NovelToon NovelToon
Guruku Suamiku

Guruku Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: ian_Zimanda

Bianca Sabian adalah seorang siswi yang sering bermasalah di sekolahnya. Banyak kenakalan yang sudah ia lakukan. Mulai dari bolos sekolah, mengecat rambut, hingga membuat rusuh satu kelas saat guru mengajar.

Tapi hidupnya berubah saat ia harus menerima nasib dipaksa menikah dengan gurunya sendiri. Yang lebih menyebalkannya lagi ternyata sang guru adalah seorang duda beranak satu.

Bagaimanakah kelanjutan hidup Bianca setelah terpaksa menikah dengan gurunya sendiri??? Apakah sang guru mampu menerima Bianca sebagai istrinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ian_Zimanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode dua puluh sembilan

"Panggil tukangnya saja. Suruh perbaiki televisinya" saran Bianca.

"S-sebaiknya jangan, nanti salah-salah tukangnya malah kesetrum"

Bianca mengerutkan dahinya. Kok tukangnya bisa kesetrum? Karena tukang, seharusnya ia lebih tahu apa-apa saja yang harus dilakukan supaya tidak kesetrum.

"Mas, kamu menyembunyikan sesuatu dariku ya?" tanya Bianca yang sukses membuat Rava membatu, "Mas mencurigakan sekali"

Rava hanya bisa membatu ditempat ketika dilihatnya Bianca hendak menghidupkan televisi itu. Ia sudah tidak tahu harus berbuat apa untuk menghentikan Bianca.

Yah, biarlah Bianca menonton film itu dan semoganya setelah itu Bianca meminta Rava untuk mempraktekkan adegan di film itu.

Namun belum sempat Bianca menyentuh tombol televisi itu tiba-tiba ponselnya berdering. Gadis cantik itu mengurungkan niatnya dan meraih ponselnya. Membuat Rava menghela napas lega.

"Halo Jen?" Rava melirik Bianca yang sedang menelepon sambil berbaring di tempat tidur. Sepertinya Jeni meneleponnya.

"Bian? Gimana bulan madumu? Senang nggak?" tanya suara cempreng dari ujung sana.

"Senang kok... disini pemandangannya indah sekali" sahut Bianca. Gadis cantik itu melirikkan matanya dan mendapati Rava turut berbaring di sampingnya dengan posisi memeluknya.

"Huueee~ aku kesepian sekali kalau kamu nggak ada"

"Hahaha... sorry ya my friend. Lusa aku sudah pulang kok"

Rava membuka matanya yang sedari tadi terpejam. Tepat di hadapannya terlihat leher jenjang Bianca. Iseng, Rava memajukan tubuhnya dan menyentuhkan hidungnya ke leher Bianca.

Bianca yang merasakan terpaan nafas Rava di lehernya menjadi merinding. Namun Bianca membiarkannya, toh dia suka kalau Rava menyentuhnya dengan sayang seperti ini.

Gadis cantik itu mengernyitkan dahinya ketika mendengar suara gaduh dari telepon. Terdengar suara Jeni lalu suara beberapa wanita.

"Bianca! Hai Bianca.!" seru suara cempreng dari seberang. Bianca mengenali suara itu, itu suara Sinta. Lalu terdengar gaduh lagi, "Bianca! Sudah ngapain saja dengan Pak Guru?" yang ini suara Tania. Analisis Bianca mengatakan kalau orang-orang disana sedang rebutan ponsel Jeni.

Gaduh lagi. "Bianca! Apa kamu sudah belah duren? Nanti ceritain ya?" suara Tiara.

Bianca mengernyitkan dahi, 'belah duren' apa coba? Tentu saja yang dimaksud Tiara 'belah duren' itu sudah pasti adegan 'ketiplak-ketipluk'nya' dengan Rava.

"Bian! Gimana rasanya? Sakit nggak?" suara Fani. Gaduh lagi. Terdengar teriakan wanita-wanita lalu suara cempreng Jeni yang minta ponselnya dikembalikan, tapi sepertinya tidak ada yang peduli dengan teriakannya Jeni.

"Semalam bisa berapa ronde'Bi?" suara Sinta.

Bianca mengernyitkan dahinya, "Kalian ngomong apa sih? Ronde a- Akh! M-mas! Jangan digigit!" seru Bianca terkejut ketika tiba-tiba saja Rava menggigit lehernya, "Mas~"

Hening. Bianca memandang heran pada ponselnya yang tiba-tiba hening. Teleponnya masih tersambung kok, kenapa mendadak hening begini?

"KYAAAAAAAAAA~~~"

Bianca menjauhkan ponsel itu dari telinganya ketika mendengar suara histeris para ABG itu.

Bukannya meminta oleh-oleh, tapi mereka malah menanyakan hal yang aneh-aneh pada Bianca. Ada- ada saja para fans Va-Bian couple ini.

***

Matahari bersinar terik siang itu. Terlihat beberapa payung besar terkembang di pesisir pantai. Lalu banyak juga beberapa turis asing maupun lokal. Tampak beberapa penjual minuman berkeliling untuk menawarkan dagangannya.

"Kamu yakin nggak mau berenang?" tanya Rava.

Saat ini Rava dan Bianca berada di pantai. Terlihat payung besar berwarna merah yang mereka sewa melindungi keduanya dari sinar matahari.

"Panas sekali. Aku nggak mau, nanti kulitku jadi hitam"

Rava yang duduk di belakang tertawa kecil, tangannya melingkar di pinggang ramping Bianca, "Masa' udah liburan ke pantai masih mikir takut matahari sih."

"Oh, jadi Mas mau aku panas-panasan terus kulitku jadi coklat sepertimu, begitu?"

"Hahaha... nggak juga sih. Ah, aku lebih suka kulitmu yang putih bersih seperti ini"

"Kalau gitu jangan paksa aku berenang!"

"Iya, iya Nyonya Bianca"

"Ah, kalau gitu aku berenang sendiri saja ya" ujar Rava seraya bangkit dari duduknya. Pria itu melepas pakaiannya hingga hanya tinggal celana renang yang sudah dipersiapkan dari hotel.

"Kamu yakin nggak mau?" tanya Rava terakhir kali. Bianca hanya menggeleng. "Ya sudah, aku berenang dulu, ya. Nggak lama, kok." ujarnya sambil menunduk dan mencium Bianca singkat.

Bianca menarik lutut dan memeluknya. Mata besarnya memandang sayu pada sosok Rava yang tengah berlari menuju laut.

Ah, bahkan dari belakang pun seorang Rava Pratama masih saja terlihat begitu mempesona.

Gadis cantik itu lalu meraih headset dan memasangkan ke telinganya. Di tangannya sudah ada sebuah buku. Sambil mendengarkan musik Bianca membaca buku. Bianca benar-benar sudah berubah.

Setengah jam berlalu. Bianca masih betah dengan bukunya dan kelihatannya Rava juga masih berenang. Tidak lama Bianca mengangkat kepalanya dan mendapati Rava berjalan menuju arahnya.

"Aish, kulitnya jadi makin coklat" gumam Bianca. Tapi meski begitu Bianca sangat menyukainya, membuat Rava terlihat lebih sexy.

Mata Bianca membelalak terkejut ketika tiga orang wanita berbikini super minim mendekati suaminya. Mereka terlihat membicarakan sesuatu. Wanita-wanita itu terkikik centil dan Rava juga terlihat tertawa pelan.

Amarah Bianca kian memuncak ketika seorang wanita menggandeng tangan Rava dan menyeretnya entah kemana diikuti oleh dua wanita lainnya.

1
Shifa Burhan
Thor kalau suami sok manis dan perhatian pada wanita lain apa kau terima begitu saja?
kalau kau Terima berarti novel tidak masalah
tapi kalau kau tidak Terima berarti pemikitan mu ada masalah saat kau tidak suka suamimu baik, sok manis, dan perhatian pada pria lai tapi novel malah Bianca seorang istri sok manis, dan sok perhatian pada pria lain dan kau benarkan kelakuan Bianca ini

renungkan lah, pakai otak untuk berfikir mana salah mana benar, salah ya salah benar ya benar
jangan jadi wanita egois kalau suami yang lakukan selalu salah tapi kalau istri (kalian) yang lakukan kalian benarkan

sadarlah
Qaisaa Nazarudin
Lha kenapa harus marah?? kamu aja selalu EGOIS menarik ulur perasaan orang seenaknya..
Qaisaa Nazarudin
Makanya ku bilang juga apa,Jangan terlalu berharap..Thor bikin Rava punya Rival dong biar adil..
Qaisaa Nazarudin
Kalo udah begitu jawabnya harusnya Bianca gak usah BAPER dengan hubungan kalian,batasi aja hati mu,jangan bikin hati mu terluka karena seorang Pria, Apalagi kamu itu Masih muda banget, Perjalanan hidup mu masih panjang lho..
Qaisaa Nazarudin
Lha bukankah bekal nya tadi udah di kasih ke Rava ya??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
YUNHO siapa ??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Kalo aku jadi Bia aku juga marah,Mencium istri tapi hayalan nya ke sang Mantan , gila gak tuh..
Qaisaa Nazarudin
pasti Mirai lagi hamil,Dan tuh cowok gak mau tanggungjawab..
Qaisaa Nazarudin
Dari sini Rava seolah memberi celah atau kode untuk Ara..terus apa tujuannya menikahi Bia?? kenapa gak Nikah sama Ara aja,udah sama2 dewasa juga kan??
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Dari mana nih bocah bisa naik kesini? ke atas sekolah? Terus ibu guru Ara tadi kemana? Disuruh jagain anak orang aja gak becus..
Qaisaa Nazarudin
KAKAK??? 🤔🤔🤔🤣🤣🤣🤣 Bocah 5 tahun manggil orang dewasa 27 tahun itu KAKAK??? TANTE kali...🤣🤣🤣😜😜
Nida
lanjut lagi g thor
Ce Habibah
disini Rafa itu egois dia yg mulai tpi berakhir kecewain bian😔
rista_su
sekolah elit ko bisa ga ngawasin muridnya pas keluar sekolah
rista_su
jgn bilang ngasih nomer yoga 🤣
rista_su
wkwkwk good job tiara
Citra Nur Eliza
Kecewa
Citra Nur Eliza
Buruk
Salmi Ati
lagian kenapa juga kamar mereka ndak kedap suara
Ika Agustin
lanjut lg thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!