya tidak punya ponsel." Jawab Lisa dengan jujur. Awalnya Wily sedikit terkejut, tapi tidak heran melihat latar belakang hidup Lisa yang sederhana.

"Baiklah, kembalilah bekerja. Jangan lupa jelaskan pada Mira apa yang sebenarnya terjadi."

"Baik Tuan," wajah Lisa semakin berbinar. "Kalau begitu saya permisi Tuan," pamit Lisa segera berlalu dari ruangan tersebut.

"Hufft,"

Wily hanya bisa menghela nafasnya.

Bersambung.

1
nurul ningrum
lanjut dong thor
Tamirah
kok bisa mulai mulai pakaian dan makanan yg ditampilkan sesuai dgn alur ceritanya ini mah keren .
biasa nya bbrp novel GK pakai visual.
Tamirah
gadis yg sederhana dgn sejuta pesona lanjut thor
lovely
allysa kembaran gue tuh
Zurina Ina
bila nak sambung lagi ceritanya
Natalina Sihotang
lanjut dong thorr
Bibiana Daliman
sampai kapan ken menyiksa perasaan lisa
Rina Karlina
lanjut
Awang Hidayati
up thor
Awang Hidayati
buat lisa pergi aja
Awang Hidayati
buat ken menghilang
Awang Hidayati
kerennn
Suriani Wafa
visual kennketuan thor ganti ama Zee
vena
wihh lisa ternyta byk yg suka😂😂😂
vena
cakepan zee.thour.kalau q mlh pilih Zee😂😂😂
Alyazia Yazuy
apa ini udah selesai tah critanya ko udah g up lagi
Elsiana
Epsode 89 kok gk ada?
Alfan Salim
baca komentar dr atas banyak yg komen gantengan zae dari ken. Emang betul sekali gantengan zae thor.ganti aj visualnya ken
Safari Kamran
pampir thor
Nanda Putri
seru lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!