NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tidak pernah menyangka, bahwa cincin perak berukir naga yang menjadi hadiah saat membeli seekor kelinci akan mengubah seluruh hidupnya—menyeretnya ke dunia kuno tempat manusia dan beastmen hidup berdampingan.

Belum sempat memahami situasi, Li Yunru malah terikat sebagai pasangan hidup Raja Naga Putih wilayah utara, Bai Muzhi. Berkat cincin misterius itu, mimpi Li Yunru untuk menjadi koki akhirnya terwujud. Namun, kedatangannya ke dunia itu ternyata bukan kebetulan.

Sedikit demi sedikit, tabir asal-usulnya mulai terbuka. Dan musuh-musuh yang selama ini bersembunyi ikut bergerak. Di tengah bahaya, rahasia dan takdir yang menantinya ... mampukah Li Yunru bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian

Ekor Hong Maxing yang mengeras dan berujung tajam benar-benar menembus dada kiri Xu Jiangyue. Ia sama sekali tidak merasa kasihan atau menyesal telah melakukannya.

Selama ini, Hong Maxing telah bersabar untuk bergaul dan merayu Xu Jiangyue hanya demi mencari tahu tentang peristiwa serangan tiga ratus tahun yang lalu.

Selama tiga ratus tahun ia berpura-pura tersenyum pada wanita itu. Dan selama tiga ratus tahun pula ia menunggu celah. Semua sikap genitnya hanyalah topeng.

"Xu Jiangyue, ayahmu benar-benar membuatku menjadi penjahat yang melakukan sesuatu yang tak pernah kulakukan sama sekali. Bukankah kamu sendiri yang melukai jiwa Bai Muzhi waktu itu?"

"An—Anda—!"

Xu Jiangyue benar-benar tidak habis pikir. Ia tidak pernah menyangka Hong Maxing mengetahui rahasia yang selama ini disembunyikan rapat-rapat.

Xu Jiangyue menatap Hong Maxing dengan mata berkaca-kaca. Seolah masih berharap semua ini hanya lelucon buruk pria itu. Namun tatapan pria itu dingin tanpa sedikit belas kasihan.

Hong Maxing mencabut ekor yang menembus dada wanita itu tanpa ragu. Seketika, Xu Jiangyue jatuh ke belakang dengan mata terbelalak. Darah mengalir deras, mengotori lantai di bawah tubuhnya. Wajah cantiknya dipenuhi ketidakpercayaan dan keengganan untuk menerima kenyataan.

Ekspresi jijik terpancar dari wajah Hong Maxing. Ia mengibaskan ekornya yang berlumuran darah, lalu kesembilan ekornya perlahan memudar dan akhirnya menghilang.

"Hong Jun, Hong Kai!" panggilnya dingin.

Dua penjaga bayangan langsung muncul di belakangnya dan berlutut dengan satu lutut menyentuh lantai. Wajah mereka tertutup topeng berbentuk rubah merah yang khas.

"Yang Mulia, berikan perintahmu," ucap Hong Jun.

"Bawa pergi betina ini ke kediaman Adipati Xu. Katakan saja pada Xu Aoshan bahwa akulah yang membunuh putrinya."

"Ya!"

Hong Jun dan Hong Kai mengangguk tegas, lalu segera membawa pergi mayat Xu Jiangyue dari kamar Hong Maxing tanpa menimbulkan suara berlebih.

Setelah keduanya pergi, Hong Maxing melirik sekilas lantai yang ternoda darah. Ia kemudian keluar dari kamar dan memerintahkan pelayan untuk membersihkannya. Setelah itu, ia berjalan menuju ruangan lain, berniat menenangkan pikirannya yang masih kacau.

Namun entah mengapa, bayangan seorang gadis manusia justru terus muncul di benaknya.

"Hah ... menyebalkan," gumamnya pelan. "Apakah aku benar-benar harus menjadi budaknya?"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Li Yunru sama sekali belum tahu bahwa wanita rubah putih itu telah tewas di tangan Hong Maxing. Sekembalinya dari kediaman Nenek Caolan sebelum malam, ia langsung menjatuhkan diri ke tempat tidur, berguling ke kiri dan kanan.

Ia masih mencoba mencerna semua hal yang baru saja ia dengar. Fakta bahwa orang tua yang membesarkannya selama ini mungkin hanyalah bibi dan pamannya, membuatnya sulit percaya.

Ruu rebahan di sampingnya, menatap gadis itu yang terus bergerak tanpa henti. Ia tampak lelah hanya dengan melihatnya.

"Tuan, apa yang membuatmu begitu gelisah?" tanyanya akhirnya.

"Aku hanya berpikir ... jika memang orang tuaku berasal dari dunia ini, lalu mengapa aku hanya manusia biasa?"

Ia menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong.

Nenek Caolan mengatakan bahwa ibunya pasti anak dari wanita tua yang merupakan kenalan lamanya.

Sangat disayangkan bahwa Nenek Caolan tidak pernah melihat seperti apa ibu kandung Li Yunru. Karena wanita tua itu selalu bilang bahwa putrinya sakit-sakitan. Padahal, dia sangat ingin menjodohkannya dengan Bai Muzhi.

Sementara untuk ayah kandung Li Yunru sendiri, Nenek Caolan bahkan tidak tahu. Dan mungkin hanya takdir yang bisa mempertemukan mereka.

Melalui cerita Nenek Caolan, Li Yunru akhirnya tahu bahwa Bai Muzhi pernah dijodohkan dengan seorang gadis kecil dari ras peri hutan saat masih kecil setelah gagal menjodohkan cucunya dengan anak perempuan wanita tua itu.

Sayangnya, gadis kecil itu dan Bai Muzhi juga tidak berjodoh. Gadis kecil itu pergi dan menghadiahi cincin perak berukir naga kepada Bai Muzhi sebagai tanda perpisahan. Dan masih berpesan bahwa jodohnya akan datang dan memiliki cincinnya.

Li Yunru menebak jika gadis kecil ras peri itu mungkin seorang penjelajah waktu. Tidak heran ada begitu banyak bumbu dan bahan masakan dari zaman modern di dalam ruang cincin spiritual tersebut.

Jadi, apakah gadis kecil itu telah kembali ke masa depan?

Kepalanya terasa lebih sakit. Semakin dipikirkan, semuanya semakin tidak masuk akal.

"Mungkinkah aku memang seharusnya tidak dilahirkan? Jadi ayah dan ibu membuangku ke dunia modern?" gumamnya pelan.

Ruu langsung menggeleng keras. "Jangan berpikiran aneh-aneh, Tuan. Itu tidak mungkin sama sekali."

"Lalu apa alasannya? Mengapa orang tuaku harus berpura-pura menjadi orang tua kandungku? Mereka bahkan tidak meninggalkan petunjuk, bahkan setelah kecelakaan sekalipun," lanjutnya dengan suara yang semakin pelan.

"Selalu ada alasan. Bagaimana jika orang tuamu sengaja mengirimmu ke sana demi keselamatanmu?" Ruu mencoba berspekulasi. Ia bisa merasakan kesedihan dalam hati tuannya. "Tuan, jangan sedih. Aku yakin ayah dan ibumu tidak bermaksud meninggalkanmu," imbuhnya lembut.

Li Yunru terdiam lama. Pikirannya masih penuh dengan pertanyaan yang belum terjawab. Tanpa ia sadari, rasa lelah akhirnya mengalahkan kegelisahannya, dan ia pun tertidur.

Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka perlahan dari luar. Bai Muzhi masuk dengan langkah ringan. Melihat Li Yunru sudah tertidur pulas, ia hanya melirik ke arah Ruu.

"Apakah dia baik-baik saja?" tanyanya pelan.

"Suasana hatinya kurang baik. Dia mengira orang tuanya tidak menginginkannya," jawab Ruu.

"Jika berada di posisinya, siapa pun akan berpikiran sama."

"Seharusnya kamu menghiburnya."

Bai Muzhi mengangkat sebelah alisnya. "Raja ini tidak pandai menghibur orang."

Ia menyelimuti tubuh Li Yunru dengan selimut hangat. Lalu berjalan menuju jendela dan membukanya lebar-lebar. Udara dingin malam langsung masuk ke dalam ruangan. Ia mengambil Ruu dari ranjang tanpa berkata apa-apa.

"Jangan mengotori tempat tidur raja ini. Kembalilah ke sarangmu," katanya datar, seraya melempar kelinci gemuk itu ke luar jendela. Setelah itu, ia menutup kembali jendela.

"...."

Ruu yang terlempar keluar hanya bisa menahan amarahnya. Ia ingin berteriak, namun takut membangunkan Li Yunru yang sedang tidur.

Benar-benar naga sakit yang tidak punya hati! batinnya kesal.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di wilayah Hongbo, Xu Aoshan datang ke Istana Laifu dan langsung menuju ruang istirahat, tempat Hong Maxing tengah rebahan santai di kursinya.

Beberapa penari dari suku rubah diundang untuk menari di hadapannya, diiringi musik merdu yang mengalun lembut. Suasana malam terasa hangat dan penuh gairah, seolah tidak ada beban sedikit pun.

Namun hanya segelintir orang yang tahu—Hong Maxing tidak pernah benar-benar “bermain” dengan para penari yang diundang untuk menghiburnya. Semua itu hanyalah hiburan kosong.

"Yang Mulia! Yang Mulia Raja Xing!" teriak Xu Aoshan saat memasuki ruangan tanpa izin.

Para bawahan kepercayaan Hong Maxing tengah menonton pertunjukan sambil minum arak. Mereka langsung menoleh ke arah suara tersebut.

Tanpa sopan santun, Xu Aoshan mendorong para penari yang sedang tampil ke samping. Gerakannya kasar, membuat para pemusik terkejut hingga seketika menghentikan permainan mereka.

Salah satu pria manusia setengah binatang dari suku rubah merah muda langsung berdiri dengan wajah tidak senang.

"Adipati Xu, apa yang Anda lakukan dengan bersikap kasar di depan Raja Xing?"

Xu Aoshan melotot tajam. "Diam saja, rubah lembek!"

"...."

Kedua telinga rubah merah muda milik pria itu langsung terkulai lesu. Hanya karena bulunya berwarna merah muda, tak berarti ia bukan pria sejati. Mengapa harus menyebutnya sebagai rubah lembek?

Hong Maxing mengangkat sebelah tangannya dengan malas, memberi isyarat agar semua orang pergi.

Tanpa berani membantah, para penari, pemusik dan para bawahan kepercayaannya segera meninggalkan ruangan satu per satu, menyisakan keheningan yang terasa berat.

"Mengapa Adipati Xu datang dan marah-marah di malam yang indah seperti ini?" tanya Hong Maxing santai, bahkan tanpa berniat bangkit dari posisi ternyamannya.

Xu Aoshan mengepalkan kedua tangannya. Ekspresinya ditahan sekuat mungkin agar tidak terlihat terlalu menyeramkan di hadapan sang raja wilayah.

Pria itu menarik napas panjang. Namun urat di dahinya sudah menegang.

"Yang Mulia, mengapa Anda membunuh Yue'er, putri kesayangan saya? Apa kesalahannya hingga Anda harus mengambil tindakan dengan menghilangkan nyawanya?"

"Hmmm ...?" Hong Maxing tampak berpikir sejenak, namun senyumnya perlahan terangkat. "Apakah kamu sungguh tidak tahu, Adipati Xu?" tanyanya dengan nada malas.

"Apa maksud Anda, Yang Mulia?"

Wajah Xu Aoshan menggelap. Melihat reaksi Hong Maxing yang sama sekali tidak terkejut, amarahnya semakin memuncak.

"Yang Mulia, Anda harus memberikan penjelasan hari ini sebelum orang-orang di wilayah Hongbo menganggap Anda sebagai tiran yang mengkhianati kepercayaan keluarga Xu."

Gerakan Hong Maxing yang hendak meminum arak langsung terhenti. Ia perlahan menurunkan gelasnya dan menatap Xu Aoshan dengan tatapan dingin yang tidak bersahabat.

"Apakah kamu berani mengancamku sekarang? Tampaknya aku terlalu baik hati selama ini."

Aura spiritual di tubuh Hong Maxing langsung menguar, menekan ruangan dengan kekuatan tak kasat mata. Wajah Xu Aoshan seketika memucat, napasnya terasa berat.

Mungkin karena selama ini Hong Maxing jarang muncul di hadapan publik, Xu Aoshan hampir lupa—pria di depannya bukan sekadar penguasa wilayah Hongbo, melainkan raja Istana Laifu yang sesungguhnya.

Hong Maxing akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan berjalan santai mendekati Xu Aoshan. Setiap langkahnya terasa mengintimidasi, seolah menekan mental lawannya.

Ia berhenti tepat di hadapan pria paruh baya itu, lalu menyeringai tipis.

"Katakan padaku, Xu Aoshan," ucapnya pelan. "Kamu bahkan belum menyadari siapa yang sedang kamu khianati. Kamu benar-benar berpikir aku tidak tahu siapa dalang di belakangmu?"

1
A
masih lah. kan ada adudu
Marsya
klau diliat2 keisengannya,itu si elang botaklah🤣🤣🤣🤣🤣
Marsya
aiaiai.....,sang merak muncul thor😉😉😉😉😉
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣 ya ya sama-sama kelompok burung kalian, ayam dan merak 🤣

ayo Yunru botakin aja Lan Peijun🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ternyata itu artinya Ben, kupikir itu typo atau apa /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
gak boleh, Yunru harus tetap sama Bai Muzhi, gak boleh yang lain/Curse//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nona ben??? siapa kak??
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ aduhhh... tadi dielus, dicium, sekarang di plak plak plak🤣🤣
Sonya Kapahang
TIDAAAAAKKKKKKKK.. aku yg tidak setuju klo Yunru sm si Merak juga...
Yunru hrs tetap sm Tuan Naga satu²nya.. ga boleh ada yg lain.. apalagi Merak bau.. bikin botak aj itu Merak...
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ pria narsistik lagi🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sudah kena bawang dan keluar darah, eh di tambah malah dilepaskan dari ketinggian oleh elang 🤣, aduh kasian banget, tapi itu memang cocok buat Yan Diming, sepertinya itu masih kurang untuk memberinya pelajaran 🤣

Yunru kamu udah mulai berani ya minta cium dulu 🤣/Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
kok aku baca ini, geli ya 🤣 aku ngebayangin dia bicara seperti itu sambil mendayu-dayu🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: beneran loh kak, sambil ngebayangin dia bergerak gemulai dengan suara mendayu-dayu🤣
total 2 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sabar ya maxing🤣🤣, kamu malah merekomendasikan untuk Yunru membuat peraturan tertulis🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wajib kak khusus Hong Maxing buat peraturan tertulis biar dia gak lupa 🤣🤣
total 2 replies
Marsya
korban pertama naga diduduki,korban kedua elang dibotaki,korban ketiga rubah diracuni,skarang korban keempat ular dipukuli,🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭😉😉😉👍👍👍👍
Author Risa Jey: waktunya cari mangsa baru /Hey//Hey/
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣🤣 kasian, itu artinya cermin air gak boleh lihat wajah Yunru🤣
Author Risa Jey: ada hubungannya dengan si kelinci nanti, mengapa itu cermin maunya lihat dia terus 😅
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
hahaha🤣🤣 ngatain diri sendiri/Facepalm/
Sonya Kapahang
Yah.. belum tau dia siapa Yunru.. udh kena serang 2 kali tp msh ga kapok..
Author Risa Jey: kalau kapok, bukankah dia pengecut? 🤣🙏
total 1 replies
Sonya Kapahang
Terlalu percaya diri kamu Ruu..
Klo kata Yunru, Narsistik sekali kelinci gendut ini 😒😒😒
Author Risa Jey: Maklum, dibesarkan Bai Muzhi sebelumnya. Ya gini jadinya /Cleaver/
total 1 replies
Sonya Kapahang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Liatin aj noh pantatnya si Ruu yg montok dan seksih
ER
kaka kalau ada buku cetakan kabarin yaa mau belii
ER: serius gak ada kak , padahal sebagus itu novel²nyaa , apalagii ini udah 2026
udah baca novel kak risa dari 2019
kirain udah ada cetakann nyaa
tapi mudah mudahn segera ya kak
aku dukung apapun asal itu punya kaka semangat teruss
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!