Retha sudah memutuskan untuk menikahi kekasihnya. Dia berusaha melupakan sang mantan yang sangat dicintainya. Namun seminggu sebelum dia resmi menjadi istri dari Andrian, Bian mantan kekasihnya kembali untuk meminangnya. Lalu apakah Retha akan kembali ke pelukan Bian atau justru memperjuangkan cinta Andrian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enjang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAKE OVER
"Tan, sudah makan belum?" tanya Retha begitu membuka pintu rumah
"Belum Tha. Kamu bawa apa?" tanya bibinya sambil menunjuk ke bungkusan hitam yang Retha bawa
"Nasi goreng tan. Gak pedes kok." ujar Retha
"Makan sama-sama ya." ajak tantenya
"Retha udah kenyang tan. Habis makan mie ayam tadi." ujar Retha
"Oalah. Ya udah. Tante makan dulu ya." Tante Retha menuju ke meja makan dan mengambil piring
Retha segera masuk ke dalam kamarnya dan bergegas untuk mandi.
KLING KLING.. Notif BBM berbunyi beberapa kali
[Tha, kapan libur. Kangen nih] ~Rahma
[Besok Ma. Main yuk. Mumpung Gue habis gajian nih.] ~Retha
[Boleh. Gue jemput Lu ya?] ~Rahma
[Siap. Kita ke perpus kota ya sekalian Gue traktir es krim deket sekolah kita dulu.] ~Retha
[Okey. Besok jam 8 Gue jemput.] ~Rahma
[Malam Tha] ~Andrian
[Malam juga]
[Random banget ya kita hari ini Tha] ~Andrian
[🤣 banget]~Retha
[Gak apalah buat asik-asikan aja. Jangan kapok ya 😊] ~Andrian
Retha pun tersenyum. Dia merebahkan tubuhnya sambil terus bermain ponsel. Tak lama kemudian dia tertidur.
...****************...
Rahma datang tepat waktu. Pukul 8 tepat dia tiba di rumah Retha. Sementara orang yang dicarinya baru selesai mandi.
"Tante, Rethanya udah bangun belum?" tanya Rahma begitu tante Retha membuka pintu
"Tuh, baru selesai mandi." Tunjuk tante ke arah kamar Retha
"Kebiasaan molor. Hih. Rahma ke kamar ya tante." ujar Rahma
"Iya. Samperin sana."
Rahma masuk ke dalam kamar Retha. Retha sedang menyisir rambutnya yang basah.
"Tha. Lu nggak kangen sama Gue." seloroh Rohma dari depan pintu
Retha menoleh. Berlari memeluk sahabatnya.
"Rahma Gue kangen loh. Sebulan penuh nggak ketemu. Bayangin. Dulu tiap hari nggak pernah absen. Sekarang ya ampun." ujar Retha
"Lu kok gini-gini aja sih Tha. Gue kira Lu udah berubah jadi cewek kantoran. Ternyata masih aja Retha yang buluk." balas Rahma
"Ah Lu Ma. Ngolokin Gue mulu. Sama kayak anak-anak di kantor." Kesal Retha
"Ha? Di tempat kerja baru Lu masih aja dibully?" heran Rahma
"Iyalah. Mereka bilang Gue itu jelek, hitam, kampungan. Ah parah deh pokoknya." ujar Retha mengerucutkan bibirnya
"Ya ampun Tha. Takdir Lu kali ya jadi bahan bullyan. Nggak sekolah nggak kerja dibully mulu. Hahaha" Canda Rahma
"Rahmaa.. Kok malah ketawa sih. Resek banget." Umpat Retha
"Tha, lagian nggak salah kok mereka. Semua yang mereka bilang itu fakta." terang Rahma sambil duduk di samping Retha
"Ya tapi masak nggak bisa sih menghargai Gue dikit aja gitu. Padahal Gue kan baik" ujar Retha
"Yakin baik? Hahaha." Tawa Rahma
Retha makin cemberut.
"Tha dengerin Gue ya. Nggak semua orang itu menilai dari sikap atau hatinya. Rata-rata yang pertama kali dilihat itu penampilannya. Fisiknya. Lagian orang baru kenal Lu mana dia tau Lu orang baik. Ya kan?" ujar Rahma
"Terus gimana dong Ma?" tanya Retha
"Masak iya seumur hidup Gue harus dibully terus. Gak ada yang mau sama Gue. Terus jadi jones yang menyedihkan." lanjut Retha
Rahma pun terbahak. Retha mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes.
"Kok nangis sih Tha. Cup. Jangan sedih dong." Hibur Rahma
"Lu mau nggak Gue bantuin memperbaiki penampilan Lu?" tawar Rahma
"Memang Lu mau bantuin Gue?" tanya Retha
"Kalau Gue nggak mau, ngapain Gue tawarin Tha." balas Rahma
"Caranya gimana?" tanya Retha
"Sekarang Lu ganti baju dulu deh. Ntar Gue ajak ke salon. Benerin rambut Lu dulu." ujar Rahma
"Rambut Gue? Emang kenapa?" tanya Retha sambil becermin
"Rambut Lu nggak kenapa-napa sih. Cuma kelihatan jadul aja. Acak-acakan nggak terawat. Udah deh Lu ada 200 ribu kan?"tanya Rahma
"Ada Ma. Buat apa?" tanya Retha lagi
"Buat ke salon. Potong rambut kamu trus di smoothing. Biar kelihatan muda gitu loh." ujar Rahma
"Udah sana ganti baju. Aku tunggu di depan."
Rahma pun keluar kamar.
Retha mengambil selembar kaos berwarna navy dan jeans biru kesayangannya. Tak lupa mengambil beberapa lembar uang gajinya kemarin.
"Ayo Ma." ajak Retha menghampiri Rahma
Mereka berdua pun naik motor menuju ke salon langganan Rahma. Seorang wanita langsing dengan rambut sepunggung menyambut mereka ramah.
"Mbak Rahma mau nail art lagi?" tanya pemilik salon itu
"Nggak Mbak Nis. Ini aku ngajak temen. Namanya Retha. Dia mau smothing sama potong rambut." ujar Rahma mengenalkan Retha ke pemilik salon
"Retha Mbak." ujar Retha sambil menjabat tangan pemilik salon itu
"Saya Nisa Mbak. Mari kita keramas dulu." ajak pemilik salon.
Rahma duduk di ruang tunggu sambil membaca majalah wanita di depannya.
Retha yang belum pernah ke salon sekalipun merasa asing dengan istilah 'smoothing' dan menanyakannya ke Nisa.
"Smoothing itu diapain Mbak?" tanya Retha saat Nisa menuangkan shampo di Retha
"Diluruskan dihaluskan rambutnya. Nanti kita obatin 2 kali terus dicatok. Hasilnya biar rapi, bagus." ujar Nisa
Retha hanya manggut-manggut.
"Mau dipotong gimana ini Mbak Rahma?" tanya Nisa pada Rahma.
"Itu rambutnya dibuat gini bisa Mbak?" tanya Rahma sambil menunjukkan gambar potongan rambut ke arah Nisa
"Bisa kok." Balas Nisa sambil mengambil gunting dan sisir
*Beberapa jam setelahnya*
Rambut itu selesai juga. Rahma tersenyum puas.
"Gini kan lumayan." ujar Rahma
"Pantas nggak Ma? Kok Gue nggak PD ya." ujar Retha sambil menatap wajahnya si cermin.
"PD in ajalah Tha. Ini awal baru buat penampilan Lu. Habis ini Gue ajarin juga cara perawatan sama belanja baju buat kerja Lu." ujar Rahma
"Gimana Mbak? Cocok sama hasilnya?" tanya Nisa
"Cocok kok. Habis ini Lu nggak boleh keramas dulu 3 hari. Jangan kena air." ujar Rahma
"Terus gimana dong? Masak iya 3 hari nggak mandi Ma?" ujar Retha
"Pakai ini Mbak." sahut Nisa sambil memberikan showercap ke Retha
"Itu buat nutupin rambut Lu pas mandi. Biar nggak basah." terang Rahma
"Makasih Mbak. Oh iya ini bayar berapa?" tanya Retha
"230rb aja Mbak." ujar Nisa
Retha mengeluarkan tiga lembar ratusan ribu dan memberikannya ke Nisa. Sementara Rahma inisiatif memberikan 30 ribu dan menarik kembali uang 100rb Retha.
"Makasih Mbak. 3 hari lagi Mbak kesini ya. Saya kasih gratis cuci catok." ujar Nisa
"Ntar kesininya sama Gue lagi aja Tha." ujar Rahma
Setelah pamit mereka berdua lanjut menyusuri kota.
"Lu lapar nggak Tha?" tanya Rahma
"Banget lah. Dari jam 9 pagi sampai setengah dua siang Ma. Bayangin. Mana belum sarapan lagi." keluh Retha
"Haha. Namanya juga usaha Tha harus penuh perjuangan." sahut Rahma
...****************...
perjuangan Retha untuk merubah diri sendiri luar biasa
apalagi dua tokoh cowoknya yang ganteng-ganteng meski beda karakter membuat cerita ini hidup
konflik batin diantara mereka bertiga buat otak travelling
bikin baper juga sih
pokoknya karya ini reccomen banget buat dibaca semua kalangan
Lanjutan dari Hati yang terluka
Jangan dong
pak ilhamnya aja yang keliru
ngakak bener baca ceritanya
mampir nih tor. bawa like dan mawar untukmu.
mampir di loser man ya,
semuanyaaa. semoga suka sama cerita mak😊