Kisah ini mengisahkan seorang perempuan yang ditakdirkan menjadi istri ketiga untuk murid kesayangan abahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Permata_Indah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part-29 Ali menjemput
Setelah sholat isya ponsel Lizza berbunyi, Ali yang menelfon dengan malas Lizza mengangkat telfon Ali.
Ali : Assalamu’alaikum
Lizza: Wa’alaikumussalam
Ali : Kakak mau jemput kamu, kamu sarlok yah
sekarang
Lizza: Kalau Lizza engga kasih gimana kakak
bakal izinin Lizza tidur disini engga
Ali : Jangan main-main Lizza, seharian kita
engga ketemu aku kangen
Lizza terdiam setelah mendengar ucapan Ali, dia bilang dia kangen aku salah denger yaa. Ucap Lizza dalam hati.
Ali : Lizza kamu masih angkat telfonnya kan?
Lizza: Hah iya ka, nanti Lizza serlok
Lizza langsung mematikan telfonnya, ko jantungku dagdigdug gini yaa aku engga salah denger kan. Ucap Lizza dalam hati, Zaynab menghampiri Lizza yang duduk disoffa ruang tvi.
“Suami kamu jadi jemput Lizz?” tanya Zaynab memberikan teh hangat pada Lizza.
“Hah? Iya jadi lagi dijalan kayanya, makasih tehnya” jawab Lizza.
“Kenapa Lizz ko kaya bingung gitu?” tanya lagi Zaynab.
“Aku salah denger deh kayanya, masa aku denger ka Ali bilang kalau dia kagen sama aku Zaa kan aneh” ucap Lizza.
“Hahahaa..” Zaynab tertawa.
“Kenapa ketawa sih Zaa aku serius tau” ucap Lizza cemberut.
“Oke oke sorry sorry, tapi keliatannya ka Ali emang suka sama kamu Lizz coba deh kamu tanyain perasaannya sama kamu. Soalnya ya perhatiannya kekamu tuh beda gitu” saran Zaynab.
“Engga tau ah aku bingung” jawab Lizza.
Suara mobil terdengar oleh Lizza dan Zaynab, keduanya langsung melirik satu sama lain.
“Itu kayanya udah nyampe deh Lizz” ucap Zaynab.
“Eemm, aku ambil tas dulu ya” jawab Lizza.
Lizza bangkit dari duduknya untuk mengambil tas miliknya, Zaynab yang membuka pintu untuk Ali.
“Sebentar ya ka Ali Lizza lagi ambil tasnya” ucap Zaynab diambang pintu.
“Oh iya” jawab Ali berdiri didepan pintu.
Tidak lama kemudian Lizza kerluar dari kamar menghampiri pintu utama, dilihatnya suaminya dan Zaynab sedang sedikit berbincang.
“Itu dia Lizza” ucap Zaynab melihat Lizza menghampirinya.
“Aku pulang dulu ya Zaa makasih banyak” ucap Lizza memeluk sahabatnya.
“Iya sama-sama, seneng bisa ditemenin kamu Lizz. Kamu hati-hati ya pulangnya” jawab Zaynab.
“Terimakasih Zaynab sudah menemani Lizza seharian, maaf kalau dia menyusahkan kamu” ucapan terimakasi Ali pada Zaynab.
“Sama-sama ka, sama sekali engga nyusahin ko” jawab Zaynab senyum.
Ali meraih tangan Lizza dan menggandengnya, Lizza berusaha melepaskan namun Ali tidak membiarkan tangan Lizza dilepas.
“Kita pulang dulu, assalamu’alaikum” ucap Ali.
“Wa’alaikumussalam” jawab Zaynab salfok sama tangan Ali yang menggandeng Lizza.
Lizza dan Ali melangkah mendekati mobilnya, Ali membukakan pintu untuk Lizza dengan senyuman. Keduanya masuk kedalam mobil dan melaju menuju rumah.
“Kakak apa-apan sih pake gandeng Lizza didepan Zaynab malu tau” ucap Lizza disela-sela perjalanan.
“Lain kali jangan melepaskan gandenganku” jawab Ali melirik kearah Lizza.
“Tapi kan ka aku malu kalau didepan orang” ucap Lizza cemberut.
“Kalau begitu maaf” jawab Ali datar.
“Lizza yang minta maaf, makasih untuk sejauh ini kakak mampu mengatasi sifat Lizza yang seperti ini” ucap Lizza.
Ali hanya membalas dengan senyuman dan sebentar melirik kearah Lizza, mobil melaju lebih kencang. Tidak disadari Lizza tertidur dimobil, mobil sampai dihalaman rumah.
“Lizz” panggil Ali lembut berusaha membangunkan Lizza.
Ali memandangi wajah Lizza yang sayup dan teduh, wajah yang kini halal utuk dipandang setiap detiknya. Bahagia yang Ali rasa dalam hatinya, akhirnya Ali kekuar dari mobil dan mengangkat Lizza masuk kedalam rumah.
Sarah sudah menunggu diruang tamu karena malam ini Ali tidur dengan Sarah, Ali masuk sambil mengangkat Lizza. Sarah melihat Ali masuk dan menghampirinya.
“Sarah” panggil Ali.
“Iya mas” jawab Sarah.
“Umi udah tidur?” tanya Ali.
“Udah mas baru aja, Lizza tidur mas” jawab Sarah.
“Iya mas bawa naik dulu kamu masuk kamar duluan nanti mas menyusul” ucap Ali.
“Oh iya mas” jawab Sarah.
Ali membawa Lizza kekamarnya, membaringkan Lizza dikasur dan menyelimutinya.
“Selamat tidur istriku” ucap Ali mengecup kening Lizza.
Ali keluar dari kamar Lizza turun menuju kamar Sarah karena hari ini Ali menemani Sarah tidur.
Notes!!
Jangan lupa follow, like, and comment🤗
thanks bt author dan jg NT uda ksih bacaan grts