Season 2
Novel ini kelanjutan dari novel yang berjudul 'Berpindah ke tubuh gadis polos' disarankan baca yang season dulu, ahr paham asal usul dari pemerannya.
Di season 2 ini bercerita tentang seorang gadis bangsawan bernama Yu Xia dari keluarga Perdana Menteri Yu di kekaisaran Hua. Dinasti yang mana tak ada tercatat dalam sejarah di negara manapun.
Karena ini karangan author hehe. Abaikan.
Meskipun anak dari Perdana Menteri Yu bersama istri sahnya, tapi kehidupan Yu Xia jauh dari kata layak, karena dia selalu mendapat siksaan, hinaan, cemoohan dan sebagainya. Dia memiliki seorang kakak yang sangat menyayanginya bernama Yu Tian Mo. Tapi karena dia di kirim ke akademi membuatnya tidak tahu jika adik kesayangannya sedang meregang nyawa akibat siksaan dari para saudara dan saudari serta selir ayahnya.
Bagaimana kisah kehidupan Yu Xia yang jiwanya di gantikan oleh Dea dari zaman modern....
Ikuti ceritanya ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nor Laila Rahmah Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2.29
"Enaknya,"
"Rasa yang luar biasa,"
"Aku baru pertama kali memakan makanan seenak ini,"
"Rasa yang tak terlupakan,"
Decak kagum tak habis-habis nya keluar dari mulut para penikmat makanan yang di masak oleh Yu Xia dan para pelayan.
Yang membuat masakan Yu Xia masakan Yu Xia semakin enak ialah, saat memasak Yu Xia juga tak lupa mengambil bahan yang kurang dan mengeluarkan bumbu-bumbu dapur dari cincin ruangnya tanpa sepengetahuan para pelayan.
"Anne, nanti kau masaklah dengan resep yang telah ku ajarkan dengan kalian tadi di kediaman, berikan pada ayah," ucap Yu Xia pada pelayan bernama Anne.
Meskipun bahannya ada yang kurang, tapi Yu Xia sudah mencatatkan resepnya dengan bantuan Yu Rong Ku yang menuliskan dan Yu Xia mengejakannya.
"Baik nona, saya akan pastikan resep nona ini akan menjadi masakan yang di sukai oleh seluruh kediaman Perdana Menteri," jawab Anne sungguh-sungguh.
Para pelayan yang ikut perjalanan mengantar Yu Xia dan kedua saudaranya ini merupakan pelayan baru, karena pelayan lama banyak yang di pecat karena perilaku mereka terhadap Yu Xia dulu dan mereka nantinya akan kembali setelah sampai mengantar Yu Xia dan kedua saudaranya ke perbatasan.
"Darimana kau tahu resep baru ini?" tanya Yu Rong Ku.
"Oh ini karena aku sering mencoba-coba, karena dulu aku sering masak sendiri," karang Yu Xia, meski ada benarnya, karena sejak dia datang kedunia ini dia akan masak sendiri di cincin ruangnya.
"Oh," Yu Rong Ku.
"Kan apa ku bilang, masakan kak Xia pasti enak," ucap Yu Bei dengan tepi mulut yang belepotan.
Malam itu pun berakhir dengan kebersamaan tanpa melihat derajat. Setelah selesai makan bersama mereka pun beristirahat agar besok memiliki stamina kembali untuk melanjutkan perjalanan.
...
Pagi-pagi sekali mereka telah berangkat, meskipun udaran dingin menembis baju mereka dan embun pagi masih terlihat tak menyurutkan semangat mereka, apalagi sekarang Yu Xia menaiki kuda sendiri, karena dia tidak mau menaiki kereta, terpaksa deh kepala pengawal Yong Li ikut kereta Yu Rong Ku dan Yu Bei.
"Hei Yu Rong, Yu Bei, sangat asik berkuda di pagi hari," teriak Yu Xia di pinggir jendela kereta.
Kreattt, jendela kereta terbuka dan kepala Yu Bei nongol. "Apakah benar? Tapi udaranya sangat dingin,"
"Huh kau ini laki-laki masa kalah dengan udara dingin," ucap Yu Xia.
"Bukannya begitu," elak Yu Bei, "Ya sudah pokoknya aku mau naik kuda juga,"
"Hei-hei kalian ini jangan aneh-aneh deh," tegur Yu Rong Ku "Kepala pengawal Yong Li saja sudah kehilangan kudanya karena Yu Xia mau menaiki kudanya, dan sekarang giliranmu, mau pinjam kuda siapa lagi?"
"Ayolah, kan banyak pengawal lainnya yang berkuda, suruh saja mereka menaiki kereta ini juga dan aku menggunakan kuda mereka," melas Yu Bei.
"Lebih baik kau di dalam kereta saja deh, kan kau tidak bisa berkuda," ucap Yu Xia menaik turunkan alisnya.
"Siapa bilang aku tak bisa berkuda," kesal Yu Bei.
"Yu Xia, jangan ejek adikmu," tegur Yu Rong Ku.
"Wleee, Bebei tidak bisa berkuda," ucap Yu Xia meledek Yu Bei sambil menjalankan kudanya mendahului kereta.
Jeng jeng, dan berakhir lah sekarang Yu Xia dan Yu Bei berkuda bersama, karena Yu Bei yang terus merengek pada Yu Rong Ku.
"Senang?" ucap Yu Xia.
"Hmp," kesal Yu Bei sambil bersedekap dan memalingkan wajahnya. Bukan seperti ini yang dia mau, tapi berkuda sendiri.
"Jangan marah, kan kalau nanti kau berkuda sendiri dan jatuh bisa gawat," ucap Yu Xia lagi yang membut Yu Bei semakin kesal, tapi tiba-tiba Yu Bei bertanya.
"Oh ya, kan kakak juga tidak pernah berkuda, tapi kok bisa?"
"Oh ini karena aku sering kabur melihat prajurit latihan di barak bagian barat kediaman kita dan coba-coba sendiri lalu bisa deh," bisik Yu Xia.
"Hah, kabur?" teriak Yu Bei karena terkejut.
"Suut, jangan teriak nanti ketahuan," bisik Yu Xia sambip membekap mulut Yu Bei. Yu Bei mengangguk baru Yu Xia lepaskan.
"Kalau begitu, kapan-kapan nanti ajarkan aku berkuda, karena dari yang ku dengar di akademi nanti akan ada juga pelajaran berkuda, tapi tidak mau ada yang tahu jika aku belum bisa berkuda," ucap Yu Bei.
"Tenang, bisa di atur," sahut Yu Xia.
Mereka pun berkuda bersama sampai Yu Bei tak kuat lagi berkuda karena selain matahari yang terik, pinggangnya juga sakit akibat kelamaan berkuda.
Yu Xia juga lelah, jadi mereka kembali ke kereta.
Tak lama mereka pun sampai di perbatasan, terlihat banyak orang mengantri untuk melakulan teleportasi ke tujuan mereka dan antrian paling panjang yaitu, menuju akademi, baik itu akademi awan maupun akademi lainnya. Karena sebagian dai mereka merupakan murid senior yang baru saja akan kembali ke akademi setelah cuti.
"Tuan muda dan nona muda, kami akan kembali ke kediaman, sampai jumpa saat liburan," ucap kepala pengawal Yong Li sambil membungkuk memberi salam perpisahan diikuti oleh pengawal dan pelayan yang sedikit tak rela berpisah, karena meskipun hanya beberapa saat mengenal dan melayani majikan mereka, tapi rasa persahabatan, pertemanan, dan kehangatan tanpa memandang derajat sangat membekas di lubuk hati mereka.
"Jaga kesehatan ya nona," ucap Anne.
"Tentu, kalian juga, jangan terlalu makan makanan pedas," ucap Yu Xia.
"Hahaha, saya akan ingatkan Anne nona, dia kan yang paling banyak makan pedas malam tadi," ucap Yuan He pelayan yang juga membantu Yu Xia memasak.
Mereka pun tertawa, tapi Anne cemberut, karena di ejek.
Mereka pun berpisah dengan tawa bahagia dan kesal dari Anne, tapi tak benar-benar kesal sih, cuman tak rela berpisah dengan taun yang menurutnya sangat baik.
...
Mereka bertiga pun membeli tiket dan mengantri untuk berteleportasi ke akademi awan dan kebetulan sekali saat itu mereka bertemu dengan Fu Yan Cheng yang ternyata juga masuk ke akademi awan.
"Hah benarkah? Kalian juga," ucap Fu Yan Cheng terkejut dan bertanya kepada kedua saudara Yu Xia.
"Ya kami juga masuk akademi awan," ucap Yu Rong Ku datar, wajah Yu Bei juga datar, memang sikap mereka berdua akan berubah jika berhubungan dengan orang baru di kenal dan tak membuat mereka nyaman, maupun orang yang bukan keluarga. Itupun sikap kekanakan mereka berdua muncul hanya saat bersama Yu Xia atau satu sama lain, tapi tidak di hadapa ayah mereka, kecuali Yu Bei yang memang masih kecil.
"Cepat itu giliran kalian, saat sampai nanti tunggu aku ya, kita berangkat bersama-sama menuju akademi awan," pinta Fu Yan Cheng.
"Baiklah," jawab Yu Xia.
Sebelum pembicaraan mereka menjadi panjang lagi, Yu Bei menarik Yu Xia, agar berteleportasi lebih dulu dari mereka berdua.
~.........~
Happy Reading
terlalu lemah
cm typony itu loh thor trll banyak.
semangat thor